
Setelah beberapa jam berlalu akhirnya acara grand opening pun berakhir.
Saat ini Randy dan Dania tengah berada di malam mobil untuk kembali ke Hotel.
Di sepanjang perjalanan Dania tak mengeluarkan suara sama sekali, dia hanya diam melihat kesamping kiri jalanan.
Randy pun merasa bingung dengan diamnya dania, pasalnya dia menjadi diam setelah bertemu dengan Kiara dan Dio.
Sesampainya di Hotel tanpa menunggu Randy, Dania berjalan lebih dulu menuju kamar Hotel, Randy pun semakin di buat bingung dengan Dania.
"Duh, panas banget rasanya, aku butuh berendam." ucap Dania dalam hati.
Dania pun langsung masuk ke dalam kamar mandi.
beberapa menit berlalu tetapi Dania belum juga keluar dari kamar mandi, Randy yang sudah merasa tubuhnya lengket pun tak tahan ingin segera membersihkan tubuhnya, namun apa daya Dania masih juga belum keluar dari kamar mandi.
Sampai akhirnya sudah cukup lama Randy menunggu, karena penasaran akhirnya Randy mencoba membuka pintu kamar mandi dan ternyata tak di kunci, dia melihat Dania yang sedang berendam dengan mata terpejam.
Dia pun membuka seluruh pakaiannya dan ikut berendam dengan Dania. Dania pun tersentak saat Randy tiba-tiba masuk ke dalam bathup, dia pun menatap Randy dengan malas.
Randy yang melihat tatapan dingin Dania pun mengerutkan dahinya.
"Are you okay, babe?"tanya Randy.
"No." jawab Dania singkat sambil menggelengkan kepalanya.
Randy pun menarik Dania kepangkuannya membuat Dania tersentak dan mencoba melepaskan diri dari Randy namun Randy langsung menahan pinggang Dania.
"Kamu kenapa, sih? Dari masih di Restauran kamu diam aja." tanya Randy menatap Dania dengan bingung.
"Lepas ih, ganggu orang aja." ucap Dania ketus sambil mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Randy.
Randy mendekatkan wajahnya ke wajah Dania namun Dania langsung membuang wajahnya ke arah lain.
"Kenapa kamu nolak aku?" tanya Randy.
"Lagi ga mood aja." ucap Dania
"Tapi aku mau." ucap Randy.
Tangan Randy mulai tak bisa diam.
Sementara Dania hanya diam dan larut salam pikirannya. Dia teringat kembali pada Kiara dan ingin sekali mencari tahu tentang perempuan itu yang beberapa waktu lalu namanya pernah Randy sebut di dalam tidurnya
Dania menahan tangan Randy saat tangan itu akan menyentuh bagian sensitifnya.
"Siapa Kiara?" tanya Dania.
Randy mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Dania.
Dia memilih diam dan melanjutka kembali aktivitasnya namun Dania masih tetap menahan tangannya.
"Jawab dulu pertanyaan aku, kalau mau dil anjut." ucap Dania.
"Temen." jawab Randy singkat.
"Kok, kamu, ga pernah cerita sama aku kalau kamu punya temen cewek?" ucap Dania sambil menatap Randy dengan tatapan menyelidik.
"Iya, dia itu teman SMP aku." ucap Randy.
"Kamu pernah suka sama dia? Eemmm, maksud aku kamu pernah ada hubungan spesial ga, sama dia?" tanya Dania.
Randy hanya diam, dia terus memperhatikan wajah Dania.
__ADS_1
Apa mungkin diam nya Dania hari ini karena Kiara? Pikir Randy.
"Jawab dong." ucap Dania dengan nada kesal.
Bukannya menjawab Randy justru melanjutkan aktivitasnya dan membuat Dania menjadi jengkel di buatnya.
Dania pun keluar dari bathup dan membilas tubuhnya.
Setelah itu, dia pun keluar dari kamar mandi.
Randy pun mendengus kesal dan memilih melanjutkan berendam.
Beberapa menit berlalu dan Randy pun keluar dari kamar mandi.
Di lihatnya Dania yang sudah berpakaian rapih dan sedang mengemas pakaiannya ke dalam koper.
"Kamu mau kemana, yank?" tanya Randy bingung.
"Mana dompet?" tanya Dania.
"Itu." ucap Randy sambil menunjuk ke arah meja samping tempat tidur.
Dania pun mengambil dompet itu dan berniat mengambil kartu ATM Randy, namun Dania justru terkejut saat melihat foto Randy anak gadis.
Foto yang saat awal menikah dulu pernah Dania lihat saat menyita dompet Randy, ternyata foto itu masih ada di dalam dompet Randy.
Dania menatap lekat foto itu.
Jantung Dania terasa berhenti berdegup saat melihat wajah perempuan itu yang terlihat mirip seseorang.
Dania menatap Randy dengan tajam dan mengambil foto itu.
Dania pun melemparkan foto itu ke arah Randy.
"Jelasin, itu." ucap Dania.
"Ini, aku." ucapan Randy pun terhenti saat dia bingung sendiri dan tak tahu harus menjawab apa?
"Kenapa? Ga, bisa jawab, oh aku tahu kamu pasti masih cinta kan sama perempuan itu." ucap Dania dengan tatapan menyelidik.
"Kamu apa-apaan, sih? Ngomong sembarangan ajam"ucap Randy.
Dania pun tersenyum sinis menatap Randy.
"Kamu masih cinta kan, sama si Kiara. Ga nyangka ya, dia jadi cantik setelah bertahun-tahun, kamu pasti makin cinta kan, sama dia." ucap Dania sambil menatap sinis pada Randy.
Randy pun menghembuskan nafasnya agak kasar.
"Kamu kalau ngomong tuh,di pikir dulu kenapa, sih? Jangan asal nuduh orang tanpa bukti." ucap Randy dengan nada kesal.
Dania pun tersenyum tipis mendengar ucapan Randy.
"Tanpa bukti, kamu bilang. Heh, kamu simpan foto kamu sama dia di dompet kamu, kamu juga pernah sebut nama si Kiara itu dalam tidur kamu, apa sedalam itu perasaan kamu ke dia? Sampai saat tidur aja kamu terus mikirin dia, hah." ucap Dania dengan nada kesal.
Randy pun tersenyum sinis menatap Dania.
"Oh, ya, ini kan yang jadi masalah kamu, (sambil menunjukan fotonya dengan kiara) Kalau gitu, aku hancurin sekarang juga." Randy pun merobek foto itu sampai hancur.
"Selesai, kan." ucap Randy.
Dania pun menggelengkan kepalanya.
"Apa lagi sekarang, ha? Kamu ga usah deh nyari-nyari alasan dengan memojokan aku, kamu sendiri bukannya masih cinta sama si Riko." ucap Randy sambil menatap Dania dengan tajam.
__ADS_1
Dania pun mengerutkan dahinya mendengar ucapan Randy.
"kenapa jadi aku?" tanya Dania bingung.
"Heh,jelas-jelas kamu masih nyimpen semua barang-barang pemberian dari si Riko, kamu bahkan masih menyimpan semua foto album kamu bareng dia." ucap Randy dengan nada kesal.
Dania terkejut mendengar ucapan Randy.
"Kamu tahu dari mana?" tanya Dania bingung.
Randy pun tersenyum sinis dan memilih memakai pakaiannya.
"Kamu, marah?" tanya Dania.
"Pikir aja sendiri." ucap Randy dengan nada kesal.
"Lah, kenapa jadi kamu yang marah?" tanya Dania bingung.
Randy pun menatap Dania.
"Dania, dengar ini baik-baik, aku dulu mungkin brengsek, tapi aku sudah bersumpah di hadapan Tuhan saat aku menikahi kamu.jadi, tolong jangan berpikir negatif lagi tentang aku. kamu tahu bukan, sekeras apa aku berusaha meyakinkan Papa kamu supaya dia merestui pernikahan kita dan mau menerima aku, jadi apa kamu masih berpikir kalau aku cuma mempemainkan perasaan kamu? Aku tulus cinta sama kamu, aku sayang sama kamu dan aku mau hidup selamanya sama kamu."ucap Randy.
Dania pun menundukkan kepalanya sambil mengingat saat-saat awal pernikahan mereka, di mana Randy memang benar-benar bekerja keras demi untuk membuktikan pada Papanya bahwa Randy memang layak untuk dirinya.
Dania pun tak tahan lagi menahan sesak di dadanya hingga tumpah lah air matanya.
Randy yang melihat Dania menangis pun langsung menarik Dania ke pelukannya.
"Jangan nangis, please." ucap Randy sambil mengusap lembut punggung Dania.
Dania pun semakin terisak di pelukan Randy.
Randy menggendong depan tubuh Dania, Dania langsung memeluk leher Randy dan melingkarkan kakinya di pinggang Randy.
"Kamu tahu, kita saling terikat kuat satu sama lain, saking kuatnya, ga akan ada orang ketiga, ke empat, atau apapun itu namanya, yang bisa menghancurkan pernikahan kita, aku cinta banget sama kamu, aku mau hidup selamanya sama kamu dan anak-anak kita." ucap Randy sambil menatap Dania penuh cinta.
Dania pun memeluk erat tubuh Randy.
"Maaf, aku cemburu, aku takut kamu masih cinta sama dia terus kamu ninggalin aku, kalau kamu ninggalin aku, pasti ga akan ada yang mau sama aku lagi karena aku udah ga perawan lagi." ucap Dania sambil terisak.
Randy pun tersenyum mendengar ucapan Dania.
"Kamu ini ada-ada aja, ya nggak, lah, aku ga akan pernah ninggalin kamu sampai kapan pun." ucap Randy sambil mengelus lembut rambut Daania.
"Janji, Ya." ucap Dania.
"Iya, sayang ku, cinta ku, istri ku, aku janji." ucap Randy.
Dania pun tersenyum dan memeluk tubuh Randy.
"Makasih." ucap Dania.
"sama-sam-.."
Hoek.
Ucapan Randy terhenti saat tiba-tiba Dania merasa mual.
"Kamu kenapa, yank?" tanya Randy.
Dania pun mengelengkan kepalanya dan turun dari gendongan Randy, dengan cepat Dania berlari menuju kamar mandi dan di ikuti oleh Randy.
Hoek.
__ADS_1
Dania lagi-lagi mual dan di sertai dengan memuntahkan isi perutnya.
Randy menjadi cemas dan sesaat kemudian Dania pun tumbang dipelukan Randy.