
"Auwww..." dania memekik saat merasakan cengkraman kuat diperutnya.
Dania menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. karena kini kehamilan dania sudah memasuki minggu ke-36 dan semakin mendekati HPL nya dania semakin sering merasakan perutnya seperti dicengkram kuat-kuat dari dalam sana.
bahkan pada saat tidur pun semua posisi serba salah, telentang salah karena perutnya terasa sakit, dan posisi tidur miring pun masih saja perutnya terasa sakit.
"Aduhh sakitnya" pekik dania saat mencoba bangun dari posisi tidur miringnya, lagi-lagi ia kembali merasakan perutnya seperti dicengkram kuat-kuat.
"eummhh.. Kenapa yank?" tanya randy yang baru saja membuka matanya.
"Sakit perut aku" ucap dania.
randy bergegas duduk dan mendekati dania.
"Apa kamu perlu kedokter? kenapa beberapa hari ini perut kamu sering sakit sih yank?" tanya randy cemas.
beberapa hari ini istrinya itu selalu mengeluhkan perutnya sakit.
"Ini sakitnya cuman bentaran aja deh kayaknya sama kayak sebelumnya" ucap dania.
memang akhir-akhir ini perutnya sering merasakan sakit, dania pun tak mengerti apa arti dari rasa sakitnya itu karena menurut perkiraan HPL yang dokter tulis masih ada beberapa hari kedepan untuk menuju persalinannya. mungkinkah ini yang dinamakan dengan kontraksi palsu seperti yang pernah dijelaskan oleh dokter? fikir dania.
"Jadi aku harus gimana biar perut kamu ga sakit lagi yank? aku ga tega lihat kamu kesakitan kayak gini" ucap randy.
dania menyenderkan dirinya dikepala tempat tidur dan mengusap lembut perutnya.
"Coba papa say hello dulu sama babynya, mungkin dia akan tenang nantinya" ucap dania.
randy mengangguk dan menundukan kepalanya mengecup perut dania.
randy pun mengelus lembut perut dania.
"hai baby nya papa, kalian lagi pada ngapain sih emang didalam sana? liat tuh mommy nya jadi kesakitan baby, kalian baik-baik yaa diperut mommy biar mommy nya ga kesakitan lagi sayang" ucap randy dengan terus mengusap lembut perut dania berharap bayi didalam perutnya itu akan tenang dan tak membuat dania kesakitan lagi.
"Hei kalian benar-benar menggemaskan ya, udah papa bilang kalian baik-baik sayang kenapa kalian jadi semakin ga bisa diem heum?" ucap randy sambil menusuk-nusuk perut dania yang terlihat menonjol disana sini karena sang bayi didalam perut tak bisa diam.
dania terkekeh melihat ekspresi menggemaskan randy saat tak hentinya suaminya itu terus berbicara dengan sang bayi.
"yank kamu mukanya kenapa dibikin kayak gitu sih?" tanya dania dengan masih terkekeh.
"kayak gitu gimana ?" tanya randy bingung.
"ya kenapa harus so cute kayak gitu sih?" tanya dania.
"Masa sih?" ucap randy dengan memasang wajah so cute.
"isshhh malah disengajain" ucap dania.
"aku emang cute sayang" ucap randy dengan masih memasang wajah sok cutenya dan membuat dania semakin terkekeh geli.
"Udah sana ihh mandi" dania mendorong randy agar menjauh darinya.
"Mandiin yank" ucap randy dengan seringai mesumnya.
"Ihh udah mau jadi bapak masa masih mau dimandiin, malu loh sama anakmu" ejek dania.
"yaa kan abis ini kamu ga bisa lagi mandiin aku karena nanti harus mandiin anak-anak" ucap randy sambil mengerucutkan bibirnya.
"Uhh sayang jangan kayak gitu mukanya, jadi jelek" ucap dania dengan mengusap pipi randy.
Randy menatap malas pada dania dan turun dari tempat tidur. ia pun memilih masuk kedalam kamar mandi.
dania hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu. ia pun memilih turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar menuju dapur.
"Pagi non" sapa bibi yang tengah menyiapkan sarapan.
"pagi bi, ada yang bisa aku bantu ga bi?" tanya dania.
"ga ada non, semuanya tanggung jawab bibi, non istirahat aja" ucap bibi.
"Tapi kata mama hamil besar aku malah harus banyak gerak" ucap dania.
"iya memang betul banyak gerak lebih bagus non, non jalan kaki aja sambil olah raga kelilingi komplek" ucap bibi.
"Lagi pada ngomongin apaan sih? seru banget kayaknya" ucap randy yang tengah menuruni anak tangga menuju meja makan.
"eh yank kita jalan-jalan yuk" ucap dania.
randy mengernyitkan dahinya mendengar ucapan dania.
"jalan-jalan kemana? masih pagi kali yank, mall aja belum buka" ucap randy.
"Ihh bukan ke mall" ucap dania.
"jadi mau kemana?" tanya randy.
"kita keliling komplek aja jalan kaki" ucap dania.
"Apa? ngapain? ga ada kerjaan" ucap randy yang kini mulai melahap sarapannya.
"Ihh yank kata mama juga aku harus banyak gerak" ucap dania dengan mengerucutkan bibirnya.
randy menghela nafas dan tersenyum manis.
"iya iya, tapi makan dulu sarapan kamu" ucap randy.
dania tersenyum dan mengangguk.
ia pun melahap sarapannya hingga habis.
setelah beberapa menit selesai sudah acara sarapan sepasang suami istri itu.
randy menuntun dania menuju keluar rumah.
"Kamu yakin yank mau jalan kaki nyusurin nih jalanan komplek? gimana kalau kaki kamu pegal-pegal nanti?" tanya randy.
"iya yank, sekalian kita berjemur kan yank, sehat loh matahari pagi" ucap dania.
randy mengangguk dan mengikuti saja istrinya itu melangkah kemana pun.
sampai beberapa menit kemudian sampailah mereka disebuah taman hijau dengan pemandangan danau yang indah.
"Aku baru tahu ada pemandangan indah disini" ucap dania dengan melihat sekeliling pepohonan hijau didekat danau tersebut.
"Iya aku juga baru tahu, sejuk ya yank" ucap randy.
dania mengangguk dan akan duduk dibawah rerumputan hijau dipinggir danau.
"hey, kamu mau apa yank?" tanya randy.
"Mau duduk disini, bantu aku dong yank" ucap dania.
randy pun membantu dania duduk dengan bersender pada tubuhnya dengan posisi randy duduk dibelakang dania.
__ADS_1
"Kamu inget yank waktu pertama kali kamu bilang cinta sama aku?" tanya dania.
"tentu aja, itu moment tergugup dalam hidup aku karena pertama kalinya aku nyatain cinta sama perempuan" ucap randy.
"Masa?" ucap dania.
"Iya, itu pertama kali aku bilang cinta sama perempuan dan kamu lah perempuan itu" ucap randy.
dania tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.
"Aku mau kamu nyanyiin buat aku, sama kayak dulu waktu pertama kali kamu nyatain perasaan kamu sama aku" ucap dania.
randy menggeser posisinya dan duduk disamping dania.
"kamu mau aku nyanyiin lagu apa?" tanya randy.
"Apa aja yang sesuai isi hati kamu" ucap dania.
randy tersenyum dan mengangguk.
"ga pake gitar ga apa-apa?" tanya randy.
dania mengangguk dan mengusap pipi randy.
"aku cuman mau denger suara kamu bukan suara gitar" ucap dania.
randy tersenyum dan mengecup tangan dania yang masih berada diwajahnya.
randy pun mulai menyanyikan sebuah lagu yang menurutnya sesuai isi hatinya.
Disuatu hari tanpa sengaja
kita bertemu, aku yang pernah terluka
kembali mengenal cinta
hati ini kembali temukan senyum yang
hilang, semua itu karena DIA..
Oh Tuhan...
Kucinta dia, ku sayang dia
Rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta dihatiku...
hanya padanya, untuk DIA..
Jauh waktu berjalan kita lalui bersama
betapa disetiap hari ku jatuh cinta padanya
dicintai oleh dia ku merasa sempurna
semua itu karena DIA..
Oh Tuhan..
Ku cinta dia, ku sayang dia, rindu dia
inginkan dia.. Utuhkanlah rasa cinta
Cup.
Randy mengecup punggung tangan dania begitu ia menyelesaikan lagunya..
"kamu tahu yank, yang barusan mungkin hanya sebuah lagu, tapi kata yang tertulis didalamnya itulah kenyataannya, kenyataannya aku memang jatuh cinta setiap hari sama kamu, aku ga ngerti sih ada apa sama diri kamu sampai bikin aku tergila-gila sama kamu" ucap randy dengan menggenggam tangan dania.
dania tersenyum mendengar ucapan randy.
"karena aku cantik mungkin" ucap dania.
"Iya bisa jadi, karena ga munafik juga sih aku waktu pertama kali lihat kamu tanpa tompel begitu cantiknya memakai kebaya saat ijab qobul kita, dan aku rasa aku langsung suka sama kamu, tapi bukan hanya itu sebetulnya, bukan karena wajah kamu yang cantiknya luar biasa ini, tetapi karena hati dan pribadi kamu yang juga tak kalah cantiknya sayang yang membuat aku semakin hari semakin jatuh cinta sama kamu, dan aku akui itu kalau aku bener-bener tergila-gila sama kamu yank, aku amat sangat cinta sama kamu" ucap randy.
"tapi kalau seandainya aku beneran jelek kayak dulu apa mungkin kamu bisa jatuh cinta sama aku?" tanya dania.
"mungkin aja, karena sejujurnya dari malam saat kita diclub itu sih aku udah mulai tertarik sama kamu" ucap randy.
dania mengernyit menatap randy.
"bukan maksudnya tertarik sama tubuh kamu loh ya, tapi ya entahlah aku susah jelasinnya" ucap randy.
"tapi yang pasti sih aku ga peduli kamu cantik atau jelek yang jelas aku sayaaaaaang banget sama kamu, aku cinta banget pokoknya sama kamu" ucap randy dengan memeluk gemas dania.
"Aku juga yank" ucap dania.
Randy mengangguk dan mengecup kening dania bergantian dengan perut buncit dania.
mereka pun larut menikmati sejuknya udara pinggir danau dengan pemandangan hijau yang tak kalah membuat mata sejuk melihatnya..
******
Beberapa hari kemudian..
Pukul 07.00 wib dania selesai mandi dan baru saja keluar dari kamar mandi.
ia pun memakai pakainnya dan akan berjalan keluar kamar.
"auwww" dania memekik saat merasakan sakit yang amat luar biasa diperutnya.
ia pun meraskan ada cairan lengket yang keluar dari area sensitifnya.
Karena merasa tak nyaman dania membuka dalamannya dan benar saja ternyata ada cariran putih bening lengket dan dania membulatkan matanya melihat ada bercak darah juga disana.
dania jalan tertatih karena merasakan sakit diperutnya dania berjalan menuju tangga berharap bisa secepatnya meminta bantuan pada bibi.
Semakin lama rasa sakit itu pun semakin kuat dan mulai terjadi beberapa menit sekali.
"Apa aku mau melahirkan? tapi masih ada 5 hari lagi menuju HPL yang dokter bilang" fikir dania.
dengan masih tertatih dania mulai menuruni anak tangga, dan bibi pun terkejut begitu melihat dania yang berjalan kesakitan. dengan cepat bibi langsung menghampiri dania.
"Non kenapa?" tanya bibi cemas.
"perutku sakit bi, ada darah yang keluar dari area sensitif aku bi, aaahhh bi sakit banget perut aku, aku ga tahan bi ini bener-bener sakit" ucap dania dengan mulai meneteskan air matanya.
sungguh ini pertama kalinya ia merasakan sakit perut yang amat luar biasa sakitnya.
"Non mau melahirkan ini" ucap bibi.
bibi pun menjadi panik dan berteriak memanggil pak adi.
__ADS_1
"Ada apa ini?" tanya randy yang baru saja masuk kedalam rumah dan melihat pak adi berlari panik.
"Non dania sepertinya mau melahirkan" ucap pak adi.
randy terkejut dan berlari menghampiri dania. pantas saja saat diperjalan menuju office randy merasa malas pergi dan memilih berputar balik kembali kerumah, ternyata istrinya itu akan segera melahirkan.
"Ya Tuhan yank" randy panik bukan main melihat istrinya terduduk lemas dengan kesakitan diatas tangga.
"Kamu baik-baik aja?" tanya randy cemas.
dania menggeleng dengan semakin terisak karena sakit diperutnya.
"si non mau melahirkan kayaknya den, soalnya si non bilang ada darah yang keluar dari area sensitifnya" ucap bibi.
Randy pun semakin panik mendengar ada darah yang keluar dari area sensitif istrinya itu.
ia sungguh masih terbayang saat dania keguguran dulu, jangan sampai kenangan pahit itu terulang kembali, fikir randy.
"kita kerumah sakit sekarang" ucap randy dengan mengangkat tubuh dania dan bibi bergegas menyiapkan segala keperluan bayi yang akan dibawa kerumah sakit.
30 menit kemudian sampailah dirumah sakit, perut dania semakin terasa sering sakit bahkan mungkin per 5 menit sekali rasa sakit itu terasa.
dania pun bergegas mendapat penanganan dokter.
sementara randy langsung mengabari orang tua dan mertuanya. setelah selesai mengabari randy pun masuk kedalam ruangan dimana istrinya itu berada.
terlihat disana dania yang tengah tidur dengan posisi miring menghadap kiri, terlihat jelas raut wajah yang menunjukan kesakitannya. bahkan sesekali ia tak sengaja mengejan.
tak lama dokter pun masuk dan memeriksa dania, ternyata dania sudah mengalami pembukaan 4, sungguh kini perutnya terasa amat melilit.
randy tak hentinya terus menyemangati dania agar tetap kuat meski randy pun tak mengerti sesakit apa yang kini dirasakan oleh istrinya itu.
kurang lebih 30 menit kemudian orang tua juga mertua randy sampai dirumah sakit, semuanya terlihat harap-harap cemas melihat keadaan dania yang akan segera melahirkan.
"Gimana rand? sudah pembukaan berapa?" tanya mama dania.
"sudah pembukaan 4 ma, ma aku takut ma" ucap randy.
sungguh jantungnya kini terasa berdegup sangat kencang melihat keadaan dania.
"Berdoalah rand agar istri juga anakmu baik-baik saja" ucap mama dania.
randy mengangguk dan mengecup pipi dania.
"kamu harus kuat sayang, demi anak-anak kita ya" ucap randy.
dania menangis terisak, ia sudah tak sanggup mengatakan apapun lagi.
Beberapa jam kemudian..
dania merasakan seperti ada sesuatu yang pecah dari area sensitifnya.
"Ma ada air yang keluar dari area sensitif aku ma" ucap dania.
mama dania pun bergegas memanggil suster dan suster langsung memeriksanya.
"Sudah pecah air ketubannya" ucap sang suster.
seketika itu juga rasa sakit yang dania rasakan bertambah berkali-kali lipat, sungguh rasanya seperti terlilit sesuatu dengan kuat. tubuhnya pun seketika menggigil, ia kedinginan bahkan rasanya rasa dingin itu seperti menusuk kedalam tulangnya. ditambah posisi AC yang tepat berada diatas kepalanya.
"Aku kedinginan" ucap dania.
randy pun menjadi panik, dan memeluk tubuh dania. ia tak peduli pada mertuanya juga suster yang masih berada disana.
"Sayang kamu harus kuat yaa, aku akan terus berdoa agar Tuhan melancarkan persalinan kamu sayang" ucap randy. kini air mata randy tak dapat tertahan lagi, ia pun menangis memeluk dania. TAKUT itulah yang kini randy rasakan, randy takut sesuatu yang buruk terjadi pada dania.
"Apa kita ga bisa langsung keluarkan bayinya sus? lihatlah istri saya kesakitan, saya ga tega sus" ucap randy dengan air mata tak hentinya mengalir membasahi pipinya.
"kita tunggu sebentar lagi sampai pembukaan lengkap, sementara tetaplah dalam posisi miring seperti ini ya moms" ucap suster meminta dania tetap berbaring dengan posisi menyamping kesebelah kiri.
Randy mengusap wajah kasar, ia benar-benar cemas sekaligus tak dapat berbuat apa-apa selain mengikuti apa yang suster katakan.
setelah menunggu beberapa saat akhirnya dokter pun datang memeriksa kembali dan ternyata pembukaan dania tak kunjung bertambah, akhirnya setelah berunding dokter pun menyarankan untuk melakukan operasi caesar.
"Lakukan apapun dok yang penting istri saya jangan sampai kesakitan lagi, udah berapa jam dia dari masih dirumah sampai sekarang merasakan kesakitan" ucap randy. ia benar-benar tak tega melihat istrinya terus kesakitan, dari pagi tadi sampai sekarang sudah mau malam dania masih saja merasakan kesakitan.
dokter meminta randy menyelesaikan segala prosedur yang ada dan tanpa menunggu lama operasi pun dilakukan setelah semua prosedur selesai diurus.
selama berlangusngnya operasi caesar dania, randy terus menggenggam tangan dania bahkan sedetik pun ia tak melepaskan genggaman tangannya.
"Apa masih sakit yank?" tanya randy yang kini tengah menemani dania diruang operasi.
dania menggeleng dan tersenyum.
Tak lama kemudian..
oek oek oek..
Terdengar suara tangis bayi yang amat kencang, seketika itu juga jantung randy juga dania berdegup kencang, tak terasa air mata keduanya mengalir membasahi pipi.
dan beberapa saat kemudian..
oek oek oek..
terdengar kembali tangisan bayi sehingga diruangan tersebut terdengar begitu berisik dengan suara tangisan bayi yang seperti sedang berlomba menangis.
"Mereka sudah lahir sayang" ucap randy dengan menangis terisak menempelkan dahinya didahi dania.
dania pun tak kalah terisaknya. akhirnya yang ia tunggu selama kurang lebih 9bulan 10 hari itu benar-benar telah lahir kedunia ini.
"Aku mau lihat mereka yank" ucap randy.
dania mengangguk dan perlahan randy melangkah menuju bayinya.
"Apa bayinya sehat?" tanya randy pada suster yang baru saja selesai membersihkan kedua bayinya.
"tentu saja pak, lihatlah bayi anda begitu sehat dan menggemaskan" ucap suster.
randy semakin mendekati box bayi dan terlihatlah pertama kali kaki mungil kedua buah hatinya.
Sungguh perasaan yang tak dapat ia ungkapkan dengan kata-kata, air mata lah yang mewakili perasaannya, air mata kebahagiaan tentunya.
randy pun tersenyum disela tangisannya, sungguh seperti mimpi karena kini dihadapanya terlihat 2 pasang kaki mungil nan merah yang menggemaskan.
"Ya Tuhan sus, kecil sekali kakinya" ucap randy.
suster hanya tersenyum mendengar ucapan randy.
"Silahkan diadzani" ucap suster.
randy mengangguk dan mulai mengadzani ditelinga kanan masing-masing sang buah hati dan dilanjutkan dengan membacakan komat ditelinga kiri.
__ADS_1