Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 83


__ADS_3

Oek oek oek..


Dania terperanjat saat mendengar tangisan kencang salah satu bayi kembarnya.


ia pun bergegas mendekati box bayi yang berada disamping tempat tidurnya.


kini bayi kembarnya sudah berusia 7 hari, dan dania kini sudah pulang kerumah.


"oh babynya mommy kenapa nangis sayang?" ucap dania yang kini tengah mengusap lembut pipi bayinya yang berjenis kelamin laki-laki berharap sang bayi akan tenang dan tak menangis lagi. Dania melihat kearah jam yang terdapat diatas lemari nakas samping tempat tidur dan ternyata waktu masih menunjukan pukul 02.30 wib.


disaat dania tengah menenangkan baby boynya tiba-tiba terbangunlah bayi kembarnya yang berjenis kelamin perempuan. karena merasa terganggu dengan suara tangisan kembarannya yang usianya hanya terpaut beberapa menit saja pada saat lahir.


dania melihat kearah randy yang masih saja tertidur pulas. selama 3 hari bayi kembarnya pulang kerumah memang randy maupun dania tak dapat tidur tenang, mereka jadi harus begadang karena bayi kembarnya beberapa kali bangun dalam semalam karena merasa kehausan, apalagi ditambah bayi laki-lakinya yang sangat gembul menyusu.


dan yang membuat dania lebih kerepotan lagi karena ASI dania tidak keluar sama sekali selama seminggu ini, mengakibatkan sikembar belum pernah meminum ASI sang mommy sehingga selama seminggu ini sikembar hanya menyusu susu formula.


"Yank bangun, tolongin aku dong sikembar bangun nih" ucap dania yang setengah berteriak berharap randy bangun.


randy pun menggeliat dengan mata yang berat sekali terbuka.


"eummhhh.. kenapa sih yank? aku baru merem" ucap randy dengan ekspresi yang jelas sekali merasakan kantuk.


bahkan ia baru tertidur sejam yang lalu setelah membuatkan susu untuk bayi laki-lakinya yang gembul.


"babynya bangun yank, tolong bikinin susu lagi, 2 botol ya yank, baby girl kita haus juga yank" ucap dania.


dengan malas randy bangun dan bergegas membuatkan susu untuk sikembar, meski awalnya randy tak bisa membuat susu namun berkat bantuan sang mama juga adanya petunjuk cara membuat susu yang ada didus susu formulanya kini randy pun semakin pintar membuatkan susu untuk sikembar.


tak berapa lama susu pun sudah selesai dibuat dan randy memberikan 1 botol susu pada dania, dan ia memegang 1 botol susu lagi hingga kini randy dan dania tengah memberikan susu kepada bayi kembarnya.


"sumpah kepalaku pusing kurang tidur" ucap randy dengan mata terpejam sambil tangan tetap memegangi botol susunya yang masih tertempel dimulut mungil bayi kembar laki-lakinya.


"ya aku juga sama yank, tapi mau gimana lagi kan? sampe sekarang juga kita belum nemuin baby sitter yang sesuai sama kriteria kamu" ucap dania dengan mengerucutkan bibirnya.


selama seminggu ini randy dan dania mencari baby sitter untuk membantu mengurus bayi mereka namun randy selalu merasa tak cocok dengan beberapa baby sitter yang sudah ditawarkan oleh beberapa penyalur jasa baby sitter tersebut padahal mereka saja belum mencoba memakai jasa baby sitter tersebut.


"besok aku cari lagi" ucap randy.


dania menatap malas pada randy, entah mengapa suaminya itu memiliki banyak sekali kriteria soal memilih baby sitter untuk sikembar.


"Ahh gembulnya jagoan papa" ucap randy yang melihat bayi laki-lakinya menyedot susunya dengan semangat.


"iya, haus banget kayaknya dia yank" ucap dania.


tak berapa lama sikembar pun kembali tertidur. randy dan dania memandangi wajah pulas nan menggemaskan sikembar.


"aku ga habis fikir, aku yang bikin bareng kamu, aku yang papanya, tapi kenapa malah ga mirip aku sama sekali, malah sikembar mirip papa mertua" ucap randy dengan terus menatap wajah pulas bayi kembarnya itu.



bayi itu memang tak terlihat berwajah asia seperti randy, melainkan bayi itu terlihat mirip dengan dania yang berwajah blasteran.


bahkan saat dirumah sakit orang tua dania mengatakan sikembar begitu mirip dengan dania waktu bayi.


dania tersenyum mendengar ucapan randy.


"Kan biar adil, aku yang hamil, aku yang ngerasain sakitnya ya jadinya mirip aku" ucap dania.


"tapi kan aku yang ngerasain ga enaknya ngidam" ucap randy dengan mengurucutkan bibirnya.


dania terkekeh mendengar ucapan randy.


randy menatap dania dan mengulurkan tangannya, dania pun menyambut tangan randy.


"anak ketiga kita bakalan aku pastiin mirip aku" ucap randy.


"ihh siapa juga yang mau hamil cepet-cepet" ucap dania.


"Aku, apa perut kamu masih sakit yank?" tanya randy.


"masih yank,ngilu banget rasanya. tapi kata dokter sih obat yang dia kasih itu cepet banget ngeringin lukanya, jadi kemungkinan bakalan cepet sembuh " ucap dania.


randy mengangguk dan menuntun dania menuju tempat tidur mereka.


"kalau udah ga sakit bilang ya" ucap randy.


"emang kenapa kalau udah ga sakit?" tanya dania.


"aku kangen yang dibawah sana yank, udah lama adik aku ga masuk kesana" ucap randy dengan tersenyum lebar sambil mengarahkan pandangannya kearah area sensitif dania yang terhalang oleh dress tidurnya.


dania terkekeh mendengar ucapan randy.


"Dasar mesum, inget yaa kata dokter juga ga boleh cepet-cepet berhubungan intim, harus bener-bener nunggu luka caesar aku sampe sembuh baru boleh deh" ucap dania.


randy tersenyum tipis mendengar ucapan dania. sejujurnya ia ingin sekali menerkam istrinya saat ini juga, entah mengapa semenjak melahirkan istrinya itu terlihat semakin seksi. apalagi melihat penampilan dania saat ini yang hanya memakai dress tidur bertali kecil yang menampilkan leher serta bahu mulusnya dengan panjang dressnya diatas lutut membuat paha putih mulus istrinya itu terlihat.


"udah tidur yuk yank, mumpung sikembar udah bobo, kamu besok ada meeting menu baru buat dibali kan sama chef brian?" tanya dania.


"Ya Tuhan aku hampir lupa" ucap randy sambil menepuk jidatnya.


"huh untung aku catat dihandphone aku, beneran kan kamu lupa ternyata" ucap dania.


randy mengangguk dan menarik dania kepelukannya.


"auww yank pelan-pelang dong" ucap dania sambil meringis kesakitan karena perutnya ikut tertekan.


"Maaf yank, aku lupa" ucap randy.


dania mengangguk dan mulai merebahkan tubuhnya dan disusul oleh randy yang juga merebahkan tubuhnya.


******


Keesokan paginya..


Dania terbangun dari tidurnya dan melihat kearah box bayi.


"Ya Tuhan" dania terkejut bukan main saat melihat tak ada bayi kembarnya didalam box bayi.


ia pun bergegas turun dari tempat tidur dan mendekati box bayinya.


"Yank bangun yank" teriak dania dan membuat randy terkejut dan langsung menghampiri dania.


"apaan sih yank?" tanya randy kesal.


ia kesal karena dania mengejutkannya disaat ia tengah enak-enaknya tidur.


"Sikembar hilang" ucap dania panik.


matanya bahkan sudah memerah dan randy pun menjadi panik saat melihat box bayinya kosong tanpa sikembar disana.


"Ya Tuhan, kamu gimana sih? kenapa sikembar bisa hilang ha?" tanya randy panik.


ia bergegas turun menuju dapur mencari bibi, mungkin sikembar bersama bibi fikir randy.

__ADS_1


"Bi" teriak randy yang berlari menuruni anak tangga.


tak ada sahutan dari bibi dan begitu sampai didapur pun bibi tak terlihat ada disana.


"ah gila kemana nih orang-orang? kenapa ngilang disaat kayak gini" ucap randy kesal.


"kamu kenapa rand?"


randy menengok kearah suara tersebut, ia megernyitkan dahinya menatap sosok yang kini ada dihadapannya.


"papa?" ucap randy yang melihat papa mertuanya itu kini tengah ada dihadapannya.


"Kamu kenapa panik kayak gitu?" tanya papa hamish.


"Sikembar hilang pa" ucap randy.


ia mengusap wajah kasar, sungguh saat ini fikirinnya sangat kacau.


papa hamish tersenyum mendengar ucapan randy.


"Sikembar lagi dijemur sama mama ditaman belakang" ucap papa hamish.


"Apa???" ucap randy dan dania bersamaan.


"Jadi sikembar sama mama? ya ampun kita panik karena ga liat sikembar dibox nya pa" ucap dania yang tengah menuruni anak tangga.


"habisnya kalian tidur udah kayak orang mati, kami masuk kekamar kalian pun kalian sama sekali ga sadar. bahkan sikembar bangun pun kalian ga sadar, kalau beneran penculik yang masuk habislah kalian" ucap papa hamish.


randy dan dania saling menatap.


"Kami kecapekan pa" ucap randy.


"ya papa ngerti, karena itu baby sitter untuk sikembar akan datang hari ini" ucap papa hamish.


"Apa?? baby sitter?" tanya randy dan dania bersamaan.


"Iya, kalian kerepotan bukan ngurus sikembar? karena itu papa dan mama sudah memilihkan baby sitter yang handal untuk mengurus sikembar" ucap papa hamish.


"Iya sih, gila aja pa setiap malem kami begadang mulu gara-gara sikembar bangun tengah malem" ucap randy.


"yaa begitulah, jangan cuman bikinnya doang yang semangat, ngurusnya juga harus semangat" ucap papa hamish.


randy tersenyum mendengar ucapan mertuanya itu.


"Aku mau kebelakang dulu, mau lihat sikembar" ucap dania kemudian berlalu menuju taman belakang.


terlihat disana sikembar tengah dijemur oleh sang mama dan bibi.


"pagi ma" sapa dania.


"oh hai, pagi juga sayang" ucap mama rania.


"Pagi-pagi mama udah kesini jadi direpotin sama sikembar" ucap dania.


"Mama kangen sama sikembar, boleh ga mama bawa pulang?" tanya mama rania dengan senyum manisnya.


"Ga boleh dong ma, mereka kan masih kecil, nanti sedih kalau jauh dari aku sama randy" ucap dania.


mama rania tersenyum mendengar ucapan dania. ia menatap lekat putrinya itu sambil menorehkan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.


"Kok mama liatin akunya sampe kayak gitu?" tanya dania bingung.


"Gimana rasanya jadi ibu? nikmatkah?" tanya mama rania.


"Begadangnya dapat pahala loh sayang, jadi jangan ngeluh ya" ucap mama rania.


dania tersenyum dan mengangguk.


"Sini gantian ma biar aku yang gendong" ucap dania.


"eh ga usah sayang, sikembar biar sama mama aja, mendingan kamu urus suami kamu dulu sana, jangan sampe randy ngerasa ga diperhatiin loh karena udah ada sikembar" ucap mama rania.


"Ya udah deh, aku tinggal dulu ya ma" ucap dania dan diangguki oleh sang mama.


dania pun pergi menuju kamarnya dan dilihatnya randy yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit dipinggangnya.


"sikembar masih dijemur yank?" tanya randy.


dania mengangguk dan membantu randy memakaikan kemejanya.


"Sikembar anteng banget dijemur, rileks dia" ucap dania.


"syukur deh, tapi kenapa ya sikembar itu kalau siang tenang tapi kalau malam buset dah bangun mulu" ucap randy.


"ga tau, bayi kan emang bangun kalau dia haus, ya jadi sikembar haus kali makanya bangun terus" ucap dania.


"Tapi kepalaku sakit yank begadang mulu, lihat nih mata aku jadi kayak mata panda" ucap randy dengan menunjuk kearah matanya.


"sabar yank, baru seminggu udah ngeluh" ucap dania.


"ya ya, bukannya ngeluh sih tapi ya... ya udahlah yang penting sikembar sehat-sehat" ucap randy.


dania pun mengangguk.


setelah selesai bersiap randy pamit berangkat kerja.


"Kasihan randy sampai ga sempat sarapan" ucap mama rania.


"iya, randy udah telat ada janji meeting soalnya ma makanya buru-buru" ucap dania.


"oh gitu, ngomong-ngomong kalian udah siapin nama untuk sikembar?" tanya mama rania.


"udah ada beberapa sih ma, tapi nanti aja kan ma namainnya pas acara aqiqah mereka?" tanya dania.


"sebenernya mau sebelum aqiqah juga ga apa-apa sayang, tapi kalau kalian maunya kayak gitu ya ga masalah juga" ucap mama rania.


dania mengangguk dan duduk disamping baby girlnya yang kini tengah berada digendongan sang opa alias papa hamish.


"Cantik kan pa?" tanya dania.


"cantik banget, dia mirip kamu waktu kecil, iya kan ma? (melihat kearah mama rania)" ucap papa hamish.


"Iya mirip banget, kasian banget ga ada mirip papanya sama sekali, padahal dia yang bikin" ucap mama rania.


dania terkekeh mendengar ucapan mama rania.


"dia juga ngomong tuh ma, katanya aku yang bikin tapi malah mirip papa" ucap dania dengan masih terkekeh geli.


"ya namanya juga cucu opa, jadi ya mirip opa, iya kan sayang?" ucap papa hamish sambil menatap bayi mungil yang kini berada dalam gendongannya.


"Tapi biasanya kalau udah besaran dikit nanti juga ada mirip papanya" ucap mama rania.


Dioffice..

__ADS_1


Randy duduk sambil menyenderkan kepalanya dikursi kebesarannya dengan mata terpejam. ia baru saja selesai meeting dengan chef brian.


Tok tok..


"Masuk" ucap randy.


"Lah ngapa lu bro?" ucap dio yang baru saja memasuki ruangan randy.


randy tak membuka matanya sama sekali, kepalanya benar-benar terasa berat.


"kepala gue berat yo" ucap randy.


"Apa abang sakit? kalau iya ade khawatir bang" ucap dio yang kini tengah menyentuh dahi randy.


randy membuka matanya dan melotot menatap dio.


dio terkekeh melihat ekspresi randy.


ia pun mendudukan dirinya dikursi dan kini berhadapan dengan randy.


"Lo kenapa sih sebenernya? kusut amat lo rand ga kaya biasanya" ucap dio.


"gue kurang tidur yo, setiap malem gue begadang mulu" ucap randy sambil memijit pangkal hidungya.


"Lah kok bisa lu begadang mulu? bukannya bini lu baru aja lahiran ya? gila aja masa udah lu ajak tempur sampe begadang gitu" ucap dio.


"Hadeuh ya kagak lah, gila juga gue masa dania belum lama lahiran udah gue masukin dia" ucap randy.


"jadi lo begadang kenapa?" tanya dio menatap heran pada randy.


"Ya gue begadang gara-gara sikembar bangun mulu tengah malem minta susu" ucap randy.


dio terkekeh mendengar ucapan randy.


"Syukurin, emang enak lo, jangan mau enak-enakan bikinnya doang lu ngurusinnya malah kagak mau" ucap dio.


Plak.


"Ahh gila, galak amat sih, gini nih kalau macan kurang tidur" ejek dio saat randy melemparkan berkas dihadapannya kearah dio.


"gue bukannya ga mau ngurusin dio, tapi gue ga nyangka aja ternyata beratnya jadi orang tua, gue sama dania kerepotan gara-gara belum ada baby sitter" ucap randy.


dio mengangguk dan tersenyum penuh arti sambil menatap randy.


"ngapain lu cengar-cengir?" tanya randy.


"beratan mana sama kagak nengokin dania?" tanya dio.


randy berfikir sejenak dan tersenyum lebar.


"beratan kagak nengokin dania lah" ucap randy.


dio terkikik mendengar jawaban randy.


"sialan, udah gue duga jawaban lu pasti itu" ucap dio.


hahaha.


randy pun tertawa terbahak-bahak dan berjalan mendekati dio.


dio menatap ngeri kearah randy yang tengah tersenyum padanya dan membungkukan badannya hingga wajahnya dan wajah dio berjarak cukup dekat.


"mau ngapain lu?" tanya dio.


randy menyeringai dan semakin mendekati dio hingga dio repleks menjauhkan wajahnya.


BRUG.


hahahaha..


Lagi-lagi randy tertawa kerasa saat melihat dio jatuh terjengkang bersama kursi yang ia duduki.


"Sialan lu bukannya bantuin malah ngetawain gue" ucap dio sambil meringis kesakitan.


randy masih saja tertawa geli, ia bahkan sampai memegangi perutnya yang mulai terasa sakit karena terlalu banyak tertawa.


"maafkan ade mas, ade tak sengaja" ucap randy sambil mengulurkan tangannya.


Dio membulatkan matanya dan menepis tangan randy.


"amit-amit, jangan bilang karena lu stress ngurusin sikembar lu jadi berubah haluan" ucap dio.


randy pun semakin tertawa mendengar ucapan dio.


"Sumpah yo untung lu kesini, jadi gue ada hiburan seenggaknya kepala gue ga terlalu berat sekarang" ucap randy.


dio tersenyum mendengar ucapan randy.


"itulah gunanya sahabat, selalu ada disaat suka maupun duka" ucap dio.


randy tersenyum dan mengangguk.


"yoi, thanks bro udah jadi sahabat terbaik gue selama ini, lu bahkan udah gue anggap kayak sodara gue sendiri" ucap randy sambil menarik dio kepelukannya hingga kini mereka berpelukan.


seteleh beberapa saat..


"yo" panggil randy.


"hhmmm" dio berdehem dengan masih memeluk randy.


"Kok kita lama amat ya pelukannya?" ucap randy.


dio tersentak dan segera melepaskan pelukannya.


keduanya jadi terlihat canggung dan saling membuang muka.


sesaat kemudian mereka saling menengok dan tanpa sengaja pandangan mereka bertemu.


Hahahaha


mereka pun tertawa terbahak-bahak.


.


.


.


Oh ya readers, ayo author mau vote berapa banyak readers yang setuju novel istri jelekku ini ga tamat cepet-cepet?


ngomong-ngomong yuks follow IG author cari @dania_zulkarnaen ya gaess..


thank you untuk yang masih setia mengikuti kisah randy dan dania.

__ADS_1


__ADS_2