Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 40


__ADS_3

Pukul 07.00 wib Randy terbangun dari tidurnya karena mendengar ponsel Dania yang berdering, Randy melihat ke samping ternyata tak ada Dania di sana.


Randy mengambil ponsel tersebut dan mengerutkan dahinya saat melihat satu nama di layar ponsel Dania, yaitu Riko.


Randy mengabaikan telpon tersebut dan memilih melanjutkan tidurnya. Kebetulan hari ini Sekolah di liburkan karena akan ada pertemuan orang tua untuk membahas ujian Sekolah.


Ting ting.


Satu pesan masuk ke ponsel Dania dan rernyata pesan itu dari Riko.


Karena ponsel Dania tak terkunci, Randy bisa dengan mudah melihat isi ponsel Dania.


Randy membuka pesan dari Riko dan membacanya dengan geram.


Riko: Babe, kita perlu bicara. Kamu harus jelasin, ada hubungan apa kamu sama kakak kelas kita? Kamu ga bisa ya macem-macem sama aku, apapun yang terjadi aku akan pastiin pertunangan kita akan tetap terjadi.


Randy *** kuat ponsel Dania.


"Gila, pagi-pagi udah bikin orang panas aja" gumam Randy.


Randy menghapus pesan dari Riko dan menyimpan ponsel Dania ke tempat semula.


Randy pun turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Setelah selesai, Randy keluar dari kamar mandi dan mengambil baju lalu memakainya. Setelah itu dia pun keluar dari kamar dan menghampiri Dania yang sedang memasak di dapur.


Karena ini hari libur, Dania ingin memasak sesuatu untuk Randy.


Dania memasak ayam goreng saus mentega dengan bantuan melihat yout*be tentunya, karena Dania ini juga belum terlalu pintar memasak.


Randy duduk di kursi makan sambil memasang wajah cemberut.


"Masih pagi udah cemberut aja, Kenapa sih, yank?" tanya Dania.


Randy tak menjawab pertanyaan Dania, Dania pun mendekati Randy dan mengecup pipi Randy.


"Kalau ada masalah cerita aja, ga biasanya kamu cemberut kaya gitu, jadi hilang kan, gantengnya." ucap Dania sambil tersenyum meledek.


Randy menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Aku ga suka kamu terus berhubungan sama si Riko, aku ga suka."ucap Randy dengan nada kesal.


Dania mengerutkan dahinya sambil melihat Randy.


"Kok, tiba-tiba kamu ngomong kaya gitu, kenapa? kamu cemburu." ucap Dania sambil tersenyum.


Randy menarik pinggang Dania agar tubuh Dania lebih merapat ketubuhnya.


"Jelas lah aku cemburu, suami mana yang ga cemburu lihat cowok lain gangguin istrinya?" ucap Randy dengan nada kesal.


Dania tersenyum dan mengusap lembut pipi Randy.


Dania mengarahkan telapak tangan kiri Randy ke dadanya.


"Kamu ga usah cemburu yank, karena di dalam sini cuma ada nama kamu, ga ada lagi yang lain, lagian Riko kan cuma masalalu, aku ga suka menyimpan masalalu, jadi udah aku buang jauh-jauh." ucap Dania sambil tersenyum.


Randy pun tersenyum dan mengangkat tubuh Dania, di dudukkan nya Dania di atas meja makan.


"Mau ngapain?" tanya Dania saat melihat Randy menatapny dengan senyum nakalnya.


Randy pun menarik tengkuk Dania dan mengecup bibir Dania, bibir yang selalu terasa manis bagi Randy.


Cukup lama Randy bermain dengan bibir merah muda istrinya itu, Randy tersentak saat Dania mendorong dadanya hingga Randy pun terpaksa menghentikan kegiatannya.


Dania mendorong dada Randy karena terkejut saat melihat ke arah wajan ayam yang sedang dia masak, dia lupa bahwa dia sedang memasak.


Dania bergegas turun dari meja dan menghampiri wajan tersebut dan membuka tutupnya.


"Ya ampun..! Dania terkejut melihat ayam mentega yang dia masak sudah hampir gosong, dengan cepat dia mematikan kompornya.


Randy pun mendekati Dania.


"Ada apa, sih? Kenapa teriak kaya gitu?" tanya Randy bingung.


"Gara-gara kamu nih, ayam aku jadi gosong." ucap Dania dengan nada kesal.


Randy mengerutkan dahinya melihat ayam tersebut.


"Kok gara-gara aku, sih." ucap Randy.

__ADS_1


"Iya, gara-gara kamu, kalau kamu ga cium aku, ayam aku ga akan gosong, kalau gini kan jadi ga bisa di makan." ucap Dania masih dengan nada kesalnya.


"Tapi kan kamu juga nikmatin yank, jadi bukan sepenuhnya salah aku." ucap Randy merasa tak terima di salahkan karena ayam gosong.


Dania menatap Randy dengan tajam, dia pun duduk dengan memasang wajah sedih.


Ini adalah pertama kalinya dia memasak lauk untuk Randy, selama ini dia hanya bisa memasak nasi goreng, dan di saat dia memasak lauk, justru harus berakhir dengan gosong.


Randy menarik nafas dalam dan menghembuskannya agak kasar.


Randy menghampiri wajan tersebut dan mencicipi masakan Dania.


"Ini ga gosong kok, yank, ini masih bisa di makan" ucap Randy.


Dania masih saja terlihat sedih.


Randy mengambil sepiring nasi dan mengambil ayam mentega itu dari wajan, Randy pun duduk dan langsung melahap makanannya.


Dania mengerutkan dahinya dan merebut piring Randy.


"Jangan di makan, itu ga enak, gosong." ucap Dania.


Randy menarik piringnya kembali hingga kini Dania dan Randy saling tarik-menarik piring itu.


"Ini enak yank, bisa di makan, balikin piringnya, aku mau lanjut makan." ucap Randy.


"Kamu bohong, kamu pasti cuma mau nyenengin aku, makanya terpaksa kamu makan ayam itu." ucap Dania.


"Aku serius, ini beneran enak dan bisa di makan, kamu kalau ga percaya mending cobain sendiri." ucap Randy dengan nada kesal.


Dengan ragu-ragu Dania mencicipi masakannya itu, sesaat kemudian Dania pun tersenyum dan mengembalikan piring itu pada Randy.


Randy menatap dania dengan malas.


"Dasar, ngeyel, di bilang masih bisa di makan, rasanya juga enak yank, aku seneng deh sekarang kamu pinter masak." ucap Randy.


Randy pun kembali melahap makanannya.


Sedangkan Dania hanya tersenyum mendengar suaminya itu memujinya.


Randy menghentikan makannya dan menatap Dania.


"Emmm ... Ini yank, kira-kira kamu keberatan ga kalau aku jual mobil?" tanya Randy.


"Kenapa harus di jual?" tanya Dania bingung.


"Semenjak aku kerja di Restauran, aku jadi tertarik buka bisnis Restauran.


Yah, kecil-kecilan aja dulu, yang sesuai kantong pelajar dan mahasiswa gitu, yank. Pengennya buka di dekat kampus, tapi untuk memulai semua itu aku butuh modal besar dan rencananya aku mau jual mobil" ucap Randy.


Dania berpikir sejenak.


"Kenapa harus restauran?" tanya Dania.


"Alesan aku simpel aja sih, karena makanan kan di butuhkan orang setiap hari. Gimana, menurut kamu yank? Aku juga mau buktiin ke Papa mertua kalau aku bisa sukses dan aku memang layak jadi suami kamu." ucap Randy.


Dania menatap Randy dan tersenyum.


"Aku akan dukung apapun keputusan kamu." ucap Dania.


"Kamu serius, yank? Kamu ga apa-apa kalau kemana-mana harus naik angkutan umum, terus kepanasan?" tanya Randy memastikan.


Dania pun mengangguk dan tersenyum.


"Iya, yank, aku mau kita sukses bareng dari nol." ucap Dania.


Randy tersenyum dan mengecup kening dania.


"Makasih ya, yank, Do'ain aku biar semuanya lancar dan apa yang kita harapkan bisa terwujud. Aku ga rela kalau Papa mertua sampai ngambil kamu dari aku." ucap Randy.


Dania pun tersenyum mendengar ucapan Randy.


******


Malam hari..


Ting tong.

__ADS_1


Dania membuka pintu Apartemen dan dia pun terkejut saat melihat Riko sedang berdiri di hadapannya.


"Riko." gumam Dania.


Riko akan menerobos masuk, namun Dania langsung merentangkan tangannya, dia mencoba menghalangi Riko agar tak masuk ke dalam Apartemennya.


"Kenapa kamu ga balas pesan aku tadi pagi? Terus kenapa sekarang kamu tinggal di Apartemen? Aku ga nyangka Om Hamish ngizinin kamu tinggal sendiri." ucap Riko.


Dania bingung mendengar ucapan Riko. Pasalnya, dia tak pernah menerima pesan dari Riko.


Dania pun teringat saat pagi tadi Randy mendadak membahas soal Riko.


"Aku sibuk, ga sempat pegang handphone." ucap Dania.


Riko menatap Dania dan langsung memeluk Dania, Dania terkejut dan memberontak, namun Riko mengeratkan pelukannya.


"Aku beneran nyesel udah mutusin kamu, aku beneran cinta sama kamu, aku mau kamu balik lagi sama aku, aku janji aku ga akan khianati kamu lagi." ucap Riko.


Dania mendorong tubuh Riko dengan kuat hingga pelukan Riko terlepas.


"Aku ga bisa nerima kamu lagi, Aku udah ga ada perasaan apapun sama kamu, aku udah cinta sama orang lain, Jadi tolong, jangan ganggu aku lagi." ucap Dania.


Dania pun masuk ke dalam Apartemennya, dia meninggalkan Riko yang masih terdiam mematung.


Sesaat kemudian Riko mengusap wajahnya kasar.


"Aaargghh ... Kalau aku ga bisa dapetin kamu dengan cara halus, jangan salah kan aku, kalau aku pakai cara kasar." gumam Riko.


Riko pun pergi dari Apartemen Dania.


******


Di tempat lain, Randy begitu emosi saat melihat pesan masuk dari nomor tak di kenal. Di pesan itu ada foto Dania bersama Riko.


Wajah Randy memerah, dia mengepalkan tangannya.


Randy berfikir bagaimana caranya membuat alasan agar bisa meninggalkan Restauran dan sesegera mungkin dapat menemui Dania?.


Tubuh Randy mendadak menjadi panas melihat foto itu, Randy pun beralasan sedang tak enak badan.


Kebetulan saat itu Mamanya Dio datang kersetauran, jadi Randy meminta izin langsung pada Mamanya Dio dan Mama Dio pun mengizinkan.


dengan cepat randy pergi dari restauran dan melajukan mobilnya.


******


Sesampainya di Apartemen.


Randy bergegas mencari Dania ke kamar dan saat akan membuka pintu kamar, ternyata Dania sedang akan keluar dari kamar.


Dania pun terkejut melihat Randy berada di Apartemen, ini bahkan belum saatnya Randy pulang kerja.


"Aarrghhh ... Kamu mau apa, sih?" tanya Dania.


Dania tekejut saat tiba-tiba Randy mengangkat tubuhnya.


Randy menghempaskan tubuh Dania ke atas tempat tidur dan dengan cepat **** tubuh Dania. dengan kasar dia mencium bibir Dania.


Dania terkejut mendapat perlakuan kasar dari Randy. l


Dengan cepat, Randy menanggalkan seluruh pakaian yang dia kenakan.


"Udah aku bilang, jangan dekat-dekat pria lain, tapi kamu masih tetap aja ga dengar. Awalnya aku masih bisa menahan diri aku, tapi kali ini, aku ga akan menahan diri aku lagi." ucap Randy dengan geram.


Dia mengepalkan tangannya dan mencoba meredakan amarahnya sendiri, namun amarahnya benar-benar sudah berada di puncak kepalanya.


Tangis Dania pun pecah, sungguh dia di perlakukan kasar oleh Randy.


Sementara Randy tak peduli dengan tangisan Dania. Emosi bercampur gairah yang dia rasakan saat ini, dia begitu emosi melihat Dania di sentuh oleh pria lain, dia marah dan tak terima. Karena itu, malam ini dia akan memiliki Dania sepenuhnya, dia tak akan menahannya lagi. Toh, dia adalah suami Dania dan dia punya hak atas tubuh Dania.


Dania *** kuat lengan Randy saat merasakan sesuatu yang menyakitkan di bawah sana, tubuhnya gemetar.


Randy pun mendongak melihat Dania.


Dia terkejut melihat ekspresi wajah Dania dan sesaat kemudian.


Dia pun menjatuhkan dirinya di atas tubuh Dania, mendadak tubuhnya menjadi lemas.

__ADS_1


__ADS_2