Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 78


__ADS_3

Pagi ini dania tengah bersender dikepala tempat tidur. sedangkan randy turun menuju dapur meminta bibi menyiapkan air hangat untuk merendam kaki dania.


Kemarin sore dania dan randy sampai dirumah kembali setelah beberapa hari melakukan babymoon dibali. Lelah, itulah yang dania rasakan. ditambah kedua kaki dania membengkak dan terasa ngilu saat pagi tadi ia membuka matanya.


"Yank"


dania melihat kearah randy saat randy memanggilnya. randy mendekati dania dengan membawa air hangat untuk merendam kaki dania.


randy berlutut dan menurunkan kaki dania untuk masuk kedalam air hangat.


"rendem dulu ya yank, apa sakit banget yank?" tanya randy.


"lumayan, pegel banget rasanya kaki aku" ucap dania.


randy membantu memijit lembut betis dania. sementara telapak kaki dania dibiarkan terendam air hangat.


setelah beberapa lama dan saat dirasa air sudah mulai tak hangat lagi dania pun menghentikan rendaman kakinya.


"kamu istirahat ya, aku mau naro ini bentar" ucap randy dan diangguki oleh dania.


randy bergegas keluar dari kamar dan pergi menuju dapur dengan membawa tempat air bekas rendaman kaki dania.


"Bi apa aku perlu bawa dania ke dokter? aku ga tega lihat kaki dania bengkak kayak gitu" ucap randy cemas.


"ga perlu den, waktu bibi hamil dulu juga gitu kok kaki bibi bengkak, dan agak ngilu. tapi nanti juga mendingan kok kalau udah direndam air hangat" ucap bibi.


randy mengangguk dan akan pergi dari dapur.


Tin tin..


Randy yang mendengar suara klakson mobil langsung pergi menuju pintu keluar, Dari kejauhan terlihat ada mobil mertuanya didepan pintu pagar rumah.


Pak adi pun membukakan pintu pagar dan randy langsung menghampiri mobil mertuanya yang baru saja terparkir digarasi rumah.


"Hai rand" sapa mama rania.


"hai ma" randy menyalimi mama rania.


"Papa ga ikut ma?" tanya randy sambil melihat-lihat kearah mobil.


"enggak, papa kan kekantor" ucap mama rania.


randy mengangguk dan memepersilahkan mertuanya itu untuk masuk kedalam rumah.


"Dimana dania? apa dia udah bangun?" tanya mama rania.


"Ada dikamar ma" ucap randy.


"mama boleh langsung keatas kan nemuin dania?" tanya mama rania.


"boleh dong ma, mama mau minum apa biar nanti dianterin keatas?" tanya randy.


"Apa aja rand,mama keatas dulu ya" randy mengangguk dan mama rania langsung pergi menuju kamar dania dilantai dua.


sesampainya dikamar mama rania terkejut melihat dania yang tengah berjalan tertatih menuju kamar mandi.


"Astaga sayang, kamu kenapa?" tanya mama rania panik dan bergegas mendekati dania.


dania yang mendengar teriakan tak terlalu keras mamanya itu pun ikut terkejut.


"Mama ngagetin aku" ucap dania dengan mengelus dadanya yang terasa berdebar mendengar teriakan sang mama.


"maaf sayang, kamu kok jalannya kayak gini sih? kaki kamu kenapa?" tanya mama rania cemas.


"kaki aku bengkak ma, terus agak sakit" ucap dania.


"terus kamu mau ngapain ini? bukannya duduk aja ditempat tidur" ucap mama rania.


"mau buang air kecil ma" ucap dania.


"kenapa ma?" tanya randy yang baru saja memasuki kamar.


"ini dania mau kekamar mandi katanya, jalannya kesakitan kayak gitu tuh karena kakinya bengkak" ucap mama rania.


randy bergegas mendekati dania dan menggendong tubuh dania.


"kok kamu ga minta tolong aku sih yank? ceroboh banget sih, nanti kalau makin sakit gimana itu kaki kamu?" ucap randy cemas.


"aku ga apa-apa kok" ucap dania.


"lain kali panggil aku, jangan ngelakuin apapun sendirian kalau kesusahan" ucap randy.


dania tersenyum mendengar omelan manis dari suaminya itu.


Cup.


randy tersenyum tipis saat dania mengecup pipinya.


"gantengnya suami aku ini, tapi gantengnya kurang 50% kalau lagi ngomel" ucap dania.


"Apa sedrastis itu turunnya? masa sampe turun setengahnya dari maksimal kegantengan aku" ucap randy sambil mengerucutkan bibirnya.


dania terkekeh melihat ekspresi randy.


"makanya jangan ngomel lagi yank, biar gantengnya maksimal" ucap dania.


"iya iya" ucap randy.

__ADS_1


randy pun membantu dania membuang air kecil dan setelah selesai randy menggendong dania kembali dan mendudukannya ditempat tidur.


masih ada mama rania disana tengah duduk disofa.


"sayang kamu kok bisa sih kakinya sampe bengkak kayak gitu?" tanya mama rania.


"ga tahu ma, mungkin kecapekan kali ya habis pulang kemarin" ucap dania.


"tapi kamu ga makan penyedap kan sayang?" tanya mama rania.


"maksud mama?" tanya dania bingung.


"ya maksud mama kamu kalau makan ga makan makanan yang memakai penyedap kan?" tanya mama rania.


"aku ga tahu ma,kan kalau diluar aku ga tahu mereka gimana cara masak dan apa aja bumbu yang mereka masukin" ucap dania.


"mama ngerti, kalau dirumah?" tanya mama rania.


"dirumah kita kalau masak ga pernah pake penyedap kok ma" ucap randy.


"baguslah,, lebih baik kamu makan makanan home made aja sayang, lebih sehat dan terkontrol juga kan bahan-bahannya" ucap mama rania.


"iya ma, ngomong-ngomong mama kesini kok sendirian? papa ga ikut?" tanya dania.


"papa kekantor sayang, dia lagi beresin kerjaannya sebelum pergi keaustralia" ucap mama rania.


"mau apa papa keasutralia? kayaknya ga ada proyek disana bukan?"tanya dania.


"iya, oma kamu minta kami datang, mama kesini karena mama mau nyampein pesan oma karena pengen ketemu kamu sayang, tapi mama ga yakin juga sih kalau liat keadaan kamu kayak gini" ucap mama rania.


Dania dan randy saling menatap dan tersenyum.


"Maaf ya ma, untuk kali ini aku ga bisa izinin dania pergi jauh dulu,mama lihat sendiri kan kami baru pulang dari bali dan kaki dania juga bengkak kayak gini" ucap randy.


mama rania mengangguk dan mengusap lembut kepala dania.


"mama ngerti, nanti mama sampaikan sama papa"ucap mama rania.


Kruyuk..


Mama rania dan randy menatap dania saat terdengar perut dania berbunyi.


dania tersenyum dan mengusap perutnya.


"laper" ucap dania.


randy terkejut dan menepuk jidatnya.


"Astaga aku lupa kamu belum sarapan" ucap randy.


dengan cepat randy keluar kamar dan pergi menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk istrinya itu.


"baik banget ma" ucap dania dengan menorehkan senyum manisnya.


"dia romantis ga sayang?" tanya mama rania penasaran.


"romantis banget ma, manis banget pokoknya dia selalu kasih kejutan buat aku" ucap dania dengan tersenyum lebar.


ia sungguh bahagia mendapatkan suami seperti randy, meskipun pernikahan mereka terjadi karena sebuah kesalahan tetapi pada akhirnya dania pun benar-benar jatuh hati pada randy.


"kalau diranjang dia hot ga?"tanya mama rania dengan tersenyum menyelidik.


dania terkejut mendengar pertanyaan mamanya itu. kenapa juga mamanya menanyakan hal pribadi macam itu, fikirnya.


dania melihat sekilas kearah pintu dan terlihat baju yang randy kenakan, dania melihat dengan lekat dan benar saja ada randy yang ternyata tengah menguping pembicaraannya dengan sang mama. terlintas difikiran dania untuk mengerjai suaminya itu.


"Randy ga hot ma, dia itu cepet banget keluarnya, aku belum apa-apa dia malah udah lemes duluan"ucap dania.


"Apa? masa sih sayang? kasian dong kamu kalau kayak gitu?" ucap mama rania.


dania mengangguk dengan memasang wajah sedih.


"coba kamu kasih randy obat kuat supaya randy tahan lama diranjang" ucap sang mama.


dania menahan tawanya saat melihat randy tengah mengepalkan tangannya dari balik pintu kamar yang hanya terbuka sebelah itu.


"boleh juga sih ma, nanti aku beli obat kuat deh buat randy" ucap dania.


"ehheum" randy berdehem dengan menahan rasa kesalnya. Wajahnya memerah dan membuat dania rasanya ingin tertawa terbahak-bahak.


"eh rand" sang mama tersenyum kikuk melihat randy yang baru saja memasuki kamarnya.


"Ini yank sarapan dulu"ucap randy dingin.


mama rania merasa aneh dengan ekspresi randy.


"ya udah deh kalau gitu mama pulang dulu ya, kamu sehat-sehat ya sayang"ucap mama rania dan diangguki oleh dania.


"rand mama pulang dulu" ucap mama rania.


Randy mengangguk dan menyalimi mama mertuanya itu.


randy terus melihat kearah mertuanya dan beralih menatap dania dengan tajam saat dirasa mertuanya telah benar-benar jauh dari kamarnya.


dania menatap randy dengan santai dan tanpa merasa bersalah, ia pun langsung melahap sarapannya sampai beberapa menit berlalu dan habis lah sudah sarapannya.


"Aduh kamu ngapain sih yank?" dania tersentak saat tiba-tiba randy menelentangkan tubuhnya ditempat tidur dan dengan cepat randy langsung menindi tubuh dania dengan tubuhnya tertopang tangannya.

__ADS_1


"Kamu tadi bilang sama mama kalau aku ini ga hot kan? kamu juga bilang kalau aku ini cepet keluar kan? aku mau buktiin sama aku kalau aku pria perkasa dan kuat diranjang" ucap randy dengan nada kesal.


dania membulatkan matanya mendengar ucapan randy. habislah dia, rencananya untuk mengerjai suaminya itu justru malah mengundang gairah suaminya untuk membuktikan bahwa ucapannya salah.


"eh itu yank, tadi itu aku emmhhh" belum sempat dania menyelesaikan ucapannya randy justru langsung membungkam mulut dania dengan mulutnya.


dania mencoba menepuk lengan randy meminta randy untuk menghentikan aktivitasnya namun randy langsung mengunci tangan dania sehingga dania tak dapat menggerakan tangannya.


"Udah diem, kamu nikmatin aja permainan aku, aku bakalan bikin kamu klimaks berkali-kali sampe kamu tepar duluan kalau perlu" ucap randy menyeringai.


"mampus gue" bathin dania.


randy semakin tak terkendali dan langsung menyingkap dress rumahan dania.


"Aduhhh sakit" dania memekik saat tak sengaja randy menindi kakinya.


randy pun mendogak menatap dania.


"Kenapa yank? belum juga diapa-apain udah kesakitan kayak gitu" ucap randy dengan seringai mesumnya.


"kaki aku sakit banget" ucap dania.


randy terlonjak mendengar ucapan dania. bagaimana bisa ia melupakan bahwa kaki istrinya itu tengah merasa kesakitan karena kakinya yang bengkak.


randy menarik dania kepelukannya dan mengusap lembut punggung dania.


"maaf sayang aku ga sengaja" ucap randy.


dania menyeringai puas, akhirnya ia berhasil membuat suaminya itu menghentikan aktivitasnya. sebetulnya dania tak benar-benar kesakitan,setelah direndam air hangat tadi kakinya justru sudah membaik. hanya saja dania beralasan agar suaminya itu tak bertindak lebih jauh, karena sungguh dania masih merasa lelah.


"Aku juga minta maaf yank, aku tadi becanda sama mama, kamu kuat kok yank, kamu perkasa, hehe" ucap dia sambil terkekeh geli.


Randy melepaskan pelukannya dan menatap tajam dania.


"Iseng banget sih ngerjain suami sendiri, kalau mama beneran ngira aku ga perkasa gimana? aku kan malu yank" ucap randy dengan nada kesal.


Cup.


dania mengecup pipi randy.


"maaf ya, nanti aku bilangin lagi ke mama kalau kamu itu kuat dan perkasa diranjang" ucap dania.


randy menggelengkan kepalanya dan menarik dania kembali kepelukannya.


"ga perlu, cukup kamu yang tahu keperkasaan aku, yang lain ga perlu tahu yank, biarin deh mama tahunya kayak gitu yang penting kenyataannya kamu puas sama service aku" ucap randy dengan tersenyum lebar.


Dania terkekeh mendengar ucapan randy.


"udah kayak gigolo aja, pake service-service segala bahasa kamu yank" ucap dania.


"Iya, aku rela kamu anggep gigolo, yang penting istriku ini puas" ucap randy.


dania terkekeh dan mengangguk.


ia pun membalas pelukan randy.


******


Sudah 1 minggu semenjak kepulangan randy dan dania dari perjalanan babymoonnya dibali.


randy pun sudah mulai beraktivitas seperti biasa dan kaki dania pun semakin membaik dan tak bengkak lagi. sepertinya saat itu ia memang benar-benar kelelahan hingga menyebabkan kakinya membengkak.


dan sore ini dania merasa bosan karena randy belum juga kembali dari kantornya.


tiba-tiba saja dania teringat akan almarhum bayinya yang pertama. ia pun bergegas pergi menuju kamar yang awalnya akan dijadikan kamar dari buah hati pertamanya itu.


tangan dania bergetar begitu memegang gagang pintu kamar tersebut, jantungnya berdegup kencang dan perlahan mulai membuka pintu kamar tersebut.


Gelap, yaa ruangan itu gelap tanpa cahaya.


dania memencet tombol lampu dan pertama kali pandangannya mengarah menuju box bayi berwarna putih yang ia beli untuk buah hati pertamanya itu.



dania mendekati box bayi tersebut dan menatap lekat box bayi tersebut. sesaat kemudian dania mengalihkan pandangannya dan melihat kearah lemari pakaian. ia membuka lemari tersebut dan terdapat banyak pakaian bayi yang ia dan randy beli saat kehamilan pertamanya dulu. dania mengambil 1 pakaian bayi dan memeluknya, matanya mulai memerah. ia kembali menatap box bayi dan mendekatinya. pandangannya tertuju pada mainan bayi yang dapat berputar, dania pun memainkan mainan tersebut dan mainan itu pun berputar dengan diringi suara musik lembut.


dania terus memeluk baju bayinya dan seketika air matanya menetes deras dan ia pun terisak. tubuhnya melemas hingga kini ia terduduk dengan bersender pada box bayi tersebut. ia sungguh merindukan buah hati pertamanya itu, meskipun ia tak pernah melihat sosok wajah sang buah hati pertamanya tapi ia sungguh mencintai buah hatinya itu.


dania semakin terisak kala dia teringat saat harus kehilangan sang buah hati pertamanya. dadanya terasa sesak, ia benar-benar merasa sedih sekaligus merasa bersalah terhadap buah hatinya karena kebodohannya lah sampai akhirnya sang bayi harus pergi meninggalkannya.


randy yang baru saja kembali dari kantor dan selesai menaiki anak tangga akan pergi menuju kamarnya, namun langkahnya terhenti saat melihat pintu kamar buah hati pertamanya itu terbuka. karena penasaran randy pun masuk kedalam dan betapa terkejut nya ia saat melihat dania tengah duduk terisak dengan bersender pada box bayi.


"Ya ampun yank kamu kenapa?" tanya randy cemas dan bergegas mendekati dania. randy melihat dania yang tengah memeluk baju bayinya.


randy pun menarik dania kepelukannya.


"tenang sayang, dia udah tenang disana" ucap randy dengan mengusap lembut punggung dania.


dania semakin terisak dipelukan randy.


"aku kangen dia, aku kangen anak kita" ucap dania ditengah isakannya.


randy melepaskan pelukannya dan mengusap pipi basah dania.


"ayo kita pergi kemakam anak kita, aku juga kangen dia. kamu mau kan?" tanya randy.


dengan cepat dania mengangguk dan memeluk randy.

__ADS_1


"aku mau, aku mau banget jenguk dia" ucap dania.


__ADS_2