Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 38


__ADS_3

"Apa maksudnya ini?"


Seseorang berteriak lantang, membuat semua orang yang berada di meja makan melihat ke arahnya.


Dania terkejut melihat orang itu, mendadak tubuhnnya menjadi lemas.


Orang itu bergegas mendekati Dania, Dania pun bangun dari duduknya.


"Aku bisa jelasin semuanya." ucap Dania gugup melihat orang itu mendekat, orang yang tak lain adalah Randy, suaminya sendiri.


Entah sejak kapan Randy ada di sana? Harusnya dia sedang bekerja dan pulang lebih malam, namun kebetulan hari ini ada trouble di Restauran yang membuat restauran harus tutup lebih cepat. Karena itu, Randy bisa pulang lebih awal dari biasanya.


Randy menatap tajam ke arah Papa mertuanya itu.


Randy menarik tangan Dania, membuat tubuh dania menempel pada tubuh Randy dan Randy pun memeluk pinggang dania.


Orang tua Riko dan Riko terkejut melihat Randy, Riko memang tahu, di Sekolah Dania memang dekat dengan Randy, tetapi Riko tak menyangka Randy bisa masuk dengan mudah ke dalam Rumah orang tua Dania.


Ssal tahu saja, tidak sembarang orang dapat dengan mudah masuk ke dalam Kediaman Hamish, Ada beberapa penjagaan yang cukup ketat di kediaman Hamish.


Papa Hamish menatap Randy dengan tatapan tajam.


"Ikut ke ruangan saya." ucap Papa Hamish.


Randy pun mengikuti mertuanya itu dengan terus menggenggam tangan Dania.


Sesampainya di ruangan kerja Papa Hamish, dia masih tetap memunggungi Randy dan Dania.


"Sejak kapan kamu ada di sana dan mendengar pembicaraan kami?" tanya Papa Hamish pada Randy.


"Sejak tadi, kenapa Papa kaya gini? Dania itu istri aku, Pa." ucap Randy.


Papa Hamish pun duduk di kursi kebesarannya.


"kamu memang suaminya saat ini, tapi tidak sebentar lagi " ucap Papa Hamish sambil menatap tajam ke arah Randy.


Randy dan Dania terkejut mendengar ucapan Papa Hamish.


"Apa maksud Papa?" tanya Randy dan Dania bersamaan.


"Kalian harus berpisah." ucap Papa Dania.


Dania memeluk tubuh Randy, sedangkan Randy hanya diam mematung, dia terkejut mendengar ucapan Papa mertuanya itu.


"Ga bisa, Papa ga bisa kaya gini, aku ga mau pisah dari Randy, Randy suami aku, selamanya akan terus jadi suami aku." ucap Dania.


Matanya sudah mulai memerah.

__ADS_1


"Ini demi kebaikan kamu, laki-laki ini bukan laki-laki yang baik buat kamu, Papa akan urus pertunangan kamu dengan Riko secepatnya, setelah kamu dan laki-laki ini berpisah" ucap Papa Hamish.


"Aku ga mau, Papa ga bisa kaya gini sama aku. Aku emang pacaran sama Riko, tapi itu dulu sebelum Riko khianati aku. Masa Papa tega mau jodohin aku sama orang yang jelas-jelas udah khianati dan ninggalin aku." ucap Dania.


Dania meneteskan air matanya, Randy pun memeluk Dania.


"Aku tahu, Papa mertua ga suka sama aku karena kesan pertama aku yang kurang baik di mata Papa.


Tapi aku bersumpah, aku mencintai Dania dengan tulus, dulu aku mungkin brengsek, tapi sekarang aku sudah menikah dan aku sudah berjanji di hadapan Tuhan, jadi aku akan memegang janji ku." ucap Randy mantap.


"Dan tolong ingat ini baik-baik ..!


Dania adalah istri aku, dia milik aku, dia tanggung jawab aku, jadi Papa ga ada hak untuk ikut campur urusan rumah tangga kami." ucap Randy dengan penuh penekanan.


Entah dapat keberanian dari mana dia bisa bicara seperti itu pada mertuanya?


Papa Hamish menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar.


Dia bangun dari duduknya dan menatap tajam pada Randy.


"Apa kamu pikir kamu bisa membuat anak saya bahagia? Heh, saya tak akan membiarkan anak saya hidup menderita bersam kamu." ucap Papa Hamish.


Randy pun menarik nafasnya dan menghembuskannya agak kasar.


"Aku janji akan bahagiakan Dania, mungkin sekarang aku bukan siapa-siapa, tapi aku akan buktikan dengan bekerja keras, aku akan membawa Dania kembali ke kehidupannya yang dulu agar dia bisa dengan mudah mendapatkan apapun yang dia mau, aku akan membawanya tinggal di dalam Rumah yang akan aku hasilkan dari kerja keras ku sendiri, dan aku akan memberinya kehidupan yang layak. Aku yakin hari itu akan datang, dan aku percaya, Dania tak keberatan hidup sederhana dengan ku, sekarang." ucap Randy mantap sambil menatap Papa Hamish.


Papa Hamish tersenyum remeh sambil menatap Randy, terlalu besar nyali menantunya itu mengatakan semuanya.


"Baik lah, saya berikan kamu waktu satu tahun untuk membuktikan perkataan kamu, jika kamu tak bisa membuktikan perkataan kamu, maka kamu harus melepaskan Dania." ucap Papa Hamish


Dania pun membulatkan matanya, saat akan menjawab ucapan sang Papa, Randy langsung menahan tangannya.


"Baik, aku terima tantangan Papa." ucap Randy dengan penuh keyakinan. Dania menggelengkan kepalanya sambil menatap Randy.


"Aku janji, aku akan kerja keras. Aku ga akan biarin Papa kamu ngambil kamu dari aku." ucap Randy sambil tersenyum menatap Dania, dia mengusap lembut pipi basah Dania.


"Sudah cukup, keluar kalian." ucap Papa Hamish dengan tegas.


Randy menggenggam tangan Dania dan menuntunnya keluar.


"Kami permisi." ucap Randy.


Tanpa sadar, Papa Hamish menyunggingkan senyuman tipis sambil menatap kepergian anak dan menantunya itu.


"Persis, seperti aku waktu muda." ucap Papa Hamish dalam hati.


*******

__ADS_1


Randy terus menggenggam tangan Dania dan menuntunnya menghampiri Mama Rania yang kini berada di ruang tamu, tak ada Riko maupun orang tuanya Riko di sana.


"Kami pamit pulang, Ma." ucap Randy sambil menyalimi tangan Mama Rania. Dania pun menyalimi tangan Mama Rania.


Randy menuntun Dania masuk ke dalam mobil, dia melihat Dania yang masih terisak dan menarik dania ke dalam pelukannya. Dia pun memeluk erat tubuh Dania.


"Tenang, yank, aku ga akan pernah tinggalin kamu." ucap Randy.


Randy melepaskan pelukannya dan menatap mata basah Dania.


"I love you." ucap Randy sambil tersenyum manis.


"I love you too." ucap Dania sambil tersenyum tak kalah manisnya.


Di mata Randy, istrinya itu tetap manis meski habis menangis dan matanya agak sembab sekali pun.


Randy pun melajukan mobilnya menuju Apartemen.


Sesampainya di Apartemen.


Randy turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Dania.


Saat Dania akan melangkah, dia menahan tangan Dania, membuat Dania menengok ke arahnya.


"Kamu kenapa?" tanya Dania.


"Bentar yank" ucap Randy.


Setelah menekan tombol kunci mobil, Randy menatap Dania dan tersenyum.


"Aargghh ... Kamu apa-apaan?" Dania memekik saat Randy tiba-tiba mengangkat tubuhnya dari arah depan.


Randy pun tersenyum.


"Aku mau gendong kamu, kamu diem aja yank, jangan gerak-gerak, nanti jatuh." ucap Randy.


Dania tersenyum dan melingkarkan kakinya di pinggang Randy, tangannya memeluk leher Randy.


Di sepanjang perjalanan menuju unit Apartemennya, Randy tak hentinya menngecup pipi Dania dengan gemas, membuat Dania sampai terkikik geli.


"Ah, udah dong yank, geli tau." ucap Dania.


Randy tak peduli dan justru terus mengecup pipi Dania dengan gemas. Sesekali dia menggesekkan hidungnya yang mancung di pipi Dania.


Randy dan Dania tak peduli dengan beberapa orang yang menatap mereka, seolah dunia hanya milik berdua, mereka begitu menikmati perasaan berbunga-bunga mereka,


mereka di mabukan oleh manisnya cinta yang kini mereka rasakan.

__ADS_1


__ADS_2