Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 90


__ADS_3

Sudah 2 minggu sejak acara demo masak diBali. Dan pagi ini Randy tengah bersiap untuk pergi kekampus, selesai bersiap ia turun menuju meja makan dan dilihatnya disana dania tangah duduk menunggunya bersama baby Raydan dan Baby Rayna yang diam tenang distrollernya.


"pagi kesayangan papa" sapa Randy.


"Pagi papa, sarapan dulu yuk" ucap Dania.


Randy mengangguk dan mulai menyantap sarapannya, namun ditengah kegiatannya terdengarlah suara ponsel Randy yang berdering.


"Lisa?" gumam Randy saat melihat nama Lisa dilayar ponselnya.


"Iya hallo Sa ada apa?" tanya Randy.


"................"


"apa? udah lama?" tanya Randy.


"..............."


"baiklah 30 menit lagi saya sampai disana" ucap Randy.


Telpon pun berakhir.


Randy mengklik nomor teman kampusnya dan meminta temannya untuk mengabsenkan Randy.


"kenapa yank?" tanya Dania.


"aku ga jadi kekampus, aku mau kekantor" ucap Randy.


"Ada masalah?" tanya Dania.


"ada partner bisnis kita disana, aku ganti baju bentar, kamu disini aja ga usah bantuin aku" ucap Randy dan diangguki oleh Dania.


Tak lama kemudian Randy turun dengan sudah berpakaian kantornya.


"Aku jalan dulu yank" ucap Randy kemudian mengecup pipi dania.


Randy tersenyum melihat Baby Raydan dan Baby Rayna, ia pun mengecup kening kedua bayi kembarnya itu.


"papa pergi dulu, baik-baik ya sayang, jangan repotin mommy" ucap Randy.


Randy pun pamit dan pergi kekantor.


******


Sesampainya dikantor Randy melangkah menuju salah satu ruangan dan belum sampai ia diruangan tersebut Lisa langsung menghampirinya.


"selamat pagi pak" sapa Lisa.


"pagi, apa Sheila masih diruangannya?" tanya Randy.


"iya pak, Bu Sheila masih ada diruangannya" ucap Lisa.


Saat tadi Randy tengah sarapan Lisa menghubunginya dan memberitahukan bahwa Sheila datang kekantor.


Randy mengangguk dan masuk kedalam ruangan Sheila. dilihatnya Sheila yang tengah duduk dikursi kebesaranya dan tersenyum pada Randy.


"Hai" sapa sheila dan mulai bangun dari duduknya.


"Hai, kok ga ngabarin mau kejakarta? aku kan bisa nyuruh supir kantor buat jemput kamu dibandara" ucap Randy sambil menyodorkan tangannya dan disambut oleh Sheila.


"Aku ada fashion show dijakarta, kebetulan aku juga keluarin beberapa design terbaru aku jadi aku mampirin kekantor" ucap Sheila.


"Jadi kamu sibuk? tapi masih sempetin datang kekantor" ucap Randy.


"Yah udah lama aku ga kesini jadi ya pengen lihat-lihat kantor aja" ucap Sheila.


"Baiklah, ada yang bisa aku bantu?" tanya Randy.


"untuk saat ini ga ada, semuanya sudah ditangani Icha" ucap Sheila.


Icha adalah sekretaris Sheila dikantor.


meski Sheila jarang bahkan hampir tak pernah datang kekantor pusat, namun ia tetap memiliki ruang kerjanya sendiri, begitu juga dengan Gio yang juga memiliki ruang kerjanya sendiri dikantor pusat.


"mau breakfast bersama?" tanya sheila.


"Aku udah dirumah, kamu kalau belum aku bisa minta tolong Lisa pesenin" ucap Randy.


"ga usah, aku juga udah kok" ucap Sheila.


Randy mengangguk dan keduanya terlihat canggung, entah apalagi yang harus dibicarakan.


"Oh ya, apa beberapa hari kedepan jadwal kamu sibuk?" tanya Sheila.


"Kayaknya ga terlalu, kenapa?" Tanya Randy.


"setelah acara fashion show ku selesai apa kamu mau temenin aku lihat outlet diBandung? aku belum pernah datang kesana, karena waktunya yang ga pernah ketemu" ucap Sheila.


"Tentu, kapan fashion show kamu dilaksankan?" tanya Randy.


"Rabu malam, setelah itu aku ada cukup banyak waktu, karena itu aku ingin pergi keBandung melihat outlet disana" ucap Sheila.


"baiklah, kamu kabarin aja kapan kamu siapnya, nanti aku kabarin Gio juga kalau kita mau datang keBandung" ucap Randy.


Sheila mengangguk dan bangun dari duduknya.


"Gimana kalau hari ini kita lihat oulet disini? kamu ga sibuk kan?" tanya Sheila.


"Boleh, tapi Restauran buka jam 10.00 wib, jadi nanti aja kita kesananya takutnya kamu bosan nantinya,karena percuma juga orang-orang disana pasti masih sibuk siap-siap direstauran" ucap Randy.


"ya gimana baiknya aja" ucap Sheila.


Randy pun mengangguk dan izin pergi keruangannya.


******


Diruangan Randy.


Randy membuka laptopnya dan mengecek beberapa email yang masuk.


ditengah kegiatannya Lisa masuk dengan membawa secangkir latte.


"Makasih Sa" ucap Randy.


"Sama-sama pak, Oh ya pak majalah kuliner dan majalah bisnis yang meliput acara demo memasak saat diBali sudah sampai pak, apa anda mau melihatnya sekarang?" tanya Lisa.

__ADS_1


"Oh ya? kapan sampainya?" tanya Randy.


"Baru saja orang dari kantor majalah datang mengantar majalahnya kesini" ucap Lisa.


"Ya sudah tolong bawa kesini, saya mau lihat" ucap Randy.


"Baik pak" Lisa pun keluar dari ruangan Randy.


Tak lama kemudian Lisa masuk kembali keruangan Randy dengan membawa beberapa majalah.


Randy pun tersenyum melihat cover pertama majalah tersebut adalah gambar dirinya, Sheila dan Gio.


Tertulis dicover majalah tersebut dengan tulisan.


Randy Sebastian (23th)


Sheila Liu (23th)


Gio Bramantio (24th)


Pengusaha muda berbakat, Owner dari salah satu perusahaan Food&Beverage yang mencapai sukses diusia yang terbilang masih sangat muda.


Randy pun membaca majalah itu dan melanjutkan beberapa pekerjaannya.


1 jam kemudian Randy bangun dari duduknya dan membawa majalah itu keruangan Sheila.


"kamu udah Lihat majalah hari ini?" tanya Randy.


"udah tadi, Selamat ya" ucap Sheila.


"Untuk kamu juga, Wanita cantik berbakat, seorang model sekaligus fashion designer, dan sekarang lihatlah pencapaian kamu, kamu salah satu owner muda dari perusahaan f&b ini" ucap Randy.


"Kamu berlebihan, Apa majalah ini juga sudah sampai ketangan Gio?" tanya Sheila.


"aku rasa dia juga sudah lihat" ucap Randy.


Sheila mengangguk dan melihat kearah jam yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Mau jalan sekarang? selama kita diperjalanan aku rasa kita sampai di jam operasional restauran" ucap Sheila.


"Boleh, kalau gitu kita jalan sekarang" ucap Randy.


"tapi aku ga bawa mobil, tadi aku dianterin sama asisten aku kesini" ucap Sheila.


"ya udah naik mobil aku aja" ucap Randy dan diangguki oleh Sheila.


Randy dan Sheila pergi menuju restauran, dan outlet pertama yang mereka datangi adalah outlet yang berada didaerah jakarta selatan karena cukup dekat dengan kantor pusatnya.


Sesampainya disana Randy mengajak Sheila melihat-lihat area floor Restauran dan area kitchen Restauran, tampak sudah ada beberapa pengunjung restauran karena jam operasional sudah dibuka.


Setelah puas melihat-lihat Sheila pun meminta Randy untuk menemaninya keoutlet lainnya dan kali ini Randy mengajaknya pergi keoutlet yang berada dijakarta pusat, dan dilanjutkan dengan mendatangi outlet dijakarta barat dan dijakarta timur.


Seharian ini Randy tampak sabar menemani Sheila hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 19.00 wib.


Randy mengajak Sheila untuk makan malam dengannya dioutlet yang terakhir kali mereka datangi, dan disinilah saat ini Randy dan Sheila berada dioutlet nya yang berada didaerah Jakarta timur.


"Kamu mau makan apa?" tanya Randy.


"Aku mau makan menu baru kita dong" ucap Sheila dan diangguki oleh Randy.


Randy pun memesankan beberapa menu baru direstauran tersebut.


"Oh ya Rand makasih ya untuk hari ini kamu sudah luangkan waktu nemenin aku mengunjungi beberapa outlet kita disini" ucap Sheila.


"ga masalah, kamu kan jarang-jarang kesini" ucap Randy.


Sheila mengangguk dan mereka pun lanjut berbincang.


setelah beberapa menit pesanan pun datang, Randy dan Sheila memulai acara makan malam mereka. Ditengah kegiatannya Randy dikejutkan dengan Sosok tinggi kekar yang berdiri didepan mejanya.


"papa" ucap Randy terkejut saat melihat ternyata papa mertuanya tengah menatapnya dengan tatapan menyelidik.


"Eumm, papa disini?" tanya Randy.


"heumm.. Siapa dia?" tanya papa Hamish melihat kearah Sheila.


"Kenalin pa, dia salah satu owner juga diperusahaan aku" ucap Randy.


Papa mertuanya itu memang pernah mendengar nama Sheila Liu yang menjadi partner bisnis dari menantunya itu, namun papa Hamish tak pernah melihat wajahnya dikarenakan memang keduanya sama-sama sibuk, papa Hamish pun tak tahu kalau Sheila Liu adalah seorang model karena ia tak memiliki banyak waktu untuk mencari tahu identitas orang lain.


"Saya Sheila Liu, Anda Tuan Wijaya Hamish bukan? pengusaha sukses pemilik dari beberapa hotel berbintang didalam dan diluar negeri" ucap Sheila.


Papa Hamish mengernyit mendengar ucapan Sheila.


"Sepertinya begitu, saya mertua dari Randy" ucap papa Hamish.


Sheila tersenyum dan mengangguk.


"Salam kenal, Saya partner bisnis dari menantu anda" ucap Sheila.


Papa Hamish mengangguk, tak lama ponsel Sheila berdering dan Sheila langsung menjawab panggilan masuk tersebut.


"Maaf saya harus pergi sekarang" ucap Sheila begitu telpon itu berakhir.


"loh bu Sheila anda pergi naik apa?" tanya Randy.


"Asisten saya sudah menunggu" ucap Sheila.


Randy menatap papa mertuanya yang juga tengah menatapnya.


"Baiklah" ucap Randy dan Sheila pun pergi meninggalkan Restauran.


"Bagaimana sikembar?" tanya papa Hamish yang mulai duduk berhadapan dengan Randy.


"Baik pa, datanglah kerumah pa kalau papa ga sibuk, sikembar pasti senang bertemu opa dan omanya" ucap Randy.


"Kamu sedang sibuk?" tanya Papa Hamish.


"Iya, mungkin sekitar 3 hari lagi aku akan kebandung melihat outlet disana" Ucap Randy.


"Bersama Sheila?" Tanya papa Hamish.


"Iya, dia belum pernah datang keoutlet yang dibandung karena jadwalnya yang padat, jadi mumpung beberapa hari ini katanya dia ada waktu luang jadi mau lihat kesana" ucap Randy.


Papa Hamish mengangguk dan menatap Randy dengan tatapan yang sulit diartikan membuat Randy menjadi canggung.

__ADS_1


"kok papa lihatin aku kayak gitu?" Tanya Randy.


"Sheila cantik bukan?" tanya Papa Hamish.


"eumm" Randy mengangguk sambil menyesap minumannya.


papa Hamish menatap Randy dengan tatapan menyelidik membuat Randy semakin merasa canggung.


"Tentu aja dia cantik, karena dia perempuan kan pa makanya cantik" ucap Randy dengan tersenyum kikuk menatap mertuanya itu.


"Bagaimana dengan yang dirumah?" tanya Papa Hamish.


"Maksudnya?" tanya Randy bingung.


"Bagaimana dengan Dania? apa dia juga cantik?" tanya papa Hamish.


"tentu aja pa, dia istri aku, dia wanita tercantik dari sekian banyak wanita yang pernah aku temui, dia ibu dari anak-anak aku, ga mungkin dia ga cantik" ucap Randy.


Papa Hamish tersenyum mendengar ucapan menantunya itu. Papa Hamish memang bisa melihat menantunya itu begitu menyayangi putrinya.


"Baiklah, papa pulang dulu. kamu juga langsung pulang, istri dan anak kamu pasti sedang mungunggu kamu dirumah" ucap papa Hamish.


Randy mengangguk dan menyalimi papa Hamish.


"Hati-hati pa" ucap Randy dan diangguki oleh papa Hamish.


Papa Hamish pun pergi dari restauran dan tak lama disusul pula oleh Randy yang juga meninggalkan Restauran.


******


pukul 20.30 wib


Randy tersenyum melihat Dania dan sikembar yang tengah tertidur pulas.


Randy tersentak saat melihat Dania merubah posisi tidurnya dan menyebabkan dress tidur dania tersingkap hingga terlihatlah paha putih mulus Dania.


Randy menelan air liurnya dan bergegas memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai Randy bergegas naik keatas tempat tidur dan mengusap lembut paha dania membuat Dania terbangun dari tidurnya.


"Eumm yank kamu udah pulang?" tanya dania.


Randy mengangguk dan akan mengecup bibir dania namun dania langsung menghalangi bibir Randy dengan telapak tangannya.


"Jangan sekarang ya yank, Aku capek banget seharian ini abang sama ade rewel terus, ini aja mereka belum lama tidur" ucap Dania.


Randy menghela nafas dan mengangguk.


"Oke, kamu tidur deh" ucap Randy.


Dania pun memejamkan matanya kembali sementara Randy memilih pergi menuju ruang kerjanya.


Karena ia juga belum mengantuk jadi ia memilih untuk mengecek beberapa email yang tadi belum sempat ia baca seluruhnya saat dikantor.


Ditengah kegiatannya ponsel Randy berdering, Randy mengernyitkan dahinya melihat nama Sheila dilayar ponselnya.


Randy pun menjawab telpon Sheila.


"Hallo shei" ucap Randy.


"Hallo Rand, apa aku ganggu?" tanya Sheila.


"enggak, kebetulan aku belum bisa tidur ini, kenapa ?" Tanya Randy.


"Aku mau kasih tahu kamu kalau aku ada waktu hari jum'at nanti keBandung, kamu gimana? bisa nemenin aku kesana?" tanya Sheila.


"Sebentar ya aku cek jadwal aku dulu" ucap Randy.


Randy pun membuka jadwalnya untuk hari jum'at dan ternyata ia tak ada pekerjaan.


"Oke hari jum'at aku bisa" ucap Randy.


"Ahh senangnya, thank you ya Rand, kalau gitu selamat istirahat ya" ucap Sheila.


"Oke, kamu juga" ucap Randy.


Telpon itu berakhir dan Randy memilih menutup laptopnya dan mengakhiri pekerjaannya.


Randy pun memilih kembali kekamarnya.


******


4 hari kemudian, tepatnya hari Jum'at..


Pagi ini Randy tengah bersiap, rencananya hari ini ia akan pergi ke Bandung mengantar Sheila melihat outlet disana, karena kebetulan juga ini pertama kalinya Sheila melihat outlet Restauran yang ada diBandung.


"Kamu berapa hari disana yank?" Tanya Dania.


"Ga lama yank, kalau bisa aku pulang pergi" ucap Randy.


Dania mengangguk dan mengantar Randy menuju garasi.


"Kamu yakin ga ngajak Lisa bareng kamu yank?" Tanya Dania.


"Enggak yank,dia banyak kerjaan dikantor" ucap Randy.


"Kamu juga ga mau ajak pak Adi sama kamu yank? nanti capek loh kamu nyetir sendiri" ucap Dania.


"Pak Adi dirumah aja biar dia bisa nganterin kamu kalau kamu mau pergi" ucap Randy.


"Ya udah hati-hati ya papa" ucap Dania.


Randy mengangguk dan mengecup kening dania bergantian dengan mengecup pipi gembil Baby Raydan dan Baby Rayna.


"Kalian baik-baik dirumah ya sayangnya papa, nanti aku langsung kabarin kamu kalau aku udah sampe Bandung"ucap Randy.


Dania mengangguk dan Randy langsung melajukan mobilnya menuju salah satu hotel yang masih berada didaerah jakarta pusat.


Sesampainya dihotel Randy menghubungi seseorang dan tak lama kemudian terlihatlah Sheila yang berjalan keluar dari hotel dengan senyum manisnya.


"Thanks ya udah mau nemenin aku" ucap Sheila.


Randy tersenyum dan mengangguk.


"Kita jalan sekarang?" tanya Randy.

__ADS_1


"Iya dong" ucap Sheila dengan memasang wajah so cute membuat Randy terkekeh melihat tingkah Sheila.


Randy pun langsung melajukan mobilnya.


__ADS_2