Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 37


__ADS_3

Dania memasuki kamarnya yang sudah belasan tahun itu dia tempati, dia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya yang sudah sangat dia rindukan dan sudah dua bulan ini tak dia tempati. Dia mengusap lembut tempat tidur empuknya itu dan menatap langit-langit kamarnya sejenak, tak lama dia pun terlelap.


******


Dania terbangun saat mendengar ponselnya berdering, di lihatnya ponselnya dan ada panggilan masuk dari Randy.


Dania pun menjawab panggilan tersebut.


"Hallo."


"Hallo, yank, kamu bangun tidur ya?" tanya Randy.


"Iya, nih." ucap Dania.


"Bangun dong yank, udah sore, jangan tidur lagi." ucap Randy.


"Iya, ini udah bangun kok." ucap Dania sambil mendudukkan dirinya di tempat tidur.


"Kamu mau pulang jam berapa?" tanya Randy.


"Nginep aja yuk di rumah Mama, aku takut kemaleman pulangnya, temen Mama mau kesini katanya, aku mau ketemu dia dulu" ucap Dania.


Randy berpikir sejenak, sebenarnya dia malas jika harus menginap di rumah mertuanya itu. Bukan apa-apa, Randy merasa risih dengan Papa mertuanya itu yang terang-terangan menunjukkan rasa tak sukanya.


"Hallo, yank." panggil Dania.


Randy pun tersentak saat Dania memanggilnya.


"Ya udah, nanti aku pulang kesana." ucap Randy.


Setelah itu telpon pun berakhir.


Dania berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga menuju dapur. Dania melihat mamanya yang sedang sibuk di dapur dengan di temani oleh Bibi.


Dania pun menghampiri sang Mama dan duduk di kursi.


"Lagi ngapain, Ma?" tanya Dania.


Mama pun melihat ke arah Dania dan tersenyum.


"Hai, sayang, Mama lagi siapin makanan untuk makan malam nanti, kan Tante Dara mau datang." ucap Mama.


"Emang jam berapa mereka datang, Ma?" tanya Dania.


"Jam tujuh, kamu mandi gih, sayang. Bau ih, anak gadis males mandi." ucap Mama sambil tersenyum menggoda pada Dania.


Belum sempat Dania menjawab ucapan Mamanya, Mamanya sudah bersuara lagi.


"Oupss ... Mama lupa, kamu kan sudah menikah, jadi bukan gadis lagi." ucap Mama

__ADS_1


Dania pun merasa bingung dengan ucapan Mamanya.


"Emang apa bedanya gadis sama wanita, Ma?" tanya Dania.


"Kalau kamu sudah tidak perawan, itu artinya kamu sudah jadi wanita, tapi kalau kamu masih perawan, ya, artinya kamu masih gadis." ucap Mama Rania sambil tersenyum.


Dania menatap malas pada Mamanya.


Mama Rania pun mendekati Dania dan berbisik.


"Ngomong-ngomong, kamu sama Randy sudah malam pertama, belum?" bisik Mama.


Dania membulatkan matanya, dia terkejut mendengar pertanyaan Mamanya.


Dania pun tersenyum dan berlari meninggalkan Mamanya.


Mama pun terkekeh melihat tingkah malu-malu Dania.


"Ma." panggil Papa Hamish yang baru saja pulang dari Kantor.


"Hai, Pa." ucap Mama.


Papa Hamish mengecup pipi Mama Rania, sedangkan Mama Rania hanya tersenyum.


"Dania datang kesini, Ma?" tanya Papa.


"Iya, Pa, dia kesini karena Riko mau datang, Dara sama Bayu juga mau datang." ucap Mama.


"Papa mau mandi dulu."ucap Papa Hamish dan pergi menuju kamarnya di lantai dua.


******


Di Kamar..


Dania sudah selesai bersiap, dia menggunakan dress hitam selutut dan berlengan pendek. Tak lupa, dia pun memoleskan makeup tipis di wajahnya dan rambut panjangnya di biarkan terurai.


Tak terasa waktu pun berlalu, Dania berjalan menuju pintu keluar, namun belum sempat membuka pintu, seseorang sudah terlebih dulu membuka pintunya.


Dania pun mengerutkan dahinya melihat orang tersebut, orang yang sangat malas dia temui.


"hai, Babe." ucap Riko.


"Hhmm ..." Dania menatap Riko dengan malas.


"Kamu cantik banget, Aku jadi ga sabar."ucap Riko sambil tersenyum lebar.


"Ga sabar apa, sih? jangan macem-macam deh." ucap Dania.


Dania pun melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, sedangkan Riko terus mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Dania tersenyum melihat Om Bayu dan Tante Dara, Dania pun menyalimi mereka.


Tak menunggu lama, mereka pun langsung menuju meja makan dan memulai acara makan malamnya.


Di tengah kegiatan makan malam, Mama Riko membuka pembicaraan.


"Oh ya, Ran, anak kita ternyata udah lama pacaran, loh."ucap Mama Riko sambil tersenyum.


Mama dan Papa Dania, bahkan Dania pun tekejut mendengar ucapan Mama Riko. Dania menatap Riko dengan tatapan tajam, sementara Riko menatap Dania sambil tersenyum manis.


Mama Rania dan Papa Hamish pun saling tatap, sesaat kemudian mereka beralih menatap Dania.


"benar kah, sayang? " tanya Mama Rania.


Saat Dania akan membuka suara, tiba-tiba Riko sudah bicara terlebih dulu.


"Iya, Tan, udah lama kami pacaran."ucap Riko sambil tersenyum lebar.


Dania menatap Riko tak suka, dia tak suka Riko mengatakan dia pacar Riko, sudah jelas-jelas hubungan mereka sudah berakhir sejak beberapa bulan lalu.


"Ga sia-sia ya, Ran, usaha kita menjodohkan mereka dari kecil ternyata berhasil, ternyata mereka sudah jatuh cinta lebih dulu." ucap Mama Riko sambil tersenyum manis.


"Jadi, Ran, aku sama Bayu sudah sepakat untuk mempercepat pertunangan Riko dan Dania, gimana menurut kalian?" tanya Mama Riko pada orang tua Dania.


Dania terkejut mendengar ucapan Mama Riko, berbeda dengan Riko yang justru tersenyum lebar mendengar ucapan sang Mama.


Papa Hamish menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.


Sudah dia duga, masalah ini suatu saat pasti akan di bahas. sebetulnya dulu, saat Rania sedang mengandung Dania, dan Dara sedang mengandung Riko, mereka pernah membicarakan soal perjodohan anak-anak mereka jika jenis kelamin kedua bayi itu berbeda. Karena itu, Dania dan Riko sudah di dekatkan sejak kecil.


Dania menatap Papanya, dia berharap Papanya itu mau menjelaskan pada orang tua Riko bahwa dia menolak perjodohan itu.


Papa Hamish menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Mereka masih terlalu muda, belum saatnya mereka bertunangan." ucap Papa Hamish.


Dania merasa lega karena Papanya mau membantunya.


"Ini baru tunangan saja, ayolah, mereka saling mencintai. Untuk masalah menikah kita bisa atur nanti setelah mereka lulus Sekolah" ucap Dara.


Lagi-lagi Papa Dania pun menarik nafas dalam, namun kini dia menghembuskannya agak kasar.


"baik lah, aku setuju." ucap Papa Hamish.


Mama Rania dan Dania terkejut mendengar ucapan Papa Hamish.


"Apa maksudnya, ini?"


Seseorang tiba-tiba berteriak lantang, membuat semua orang yang ada di meja makan pun melihat ke arah orang itu.

__ADS_1


Dania terkejut melihat sosok yang ada di hadapannya itu, mendadak tubuhnya pun menjadi lemas.


__ADS_2