Istri Jelekku

Istri Jelekku
bab 99


__ADS_3

Pukul tujuh pagi Randy sudah berada di Bandung. Dia langsung pergi menuju lokasi Outlet restauran yang berada di salah satu Mall di daerah Bandung.


Setelah semalam dia mendapatkan kabar dari Gio bahwa restorannya mengalami kebakaran, kini dia pun sudah berada di lokasi.


Sudah ada beberapa pihak kepolisian di sana yang sedang meminta keterangan dari pihak keamanan Mall tersebut.


Randy pun menghampiri salah satu polisi.


"Selamat pagi, Pak. Saya Randy Sebastian, salah satu Owner dari Dania's Restauran." ucap Randy sambil menjabat tangan polisi itu.


" Jadi bagaimana? Apa sudah ada titik terang tentang kronologis dan penyebab kejadian ini?" ucap Randy.


Polisi itu menggelengkan kepala dan mengajak Randy menuju salah satu kursi yang berada di pojok restauran.


"Kita bicara di sini, Pak. Sebelumnya mohon maaf, apa anda memiliki masalah dengan seseorang?" tanya Polisi.


Randy mengerutkan dahi mendengar pertanyaan Polisi itu.


"Saya rasa tidak, memangnya apa yang terjadi? Apa ada sesuatu yang mencurigakan, Pak?" tanya Randy.


"Beberapa tim kami tadi menemukan hal yang janggal di sekitar restuaran anda. Sepertinya, ini bukan lah kecelakaan melainkan ada unsur kesengajaan di dalamnya. Tapi kami dari pihak kepolisian masih akan terus mendalami masalah ini, dan kami harap anda mau bekerja sama bilamana kami dari pihak kepolisian menemukan hasil dari kelanjutan masalah ini." ucap Polisi.


Randy melihat ke sekeliling restauran, terlihat area bar yang yang sudah terbakar dan menjadi rusak.


Randy jadi teringat akan ucapan Polisi yang mengatakan bahwa sepertinya ini ada unsur kesengajaan di dalam kejadian ini.


Randy pun berpikir sejenak.


Kalau pun memang itu sebuah kecelakaan mengapa hanya bagian area Bar sampai ke area kitchen saja yang terbakar?


Dan tidak seperti yang Gio katakan saat di telpon, yang mana dia mengatakan kejadian ini karena rembetan dari Outlet restauran lain yang merambat ke Outlet restauran miliknya.


Karen pada kenyataan yang dia lihat langsung ke Lokasi, justru Outlet miliknya lah yang lebih parah mengalami kerusakan, tidak dengan Outlet restauran yang berada di sebelahnya, yang justru terlihat tak mengalami kerusakan yang parah.


Padahal jika di pikir secara logika, seharusnya jika kebakaran itu di mulai dari restauran lain, maka restauran itulah yang akan mengalami kerusakan lebih parah.


Kalau pun memang benar ada orang yang sengaja membakar Outletnya, maka siapa sebenarnya orang itu? Dan kenapa orang itu memiliki dendam padanya sehingga tega membalaskan dendamnya dengan cara membakar Outlet restaurannya.


Randy pun memijit kepalanya yang terasa pusing, belum masalahnya tentang baby Rayna selesai, sekarang dia justru harus di pusingkan dengan masalah restauran.


Seelah cukup lama berbincang dengan Polisi, akhirnya Polisi pun meninggalkan lokasi dan begitu pun Randy yang juga bergegas menuju apartemen miliknya.


Sungguh kepalanya terasa berat.


Sesampainya di apartemen, Randy langsung pergi menuju kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur, dia menatap langit-langit kamar dengan pikirannya yang tak hentinya terus memikirkan masalah restauran.


"Kenapa kehidupan orang dewasa serumit ini?" gumam Randy.


Yah, menikah memaksanya harus menjadi lebih dewasa dalam segala hal. Terutama dalam hal menjadi pemimpin rumah tangga.


Karena menikah muda lah yang membuatnya harus menjadi dewasa sebelum waktunya.


Karena dia adalah seorang pemimpin di dalam rumah tangganya, dia bertanggung jawab atas kehidupan istri dan anak-anaknya.


Lain hal nya jika saja saat itu, saat dimana 4 tahun lalu dia tak mengikuti egonya untuk membalas dendam pada Dania, saat ini mungkin dia tidak harus sampai menanggung jawab sebesar ini, dan mungkin saat ini pun dia masih akan menikmati masa lajangnya.


Tapi meski begitu, dia pun tetap bersyukur. Karena kejadian malam itu lah, sekarang dia bisa memilki dua orang malaikat kecil dalam kehidupannya. Darah dagingnya bersama Dania, semangat hidupnya.


Randy menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan.


Dia mengambil ponselnya dan mengusap layar ponselnya.


Terlihat pertama kali di layar ponselnya foto keluarga kecilnya. Randy pun tersenyum melihat foto dirinya bersama keluarga kecilnya.


Dia pun mengklik nama Lovely Wife dan memanggilnya melalui video call.


Dia pun sama cemasnya memikirkan keadaan baby Rayna.


Setelah menunggu beberapa detik, video call pun tersambung dan terlihat lah Dania yang tengah mengajak bermain baby Rayna.


"Hai sayang, kalian lagi apa?" tanya Randy.


" Hai Papa, ade baru bangun bobo sama Mimi ASI, kalau Papa lagi apa? Udah sampai di Bandung?" ucap Dania.


Randy tersenyum lega melihat keadaan baby Rayna yang terlihat sudah mulai membaik dan mulai bisa tersenyum kembali.


"Syukur lah ade baik-baik aja, Papa baru sampai di apartemen. Tadi langsung ke Lokasi restauran sebentar. Polisi lagi mengurus kasus ini. menurut Polisi sepertinya ada unsur kesengajaan dalam kejadian kebakaran ini." ucap Randy.


Dania terlihat terkejut mendengar ucapan Randy.


"Apa? Apa iya, yank? Siapa yang tega berbuat hal keji kaya gitu? Perasaan kita nggak punya musuh, tapi kenapa ada orang yang sampai setega itu sama keluarga kita? ucap Dania.


Randy menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Aku nggak tahu, yank. Tapi itu kan baru dugaan, semoga aja itu memang real kecelakaan. Toh, selama ini kita ga punya musuh di luar, maupun di dalam lingkungan sosial kita." ucap Randy.


"Apa mungkin ini ulah saingan bisnis kita, yank?" tanya Dania.


"Aku ga tahu, tapi masalah bersaing dalam bisnis itu hal yang wajar, itu udah biasa. Kalau sampai ini ulah saingan bisnis kita, berarti mereka tak layak menjadi pebisnis dan tak siap menjadi pebisnis, karena tak bersikap profesional. Tapi, aku sih, berharap ini memang real kecelakaan, bukan di sengaja." ucap Randy.


"Iya yank, semoga aja itu semua nggak benar, semoga aja ini memang real kecelakaan." ucap Dania.


"Iya yank, semoga aja. Ngomong-ngomong, gimana keadaan ade sekarang? Apa ade masih demam?" ucap Randy.


Dania tersenyum dan mengecup gemas pipi baby Rayna.


"Ade udah baik-baik aja, kok, yank. Badannya udah ga demam lagi. Ini dia juga lagi bercanda, dia udah mulai senyum lagi, udah mulai ceria lagi." ucap Dania.

__ADS_1


Randy pun tersenyum melihat wajah menggemaskan baby Rayna. Meski masih terlihat lemah, namun dia tetap menggemaskan. Rasanya membuat Randy semakin ingin cepat pulang dan menyelesaikan urusannya di Bandung.


"Syukur lah kalau ade udah membaik, Papa senang dengarnya. Papa juga jadi tenang di sini. Semoga ade ga demam lagi, ya, nak." ucap Randy.


"Iya, Papa nggak perlu khawatir sama ade, sama abang, sama Mommy juga. Kita semua disini akan baik-baik aja. Papa selesaikan aja urusa Papa di Bandung biar bisa cepat pulang dan ketemu sama ade. Because we miss you Papa." ucap Dania.


Randy pun tersenyum dan memanyunkan bibirnya tepat ke arah kamera.


"Jih .. Jelek banget kamu yank, kaya gitu." ucap Dania.


Randy pun terkekeh.


"Papa juga kangen sama kalian, kesayangan Papa." ucap Randy.


"Ya udah, Papa istirahat deh, Ade juga mau istirahat dulu." ucap Dania.


"Ya udah, bye, sayang." ucap Randy.


Randy pun mengakhiri video call tersebut.


Sekali lagi dia memijit kepalanya yang terasa pusing akibat kurang tidur.


Dia pun memilih beristirahat terlebih dulu, sebelum malam nanti dia akan kembali mengecek lokasi restauran sekaligus mencari tahu sudah sejauh mana perkembangan masalah kebakaran itu.


******


Pukul tujuh malam, Randy sudah sampai di lokasi restauran nya. Terlihat garis polisi di sekitar area restauran nya dan juga di sekitar restauran di sebelahnya.


"Apa anda sudah sejak tadi, disini?" tanya Randy pada salah satu Owner dari restauran sebelahnya yang juga ikut terbakar.


Owner itu bernama Christian, berusia 30 tahun, bertubuh tinggi bahkan sedikit lebih tinggi dari Randy. Christian sendiri berdarah campuran, Indonesia-China. Dia sudah memiliki seorang istri dan seorang anak.


Randy memang mengenalnya karena mereka sama-sama berada di dunia yang sama, yaitu dunia F&B. Tentunya Randy pun mengenal beberapa Owner perusahaan F&B lainnya.


"Belum lama, Pak Randy." ucap Chris.


Randy mengangguk dan berdiri di samping Chris dengan pandangan mengarah pada kedua restauran yang terbakar itu.


"Apa rencana anda setelah ini?" tanya Christ.


"Saya rasa, setelah Polisi melepaskan garis polisi itu, saya akan merenovasi bagian yang terbakar dari restauran ini." ucap Randy.


"Bagaimana dengan anda?" tanya Randy.


"Yah, sudah pasti merenovasi kerusakannya. Namun sayang, restauran jadi tak akan beroperasi. Berhenti lah untuk sementara pemasukan dari satu Outlet." ucap Christ.


Randy tersenyum dan menganggukkan kepala.


Jika di pikir-pikir, Outlet miliknya pun akan mengalami pemberhentian operasional untuk sementara waktu sampai Outlet tersebut sudah selesai di renovasi, dan tentu saja akan mengalami pengurangan pemasukan karena restauran tak akan beroperasi.


Memang lah benar, istilah time is money dalam dunia bisnis, waktu adalah uang. Tentunya akan membutuhkan waktu sampai restauran benar-benar kembali seperti semula dan akan hilang juga pemasukan dari waktu yang di butuhkan selama renovasi tersebut.


"Yah, anda ada benarnya juga. Akan sangat merepotkan jika sampai ada korban jiwa." ucap Christ.


Randy mengangguk dan mengajak Christ untuk makan malam di salah satu restauran yang tak jauh dari lokasi restauran nya.


Christ pun mengiyakan dan mereka pergi menuju restauran tersebut.


Selesai memesan makanan, Randy dan Christ pun memilih berbincang-bincang terlebih dulu.


"Apa anda mau bir?" tanya Christ.


"Tidak, saya udah lama ga minum." ucap Randy.


"Oh ayolah, ini hanya bir." ucap Christ.


Randy menarik napas dalam dan menghembuskan nya perlahan.


"Baik lah, saya mau bir Bintang saja, yang kuning." ucap Randy.


"Anda tak menyukai yang biasa? Yang anda pesan itu kebanyakan di sukai wanita." ucap Christ.


Randy pun tersenyum.


"Saya jarang minum bir, tapi saya pernah mencobanya. Sebenarnya saya sudah lama tak meminum bir. tapi seperti yang anda bilang, para wanita menyukainya, jadi saya pun ingin memesannya. Kebetulan, saya lupa lagi rasanya." ucap Randy sambil tersenyum.


Christ terkekeh dan mengangguk.


Dia pun memesan dua botol bir pada pelayan.


Setelah menunggu beberapa saat, pesanan bir dan makanan pun datang.


Randy dan Christ pun memulai acara makan malam.


"Sebenarnya saya akan bertemu dengan kekasih saya." ucap Christ.


Uhuk .. Uhuk.


Randy tersedak mendengar ucapan Christ.


Pasalnya, yang Randy tahu Christ sudah memiliki istri.


"Apa anda selingkuh dari istri anda?" tanya Randy.


Christ terkekeh mendengar ucapan Randy.


"Ayo lah, kita ini pebisnis, kita sudah di pusingkan dengan urusan pekerjaan, tak masalah sesekali bermain." ucap Christ.

__ADS_1


"Anda juga sesekali bisa bermain-main." ucap Christ.


Randy pun tersenyum tipis dan menggelengkan kepala.


"Saya tidak akan bisa bermain dengan wanita lain di luar." ucap Randy.


"Why?" tanya Christ.


"Karena istri saya sudah melebihi wanita-wanita di luaran sana. Jadi, saya rasa, saya tidak akan bisa menemukan wanita sepertinya di luaran sana." ucap Randy sambil tersenyum dan menatap Christ.


Sepertinya Christ ini memang playboy. Sama seperti dirinya dulu, tapi meski begitu, dia tak sampai hati akan tega mengkhianati Dania, karena bagaimana pun Dania la Ibu dari anak-anaknya. Dania lah yang sudah menemaninya dari titik terendah kehidupannya hingga dia menjadi seperti saat ini.


"Ya, ya. Anda beruntung mendapatkan istri seperti itu." ucap Christ.


Randy pun mengangguk dan tersenyum.


"Sorry , aku telat. Jalanan macet soalnya." ucap seorang wanita yang tiba-tiba datang menghampiri Christ.


Randy pun melihat ke arah wanita itu yang tengah ber cipika cipiki dengan Christ.


"Ga masalah baby, kami baru aja mulai makan malam." ucap Christ.


"Oh ya, kenalkan, dia Owner dari Dania's Restaurant." ucap Christ.


Wanita itu pun melihat ke arah Randy dan betapa terkejutnya wanita itu saat melihat Randy. Tak jauh beda dengannya, Randy bahkan lebih terkejut melihat wanita yang kini ada di hadapannya.


Randy menelan makanannya dengan susah payah dan dia pun menenggak mineral water miliknya.


"Hai, apa kabar?" tanya wanita itu sambil menyodorkan tangannya pada Randy.


Christ mengerutkan dahi sambil.


"Baik, kamu sendiri apa kabar?" tanya Randy.


"Kabar baik." ucap wanita itu.


wanita itu pun duduk di samping Christ.


"Apa kalian sudah saling kenal? " tanya Christ.


Randy dan wanita itu pun saling tatap.


"Ya, kami satu sekolah SMA dulu. Randy itu kakak kelas aku." ucap nya.


"benar kah? Bagus dong kalau begitu." ucap Christ.


Randy terus memperhatikan Christ dan wanita itu. Dia tak habis pikir, wanita yang dulu pernah dekat, bahkan sangat dekat dengannya, sekarang justru menjadi simpanan pria beristri.


Tak lama terdengar suara ponsel Christ yang berdering, Christ menjawab telpon itu.


Setelah selesai menelpon, Christ pun pamit karena ada urusan mendesak. Dia meninggalkan Randy bersama kekasihnya.


Setelah Christ benar-benar pergi, Randy menatap wanita itu dengan tatapan penuh tanya sekaligus tak percaya.


"Kenapa lo jadi kaya gini? Kenapa lo mau aja jadi simpanan pria beristri?" tanya Randy.


"Kenapa? Ga ada urusannya sama lo." ucap wanita itu.


"Astaga, lo itu perempuan, lo harus punya harga diri." ucap Randy.


Wanita itu mengepalkan tangannya, dia benar-benar geram mendengar ucapan Randy.


"Apa hak lo ikut campur urusan gue? Dan lo bilang apa


, tadi? Harga diri, (wanita itu bangun dari duduknya dan menatap Randy dengan tatapan tajam) Dengar ini baik-baik, harga diri gue udah hilang semenjak kita dekat dulu, semenjak kita sering ngelakuin ** ***** bareng, dulu. Jadi, lo ga usah ngomongin harga diri di depan gue, karena lo pun, sama aja sama si Christ, sama-sama mau nikmatin tubuh gue aja. Yang jelas kalian para pria sama-sama brengsek." ucap wanita itu.


Randy menelan air liurnya saat mendengar ucapan wanita itu. Yang tak lain adalah wanita yang pernah sangat dekat dengannya dulu saat masih sekolah SMA.


Wanita itu adalah Sasha, gadis yang terkenal paling cantik saat di sekolahnya dulu.


"Maksud gue bukan gitu, Sha." ucap Randy.


"Gue ga peduli apa maksud lo. Yang jelas, ini hidup gue, gue yang jalanin. Lagi pula, kalau gue kesusahan, apa lo bakalan bantu gue, ha? Enggak, kan. Karena itu, jangan ikut campur urusan gue." ucap Sasha.


Sasha pun pergi dari restauran.


Sedangkan Randy hanya diam sambil terus melihat kepergian Sasha.


Tak lama, Randy pun meninggalkan restauran.


Randy melajukan mobilnya menuju apartemennya.


Entah mengapa di tengah perjalanan Randy menjadi teringat ucapan Sasha.


"Seandainya waktu bisa di putar ulang, gue akan jadi pria yang lurus-lurus aja, gue ga akan mau ngerusak anak orang." ucap Randy.


"Bodoh, ngapain juga nyesel? Udah terjadi. Semoga lo cepat sadar Sha, kasihan rumah tangga orang kalau sampai hancur gara-gara lo." ucap Randy.


Randy menarik napas dalam dan menghembuskan nya agak kasar.


Dia pun menambah kecepatan mobilnya karena jalanan cukup tenang dan tak terlalu ramai.


Di tengah perjalan, Dia berniat akan berhenti di salah satu Supermarket, dia pun menginjak rem.


"Sial, gimana bisa? Kenapa rem nya blong? ucap Randy.


Randy terkejut karena ternyata rem mobilnya blong, padahal saat dia pergi menuju restauran tadi, rem nya masih berfungsi.

__ADS_1


Dia pun membanting stir ke arah pepohonan besar dan mobil itu pun menabrak keras pohon besar itu.


__ADS_2