
(Visual Randy)
Randy memasuki Apartemennya dengan masih menggendong Dania.
Randy berjalan menuju dapur dan mendudukkan Dania di atas meja makan dengan kaki dania yang masih melingkar di pinggang Randy.
Dania seolah enggan melepaskan diri dari pelukan Randy.
Randy menatap Dania dengan penuh cinta, di usapnya lembut rambut Dania.
"Lain kali jangan dandan cantik di depan cowok lain, aku ga suka orang lain lihat kecantikan kamu." ucap Randy.
Dania pun tersenyum dan mengecup pipi Randy.
"Aku ga dandan yank, aku emang udah cantik dari lahir." ucap Dania sambil tersenyum.
Randy pun tersenyum dan mengeratkan pelukannya.
"Kamu benar, aku harus ekstra ketat jagain kamu, biar ga di bawa lari sama orang" ucap Randy.
Dania pun terkekeh mendengar ucapan Randy.
Dania mengusap lembut dada Randy, membuat Randy hanya bisa memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut tangan Dania.
Dania tersenyum melihat ekspresi Randy.
Dania mendorong tubuh Randy hingga Randy kehilangan keseimbangan dan terjengkang ke lantai.
"Auw, sshhh." Randy pun meringis kesakitan.
__ADS_1
Dania terkekeh melihat Randy kesakitan.
Sesaat kemudian dia di buat terkejut saat melihat Randy langsung tak sadarkan diri.
Dania bergegas menghampiri Randy.
"Yank, bangun yank, jangan bercanda dong, please." Dania menepuk pipi Randy, namun Randy tetap tak membuka matanya.
Dania pun menjadi panik, saat akan berdiri mengambil air, Randy langsung menarik tangannya hingga dia terjatuh di atas tubuh Randy.
Dania menatap Randy dengan tatapan tajam.
Randy pun tersenyum dan dengan cepat membalikan tubuh Dania, hingga kini Randy **** tubuh Dania.
"Aghh ... Kamu mau ngapain?" tanya Dania sambil mendorong tubuh Randy, namun Randy menahan tubuhnya hingga posisinya tak berubah sama sekali.
"Kamu harus tanggung jawab, yank" ucap Randy.
Dania mengerutkan dahinya sambil menatap Randy.
Dia kesal karena Randy berani menjahilinya, padahal dirinya sendiri pun suka sekali menjahili orang lain.
"Karena masih hidup, kamu harus bisa tidurin dia." ucap Randy.
Dania mengerutkan dahinya, dia tak mengerti apa yang Randy ucapkan.
Dania tersentak saat merasakan ada sesuatu yang keras menyentuh area perutnya.
"Yank, awas, badan aku sakit nih, lantainya keras banget." ucap Dania.
Dania tak ingin suaminya itu berbuat lebih jauh padanya, terlebih lagi mereka sedang berada di dapur.
__ADS_1
Randy menatap Dania sesaat dan mengangkat tubuh Dania, dia membawa Dania masuk ke dalam kamar dan membaringkannya di tempat tidur.
"Maaf, ya, aku suka ga bisa nahan diri kalau lagi sama kamu." ucap Randy.
Randy pun masuk ke dalam kamar mandi.
Dania menatap bingung pada Randy.
Dania pun bangun dan mengganti dress nya dengan dress tidurnya.
Setelah selesai, Dania duduk di tempat tidur sambil menunggu Randy keluar dari kamar mandi.
Tak lama Randy keluar dari kamar mandi dan tersenyum melihat Dania, Randy pun naik ke atas tempat tidur dan menarik Dania ke dalam pelukannya.
Randy mengusap lembut punggung dania.
"Ayo, tidur yank, besok kita harus bicara." ucap Randy.
Dania mendongak menatap Randy.
"Kenapa ga ngomong sekarang?" tanya Dania.
Randy pun tersenyum dan kembali memeluk Dania.
"Besok aja, aku ngantuk yank, mau tidur " ucap Randy.
Dania pun mengangguk.
Randy mengecup lembut puncuk kepala Dania.
"Selamat tidur, sayang" ucap Randy.
__ADS_1
"Selamat tidur juga, sayang." ucap Dania.
Mereka pun terlelap dengan saling memeluk.