Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 51


__ADS_3

Tok tok tok.


"Nah, tuh, Dokter kayaknya, aku buka pintu bentar, yank." ucap Randy.


Randy pun berjalan menuju pintu kamar dan membukanya, benar saja itu adalah Dokter yang sebelumnya Randy minta panggilkan pada room service.


Randy pun mempersilahkan sang Dokter untuk masuk.


"Apa yang terjadi sebelumnya?" tanya Dokter.


"Dia muntah-muntah tadi, Dok, padahal sebelumnya dia baik-baik saja." ucap Randy.


"Apa anda suaminya?" tanya Dokter sambil mulai memeriksa keadaan Dania.


"Iya, Dok, saya suaminya, jadi apa yang terjadi dengan istri saya, Dok?" tanya Randy cemas.


Dokter pun tersenyum.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, istri anda hanya masuk angin, lihat ini, perutnya kembung sekali." ucap Dokter sambil menepuk pelan perut Dania.


"Saya akan resepkan obat dan tolong di tebus di apotek, dan sebaiknya, untuk sementara minumlah dulu minuman hangat, seperti air jahe itu bagus." ucap Dokter.


Randy pun mengangguk.


"Makanya jangan kelamaan berendem kenapa, sih, yank? Jadi masuk angin, kan." ucap Randy cemas.


Dania pun menatap Randy dengan malas.


"Yang bikin lama kamu, gara-gara kamu pake ikutan berendem juga." ucap Dania.


"Ya, kamu nya-"


"Ehheumm ... Maaf, kalau begitu, saya permisi dulu." ucap Dokter sambil tersenyum.


Randy dan dania pun tersenyum kikuk. Mereka ini merasa dunia milik berdua, sepertinya, dan yang lainnya hanya lah menumpang saja.


Randy pun mengantar Dokter ke pintu dan langsung menghubungi room service untuk meminta di belikan minuman yang dokter sarankan dan menebus obat di apotek.


"aku mau ke toilet, yank." ucap Dania sambil mulai turun dari tempat tidur.


"Mau aku gendong?" tanya Randy.


Dania pun menggelengkan kepalanya.


"Ga usah, aku sendiri aja." ucap Dania.


Randy pun mengangguk dan Dania berjalan menuju kamar mandi.


Tok tok tok.


Randy mengerutkan dahinya mendengar suara ketukan pintu. Pasalnya belum lama dia meminta tolong pada room service, tidak mungkin juga secepat itu pesanan Randy datang.


Randy pun membuka pintu kamar dan betapa terkejutnya dia melihat sosok yang saat ini ada di hadapannya.


"Kiara."


Kiara pun tersenyum menatap Randy.


"Hai, Rand, maaf ya, aku ganggu malem-malem."ucap Kiara.


"Ada apa ya, Ra? Kok, kamu tahu aku di sini?" tanya Randy bingung.


"Aku tahu dari dio, maaf ya, karena aku udah lancang dateng ke sini, apa aku ganggu kamu?" tanya Kiara.


Randy pun menggaruk kepalanya yang tak gatal itu, belum lama dia bertengkar dengan Dania gara-gara kiara dan sekarang yang menjadi penyebab pertengkaran mereka justru muncul.


"Sebenernya aku-"


"Siapa, yank?" tanya Dania yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Dania mendekati Randy dan terkejut saat melihat Kiara datang ke hotel.


"Kamu mau apa, Kiara? Terus, kamu tahu dari mana aku sama Randy ada di sini?" tanya Dania sambil menatap tajam pada Kiara.


Kiara pun menjadi tak enak hati melihat eskspresi tak suka dibwajah Dania.


"Maaf, Dania, aku ga ada maksud-"ucapan Kiara terhenti saat Dania langsung menyela ucapannya.


"Kiara, tolong, kamu jadi perempuan harus punya harga diri, dong. Aku tahu kamu masalalu Randy, tapi, kamu juga harus lihat status Randy sekarang, dia tuh udah nikah, mendingan kamu cari laki-laki lain, jangan jadi perebut suami orang ,kenapa, sih?" ucap Dania dengan penuh penekanan di akhir ucapannya.


Randy dan Kiara pun terkejut mendengar ucapan Dania.


"Kamu tenang dulu, yank, jangan ngomong sembarangan kaya gitu. " ucap Randy sambil memegang tangan Dania dan mencoba menenangakan Dania.


Dania pun menepis tangan Randy.


"Kamu belain, dia (menunjuk kiara) Aku ga nyangka, ya, belum lama kamu bilang cinta sama aku, mau hidup selamanya sama aku, tapi sekarang, apa? Kamu malah belain wanita lain di banding aku, (menunjuk diri sendiri) Istri kamu." ucap Dania dengan geram.


Kiara yang melihat pertengkaran antara suami istri itu pun benar-benar jadi tak enak hati.


"Tunggu dulu, tolong, jangan bertengkar, duh, aku jadi ga enak sama kalian" ucap Kiara.


Dania pun menatap Kiara dengan tajam.


"Kalau gitu, ngapain kamu masih disini?" tanya Dania.


Randy pun menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.


"Ampun deh, ngamuk lagi." ucap randy dalam hati.


Kiara mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan memberikannya pada Dania.


"Apaan, nih?" tanya Dania bingung.


Kiara tersenyum menatap Dania.


"Itu surat undangan untuk kalian, satu minggu lagi aku akan menikah, maaf, kamu jadi salah paham sama Randy, aku tadi mau ngasih undangan itu sama kalian, tapi kalian kelihatannya sibuk, jadi, aku ga enak mau ganggu kalian." ucap Kiara.


Dania terkejut mendengar ucapan Kiara, wajahnya memerah.


Seketika Dania menjadi tak enak hati karena sudah memarahi Kiara.


Randy yang melihat ekspresi Dania pun langsung merangkul bahu Dania dan mengusapnya lembut.


"Makasih, ya, ra, kami akan usahakan datangm" ucap Randy sambil tersenyum pada kiara.


Kiara mengangguk dan pamit meninggalkan Hotel.


Ta lama pesanan pun datang.


Randy dan Dania langsung masuk kembali ke dalam kamar.


Dania duduk di tepi tempar tidur tanpa bersuara.


"Minum obat nya dulu, yank, terus nanti, air jahenya di minum, ya." ucap Randy sambil memberikan obat pada Dania.


Dania pun mengambil obat itu dan meminumnya.


Dania membaringkan tubuhnya dan tidur menyamping memunggungi randy.


Randy mengerti, istrinya itu pasti sedang merasa tak enak hati karena sudah salah paham.

__ADS_1


Randy pun membaringkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya.


Beberapa menit berlalu tetapi Randy masih sulit memejamkan matanya.


Randy terbiasa tidur memeluk dania, jadi saat tak memeluk Dania membuatnya tak bisa memejamkan matanya.


Randy pun melihat ke arah punggung dania dan mulai mendekati Dania lalu memeluknya.


Dania tersentak dan randy pun ikut tersentak karena ternyata Dania belum tidur.


Randy menarik lengan Dania dan kini mereka saling berhadapan.


"Kok, kamu belum tidur, yank?" tanya Randy.


Dania pun menggelengkan kepalanya dan mengerucutkan bibirnya.


Randy pun memeluk Dania.


"Masih kepikiran soal tadi, ya?" tanya Randy.


Dania pun mengangguk.


"Udah, ga apa-apa, lain kali, jangan langsung menyimpulkan apapun sebelum tahu kebenarannya." ucap Randy sambil mengusap lembut punggung Dania.


Dania pun mengangguk dan memeluk tubuh Randy.


"Tidur yuk, aku ngantuk." ucap Randy.


Dania hanya mengangguk tanpa bersuara.


Randy pun melepaskan pelukannya dan mengecup kening Dania.


"Selamat tidur, sayang" ucap Randy.


Dania pun mengangguk.


******


Sudah satu minggu semenjak terjadi kesalah pahaman antara Dania dan Kiara.


Hari ini, tepatnya pukul 19.00 wib nanti adalah hari resepsi pernikahan Kiara yang akan di laksankan di salah satu Hotel di Jakarta.


Pukul 18.00 wib Dania tengah bersiap di kamar, sdangkan Randy sudah siap lebih dulu dan tinggal memakai jasnya saja.


Kini Randy tengah duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Yank, rambut ku di gerai aja, apa di cepol?" tanya Dania dengan masih menatap dirinya di cermin.


"Di apain aja tetap cantik, yank." ucap Randy dengan masih fokus pada ponselnya.


Dania pun menggelengkan kepalanya melihat Randy sejenak.


Beberapa menit berlalu, dan Dania sudah selesai berdandan.


"Yank, aku udah selesai, nih" ucap Dania.


"Hhmm ..." Randy hanya berdehem dan masih fokus pada ponselnya.


Dania pun menjadi kesal.


Dugh.


"Aaauuwww ... Apa-apaan sih kamu, yank?" tanya Randy kesal sambil meringis kesakitan karena Dania melemparkan tas ke dadanya dan membuat ponselnya pun ikut terjatuh.


Dania pun mendekati Randy.


"Ngapain, sih? dari tadi di ajak ngomong malah fokus ke handphone terus." ucap dania sambil merebut ponsel Randy.


"Sejak kapan kamu main game online?"tanya Dania sambil menatap menyelidik pada Randy.


Randy pun tersenyum kikuk dan menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.


"Baru kok, yank, balikin dong hp ku." pinta Randy.


Dania pun menghapus aplikasi game tersebut dan mengembalikan ponsel itu pada Randy.


Randy pun mendengus kesal dan menyimpan ponselnya disaku celananya.


"Ayo, cepetan, nanti kita telat, aku ga enak sama Kiara"ucap Dania sambil memakaikan jas pada Randy.


Dania pun mengambil tasnya dan berjalan keluar kamar.


Randy menatap bingung pada Dania.


"Huh, kemarin-kemarin aja ngamuk kalau denger nama kiara, sekarang aja, malah buru-buru pengen ketemu." ucap Randy dalam hati.


Randy pun tersenyum dan berjalan keluar kamar.


******


Sesampainya di Hotel.


Randy menggandeng dania dan mulai memasuki Hotel menuju ballroom.


Begitu sampai di ballroom, Randy dan Dania bertemu dengan Dio. Ya, Dio ada di sana juga.


Karena Randy, Dio, dan Kiara sudah saling kenal sejak masih sekolah SMP. Hanya saja saat akan memasuki sekolah SMA, Kiara memilih sekolah di luar negri karena orang tuanya di tugaskan bekerja disana, sedangkan Randy dan Dio masih tetap sekolah di Sekolah yang sama.


Mereka pun saling berbincang dan setelah beberapa saat waktunya para tamu bersalaman dengan pengantin.


Dania pun menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.


Randy menggenggam tangan Dania dan tersenyum.


"Jadi inget waktu resepsi nikahan kita ya, yank, kamu cantik banget duduk di pelaminan, waktu itu" ucap Randy sambil tersenyum.


Dania pun tersenyum mendengar ucapan randy.


Tibalah saatnya Dania dan Randy menyalami pengantin.


Kiara pun tersenyum melihat Dania dan Randy.


"Selamat, ya, kiara" ucap Dania sambil tersenyum.


"Makasih ya, kalian udah mau sempetin dateng." ucap Kiara.


Dania pun mengangguk dan memeluk Kiara.


"Kiara, maafin aku ya, waktu itu udah salah faham sama kamu, aku beneran ga enak sama kamu." ucap Dania.


Kiara melepaskan pelukan Dania dan tersenyum menatap Dania.


"Ga apa-apa, kok, aku ngerti, aku juga kalau ada di posisi kamu, pasti ngelakuin hal yang sama, aku tau, kamu sayang banget sama Randy, semoga pernikahan kalian langgeng terus, ya." ucap Kiara.


Dania pun mengangguk dan tersenyum.


"Kamu juga, ya, semoga pernikahan kalian langgeng sampe maut memisahkan."ucap Dania sambil memeluk Kara.


Randy pun tersenyum melihat istrinya itu terus memeluk Kiara.


"Yank, udahan pelukannya, masih banyak yang ngantri nih, buat nyalamin pengantinnya." bisik Randy.

__ADS_1


Dania pun melepaskan pelukannya.


"Sekali lagi selamat, ya" ucap Dania pada Kiara.


"Selamat, yam" ucap Randy sambil menyalami suami Kiara dan juga Kiara.


Setelah selesai menyalami pengantin, Dania dan Randy pun berbincang kembali dengan Dio.


"Aku ke toilet dulu, ya." ucap Dania.


"Mau aku anter?" tanya Randy.


Dania pun menggelengkan kepalanya.


"Ga usah, aku sendiri aja" ucap Dania.


Randy pun mengangguk dan kembali berbincang dengan Dio.


Sedangkan Dania langsung pergi menuju toilet.


Setelah selesai membuang air kecil, Dania mencuci tangannya dan tiba-tiba Dania di kejutkan dengan sosok yang tak asing sedang berdiri di belakangnya dan tampak terlihat dari cermin.


Sosok itu pun menatap Dania lewat cermin.


"hai, babe."


Dania pun menatap malas pada orang itu yang tak lain adalah Riko.


"Kamu makin cantik aja." ucap Riko.


Dania pun terkejut melihat riko mengunci pintu toilet.


"Rileks aja, babe, aku ga akan nyakitin kamu, kokm" ucap Riko dan mulai mendekati Dania.


Dania pun terus mundur dan menabrak dinding toilet.


"Stop ..! Jangan deket-deket." ucap Dania.


Riko pun meghentikan langkahnya.


"Kenapa, babe? Kenapa kamu takut sama aku?" tanya Riko.


"Riko tolong, aku udah nikah, aku mohon jangan kaya gini." ucap Dania.


Riko pun tersenyum sendu menatap Dania.


"Aku ga peduli." ucap Riko.


"Riko please, kamu bisa dapetin cewek mana pun yang kamu mau, jangan gangguin aku terus, Ko, aku ga mau Randy salah paham sama aku" ucap Dania.


Riko pun terus mendekati Dania.


"Aaarggghh .. Riko lepas." Dania terkejut saat Riko memeluk pinggangnya.


"Ga akan " ucap Riko.


"Ko jangan gila, ya, aku bisa laporin kamh karena kasus pelecehan " ucap Dania.


Hahaha.


Riko pun tertawa keras dan membuat Dania kebingungan.


Riko mengeratkan pelukannya hingga kini tubuhnya dan tubuh Dania benar-benar menempel.


"Kamu mau laporin aku, cuma karena aku meluk kamu? Kamu ini lucu banget babe, dulu bahkan kita melakukan sesuatu yang lebih dari ini, kita bahkan sering tidur bareng di tempat tidur yang sama, kamu bahkan ga bisa tidur kalau ga peluk aku." ucap Riko sambil tersenyum mengingat saat-saat dia dan Dania dekat dulu.


Dania pun membulatkan matanya dan mencoba melepaskan pelukan Riko namun Riko menahannya.


Brak.


Dania dan Riko terkejut saat mendengar suara dobrakan pintu.


Dania bahkan tak kalah terkejut saat melihat Randy yang sudah mengepalkan tangannya.


Mereka tak sadar, sudah sejak tadi Randy mendengarkan pembicaraan mereka dari luar pintu.


Niat Randy ingin melihat Dania karena cukup lama di toilet, namun Randy justru harus mendengarkan ucapan Riko yang membuat hatinya terasa terbakar.


Dania pun mendorong tubuh Riko dan pelukan itu pun terlepas.


Dania mendekati Randy dan mencoba meraih tangan Randy namun Randy langsung menepisnya.


Randy pun berjalan mendekati Riko.


"Beraninya kamu sentuh istri aku (bugh) Kamu gila, Riko (bugh) Kamu harus pergi ke psikiater buat periksa (bugh)" Bentak Randy.


Randy emosi dan memukul wajah juga perut Riko berkali-kali sampai Riko terjatuh ke lantai. Saat Randy akan menarik Riko untuk bangun, Dania pun mencoba menghentikan Randy.


"Stop aku mohon, kamu bisa bunuh dia kalau kaya gini, yank" ucap Dania.


Hahaha.


Riko tertawa melihat Randy dan Dania.


Dania pun bingung melihat Riko yang tiba-tiba tertawa.


"Kamu tahu, kenapa aku sampai sekarang belum bisa move on dari istri kamu? Heh, kamu dengar ini baik-baik, sebelum kamu, (menunjuk Randy) Aku jauh lebih dulu tahu Dania luar dalem." ucap Riko menyeringai.


Dania terkejut mendengar ucapan Riko,


bahkan Randy tak kalah terkejut mendengar ucapan Riko.


Randy pun menatap Dania dengan tajam dan meninggalkan dania dengan Riko.


Dania pun menatap Riko dengan tajam dan mendekati Riko.


Plak.


Satu tamparan keras Dania layangkan di pipi Riko.


Riko pun tersenyum miris menatap Dania.


Dania meninggalkan Riko dan mencoba mengejar Randy.


"Yank, tunggu sebentar, aku bisa jelasin semuanya." ucap Dania sambil memegang tangan Randy.


"Lepas " ucap Randy dingin.


Dania pun memeluk randy dari belakang.


"Aku mohon, kamu dengerin aku dulu, apa yang kamu dengar, ga seperti apa yang kamu pikirin." ucap Dania dengan lirih.


Randy menghembuskan nafas kasar dan melepas paksa pelukan Dania.


"Tolong, jangan ganggu aku, aku butuh waktu." ucap Randy dingin.


Randy pun meninggalkan dania sendiri dan pergi dari Hotel.


Sedangkan Dania hanya diam menatap kepergian Randy.


Sesaat kemudian tangis Dania pun pecah.

__ADS_1


Dania kecewa karena Randy tak ingin memberinya kesempatan untuk menjelaskan.


__ADS_2