Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 26


__ADS_3

"Dia ga bohong, dia emang udah punya cowok, dan aku cowoknya."


Dania membulatkan matanya, dia terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang orang itu katakan.


Dania berbalik dan melihat ke arah orang itu.


"Baim." Dania menatap Baim heran.


Baim mendekati Niken dan menatap tajam ke arah Niken.


"Aku ingetin sama kamu, jangan pernah ganggu pacar aku lagi, atau kamu bakalan tau akibatnya ..!" ucap Baim dengan penuh penekanan.


Niken menelan air liurnya dengan susah payah, dia takut pada Baim yang terkenal galaknya.


Niken bergegas keluar dari kelas Dania.


"Kamu ga apa-apa kan?" tanya Baim.


"Ga apa-apa kok." ucap Dania.


"Syukur deh." ucap Baim sambil berjalan kearah kursinya dan mulai Duduk.


Dania mengekori Baim dan berdiri tepat di hadapan Baim.


Baim mengerutkan dahinya melihat Dania.


"Kenapa?" tanya Baim.


"Kenapa tadi kamu bilang kalau kamu pacar aku? Emang sejak kapan kita jadian?" tanya Dania bingung.


Baim menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan, dia masih terus menatap Dania dan mulai mendekati Dania.


"Sejak tadi, kamu mau kan jadi pacar aku?" tanya Baim.


Dania terkejut mendengar ucapan Baim.


"kenapa? kamu ga mau?" tanya Baim sambil menepuk bahu Dania dan membuat Dania tersentak.


"Ahh, mau." ucap Dania.


Dania terkejut karena Baim menepuk bahunya.

__ADS_1


Baim pun tersenyum lebar sambil terus menatap Dania.


"Oke, jadi mulai sekarang kita pacaran." ucap Baim sambil memegang tangan Dania.


Dania masih tetap terdiam, dia tak sadar bahwa dia sudah salah menjawab pertanyaan Baim.


Brukk.


Dania dan Baim melihat ke arah suara tersebut, betapa terkejutnya Dania saat melihat Randy yang ada di sana.


"Randy ..!" panggil Dania.


Randy melihat ke arah Dania dan langsung pergi dari kelas Dania.


Dania yang ingin mengejar Randy pun langsung di tahan oleh Baim.


"Ga usah di kejar." ucap Baim sambil tersenyum manis.


Dania menatap Baim dengan malas.


"Apaan sih? Ga tahu apa, aku lagi dalam masalah besar?" ucap Dania dalam hati.


Dania bergegas menuruni anak tangga mengejar Randy.


"Rand, tunggu ..!" Dania memegang lengan kiri Randy.


"Dda apa?" tanya Randy dingin.


"Aku bisa jelasin semuanya, aku sama Baim ga ada hubungan apa-apa kok." ucap Dania gugup.


Randy menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar.


"Ada apa-apa juga ga masalah buat aku, walaupun kamu istri aku, toh sampe sekarang kamu juga ga pernah mau dengerin omongan aku, aku bahkan udah pernah minta kamu buat jauhin dia, tapi kamu masih aja dekat-dekat sama dia."ucap Randy dan menghempaskan tangan Dania. Randy pun bergegas menuju kelasnya dan meninggalkan Dania yang masih diam mematung.


"Apa dia cemburu?" ucap Dania dalam hati.


Dania pun kembali ke Kelas, niat awal ingin ke Kantin menjadi batal gara-gara Niken membuat mood nya menjadi hancur.


******


Sementara di Kelas, Randy terus mengepalkan tangannya, dia mencoba mengatur nafasnya, dadanya terasa sesak mendengar Baim menyatakan cintanya pada Dania, dan lebih sesak lagi saat dia dengar bahwa Dania tak menolaknya, Dania justru menerima cinta Baim.

__ADS_1


"Apa dia sama sekali ga ada perasaan apapun sama aku? Kenapa dia malah pacaran sama cowok lain?" ucap Randy dengan geram.


"Kalau cinta jangan di pendam, nanti nyesel loh, mendingan di ungkapin." ucap Dio sambil menepuk bahu Randy, entah sejak kapan Dio datang.


Randy menatap malas pada Dio, dan memilih tak menanggapi ucapan Dio.


******


Tiga jam kemudian.


Bel pulang berbunyi, para murid berhambur keluar dari kelas dan mulai meninggalkan Sekolah.


Dania bergegas keluar dari kelasnya dan meninggalkan Baim yang sedang bicara dengan guru, entah apa yang mereka bicarakan.


Dania berjalan menuju Kelas Randy, sesampainya di sana Dania tak menemukan Randy.


"Apa dia udah ke parkiran?" gumam Dania.


Dania pun bergegas menuju parkiran, benar saja Randy sudah menunggunya di dalam mobil. Dania langsung menghampirinya dan masuk ke dalam mobil, dan Randy langsung melajukan mobilnya.


Sesampainya di Apartemen.


Begitu memasuki Apartemen, Dania mencoba menahan tangan Randy namun Randy langsung menepisnya dan pergi ke kamarnya.


Dania pun mengikuti Randy masuk ke dalam kamarnya.


Randy terkejut saat Dania memeluknya dari belakang.


"Jangan diemin aku." lirih Dania.


Randy menarik nafas dalam dan menghembuskannya peralahan, dia melepaskan pelukan Dania.


"Jangan kaya gini, nanti pacar kamu marah." ucap Randy datar.


Dania menggelengkan kepalanya.


"Aku ga pacaran sama dia, aku juga ga ada perasaan apapun sama dia." ucap Dania.


"Aku ga percaya."ucap Randy.


"Kamu harus percaya sama aku, karena sebenernya aku-.

__ADS_1


__ADS_2