
Pagi ini dania dan randy sudah berada disalah satu TPU yang berada didaerah jakarta selatan untuk menghadiri pemakaman rena, almarhumah istri riko. ada orang tua dania juga yang turut hadir dipemakaman rena.
dania melihat randy yang masih saja cemberut bahkan sudah sejak dari rumah randy cemberut dan tak ingin datang menghadiri pemakaman rena. bukan apa-apa, randy sungguh kesal melihat wajah riko.
"Yank jangan cemberut terus" bisik dania.
randy tak mempedulikan ucapan dania dan melihat kearah papa mertuanya yang kini tengah berbicara dengan riko. Randy semakin tak suka melihat kedekatan antara mertuanya itu dengan riko, terlihat sekali papa mertuanya itu begitu peduli terhadap riko sementara ia sendiri harus bersusah payah mendapatkan hati sang papa mertua. meski sebetulnya randy pun menyadari sudah lebih awal riko yang mengenal keluarga dania dibandingkan dengan dirinya.
Tak lama pemakaman jenazah rena dilaksanakan dan tiba saatnya jenazah rena dimasukan keliang lahat. Randy terkejut saat melihat riko terisak, jelas sekali terlihat kesedihan dimata riko.
seketika randy jadi merasa prihatin pada riko, namun sebisa mungkin randy tak ingin menunjukannya.
setelah selesai acara pemakaman rena, semua keluarga kembali kerumah riko, dania dan randy pun ikut pulang kerumah riko karena memang baby raydan dan baby rayna ada dirumah riko, mereka tak ikut kepemakaman.
******
Sesampainya dirumah riko.
Dania dan randy melangkah mendekati baby raydan dan baby rayna yang tengah tertidur pulas disalah satu kamar tamu.
"Mereka pulas banget bobonya mbak, mereka ga rewel kan?" tanya dania pada kedua baby sitternya.
"mereka anteng sekali bu, tapi dari tadi bayinya pak riko terus menangis" ucap lia.
Dania dan Randy saling menatap dan randy mengangguk.
dania mengernyit tak mengerti apa maksud randy.
"Yuk kita lihat anaknya siriko" ucap randy.
Dania terkejut mendengar ucapan randy, entah ada angin dari mana suaminya itu justru peduli pada riko, atau mungkin randy hanya peduli pada bayi riko? fikir dania.
dania mengangguk dan pergi menuju kamar riko dengan ditemani randy.
begitu sampai didepan kamar riko terlihat pintu kamar yang terbuka, terlihat ada mama riko dan ada riko didalam tengah menggendong bayinya, bayi berjenis kelamin laki-laki itu tampak terlihat tak tenang dan tak bisa diam, seolah dapat merasakan kegundahan dan kesedihan yang sang papa rasakan kini. bahkan sang oma pun tak dapat menenangkan bayi mungil itu dan membuat riko maupun mama riko menjadi kerepotan sendiri, bayi mungil itu bahkan tak ingin meminum susu.
"kamu yakin mau masuk?" tanya dania.
"Iya, kamu seorang ibu mungkin kamu bisa nenangin bayinya" ucap randy.
dania menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan, dania menatap randy dan mengusap lembut pipi randy.
"Makasih sayang, kamu bener-bener suami yang berhati baik" ucap dania.
randy mengangguk dan tersenyum tipis. ia memang kesal pada riko, tetapi bayi mungil itu tak berdosa dan randy pun merasa kasihan melihat bayi itu yang tak bisa tenang.
Dania perlahan memasuki kamar riko membuat mama riko menatap kearahnya.
"baby nya kenapa tan?" tanya dania.
"Ini loh dania, dia ga bisa diem dari tadi dan terus nangis" ucap tante dara yang merasa cemas menatap cucunya itu.
dania mencoba mendekati bayi riko dan mengusap lembut pipi bayi mungil itu.
"apa dia ga mau mimi susu?" tanya dania.
"ga mau, dari tadi udah dibujuk malah ga mau minum susu" ucap riko yang kini masih mencoba menenangkan bayinya.
"Hai sayang, mau aunti gendong?" tanya dania pada bayi mungil itu seolah bayi itu dapat mendengar apa yang dania katakan.
"Sini biar aku gendong" ucap dania.
Riko menatap sang mama dan sang mama pun mengangguk tanda membiarkan saja dania menggendong cucunya itu. Riko memberikan bayinya pada dania dan kini bayi mungil itu berada digendongan dania.
"cup cup sayang, anak baik harus mimi susu ya" ucap dania dengan memberikan susunya pada bayi riko dan ternyata bayi itu mau menyusu. riko melihatnya dengan bingung, sudah sejak tadi riko dan sang mama tak bisa membujuk bayinya, namun tak disangka bayinya itu justru begitu tenang berada dipangkuan orang lain yang bahkan tak memiliki ikatan darah sama sekali.
Dania tersenyum dan duduk diatas sofa.
"Kasihan sekali kamu nak, kamu pasti sedih karena harus kehilangan mommy kamu" ucap dania dalam hati.
sungguh dania merasa kasihan melihat bayi mungil itu, dania memeluk dan mencium bayi mungil itu. matanya memerah dan bahkan air matanya sudah berada diujung matanya dan siap untuk meluncur membasahi pipinya. Randy terus memperhatikan ekspresi dania dan mengusap lembut bahu dania.
"Jangan sedih sayang, bayi itu ga sendirian kan,masih banyak yang sayang sama dia, kamu lihat kan masih ada papa dan omanya" ucap randy.
dania melihat kearah tante dara yang kini tengah tersenyum padanya.
"Dia tampak tenang dipangkuan kamu sayang, tante ga tahu harus bilang apa,tapi tante bersyukur karena kamu ada diwaktu yang tepat" ucap tante dara.
dania tersenyum dan melihat kearah riko, terlihat mata riko memerah menahan tangisnya. Dania mengerti riko pasti sedih sekali.
tante dara pun pamit dan keluar dari kamar riko hingga kini hanya ada dania, randy dan riko dikamar itu.
"Dia udah tidur, sini biar aku tidurin dia ditempat tidur"ucap riko.
dania menggeleng dan tak memberikan bayi itu pada riko.
"Biarin dulu dia kayak gini, takutnya belum pulas dia tidurnya" ucap dania.
__ADS_1
Riko menatap randy yang juga tengah menatapnya dengan tatapan datar.
"ya udah" ucap riko.
dania mengangguk dan setelah beberapa saat dan dirasa bayi itu sudah tertidur pulas dania pun menidurkannya diatas tempat tidur.
"Makasih ya karena kamu dia jadi bisa tenang" ucap riko.
"sama-sama, dia manis sekali ya ko, mirip banget sama rena" ucap dania.
riko tersenyum dan mengangguk.
"Iya, dia titipan tuhan sebagai pengganti rena dihidup aku, semoga aku bisa merawat dia dengan baik meski tanpa seorang ibu" ucap riko.
dania melihat ekspresi riko yang kembali sendu.
"Jangan sedih,kamu ga sendirian ko, kamu juga ga sendirian merawat dia, masih ada kami yang sayang sama dia"ucap dania.
Riko menatap dania bergantian dengan randy.
"makasih ya" ucap riko.
"gue ga peduli sama lu, tapi gue peduli sama bayi lu" ucap randy dingin dengan tatapan tertuju pada bayi mungil yang tengah tertidur pulas itu.
dania menyenggol lengan randy dan melotot menatap randy.
randy hanya diam dan membuang wajahnya kearah sembarang. sementara riko hanya tersenyum tipis mendengar ucapan randy.
"ya udah kita balik dulu ya ko, yang sabar yaa" ucap dania.
riko mengangguk dan tersenyum.
Dania dan randy pun keluar dari kamar riko dan menemui baby raydan dan baby rayna.
"Pulang yuk yank, panas kelamaan disini" ucap randy.
"yank bisa ga sih kamu tuh bersikap biasa aja, jangan kayak gitu banget" ucap dania.
"udah deh aku mau pulang" ucap randy kesal dan pergi meninggalkan dania.
dania menghela nafas dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu.
"kamu mau pulang sekarang?" tanya mama rania yang baru saja memasuki kamar tamu.
"iya ma, randy udah rewel mau pulang terus, udah kayak punya bayi besar deh aku" ucap dania.
mama rania tersenyum mendengar ucapan dania.
"maaf ya ma, atau mama sama papa nginep aja dirumah biar bisa main sama sikembar" ucap dania.
"nanti mama bilang papa" ucap mama rania kemudian menggendong baby rayna.
"biar mama antar sikembar kebawah" ucap mama rania.
dania menggendong baby raydan dan turun menuju ruang keluarga menghampiri orang tua riko dan pamit pulang. sementara randy sudah lebih dulu keluar dan masuk kedalam mobil.
******
Sesampainya dirumah..
Randy dan dania memasuki kamar sementara baby raydan dan baby rayna kini berada dikamarnya dengan ditemani baby sitternya.
"Siapin beberapa baju aku" ucap randy.
"emang kamu mau kemana?" tanya dania.
"besok pagi aku mau kebali" ucap randy tanpa melihat kearah dania.
"Kebali? kenapa mendadak banget?" tanya dania.
"Kemarin aku mau bilang tapi ga sempat" ucap randy dingin.
dania menghela nafas dan menarik tangan randy.
"Kamu marah?" tanya dania.
Randy menghembuskan nafas berat dan menatap dania.
"menurut kamu?" tanya randy balik.
dania mengernyit mendengar ucapan randy.
"kan kamu yang minta aku nenangin bayinya riko, terus kenapa malah kamu jadi marah sama aku? " tanya dania bingung.
"Aku ga marah soal itu, tapi aku masih marah karena kamu berani meluk laki-laki lain selain aku (menunjuk diri sendiri) SUAMI KAMU!!" ucap randy dengan penuh penekanan.
Dania terkejut mendengar ucapan randy,ia fikir suaminya itu sudah melupakan kejadian kemarin. apalagi melihat sikap randy yang biasa saja membuat dania berfikir suaminya sudah tak marah padanya.
__ADS_1
"Aku kan udah bilang kalau aku cuman mau kasih support buat riko aja, ga lebih dari itu kok, aku ga ada maksud apa-apa meluk riko, itu cuman pelukan sebatas teman aja" ucap dania.
Randy mengusap wajah kasar dan menatap sinis pada dania.
"Ga ada yang namanya teman antara laki-laki dan perempuan, harusnya kamu tahu itu. lagian kamu tahu sendiri kalau siriko itu suka sama kamu, kenapa sih kamu tuh ga sadar juga" ucap randy.
dania menggelengkan kepalanya, ia sungguh tak habis fikir randy bisa bicara seperti itu.
"Kamu bisa ga sih ga usah berfikiran buruk sama orang lain? kamu sendiri lihat kan riko tuh sedih banget kehilangan istrinya, apa itu ga bisa bikin kamu yakin kalau dia udah ga ada perasaan apapun sama aku? aku sendiri bisa lihat dia itu ngerasa kehilangan banget ditinggal rena, jadi aku yakin dia udah ga suka lagi sama aku" ucap dania.
"tetep aja aku ga suka kamu deket-deket sama cowok lain apalagi sampai bersentuhan kayak kemarin" ucap randy dengan nada kesalnya.
dania menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. ia sungguh tak ingin bertengkar dengan suaminya yang pencemburu itu.
belum sempat dania bicara randy justru sudah lebih dulu keluar dari kamar.
dania hanya bisa menghela nafas dan mengelus dadanya, ia pun membiarkan saja suaminya itu marah saat ini, tetapi tidak untuk nanti malam, ia memiliki rencana yang sudah pasti akan membuat randy tak akan marah lagi padanya.
******
Pukul 19.00 wib dania tengah menyusui baby raydan dan baby rayna dikamarnya, sungguh tidak mudah menyusui kedua bayinya yang gembul menyusu itu. Meski sekarang ASI dania sudah keluar tetap saja harus dibantu dengan susu formula. setelah baby raydan baby rayna tertidur dania pun memilih kembali kekamarnya.
begitu sampai dikamar dania tak melihat randy disana, dania memilih pergi keruang kerja randy dan benar saja randy ada disana, suaminya itu terlihat fokus sekali dengan beberapa lembar berkas ditangannya.
"jangan tidur malem-malem yank, besok pesawat kamu pagi loh" ucap dania.
"kalau mau tidur ya tidur aja duluan" ucap randy dingin tanpa melihat kearah dania.
dania tersenyum melihat ekspresi randy yang masih saja menunjukan wajah kesalnya, dania menyeringai dan pergi kekamarnya, ia akan melancarkan aksinya untuk membujuk randy.
waktu pun berlalu dan jam sudah menunjukan pukul 21.00 wib, pekerjaan randy sudah selesai dan ia memilih pergi kekamar baby raydan dan baby rayna, dilihatnya kedua buah hatinya itu sudah tertidur pulas begitu pun juga dengan lia dan novi yang sudah tertidur.
"Ya Tuhan sayang, kenapa kalian menggemaskan begini? papa jadi ga rela pergi ninggalin kalian" ucap randy.
Rasanya Randy tak ingin berpisah dengan kedua malaikat kecilnya yang manis dan menggemaskan itu.
Randy mengecup pipi baby raydan dan baby rayna yang sudah mulai terlihat gembil itu.
"papa janji akan pulang cepat, papa pasti rindu kalian" ucap randy.
Randy pun keluar dari kamar bayi kembarnya itu dan pergi kekamarnya.
begitu memasuki kamar, randy dikejutkan dengan istrinya itu yang berpenampilan seksi dengan pose yang tak kalah seksinya.
Seketika area sensitifnya menjadi mengeras, namun sebisa mungkin randy tak ingin menunjukan bahwa dirinya itu tergoda oleh penampilan dania. Randy tahu istrinya itu pasti sengaja ingin membujuknya dengan cara seperti ini.
Dania tersenyum melihat jakun randy yang naik turun dan terlihat beberapa kali randy menelan air liurnya. Dania tahu betul suaminya itu tak akan tahan berlama-lama menahan hasratnya.
Randy masih tetap pada pendiriannya, ia tak akan masuk kedalam perangkap istrinya itu, Randy pun memilih masuk kedalam kamar mandi. Randy bergegas membuka celananya karena area sesnsitifnya sudah terasa amat sesak.
randy bergegas keluar dari kamar dan dilihatnya dania yang tengah duduk didepan meja riasnya, dengan cepat randy mengangkat tubuh dania dan membaringkannya ditempat tidur, randy pun langsung berada di atasnya.
"Kamu nakal banget, sih." ucap randy dengan tatapan sayu menahan gairahnya.
Dania tersenyum tipis mendengar ucapan randy, namun berbeda dalam hatinya rasanya dania ingin tertawa sekeras-kerasnya, ia tahu suami mesumnya itu tak akan tahan digoda olehnya.
"Aku kan ga ngapa-ngapain" ucap dania dengan memasang wajah polosnya.
"Ya Tuhan yank aku udah ga tahan" ucap randy.
Randy mulai melancarkan aksinya dengan perlahan dan lembut.
Dia tak ingin menyakiti istrinya itu.
meski dia begitu tak tahan dan ingin sekali menghujamkan dengan keras dan dalam namun ia tak ingin egois, sebisa mungkin ia menahannya, ia tak ingin membuat dania merasakan kesakitan.
Setelah cukup lama bermain lembut akhirnya randy pun mencapai kenikmatannya di dalam rahim Dania.
Dania pun tersentak dan menatap tajam ke arah Randy.
Dania pun mencoba untuk bangun.
"Mau ngapain?" tanya randy.
"Kenapa didalam sih? aku kan ga KB" ucap dania dengan wajah paniknya, ia tak ingin hamil dulu mengingat baru dua bulan yang lalu ia baru melahirkan sikembar.
Dania memang sengaja tak KB dahulu karena ia berpikir tak akan berhubungan intim dalam waktu cepat dengan randy, meski sebetulnya dokter menyarankan untuk KB namun dania memang tak menginginkannya karena ingin memiliki anak lagi, namun juga tidak dalam waktu dekat, dan lihat lah sekarang karena kecerobohannya sendiri akhirnya randy pun menanam benih cintanya kembali dirahimnya.
Randy tersenyum dan merebahkan tubuhnya disamping dania,ia pun memeluk erat tubuh polos dania.
"Biarin dia tumbuh diperut kamu, biar sikembar punya ade" ucap randy dengan tersenyum lebar.
Dania menepis tangan randy dan langsung bangun, ia pun berlari kekamar mandi.
"Kamu enak laki-laki ga ngerasain sakitnya melahirkan, makanya seenaknya minta anak" ucap dania sambil berlari kekamar mandi.
Randy pun terkekeh melihat tingkah istrinya itu.
__ADS_1
"Ngapain meski takut, orang punya suami, udah kayak kita berhubungan sebelum nikah aja sampe takut hamil" gumam randy.
ia pun memilih memejamkan matanya yang sudah terasa berat.