Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 70


__ADS_3

Pagi ini Randy terbaring lemas karena setelah bangun tidur tadi dia kembali merasakan mual, kepalanya terasa berputar. Sungguh rasanya benar-benar luar biasa. Ini mungkin lebih parah di bandingkan saat Randy sakit karena terserang penyakit.


Dania menatap prihatin pada sang suami. Dia tahu betul saat ini Randy benar-benar tersiksa dan tentu saja dia pun pernah merasakan hal yang sama saat kehamilannya yang pertama dulu. Bahkan sepertinya yang Randy rasakan lebih parah dari yang dia rasakan dulu.


Dania memijat kepala Randy berharap dapat mengurangi rasa pusing di kepalanya.


Randy menatap Dania.


"Yank." panggil Randy.


"Ya." ucap Dania.


"Apa ini yang kamu rasain dulu? Tersiksa juga kaya gini, kah." tanya Randy sambil menatap lemah pada Dania. Matanya memerah karena mual tadi.


Dania tersenyum menatap Randy.


"Mungkin, Iya." ucap Dania.


Randy memeluk perut Dania dan menciumnya


"Hei, baby, Papa oke kok dan akan sabar sampai rasa mual ini hilang. Yang penting, kamu sama Mommy sehat-sehat, ya, baby." ucap Randy.


Mata Dania memerah, sungguh seperti mimpi rasanya karena bisa kembali mengandung setelah semua yang terjadi padanya.


"Aku ga akan kecewain kamu lagi, yank." batin Dania.


"Kamu nangis, yank." Randy mendongak saat tak sengaja air mata Dania menetes di pipinya.


Dania menggeleng dan tersenyum.


"Aku bahagia, yank." ucap Dania.


Randy mengangguk dan kembali memeluk perut Dania. Rasanya terasa sangat nyaman dan Randy selalu ingin dekat dengan Dania. Dia suka sekali mencium harum tubuh istrinya itu. Dia juga sepertinya semakin manja pada Dania, dan Dania mengerti itu karena bawaan janin yang ada di dalam perutnya. Karena seperti yang terlihat, sepertinya di kehamilan kedua Dania Randy lah yang mengidam, sementara Dania justru tak merasakan apapun.


"Tunggu aku baikan, ya, siangan kita ke Dokter buat periksa kandungan kamu." ucap Randy.


"Iya, apa kamu mau makan sesuatu, yank?" tanya Dania.


"Mau makan soto lamongan, yank." ucap Randy.


Dania pun mengangguk.


"Aku minta Pak Adi beliin, ya." ucap Dania.


"Makan di tempat lebih enak, yank." ucap Randy.


"Ya. udah." ucap Dania.


Randy dan Dania pun bergegas mencari soto lamongan yang Randy inginkan dengan di antar oleh Pak Adi.


Cukup lama mencari soto yang Randy inginkan, sampai akhirnya di tengah perjalanan pandangan Randy melihat sebuah sepanduk.


Soto Lamongan Pak Tejo..


"Itu, yank, mau makan soto lamongan, itu." ucap Randy sambil menunjuk ke arah sebuah kios kecil yang bertuliskan Soto Lamongan Pak Tejo.


Dania mengangguk dan meminta pak Adi menghentikan mobilnya.


Randy dan Dania turun, mereka pun langsung memesan dua porsi soto.


"Permisi, Mbak, Mas." penjual itu membawakan dua porsi soto yang di pesan.


Memang dasarnya orang mengidam itu ada-ada saja keinginannya, Randy langsung menuangkan banyak kecap di dalamnya, dengan perasan air jeruk nipis yang juga banyak, dan tak lupa dia juga menambahkan beberapa sendok sambal


Dania sampai menelan air liurnya melihat mangkuk soto Randy yang berubah menjadi hitam akibat banyak nya kecap yang dia tuangkan. Dania bahkan tak yakin jika itu bisa di makan. Namun sesaat kemudian Dania tersenyum saat melihat Randy begitu lahap menyantap sotonya.


"Kenapa nasinya ga di makan, yank?" tanya Dania.


"ga pengen, yank." ucap Randy di tengah kegiatan makannya.


Dania mengangguk dan melanjutkan makannya.


Setelah selesai, Randy dan Dania pun kembali ke rumah.


Sesampainya di rumah, Randy mendudukan dirinya di sofa kamar sambil menyalakan tv nya.


"Aku mau ambil cuti kuliah, yank. Aku ga bisa kuliah di saat, kaya, gini. Aku juga ga tahu sampe kapan aku, kaya gini." ucap Randy.


"Aku setuju. lagi pula takutnya nanti kamu justru ke ganggu kalau kamu maksain masuk kuliah" ucap Dania.


Randy pun mengangguk.


"Yank ..!" panggil Randy.


"Ya." ucap Dania.


"Pengen minum jus kiwi, yank, tapi bikin sendiri, no sugar." ucap Randy.


Dania berpikir sejenak, sepertinya dia tak memiliki stok buah kiwi di rumah.


"Tunggu bentar ga apa-apa, ya? Soalnya kita ga ada stok buah kiwi. Jadi, harus beli sebentar." ucap Dania.


Randy pun mengangguk.


"Ada lagi, ga , yang kamu mau? Biar sekalian di beliin." ucap Dania.


randy berpikir sejenak dan menggelengkan kepala.


Dania pun menghampiri Pak Adi dan memintanya untuk membelikan buah kiwi.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya jus kiwi pun sudah selesai di buat, Dania langsung membawanya ke kamar dan memberikannya pada Randy.

__ADS_1


"Makasih, yank." ucap Randy sambil tersenyum manis dan langsung menenggak jus kiwinya sampai tersisa setengah gelas.


Waktu pun berlalu dan sudah menunjukkan pukul 12.00 wib.


Dania dan Randy pun bergegas bersiap untuk pergi ke Rumah Sakit untuk mengecek kandungan.


Setelah beberapa menit Randy sudah siap lebih dulu dan sambil menunggu Dania, Randy pun memilih memainkan ponselnya.


"Yank ..!" panggil Randy.


"Hhmmm .." Dania berdehem tanpa melihat Randy. Dia masih tetap fokus berdandan.


"Yank, lihat, sini." pinta Randy.


Dania menengok ke arah Randy.


Cekrek..


Randy mengambil foto Dania.


"Ihhh .. Dasar, kirain mau ngapain?" ucap Dania sambil tersenyum tipis.


Dia pun melanjutkan bersiap sementara Randy justru mengupload foto yang baru saja dia ambil.


(Picture)


♥♥♥ @dania_sebastian


#lovelywife #bumilcantik


Sekian detik kemudian postingannya langsung di banjiri ucapan selamat dari teman-temannya.


Kring kring..


Randy mengerutkan dahinya melihat nama sahabatnya di layar ponselnya, yang tak lain adalah Dio.


"Hallo .." ucap Randy.


"Hallo, wah, Bro, selamat ,yaa. Tokcer juga lo, istri hamil lagi." ucap Dio.


"Iya, lah. Gue gitu, loh." ucap Randy.


Dio terkekeh mendengar ucapan Randy.


"Udah berapa bulan, Dania?" tanya Dio.


"Belum tahu, ini gue baru mau ajak dia ke Dokter"


"Lah, gimana ceritanya istrumjhamil tapi kaga tau udah berapa bulan?"


"Ya, kan , baru tes pake testpack aja, tapi garisnya dua sih positif"


"Oke, lah, sekali lagi selamat, ya, bro, semoga Ibu sama baby nya sehat-sehat" ucap Dio.


Telpon pun terputus..


"Yuk, yank." ajak Dania begitu selesai bersiap.


Randy mengangguk dan mendekati Dania.


Cup.


"Wangi." ucap Randy saat dia mengecup pipi Dania.


Dania tersenyum dan langsung turun dengan Randy.


Randy membawa mobilnya sendiri karena dia memang sudah lebih baik dan tak merasa mual lagi.


Karena sudah memasuki jam makan siang, mereka pun makan siang terlebih dulu.


Setelah selesai, mereka pun bergegas menuju Rumah Sakit. sampailah di salah satu Rumah Sakit swasta.


Randy dan Dania bergegas masuk dan mendaftar. Dan tak lama, nama Dania di Panggil. Randy dan Dania pun masuk ke dalam ruang periksa.


Dania langsung ditimbang berat badan dan di cek tekanan darahnya, dan sekian menit kemudian rentetan pemeriksaan selesai di lakukan dan saat ini Randy dan Dania tengah duduk berhadapan dengan Dokter.


"Ibu dan baby nya sehat, ya. Usia kahamilannya sudah memasuki usai ke 9-minggu, apa ini kehamilan pertama?" tanya Dokter.


"Ini kehamilan kedua, Dok. Sebelumnya saya pernah keguguran." ucap Dania.


Dokter pun mengangguk.


"Tolong di jaga asupan gizi ibunya, ya. Karena itu akan berpengaruh pada sang bayi, dan di kehamilan trimester pertama, ini, jangan terlalu lelah dan tidak boleh terlalu banyak pikiran. Apalagi sebelumnya si Ibu pernah mengalami keguguran,biasanya ada resiko keguguran selanjutnya. Jadi, tolong di jaga baik-baik, ya, bu. Ini saya resepkan beberapa vitamin untuk Ibu hamil silahkan di tebus di farmasi, ya. Jangan lupa di minum, ya. Bantu juga dengan susu Ibu hamil, itu lebih bagus.


Jangan lupa, rutin cek kandungan Ibu setidaknya satu bulan sekali" ucap Dokter.


Randy dan Dania mendengarkan dengan seksama ucapan Dokter dan Setelah selesai mereka pun langsung menebus vitamin yang sudah Dokter resepkan sebelumnya dan bergegas pulang ke rumah.


*Di m**obil*..


"Kapan kita, kasih tahu orang tua kita, yank?" tanya Dania.


"Entaran aja, lah, yank. Kita tunggu waktu yang tepat. Kita kasih surprise buat mereka. Mama pasti seneng kalau tahu kamu hamil, yank." ucap Randy sambil mengelus kepala Dania.


"Iya, aku harap, hubungan kita sama Mama jadi membaik, yank." ucap Dania.


Sebetulnya Dania sedih karena sampai sekarang hubungannya denga Mama mertunya itu belum juga membaik.


Dania melihat ponselnya yang berdering dan ternyata sang Mama yang menghubunginya.


"Hallo, Ma."

__ADS_1


"Hallo, sayang, gimana kabar kamu? Udah lama kamu ga mampir ke rumah, main kesini, dong, kangen.. tahu"


Dania melihat Randy yang masih fokus mengemudi.


"Mama nyuruh kita mampir, yank" ucap Dania.


"Ya udah, mumpung kita lagi di luar, kita mampir aja ke rumah Mama."


Randy dan Dania pun pergi menuju kediaman Hamish.


Sesampainya di kediaman Hamish, Randy dan Dania di sambut oleh sang Mama dengan senyuman manisnya.


Randy dan Danianujania pun menyalimi sang mama.


"Akhirnya kalian datang juga, kok lama banget, sih, kalian ga pernah mampir kerumah mama lagi" ucap sang mama sambil memasang wajah cemberut.


Dania terkekeh melihat ekspresi Mamanya.


Cup.


Dia mengecup pipi sang Mama dan membuat Mamanya menyunggingkan senyum tipis.


"Maaf ya, Ma, akhir-akhir ini kami agak sibuk, Ma."ucap Dania.


"Ya, udah, Mama maafin. Oh, Ya, gimana keadaan kamu, Rand? Apa udah cek ke Dokter? terus apa, katanya?" tanya Mama.


"Baik, Ma, ga ada yang serius." ucap Randy.


"Syukur, lah, Mama senang dengarnya. Kalian nginep, ya, disini. Papa kalian pasti senang, deh." ucap Mama.


Randy dan Dania saling tatap dan kemudian mengangguk. Seketika ekspresi sang Mamanya berubah menjadi ceria.


Randy dan Dania pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


"Apa kamu yakin, kita mau nginep di sini, yank? Nanti, kalau Mama curiga aku hamil, gimana?" tanya Dania.


"Ya, kita kasih tahu. Tapi, kalau Mama ga curiga, ya, kita diem aja, kita bikin surprise, nanti." ucap Randy tersenyum.


Dania pun mengangguk dan tersenyum.


"Aku ngantuk yank, capek. " ucap Randy.


"Ya, tidur, deh." ucap Dania.


Randy menyeringai menatap Dania.


Sedangkan Dania mengerutkan dahi melihat Randy tersenyum penuh arti.


"Kenapa?" tanya Dania heran.


"Mau di kelonin, yank." ucap Randy sambil tersenyum.


Dania membulatkan matanya mendengar ucapan Randy.


"Ini masih siang, yank. Kamu biasanya malem." ucap Dania.


Semenjak Dania hami dan Randy mengidam, Randy memang menjadi manja sekali pada Dania.


Di bahkan sudah seperti bayi besar saja, karena setiap malem Dania harus menemaninya tidur seperti seorang ibu yang temgah menidurkan seorang bayi.


"Aku maunya sekarang, tapi malem juga mau." Randy tersenyum polos bagaikan anak kecil yang tengah meminta lolipop pada sang Mama.


Dania menatap malas pada Randy.


"Jangan macem-macem, deh, yank, ogah ahh siang-siang gini kelonan" ucap Dania.


Ekspresi Randy mendadak menjadi muram, wajahnya di tekuk.


"Ihh ... Biasa aja kali, mukanya ga usah di sedih-sedihin, gitu." ucap Dania.


Randy menggelengkan kepala.


"Aku juga ga tau, Kenapa aku mau sekarang? Lagi pula, siapa juga yang mau ngidam kayak gini, rasanya ga enak tau" ucap Randy.


Dania menghembuskan nafas perlahan.


Apa, iya, keinginan Randy ini bagian dari proses mengidamnya? Aneh juga mengidam mesum seperti ini, pikir Dania.


Dania pun mengangguk dan mendekati Randy.


Randy langsung tersenyum lebar dan melancarkan aksinya.


Tidak kelonan seperti seorang anak bayi pada umumnya, kelonan bayi besar ini membuat Dania semakin merasakan panas di tubuhnya.


Randy mengeti istrinya itu menginginkan lebih dari pada yang dia lakukan saat ini.


Randy mengecup perut Dania dan mengusapnya dengan lembut.


"Hey, baby, Papa boleh, ya, jenguk Mommy kamu." ucap Randy.


Randy mendongak menatap Dania.


Dania pun tersenyum dan mengangguk.


Dengan cepat Randy menanggalkan seluruh pakaian Dania dan Dia mulai menanggalkan kaos yang dia kenakan.


"Sayang...!!!!!!


"Aaarrgghhh ... " Dania menjerit terkejut saat sang Mama tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Dengan cepat Randy menarik selimut dan menutup tubuh polos Dania.


Sang Mama pun terkejut bukan main.

__ADS_1


"Sorry, Mama, ga, tahu kalau kalian lagi ehemm .. Lain kali, kunci pintu, ya, sayang ..." ucap sang Mama sambil tersenyum dan keluar dari kamar Dania.


Wajah Randy dan Dania memerah, mereka benar-benar merasa malu. Beruntung lah tubuh polos Dania terhalang oleh tubuh Randy, dan Randy pun hanya bertelanjang dada dan masih mengenakan celana jeansnya.


__ADS_2