
Setelah satu minggu yang lalu merencanakan honeymoon,akhirnya hari ini Randy dan Dania pun melakukan honeymoon.
Saat ini mereka sudah berada di Bangkok, Thailand.
Mereka memilih chek in di hotel pu**man di Bangkok.
Randy sengaja memilih hotel berbintang itu karena ini adalah acara honeymoon mereka, jadi Randy ingin mempersiapkannya sebaik mungkin. dan mereka memilih bangkok untuk tujuan honeymoon mereka karena dania yang menginginkannya.
"Mau makan apa yank?" tanya randy.
"Apa aja, yank." ucap Dania sambil
memasukkan baju-bajunya dan baju-baju Randy ke dalam lemari.
Mereka memiliki waktu lima hari di Bangkok. Sebetulnya, inginnya berlama-lama di Bangkok, tetapi ada pekerjaan yang harus Randy lakukan setelah lima hari kemudian.
Randy pun menghubungi room service dan memesan makanan.
Karena masih lelah setelah perjalanan cukup panjang, jadi mereka memutuskan makan siang di hotel saja.
Dua puluh menit kemudian makanan pun datang dan mereka makan siang dengan tenang.
"Aku ngantuk, yank." ucap Dania.
Baru saja dia selesai menyantap makan siangnya.
"Jangan dulu tidur, tunggu dulu sebentar biar makanannya turun, ga baik tidur setelah makan" ucap Randy.
Dania pun mengangguk dan memilih menonton tv.
Tak lama kemudian, karena benar-benar lelah Dania pun akhirnya tertidur dengan posisi duduk menyender di kepala tempat tidur.
Randy yang melihat istrinya itu tertidur pun langsung membenarkan posisi tidurnya.
******
Pukul 15.00 waktu setempat, Dania terbangun dari tidurnya. dia melihat ke samping dan Randy pun ternyata sedang tertidur.
Tuk.
Tuk.
Dania menusuk-nusuk pipi Randy.
"Aaargghhh ..." Dania memekik saat Randy sengaja menggigit jari telunjuknya.
"Jahat banget, sih, tanganku di gigit." ucap Dania dengan nada kesal.
"Siapa suruh iseng?" ucap Randy.
Dania turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati jendela kamar.
Dania melihat ke luar kamarnya dan matanya tertuju pada kolam renang di bawah sana.
"Renang, yuk, yank, aku udah lama ga berenang." ucap Dania.
"Ayo." ucap Randy.
Randy pun turun dari tempat tidur dan duduk di sofa.
"Aku ganti baju dulu." ucap Dania.
Randy pun mengangguk.
Lima menit kemudian, Dania keluar dari kamar mandi.
Randy membulatkan matanya dan terkejut melihat penampilan Dania yang hanya memakai bikini.
"Apa-apaan kamu, yank? Kenapa pake kaya beginian?" tanya Randy sambil menatap Dania dengan tajam.
"Kenapa? Kan mau berenang, ya, begini lah." ucap Dania.
Randy pun menarik Dania ke pelukannya.
"Ganti ..!" tegas Randy.
"Enggak, mau." ucap Dania.
"Aarggghhh ... kamu apaan, sih?" Dania tersentak saat Randy menarik tali bikini atasnya.
Randy mengeratkan pelukannya dan tangannya mulai tak bisa diam menggerayangi tubuh Dania.
"Yank kita mau renang, ya, jangan macem-macem, deh." ucap Dania.
dia mencoba melepaskan diri dari Randy.
"Kalau kamu ga mau ganti pake baju yang ke tutup, aku ga akan berhenti sampe disini." ancam Randy.
__ADS_1
Dania pun mendengus kesal.
"Iya, deh, aku ganti baju sekarang, udah awas, ih" ucap Dania.
Randy pun tersenyum dan mengecup pipi Dania.
"Gitu, dong, itu baru istri yang baik." ucap Randy.
Dania pun tersenyum tipis dan mengganti bikininya dengan celana pendek dan kaos polos.
Setelah selesai, mereka pun menuju kolam renang.
Dua jam berlalu, mereka pun mengakhiri kegiatan berenang mereka dan kembali ke kamar.
"Malam ini kita mau kemana, yank?" tanya Dania.
"Kemana aja yang kamu mau. Aku, sih, ikut aja." ucap Randy.
Dania pun mengangguk.
Dania dan Randy pun mengganti pakaiannya.
Setelah selesai, mereka pergi keluar dari hotel dan memilih makan malam di salah satu restauran yang tak begitu jauh dari hotel.
Begitu sampai di restauran tersebut, mereka langsung memesan makanan dan lima belas menit kemudian makanan pun datang.
"Abis ini, mau langsung ke hotel atau kemana dulu?" tanya Randy.
Dania berpikir sejenak.
"Ya, jalan-jalan aja cari yang seru, yank." ucap Dania.
Randy pun mengangguk dan melanjutkan makan malamnya.
Setelah selesai makan malam, mereka memilih berjalan kaki menyusuri jalanan kota Bangkok, sampai mata Dania tertuju pada salah satu tempat bermain.
"Kesana, yuk, yank." ucap Dania sambil menujuk ke salah satu arena permainan.
Randy mengangguk dan mereka pun pergi ke tempat tersebut.
Dania berjalan menuju permainan boneka.
"Kamu bisa dapetin boneka di dalam sana, ga, yank?" tanya Dania sambil menunjuk ke arah boneka yang berada di dalam lemari kaca.
"Bisa dong, itu sih gampang banget, yank." ucap Randy.
"Imbalannya apa, nih, kalau aku dapetin boneka?" tanya Randy sambil menatap dania.
Dania pun menatap Randy dengan malas.
"Perhitungan banget, sih, sama istri sendiri." ucap Dania sambil mengerucutkan bibirnya.
Randy pun terkekeh melihat ekspresi kesal Dania.
"Gimana kalau satu boneka, satu ronde dan berlaku kelipatan." ucap Randy sambil tersenyum.
"Maksud nya?" tanya Dania bingung.
"Maksud aku, kalau aku dapetin satu boneka, berarti abis pulang dari jalan-jalan kita main satu ronde. Nah, kalau aku dapet dua boneka, berarti kita main dua ronde, gimana?" ucap Randy sambil tersenyum menyeringai.
Dania pun berpikir sejenak.
"Oke, siapa takut" ucap Dania.
Randy pun tersenyum lebar.
"Aku bakalan dapetin lima boneka, kalau perlu, lebih." ucap Randy dengan semangat.
"Kaya yang kuat aja" ejek Dania.
Randy membulatkan matanya mendengar ucapan Dania.
"Kamu ngeremehin aku, yank? Lihat aja nanti, aku bikin kamu ga bisa jalan, kalau perlu ga bisa bangun" ucap Randy.
Dania pun terkekeh mendengar ucapan Randy.
"Ya udah, cepetan ambil bonekanya, waktunya lima menit dari sekarang." ucap Dania.
"Oke, ga, masalah." ucap Randy.
Randy pun mulai mengambil boneka itu.
Pertama kali mengambil, dan Randy pun gagal.
Randy pun terkikik geli sendiri.
"Susah ternyata, yank" ucap Randy.
Dania pun tersenyum melihat Randy kesusahan mengambil boneka itu.
__ADS_1
Kedua kalinya, dan Randy pun kembali gagal mengmbil boneka itu.
Waktu pun berlalu dan tak terasa sudah tiga menit berlalu.
"Aahh .. Sial, susah bener, sih."ucap Randy dengan nada kesal.
Hahaha.
Dania pun tertawa melihat Randy yang kesal karena gagal terus mengambil boneka.
"Kalau ga dapet bonekanya, ga ada main, ya, malam ini" ucap Dania sambil terkikik.
Randy pun menatap Dania dengan malas.
"Yes, dapet kan, nih, satu ronde berarti." ucap Randy sambil tersenyum.
Baru saja dia mendapatkan boneka pertamanya.
Randy mengambil boneka itu dan memberikannya pada Dania.
"Oke, tinggal 45 detik lagi." ucap Dania.
"Yah, cepet amat, sih, waktunya." ucap Randy dengan nada kesal.
Dania pun hanya tersenyum..
"Nah, kan, dapet satu lagi, nih." ucap Randy saat mendapatkan boneka kedua nya di detik terakhir.
"Huh, katanya mau dapetin lima boneka, masa, cuma dapetin dua aja." ejek Dania.
Randy pun tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.
"Di kasih bonus aja, yank, kamu lihat, kan, tadi suami mu ini bener-bener kerja keras dapetin boneka buat kamu." ucap Randy sambil tersenyum.
"Ga bisa, lah, sesuai perjanjian, dong" ucap Dania.
Randy pun mengerucutkan bibirnya.
"Ya udah, nih, boneka kamu." Randy memberikan boneka itu pada Dania.
"Bawain, lah, masa cewek yang bawa, sih." ucap Dania.
Dania pun pergi meninggalkan Randy.
Sedangkan Randy mendengus kesal karena harus membawa dua boneka yang cukup besar.
"Untung, cinta." batin Randy.
Setelah merasa puas berjalan-jalan, akhirnya Randy dan Dania pun memilih kembali ke hotel.
Begitu sampai di hotel, Dania langsung pergi ke kamar mandi dan mengganti bajunya dengan dress tidurnya.
"Mau minuman hangat, yank." ucap Randy.
"Boleh." ucap Dania.
Randy pun menghubungi room service dan memesan minuman hangat.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pesanan pun datang.
Kini Randy dan Dania tengah duduk di sofa dekat jendela kaca dengan posisi Dania duduk menyamping di pangkuan Randy. mereka begitu menikmati pemandangan kota Bangkok di malam hari sambil menikmati minuman hangat yang mereka pesan.
"Aku ga nyangka, akhirnya ngerasain juga yang namanya honeymoon." ucap Dania sambil tersenyum.
"Eemmm ... Kamu, senang, yank."
Dania pun mengangguk.
"Bukan senang lagi, Aku bahagia, selagi itu sama kamu, aku akan selalu suka." ucap Dania.
Randy pun tersenyum dan mengelus lembut punggung Dania.
"Aku juga bahagia, kita masih punya waktu beberapa hari untuk nikmati honeymoon kita." ucap Randy.
Dania pun mengangguk dan tersenyum.
Randy mengambil minuman yang dania pegang dan meletakannya di meja samping sofa.
Randy mengecup lembut pipi Dania bergantian dengan telinga Dania. membuat tubuh Dania bergetar.
Dania pun bangun dari duduknya dan merubah posisinya dengan duduk di pangkuan Randy menghadap Randy.
Randy pun tersenyum dan mengelus lembut pipi Dania.
"I love you." ucap Randy.
"I love you too." ucap Dania.
__ADS_1