
Randy menelan air liurnya dengan susah payah, mendadak tubuhnya menjadi lemas. Dia melihat ke arah Dania yang terlihat bingung melihatnya yang diam saja bagaikan patung.
"Kenapa, sih, Rand? Kok diem?" tanya Dania.
Randy masih terus memperhatikan sesuatu menyerupai layaknya bercak darah.
"Kamu datang bulan?" tanya Randy dengan lemas.
Bagaimana tidak lemas? Di saat sudah on, justru harus menelan pil pahit saat melihat ada bercak merah yang membekas di celana pendek yang Dania kenakan.
Dania pun bangun dan duduk. Sontak Dania terkejut melihat bercak merah tersebut.
"Kenapa gue ga sadar kalau lagi datang bulan?" batin Dania.
Dania segera bangun dan berlari menuju kamar mandi.
Randy masih terdiam melihat sesuatu di bawah sana yang sudah sempat terbangun.
"Sabar, ya, ada waktunya nanti," gumam Randy.
Di kamar mandi, Dania terlihat kebingungan, karena terburu-buru dia sampai lupa membawa pembalut dan baju gantinya. Hingga beberapa menit berlalu tetapi Dania tak juga keluar dari kamar mandi.
"Dania, lo baik-baik aja? Kenapa ga keluar-keluar?" tanya Randy sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Gue ga bisa keluar, Rand!" teriak Dania.
Randy mengerutkan dahinya mendengar teriakan Dania.
"Kenapa emang?" tanya Randy.
"Gue lupa bawa baju ganti sama pembalut!" teriak Dania.
Randy pun menghembuskan napas kasar.
__ADS_1
"Ngomong kek dari tadi," ucap Randy. Membuat khawatir saja, pikirnya.
Randy pergi menuju kamar Dania dan mengambil baju ganti untuk Dania, juga membawa pembalut dania yang terletak di laci lemarinya. Randy pun bergegas menuju kamar Dania dan mengetuk pintu kamar mandi.
"Dania, nih, baju ganti lo udah gue bawain!" ucap Randy.
Dania pun membuka pintu kamar mandi dan mengambil baju gantinya.
Beberapa menit kemudian Dania keluar dari kamar mandi dan bergegas kembali ke kamarnya.
Dia menatap dirinya di cermin, dia teringat kembali kejadian beberapa menit yang lalu saat dia menggoda Randy.
"Aahh, malu banget gue, udah kayak wanita murahan aja gue godain dia kayak gitu," ucap Dania sambil mengusap wajahnya kasar.
"Ehheeumm ..." Randy berdehem di pintu dan menghampiri Dania, dia memeluk pinggang Dania dari samping.
"Kamu bukan wanita murahan, kamu itu istri aku. Memang udah seharusnya seorang istri menghibur suaminya, dan tadi itu termasuk kamu menjalankan kewajiban kamu, tapi sayang aja, waktunya yang ga tepat" ucap Randy sambil tersenyum.
Dania menundukkan kepalanya, wajahnya memanas mendengar Randy memanggilnya dengan sebutan kamu. Dania merasa sangat malu, keberanian saat tadi dia menggoda Randy seolah lenyap, entah kemana?
Randy tersenyum dan mengangkat dagu Dania, dia mengecup bibir Dania sekilas.
"Ga apa-apa, aku ngerti. tapi ngomong-ngomong, berapa hari biasanya kamu datang bulan?" tanya Randy.
"Satu minggu paling lama, kenapa?" tanya Dania.
Randy mengangguk dan tersenyum, dia berbisik di telinga Dania.
"Kalau begitu, satu minggu lagi aku akan minta hak aku." bisik Randy.
Jantung Dania berdegup kencang mendengar bisikan Randy.
Randy menuntun Dania ke arah tempat tidur dan mendudukan Dania di pinggir tempat tidur.
__ADS_1
Randy pun ikut duduk di samping Dania.
"Jadi, apa kamu beneran cinta sama aku?" tanya Randy sambil menatap dan menggenggam tangan Dania.
Dania menelan air liurnya dengan susah payah, entah mengapa dia menjadi gugup. Berbeda dengan beberapa menit yang lalu saat dia dengan begitu mantap mengatakan dia mencintai Randy.
Randy melihat Dania yang diam saja dan tak menjawab pertanyaannya. Randy pun menghembuskan nafasnya kasar dan mulai berdiri.
"Udah aku duga, kamu pasti salah ngomong tadi." ucap Randy.
Saat Randy akan melangkah tiba-tiba dengan cepat Dania memeluk Randy dari belakang.
"Aku cinta sama kamu." ucap Dania.
Randy pun terdiam dan melepaskan pelukan Dania, dia berbalik menatap Dania.
"coba tadi kamu bilang apa?" tanya Randy memastikan.
"Aku cinta sama kamu Randy, cinta banget " ucap Dania sambil menatap randy.
Randy pun tersenyum.
"Aaaarrggghhh ... Rand, lepasin!" Dania berteriak sambil memukul bahu Randy saat Randy mengangkat tubuhnya.
Brugh.
Randy dan Dania terhempas ke atas tempat tidur dengan Randy yang berada di atas Dania.
"Aky juga cinta sama kamu, cinta banget," ucap Randy sambil menatap Dania.
Randy mengecup kening Dania cukup lama dan kembali menatapnya.
"I love you," ucap Randy.
__ADS_1
"I love you too," ucap Dania sambil tersenyum.