Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 93


__ADS_3

Dania melangkah dengan perasaan cemas dan gelisah.


Dia takut apa yang ada di pikirannya benar lah terjadi.


Sungguh akan runtuh dunianya jika sampai orang yang selama ini dia perjuangkan, dia pertahankan, dia sayangi bahkan yang amat dia cintai sampai mengkhianatinya.


Dania melangkahkan kaki menuju ruang vip Restauran dengan lemas, tubuhnya benar-benar gemetar, jantungnya berdegup kencang hingga membuatnya terasa sesak.


Dia mulai memasuki pintu restauran, dan saat ini menuju ruangan vip yang sudah resepsionis katakan.


Dengan tangan gemetar dia mulai membuka pintu ruang vip.


Gelap.


Ruangan itu gelap begitu dia mulai melangkah perlahan.


Dania tersentak saat ada layar besar yang menampilkan sebuah film.


Dania terdiam dengan pandangan terus menatap layar besar itu.


Terlihat video di layar besar itu.


Pertama kali terlihat, seorang gadis berseragam SMA, berkaca mata tebal, rambutnya diikat dua dan terdapat tompel di pipi kanannya tengah sibuk mengerjakan sesuatu di salah satu ruangan yang berada di sebuah apartemen.


Selanjutnya terlihat gadis yang sama namun dengan penampilan berbeda, gadis itu tampak cantik memakai dress berwarna kuning dan rambutnya tergerai indah tengah duduk tersenyum menikmati sejuknya udara pinggir danau.


Masih terlihat gadis yang sama.


Gadis itu tampak mempesona memakai gaun pernikahan yang indah.


Gadis itu tampak terlihat anggun dengan senyum yang tak lepas tersungging dari bibirnya.


Di video selanjutnya.


Masih terlihat gadis yang sama tengah sibuk memilih-milih sesuatu di salah satu Pasar tradisional yang berada di Kota Bangkok, Thailand.


Gadis itu tampak bahagia menikmati setiap waktu kebersamaannya saat tengah honeymoon bersama pria yang tengah mengabadikan kegiatannya.


Senyumnya bahkan tak lepas dari bibir merah mudanya.


Selanjutnya, video yang membuat Dania akhirnya meneteskan air matanya hingga tak terasa dia begitu terisak bahkan dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


Terlihat di video itu seorang wanita tengah berjuang dan bertaruh nyawa saat merasakan kontraksi yang amat hebat di ruang bersalin yang berada di salah satu Rumah Sakit.


Terlihat juga moment di mana akhirnya wanita itu harus memasuki ruang operasi demi untuk mengeluarkan dua orang nyawa baru.


Dania yang sejak tadi masih melihat video di layar itu pun semakin terisak. Tangisnya semakin deras saat melihat dua orang bayi kecil keluar dari perut seorang wanita.


Dania tersentak saat tiba-tiba seluruh lampu ruangan menyala hingga terlihat seluruh keluarga, dan kedua sahabat Dania yang tak lain adalah Mia dan Ina.


Tak hanya itu, di sana juga terlihat seseorang yang sudah membuatnya gelisah beberapa hari ini.


Bahkan Dania tak bisa tidur tenang karena memikirkan orang itu.


Orang itu adalah Randy.


Randy Sebastian, suaminya sendiri.


Dia tengah tersenyum dengan memegang buket bunga mawar merah di tangannya, bunga yang melambangkan cinta.


"Surprise ..!" ucap semua orang yang ada di ruangan tersebut.


Dania masih terdiam, entah harus berbuat apa? Dia masih tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.


Jantungnya berdegup kencang saat Randy terua melangkah mendekat padanya hingga jarak keduanya hanya terpaut tiga langkah saja.


"Hai, sayang. Mommy dari anak-anak ku, Kekasih ku, Istri ku, cinta ku, hidup ku, kekuatan ku, selamat ulang tahun.


Selamat bertambahnya usia untuk mu, sayang. Wanita hebat yang sangat aku sayangi. Maaf untuk kegelisahan yang kamu rasakan beberapa hari ini, itu semua bagian dari surprise yang sengaja aku persiapkan untuk mu.


Mulai dari kepergian aku ke Bandung, foto aku bersama Sheila saat di Bandung yang Mia kirim ke kamu, bahkan video yang terakahir kamu terima itu adalah bagian dari semua ini.


" ucap Randy.


Flashback.


Hari saat di sebuah hotel di Bali.


Sheila pamit keluar dari kamar hotel Randy dengan di antar oleh Randy menuju ke pintu.


"Aku pergi dulu." ucap Sheila.


Sheila akan melangkahkan kakinya namun Randy memanggilnya.


Dia ingin menanyakan apa maksud dari ucapan Sheila saat mabuk semalam.


Meski dia berpikir saat Sheila mengatakan mencintai Randy pada saat tak sadar, namun yang Randy tahu, orang mabuk biasanya akan mengatakan kejujuran.


"Kenapa, Rand?" tanya Sheila.


"Apa kita sebelumnya saling kenal?" tanya Randy.


"Kenapa nanya itu lagi?" tanya Sheila.


"Semalam, waktu kamu mabuk, kamu bilang kalau kita saling kenal bahkan sudah sejak SMP, apa itu benar? Masalahnya aku ga ingat sama sekali." ucap Randy.


"Maaf Rand, aku pikir aku melantur." ucap Sheila.


"Maksudnya gimana Shei?" tanya Randy.


Sheila melihat sekitar lorong hotel.


"Bicara di dalam aja, Shei. Pesawat ku juga masih dua jam lagi."ucap Randy.


Sheila mengangguk dan kembali masuk ke dalam kamar Randy.


"Jadi, gimana maksudnya? Maaf, sih, aku cuma mau ngelurusin aja, biar ga terjadi kesalah pahaman antara kita." ucap Randy.


Sheila menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Seingat aku sih semalam aku bicara kaya gitu sama Gio, tapi ternyata sama kamu. Aku malu banget." ucap Sheila.

__ADS_1


"Jadi, apa maksud kamu, Gio itu teman SMP kamu?" tanya Randy.


Sheila tersenyum dan mengangguk.


"Iya, dia laki-laki pertama yang buat aku jatuh cinta dan itu saat kami SMP dulu. Dulu aku di Jogja satu SMP sama Gio. Tapi kayanya sih, Gio ga ingat sama aku." ucap Sheila.


"Apa sekarang kamu masih suka sama Gio?" tanya Randy.


"Entah lah, Aku pikir itu cuma cinta anak baru gede aja, tapi setelah aku tahu dia jadi salah satu owner di perusahaan f&b kamu, aku putusin buat ikut bergabung dengan perusahaan kamu. Awalnya sih, cuma supaya aku bisa lihat dia, tapi kayanya dia ga ada perasaan apapun sama aku." ucap Sheila.


Randy tersenyum dan mengangguk.


Dia yakin Sheila masih memiliki perasaan pada Gio, dan Gio pun sepertinya juga memiliki perasaan pada Sheila.


Tring .. Tring ..


Randy melihat ponselnya yang berdering dan ternyata ada tanda pengingat.


Birthday wife.


Randy mengerutkan dahi melihat pengingat itu yang ternyata dua minggu lagi adalah hari ulang tahun Dania.


Randy sengaja memberi pengingat itu jauh-jauh hari karena ingin memberikan sebuah kejutan untuknya.


Randy pun menatap Sheila dan terpikir sesuatu.


"Kenapa, Rand?" tanya Sheila.


"Dua minggu lagi Dania ulang tahun, aku pengen bikin surprise buat dia, tapi aku ga ngerti mau bikin surprise apa buat dia. Apa kamu bisa bantu aku Shei?" ucap Randy.


"Pasti menyenangkan ikut bergabung dalam rencana surprise kamu buat Dania. Emang mau yang kaya gimana, surprisenya?" tanya Sheila.


"Yang bisa bikin dia terkejut pokoknya dan yang ga terpikirkan sama dia pokonya." ucap Randy.


"Boleh tahu ga, karakter dia seperti apa?" tanya Sheila.


Randy berpikir sejenak.


" Sulit buat aku menjelaskannya, satu yang pasti, dia perempuan luar biasa." ucap Randy sambil tersenyum.


Sheila pun tersenyum.


"Apa dia gampang cemburu?" tanya Sheila.


"Yah, aku rasa begitu." ucap Randy.


Sheila mengangguk dan mengatakan rencanannya untuk membuat Dania cemburu.


Tanpa Sheila sadari, Randy pun jadi memikirkan sesuatu untuk membantu Sheila dan Gio agar saling mengakui perasaan masing-msing.


Hari di Bandung.


Pukul 18.00 wib Randy mengetuk pintu kamar Sheila.


"Hai." sapa Randy.


"Hai." ucap Sheila.


Wajah Sheila memerah mendengar pujian dari Randy.


Randy tersenyum melihat Sheila tersipu malu.


Sebetulnya Randy tak ada maksud apapun mengatakan Sheila cantik. Baginya, Dania lah wanita tercantik di hidupnya. Wanita yang luar biasa hebatnya, Wanita yang sudah melahirkan dua orang Makhluk menggemaskan ciptaan Tuhan, harta berharga yang tak ternilai harganya.


Randy menggandeng Sheila menuju restauran di area outdoor yang masih berada di hotel tersebut.


Sheila terkejut saat melihat meja yang ternyata sudah di setting sedemikian romantisnya.


"Ini kamu yang siapin?" tanya Sheila


Randy menggeleng dan tersenyum.


"Bukan aku, aku punya sesuatu buat kamu, kamu pasti menyukainya." ucap Randy.


Sheila pun semakin di buat bingung oleh Randy.


"Lihat ke belakang." ucap Randy.


Sheila mengerutkan dahinya dan menengok ke belakang.


Sheila terkejut saat melihat Gio yang berdiri di belakangnya dan tengah memegang bunga.


"Rand, ini-" ucapan Sheila tertahan saat Gio menyela ucapannya.


"Aku yang minta tolong Randy siapkan semua ini."ucap Gio.


Sheila menatap Gio dengan tatapan penuh tanya.


"Bukan aku kok, Gio yang siapin dinner romantis ini. Aku sih, mau bantu sedikit karena aku tahu kalian saling suka, ini saatnya kalian melakukan apa yang harus kalian lakukan. Tugas aku udah selesai, kalau gitu kalian lanjut berdua, aku balik ke kamar dulu." ucap Randy.


Randy pun masuk menuju indoor restauran, meninggalkan Gio dan Sheila berdua saja.


Randy tersentak saat ada seseorang yang menarik tangannya.


"Mia." Randy mengerutkan dahinya melihat Mia yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam.


"Keterlaluan lo, ya. Dania di rumah ngurusin anak-anak lo, tapi lo malah enak-enakan sama perempuan lain disini." ucap Mia dengan nada geram.


Randy terkejut mendengar apa yang Mia ucapkan.


"Lo salah paham, Mi." ucap Randy.


"Gue ga buta, ya, gue lihat pake mata kepala gue sendiri lo gandeng cewek lain, gue bahkan udah ambil foto lo. Gue akan kirim ke Dania, biar dia tahu kelakuan brengsek lo." ucap Mia.


Mia akan mengirimkan foto yang sudah dia ambil sebelumnya, namun Randy langsung menarik tangannya menuju outdoor restauran.


"Apa lo lihat, disana?" ucap Randy sambil menunjuk ke arah Gio dan Sheila yang sudah duduk dikursi dan sedang dinner.


Mia mengerutkan dahinya dan menatap Randy.


"Mereka berdua saling suka,dan gue cuma coba bantuin mereka saling mengungkapkan perasaan mereka. Tapi kalau lo mau kirim foto itu ke Dania, ya, kirim aja. Gue ga masalah." ucap Randy.

__ADS_1


Mia terkejut mendengar ucapan Randy.


Randy tersenyum dan menjelaskan rencananya untuk membuat birthday surprise untuk Dania.


Mia mengangguk dan akhirnya dia pun mau membantu rencana Randy dengan mengirimkan foto yang sudah dia ambil sebelumnya, dan untuk Gio, dia juga ikut terlibat karena Randy memintanya untuk membantu Randy. Randy berpikir, Dania akan mempercayai ucapan Dio, karena Dio adalah sahabat dekat Randy. Sedangkan video itu sengaja di ambil oleh Dio menggunakan handphone Sheila dan di kirimkan oleh nomor Sheila, karena itu Dania tak mengenali nomor Sheila.


Dania melihat ke arah Mia dan Dio, sementara Mia dan Dio hanya tersenyum sambil mengucap kata "sorry" lewat bahasa mulutnya tanpa besuara.


Dania pun tersenyum tipis melihat teman-temannya itu yang hanya bersikap sok polos. Padahal Dania sudah setengah mati di buat jantungan karena mereka.


Dania pun melihat ke arah perempuan yang juga sudah membuatnya gelisah setengah mati, perempuan itu tengah tersenyum manis padanya.


Dia lah Sheila.


Ya, Sheila Liu, partner bisnis Randy.


Dia tak sendiri melainkan ada Gio di sampingnya yang terus menggandeng tangannya.


"Kamu tahu, sayang. Hati aku sakit banget waktu lihat kamu menangis, saat itu aku pengen banget peluk dan mencoba menenangkan kamu. Tapi, aku ga bisa lakuin semua itu agar surprise yang aku buat bisa berjalan lancar. Jadi, sayang, apa sekarang aku boleh peluk kamu? Aku rindu kamu, sayang. Rasanya aku tersiksa ga bisa peluk kamu beberapa hari ini, yank." ucap Randy memelas.


Dania tersenyum dan mengangguk.


Randy pun tersenyum dan memeluk Dania dengan erat.


Dia begitu merindukan Dania.


"Aku mencintaimu, sayang." ucap Randy.


Dania mengangguk dan semakin mengeratkan pelukannya.


Setelah beberapa saat Randy melepaskan pelukannya dan mengecup kening Dania.


Randy bergegas mengambil sebuah gitar dan kembali menghampiri Dania.


"Aku akan persembahkan sebuah lagu untuk kamu, yank. Apa kamu mau dengar?" ucap Randy.


Dania tersenyum dan mengangguk.


***


Memenangkan hati ku bukan lah suatu hal yang mudah.


Kau berhasil membuat ku tak bisa hidup tanpa mu.


Menjaga cinta itu bukan lah, suatu hal yang mudah.


Namun sedetik pun, tak pernah kau berpaling dari ku.


Beruntungnya aku di miliki kamu ..


Kamu adalah bukti, dari cantiknya paras dan hati.


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi, tentang terang dan gelapnya hidup ini.


Kau lah bentuk terindah, dari baiknya Tuhan padaku.


Waktu tak mengusaikan cantik mu,


Kau wanita terhebat bagiku.


Tolong kamu camkan itu.


Meruntuhkan ego ku bukan lah


suatu hal yang mudah.


Dengan kasih lembut kau pecahkan kerasnya hatiku.


Beruntungnya aku di miliki kamu ..


Ku ingin engkau tahu.


Kamu adalah bukti, dari cantik nya


paras dan hati.


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi,


tentang terang dan gelapnya hidup ini.


Kau lah bentuk terindah dari baiknya Tuhan padaku.


Waktu tak mengusaikan cantik mu, kau wanita terhebat bagiku.


Tolong kamu camkan itu.


Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam relung hati.


semua yang jadi bukti tersimpan di dalam relung hati.


***


Dania kembali meneteskan air matanya dan memeluk Randy dengan erat.


Randy pun tersenyum dan mengusap punggung Dania.


"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu istri sekaligus Mommy dari anak-anak ku." ucap Randy.


Randy melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Dania.


"Sekali lagi selamat ulang tahun ke-21 tahun, tetap lah menjadi istri sekaligus Ibu yang baik dan meyayangi aku juga anak-anak kita." ucap Randy.


Mendengar kata anak-anak, Dania jadi teringat pada anak-anak yang sebelumnya dia titipkan pada Bibi.


"Abang sama ade ada di rumah, aku udah lama ninggalin mereka." ucap Dania.


"Mereka disana." ucap Randy sambil menunjuk ke arah Bibi yang tengah memegang stroller yang di dalamnya ternyata ada baby Raydan dan baby Rayna.


Dania pun mendekati stroller itu dan tersenyum melihat kedua bayi menggemaskan itu tengah tersenyum padanya.


Setelah itu semuanya pun larut dan menikmati pesta kecil ulang tahun Dania yang ke 21 tahun.

__ADS_1


__ADS_2