
Pukul 21.00 wib randy memasuki kamarnya setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya. randy melihat dania tidur dengan posisi yang membuat gairah randy memanas dengan tiba-tiba.
randy berjalan menuju tempat tidur dan merangkak naik keatas tempat tidur mendekati dania dan memeluk dania dari belakang. Randy mengecup tengkuk dania dan sesekali menggesek hidungnya, sungguh ia ingin sekali segera memasuki istrinya itu, mengingat sudah cukup lama ia tak memasuki istrinya itu dan ditambah lagi saat ini dania sudah melewati masa nifasnya.
ditengah kegiatannya, dania yang tengah tertidur pun menjadi terbangun karena merasa tidurnya terganggu.
"Duh ngapain sih yank?" tanya dania dengan suara khas bangun tidurnya.
"kangen yank, dia tegang." ucap randy.
dania melotot dan berbalik menatap randy.
"Aku kan ga ngapa-ngapain, kok bisa tegang?" tanya dania.
"apaan ga ngapa-ngapain? orang posisi tidur kamu barusan bikin aku yang lihat jadi tegang" ucap randy.
"Tapi yank perut aku masih ngilu" ucap dania, luka bekas operasi caesar dania memang sudah mengering karena efek dari obat yang dokter berikan menyembuhkan dengan cepat luka bekas operasinya, namun meski lukanya sudah mengering, namun rasa ngilu itu masih tetap terasa, apalagi baru 2 bulan pasca operasi caesar.
Randy menghela nafas berat, ia benar-benar tak tahan lagi. Sudah sejak usia 8 bulan kehamilan dania sampai saat ini randy belum pernah lagi menyentuh dania. bayangkan saja randy yang biasanya 3-4x menyentuh istrinya itu dalam satu minggu bahkan harus menahan gairahnya selama lebih dari 3 bulan. Sebetulnya dokter tak melarang randy dan dania berhubungan intim meski usia kehamilan dania sudah membesar, hanya saja randy tak tega menerkam istrinya itu saat perutnya begitu besar, dania bahkan menjadi cepat lelah saat kehamilan tuanya.
"ya udah deh peluk aja" ucap randy kemudian memeluk dania.
"Auwww" dania memekik saat tak sengaja randy menyentuh dadanya dan terasa sakit.
"Kenapa yank?" tanya randy.
dania mendudukan dirinya dan memegang dadanya yang terasa sakit.
"dada aku kok sakit ya" ucap dania.
randy pun terkejut dan ikut mendudukan dirinya.
"kamu masih suka bersihin dada kamu sama ngerangsang dada kamu?"tanya randy.
"masih, tapi kok sakit ya dada aku" ucap dania.
randy pun merasa bingung, ia tak mengerti masalah seperti ini.
randy tersentak saat melihat baju dania yang tepatnya didaerah dadanya tiba-tiba basah.
"Kok baju kamu basah yank?" tanya randy bingung.
dania repleks melihat kearah pandang randy dan ia pun terkejut melihat bajunya memang basah. dengan cepat dania menurunkan tali dress tidurnya dan ternyata payudaranya mengeluarkan cairan.
"Apa ini ASI?" tanya dania yang juga merasa kebingungan,pasalnya ini pertama kalinya payudaranya itu mengelurkan cairan.
"Aku ga tahu yank, aku juga ga ngerti" ucap randy.
dania mengambil ponselnya dan menghubungi sang mama.
ia pun menceritakan apa yang baru saja ia alami.
Setelah selesai menghubungi sang mama dengan cepat dania turun dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar. randy merasa bingung dengan dania dan langsung mengikuti dania yang ternyata masuk kedalam kamar sikembar.
"apa sikembar udah bobo?" tanya dania pada lia dan novi.
"sudah bu, ada yang bisa kami bantu?" tanya lia.
"saya mau sikembar tidur dikamar saya malam ini" ucap dania.
"maaf bu apa ada masalah?" tanya lia.
"ga ada mbak,saya cuman kangen sama sikembar jadi pengen tidur bareng mereka" ucap dania.
"kamu kenapa sih yank?" tanya randy dengan masih kebingungan.
"Ga apa-apa" ucap dania.
dania mengangkat tubuh mungil baby raydan.
"yuk yank pindahin sikembar kekamar kita" ucap dania kemudian keluar dari kamar sikembar.
Randy masih saja merasa bingung dengan kelakukan istrinya itu, namun ia tak ingin ambil pusing dan memilih mengangkat baby rayna dan membawanya kekamarnya.
dania menidurkan baby raydan ditempat tidur namun tiba-tiba baby raydan terbangun dan menangis. dania langsung mengangkat kembali baby raydan.
"Yank tolong turunin dress aku" ucap dania.
"kamu mau ngapain yank?" tanya randy.
"udah yank bukain cepetan, kasian nih baby raydan kehausan" ucap dania.
randy pun menurunkan dress tidur dania dan terpampanglah Dada kanan dania.
"ayok sayang mimi asi mommy ya" ucap dania dengan mengarahkan dadanya kearah mulut mungil baby ray. terlihat baby ray yang begitu tak sabaran ingin segera menyusu namun juga terlihat kesusahan menyusu pada sang mommy sehingga membuat baby ray menjadi kesal dan semakin menangis.
__ADS_1
"kamu seriusan mau nyusuin baby ray yank? emang ada ASI nya?" tanya randy penasaran.
"aku belum tahu, makanya ini aku mau coba, tadi kata mama sih bisa jadi ASI aku udah mulai keluar" ucap dania.
randy mengangguk dan memperhatikan dania yang menjadi panik karena baby ray semakin keras menangis saat tak kunjung meraih dada sang mommy. ditambah lagi tubuh baby ray yang tak terlalu besar membuat dania begitu berhati-hati memangku baby ray
"coba pake ini yank" randy mengambil bantal dan meletakannya diatas paha dania dan menyuruh dania menidurkan baby ray diatas bantal tersebut. dania pun menidurkan baby ray diatas bantal dan ternyata lebih memudahkan baby ray untuk menyusu.
"Dia udah ga nangis yank, dia beneran minum ASI yank? ASI kamu beneran keluar?" tanya randy yang masih menatap tak percaya pada pemandangan dihadapannya.
dania mengangguk dan tak terasa air matanya mengalir. untuk pertama kalinya dan sungguh sebuah keajaiban karena setelah dua bulan lamanya akhirnya ia bisa memberikan ASI untuk buah hatinya.
randy tersenyum dan mengusap lembut pipi basah dania.
"selamat sayang, selamat karena usaha kamu untuk memberikan ASI pada bayi kita akhirnya terwujud, kamu benar-benar memberikan ASI kamu pada bayi kita, usaha kamu ga sia-sia sayang" ucap randy.
dania semakin terisak dengan masih menatap kearah baby raydan yang masih menyusu.
"ssssttt.. jangan nangis lagi sayang,mulai sekarang kamu harus jaga makanan kamu supaya ASI nya semakin banyak" ucap randy dengan mengusap pipi basah dania.
dania mengangguk dan melihat kearah baby rayna yang masih tertidur pulas, dania pun menjadi tak sabar melihat baby rayna bangun dan ingin secepatnya memberikan ASI untuk baby rayna.
dania menidurkan baby raydan setelah baby raydan berhenti menyusu.
dania ikut berbaring disamping baby raydan, dan randy ikut berbaring disamping baby rayna hingga kini kedua baby menggemaskan itu berada ditengah-tengah sang papa dan mommy nya.
"kamu kenapa senyum-senyum kayak gitu?" tanya dania bingung melihat kearah randy yang tengah menatapnya dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.
"I love you mommy"ucap randy.
dania tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.
"I love you too papa" ucap dania.
tanpa menunggu lama mereka pun terlelap.
*****
Keesokan harinya..
siang ini dania dan randy sedang berada disalah satu rumah sakit, ia baru saja membawa sikembar untuk imunisasi dengan membawa serta kedua baby sitter sikembar. dari kejauhan dania seperti melihat seseorang yang ia kenal,namun orang itu dengan cepat menghilang dari pandangan dania.
"kamu duluan kemobil yank, aku mau angkat telpon bentar" ucap randy begitu ia menerima panggilan masuk diponselnya.
dania mengangguk dan berjalan menuju pintu keluar rumah sakit membawa sikembar yang digendong oleh lia dan novi. ditengah langkahnya dari kejauhan tepatnya dari arah parkiran dania melihat seseorang yang sudah lama sekali tak ia lihat. orang itu terlihat nampak kacau dan yang membuat dania terkejut adalah orang tersebut tengah menangis.
Riko melihat kearah dania dan dania lebih dibuat terkejut lagi saat tiba-tiba riko memeluk dania.
"kamu kenapa ko?" tanya dania yang kini tengah merasa bingung dengan riko, sungguh riko tampak kacau saat ini.
"Dania" lirih riko.
"ko tolong lepas, ga enak dilihat orang" ucap dania saat melihat kedua baby sitternya tengah menatapnya dengan tatapan bingung.
Riko pun melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya yang tak hentinya keluar dari matanya.
"Kamu duduk dulu deh" ucap dania menuntun riko untuk duduk dikursi dekat pintu keluar.
"kenapa?" tanya dania.
riko diam dan menunduk dengan kedua telapak tangannya menutupi wajahnya.
"Riko please, ada apa?kenapa kamu kayak gini?" tanya dania.
"Rena" lirih riko.
dania mengernyit dan menarik paksa kedua tangan riko yang menutupi wajahnya.
"kamu mau cerita sama aku?"tanya dania.
Riko menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Rena meninggal saat melahirkan anak aku dania" lirih riko.
dania membulatkan matanya terkejut mendengar ucapan riko.
"A-apa? kamu bercanda riko?" tanya dania tak percaya dengan apa yang baru saja riko katakan.
Riko mengusap wajah kasar dan memegang bahu dania.
"apa aku terlihat bercanda dania? kenapa dania? kenapa semua wanita yang deket sama aku mereka semua ninggalin aku? gimana nasib anak aku tanpa ibunya ha?" ucap riko ditengah tangis lirihnya.
dania terdiam sejenak, pantas saja tadi ia seperti melihat orang tua riko. Dania terus memperhatikan riko yang masih saja menangis. Sakit sekali rasanya, dania ikut merasakan apa yang riko rasakan. benar apa yang riko bilang, bagaimana nasib anak sekecil itu tanpa ibunya? mata dania pun memerah menahan tangisnya, sungguh hati keibuannya membuatnya merasa tak tega mendengar bayi itu ditinggal oleh ibunya.
dania bangun dari duduknya dan memeluk riko yang masih terduduk lemas dan membuat riko tersentak, namun sesaat kemudian riko memeluk pinggang dania dengan cukup erat dan tangisnya semakin lirih. ingin sekali rasanya ia menumpahkan segala rasa sesaknya dipelukan dania.
__ADS_1
ditengah kegiatannya tiba-tiba ada yang menarik kuat lengan dania hingga memaksa pelukannya pada riko ikut terlepas.
"Yank?" dania terkejut saat melihat randy kini tengah menatapnya dengan tatapan murka. bagaimana tidak murka? randy harus melihat istrinya sendiri berpelukan dengan pria lain bahkan ditempat umum.
"bisa kamu jelasin apa maksud semua ini?" tanya randy dengan nada datar namun terlihat dari sorot matanya yang penuh dengan kekecewaan.
"yank ini semua ga seperti yang kamu fikirin" ucap dania yang kini coba meraih tangan randy namun randy langsung menghindarinya.
randy pun menarik paksa riko untuk bangun..
BUGH.
satu pukulan mendarat diwajah riko membuat riko yang memang merasa lemas sampai tersungkur kelantai.
dania bahkan sampai membulatkan matanya melihat suaminya itu memukul riko.
"Lo emang ga tahu diri ya, lo itu udah punya istri tapi masih aja gangguin istri gue" ucap randy dengan geram dan tangannya sudah terkepal, sekali lagi ia akan memukul wajah riko namun dengan cepat dania menahan tangan randy. dania pun meminta kedua baby sitternya itu membawa sikembar kemobil.
"Tolong jangan bikin ribut disini yank,kamu ga malu apa yank?"ucap dania.
randy menatap tak percaya pada dania.
"Aku? malu? harusnya kalian yang malu, dan kamu (menunjuk dania) kamu itu istri aku,kamu itu sudah jadi seorang ibu, apa pantas kelakuan kamu kayak gini ha? ibu macam apa kamu?" ucap randy geram menatap istrinya itu.
dania menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan dan akan membuka suara namun riko terlebih dulu menyela ucapannya.
"Dania ga salah, gue yang salah"ucap riko.
randy tersenyum sinis menatap riko.
"kalian menggelikan" ucap randy kemudian berlalu meninggalkan dania dan riko.
Sakit sekali rasanya hati dania, ia sungguh sakit mendengar ucapan randy.
"Dania aku minta maaf, gara-gara aku randy jadi salah faham sama kamu" ucap riko.
dania tersenyum dan memegang lengan riko.
"kamu bener randy salah faham, dia bakalan ngerti kalau aku udah jelasin semuanya. tolong kabarin aku kapan pemakaman rena dilaksanakan, aku akan usahakan datang ya" ucap dania.
riko mengangguk dan tersenyum tipis.
"makasih ya dania" ucap riko.
dania mengangguk dan pamit untuk pulang.
dania berjalan menuju parkiran dan ternyata sudah tak ada mobil randy, sikembar pun bahkan sudah tak terlihat. dania menghela nafas dan mengelus dadanya, ia tak habis fikir suaminya itu malah meninggalkannya sendirian dirumah sakit.
dania pun memilih memesan taksi dan pulang kerumah dengan menggunakan taksi.
******
sesampainya dirumah..
dania memasuki kamarnya dan dilihatnya randy yang tengah berdiri menghadap jendela kamarnya.
"Yank" panggil dania.
"Aku kecewa sama kamu, bisa-bisanya kamu ngelakuin ini semua dibelakang aku" ucap randy.
"ngelakuin ini tuh maksud kamu apa?" tanya dania bingung.
"aku ga nyangka kamu masih berhubungan sama siriko" ucap randy tanpa menatap dania.
dania menghelas nafas sejenak,ia tak ingin bertengkar dengan randy. dania pun mendekati randy.
"Riko baru aja kena musibah yank, aku cuman mau ngasih dia kekuatan aja" ucap dania.
Randy tersenyum sinis menatap dania.
"Jadi dia pura-pura kena musibah biar bisa nyari perhatian kamu?" tanya randy.
"Yank please, aku juga tadinya mikir kayak gitu, aku fikir dia emang bercanda waktu dia bilang istrinya meninggal" ucap dania.
randy membulatkan matanya terkejut mendengar ucapan dania. bukannya ia jahat karena tak merasa prihatin, namun entah mengapa tiba-tiba dikepala randy terlintas setelah ini riko pasti akan kembali mendekati dania.
"Istri riko meninggal saat melahirkan anaknya, jujur aku sedih banget denger bayi sekecil itu harus kehilangan ibunya, aku juga seorang ibu yank. kamu juga lihat sendiri kan tadi riko keliatan kacau banget, aku cuman mau kasih semangat buat dia,ga lebih yank" ucap dania.
Randy menatap dalam kearah manik mata dania. terlihat istrinya itu memang berkata jujur.
"kamu kan bisa ngasih semangat pake cara lain, kenapa harus meluk dia segala sih"ucap randy dengan nada kesal.
"Aku minta maaf, aku cuman ga tega aja ngelihat riko kayak gitu"ucap dania.
"kamu udah ga cinta sama dia kan yank?" tanya randy dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
"ya enggak lah yank, aku cuman ngerasa prihatin aja ngeliat riko kayak tadi" ucap dania.
"Aku ga suka kamu dekat-dekat sama cowok lain, sumpah aku ga rela" ucap randy dengan mengusap wajahnya kasar dan menatap dania sekilas kemudian pergi keluar kamar meninggalkan dania.