Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 88


__ADS_3

Randy memasuki kamar hotelnya. Setelah seharian berada di restauran membuatnya cukup lelah.


Dia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dan memijit dahinya, kepalanya terasa cukup pusing.


"Si kembar lagi apa, ya?" gumam Randy.


Randy mengambil ponselnya dan terkejut saat melihat ponselnya yang ternyata belum dia hidupkan dari sejak dia mendarat di Bandara tadi pagi.


Pantas saja seharian ini tak ada yang menghubunginya, pikirnya.


Dia menghidupkan ponselnya dan setelah menunggu beberapa saat, masuk lah beberapa notifikasi yang di antaranya banyak panggilan tak terjawab dari Dania dan ada pesan juga dari Dania.


"Ya ampun, Dania pasti cemas banget." ucap Randy.


Dia pun menghubungi Dania lewat video call.


Tak lama video call pun tersambung dan terlihat lah Dania yang memasang wajah cemberut. Randy tersenyum melihat ekspresi istrinya itu, jelas sekali terlihat istrinya itu tengah kesal padanya karena seharian ini dia tak memberikan kabar.


"Maaf yank, aku lupa ngabarin, tadi sibuk banget di Restauran. Ini, baru balik ke hotel." ucap Randy.


"Hhmmm ..." Dania hanya berdehem dan masih memasang wajah cemberut.


"Si kembar lagi apa, yank? Aku kangen banget sama mereka." ucap Randy.


"Sama Mommy nya, enggak kangen." ucap Dania.


Randy tersenyum dan memanyunkan bibirnya akan mencium Dania, membuat Dania yang tadinya cemberut justru menjadi terkekeh geli melihat bibir keriting suaminya itu.


"Jelek banget." ejek Dania.


"Biarin, udah laku, ini." ucap Randy.


"kaya barang aja, pake laku segala."ucap Dania.


"Mana si kembar, yank? Apa mereka di kamarnya?" tanya Randy.


"Enggak, mereka di kamar kita." ucap Dania sambil mengarahkan ponselnya pada si kembar yang tengah tertidur pulas.


"Kenapa mereka ga tidur di kamarnya, yank." tanya Randy.


"Mulai malam ini dan seterusnya, mereka akan tidur sama kita." ucap Dania.


"Kenapa emang? Kemana Lia sama Novi?" tanya Randy.


"Mereka udah ga kerja sama kita lagi." ucap Dania.


"Apa? Kenapa, yank? Terus, si kembar gimana kalau ga ada mereka?" tanya Randy.


"Kenapa meski takut? Kan ada kita, orang tuanya. Ya, kita berdua yang akan urus mereka, tanpa baby sitter." ucap Dania.


"Ya, tapi kenapa, yank? Apa kamu pecat mereka?" tanya Randy.


"Hhmm ..."


"Kenapa kamu pecat mereka? Apa salah mereka? " tanya Randy.


"Nanti aja aku ceritain, kalau kamu udah di rumah" ucap Dania.


"Ya udah, deh, tolong cium si kembar buat aku, ya, yank. Cium di pipinya yang gembil, itu." ucap Randy.


"Iya. Ya udah, kamu istirahat deh, yank, jangan tidur malem-malem." ucap Dania.


"Iya, sini biar aku cium kamu dulu,


emuach ... Buat, kening kamu." ucap Randy.


Dania tersenyum dan mengangguk.


"Bye sayang, i miss you." ucap Randy.


"I miss you too." ucap Dania dan video call pun berakhir.


******


Keesokan harinya..


Pagi ini Randy dan Gio sudah berada di Restauran.


Masih ada waktu sekitar tiga puluh menit lagi untuk memulai acara memasak. Sementara, sudah banyak wartawan dari beberapa majalah di antaranya ada yang dari majalah bisnis dan kuliner.


Mereka tengah menyiapkan segala keperluannya, termasuk beberapa kamera yang akan meliput kegiatan memasak hari ini.


Sudah ada dua kepala Chef.


Salah satunya Chef Brian, kepala Chef dari Outlet Bali dan kepala Chef dari Outlet yang berada di Jakarta.


Selain itu, ada juga asisten Chef yang turut hadir di acara tersebut.


"Maaf, aku terlambat." ucap Sheila yang baru saja sampai di Restauran.


"Masih ada waktu, Shei" ucap Gio.


Sheila mengangguk dan melihat sekeliling yang tampak sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Waktu pun berlalu dan acara memasak sudah di mulai. Sambil para Chef memasak menu-menu best seller yang di jual di Restauran, di lakukan pula sesi tanya jawab antara kepala Chef dengan wartawan. Kepala Chef menjelaskan beberapa bahan pokok menu makanan yang di jual di restauran tersebut dan cara membuatnya.

__ADS_1


Sedangkan untuk bagian floor, di lakukan juga tanya jawab tentang cara pembuatan menu minuman best seller yang di jual di restauran tersebut.


Setelah selesai memasak, acara tanya jawab pun selesai. Kini tiba saatnya sesi tanya jawab antara wartawan dengan para Owner perusahaan f&b tersebut, yang tak lain adalah Randy, Sheila dan Gio.


"Silahkan, sesi tanya jawab bersama para owner dari perusahaan f&b ini, sudah bisa di mulai." ucap pembawa acara.


Tak lama salah satu wartawan dari majalah bisnis mengangkat tangannya, memberi tanda ingin memberikan pertanyaan.


"Apa motivasi anda bertiga mendirikan perusahaan f&b, ini?" tanya wartawan majalah bisnis tersebut.


Gio dan Sheila tersenyum.


Mereka menunjuk Randy agar menjawabnya. Karena Randy lah, orang yang pertama kali mendirikan perusahaan f&b ini.


"Terimakasih. Sebetulnya, motivasi saya mendirikan perusahaan f&b ini, adalah karena saya ingin, merubah kehidupan saya ke tarap yang lebih baik. Saya ingin, membahagiakan orang-orang yang saya sayangi, dan seseorang yang spesial, tentunya, dalam hidup saya. Saya ingin memberikan kehidupan yang layak, untuknya. Jujur saja, saya mendirikan perusahaan f&b ini bukan karena saya mampu, tetapi karena saya nekat. Tapi di samping itu, karena saya pun melihat ada peluang besar berbisnis f&b ini, dimana setiap orang membutuhkan makanan untuk bertahan hidup, dan saya rasa makanan itu yang di cari setiap hari oleh semua orang."ucap Randy.


"Apa definis, sukses menurut, anda? a


Apa manurut anda, dengan pencapaian yang anda dapat di usia muda, ini, sudah termasuk ke dalam kesuksesan yang anda impikan? kah?" tanya wartawan itu.


"Mungkin, Iya. Tetapi saya rasa, kesuksesan bukan hanya, pencapaian dalam urusan materi, saja. Tetapi, bagi saya sukses adalah, saat kita juga dapat memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang kita sayangi. Lagi pula, apa yang saya capai saat in, tak akan pernah saya dapatkan jika, tanpa mereka, orang-orang yang menyayangi, dan mendukung saya dari titik terendah, hingga saat ini. Tentu saja, karena kedua rekan saya, ini, juga (melihat kearah Dio dan sheila) Perusahaan f&b, ini, dapat berada, di titik saat ini dan memiliki beberapa Outlet di Indonesia." ucap Randy.


Gio dan Sheila tersenyum, mereka tampak mendengarkan ucapan Randy dengan seksama. Tak dapat di pungkiri, ada rasa kagum di hati keduanya saat Melihat kerja keras Randy dalam membangun perusahaannya sendiri.


"Untuk anda, Bu Sheila, apa yang membuat anda tertarik untuk bergabung di dunia f&b? sementara, anda adalah seorang model, sekaligus fashion designer?" Tanya wartawan.


"Ya, karena saya melihat adanya peluang yang besar. Di dalam dunia bisnis, tentunya, keuntungan yang kita cari. Saya melihat, banyak sekali keuntungan bergabung di lerusahaan f&b, ini, dan salah satunya, sih, ya, karena sebetulnya, saya ini suka sekali makan makanan Indonesia." ucap Sheila sambil tersenyum manis, membuat para wartawan yang di dominasi oleh para pria itu, sesaat merasa terpesona dengan manisnya senyuman wanita cantik di hadapan mereka kini.


"Dan untuk anda, Pak Gio, anda ini terkenal dengan bisnis properti anda, apa, yang membuat anda justru tertarik masuk ke dalam dunia f&b?" tanya wartawan.


"Tak jauh beda dengan, Bu Sheila dan pak Randy. Saya pun, merasa ada peluang yang besar di dunia f&b ini, dan karena saya suka makan makanan indonesia juga, maka dari itu,saya bergabung dengan perusahaan f&b, ini." ucap Gio sambil tersenyum dan menatap ke arah Sheila.


Sheila pun membalasnya dengan senyuman manisnya.


Setelah sesi tanya jawab itu selesai,


Randy, Sheila dan Gio pun langsung meninggalkan restauran.


"Mau mampir ke apartemenku, nanti malam? Aku bisa, masakin makan malam untuk kalian, yah, anggap saja untuk merayakan suksesnya acara hari, ini" ucap Sheila.


Randy tersenyum dan mengangguk.


"Tentu aja, kita akan datang." ucap Randy.


Gio hanya tersenyum menatap sheila, sementara Randy pun ikut tersenyum melihat teman sekaligus rekan bisnisnya itu tak hentinya tersenyum menatap Sheila.


"Ehheumm ... Maaf, aku harus pergi, sekarang, masih ada pekerjaan, lainnya." ucap Randy beralasan.


Sebetulnya, Randy sengaja ingin meninggalkan Gio berdua saja dengan Sheila agar temannya itu memiliki waktu untuk mengobrol berdua saja dengan Sheila.


"Baik lah, aku tunggu nanti malam, di apartemenku. Alamatnya nanti, aku kirim lewat pesan." ucap Sheila.


Sementara Gio dan Sheila menjadi terlihat canggung.


"Aku juga harus pergi, masih ada urusan lain."ucap Gio.


"Eumm .. Jangan lupa, nanti malam." ucap Sheila dan di angguki oleh Gio.


Dengan langkah cepat Gio mendekat ke arah Randy.


Puk.


Randy tersentak saat tiba-tiba ada yang menepuk bahunya.


"Lah, lo kok, kesini?" tanya Randy bingung melihat Gio yang tiba-tiba ada di belakangnya.


"Lo sengaja, kan, ninggalin gue sama Sheila." ucap Gio.


Randy tersenyum dan menggidigkan bahunya.


"Enggak juga, gue emang ada urusan lain sama Lisa, iya, kan, Sa."ucap Randy sambil melihat ke arah Lisa.


Lisa tersenyum dan mengangguk.


"Jangan bilang, lo ada main gila sama sekretaris lo, makanya, lo buru-buru pergi." bisik Gio.


Randy membulatkan matanya dan segera membungkam mulut Gio dengan telapak tangannya.


"Lo jangan suudzon, dong, bisa jadi fitnah, nantinya." ucap Randy.


Gio pun terkekeh


"Ya, ya, gue percaya lo ga ada main sama sekretaris lo. Secara, Dania udah sempurna banget, jadi istri." bisik Gio.


"Ehheumm ... Maaf, Pak, saya permisi ke toilet, sebentar." ucap Lisa.


Lisa merasa, kedua Pria di hadapannya itu, tengah membicarakannya karena itu, lebih baik dia menghindar untuk sementara.


Randy dan Gio saling tatap, dan Randy pun mengangguk.


"Nanti langsung ke mobil, aja, ya. Saya tunggu di mobil." ucap Randy dan di angguki oleh Lisa.


Lisa pun bergegas pergi menuju toilet.


"Bareng aja keparkiran." ucap Gio.

__ADS_1


Randy dan Gio pergi menuju parkiran, dan tak lama kemudian Lisa masuk ke dalam mobil. Randy pun langsung melajukan mobilnya menuju hotel.


Sesampainya di hotel..


Randy bergegas masuk ke dalam kamar hotelnya dan mengambil ponselnya. Dia menghubungi nomor Dania dan Dania pun menjawab telponnya.


"Hallo, yank, gimana? Udah selesai, acaranya." tanya Dania.


"Udah yank, aku baru sampai hotel. Si kembar lagi apa?" tanya Randy.


"Lagi main sama aku, abang Ray lagi belajar tengkurap, lucu banget, deh, yank, masa, dia mau tengkurap tapi kesusahan, terus, jadinya kesal sendiri." ucap Dania sambil terkekeh melihat tingkah Baby Raydan yang menggemaskan.


Baby Raydan bahkan baru berusia dua bulan, tetapi dia sudah mulai akan tengkurap.


"Masa sih, yank? Aku jadi ga sabar pengen cepet pulang. Bilangin abang Raydan, jangan dulu tengkurap sebelum Papa pulang, biar nanti, Papa lihat pertama kali abang Ray tengkurap." ucap Randy.


Dania terkekeh mendengar ucapan suaminya itu.


"Mana ngerti bayi sekecil itu, kamu ini, ada-ada aja. Makanya kamu cepet pulang, yank. We miss you Papa." ucap Dania.


"Besok pagi Papa pulang, ya, kesayangan Papa. Aduh, jadi kangen banget sama kalian." ucap Randy.


"Loh, loh, kenapa, yank? Kenapa abang Ray nangis?" Tanya Randy saat tiba-tiba mendengar suara tangisan baby Raydan.


"Itu dia kesel sendiri, yank, karena ga bisa tengkurap, dari tadi, mau tengkurap malah ga jadi terus, jadinya marah, deh." ucap Dania sambil terkekeh. Sungguh lucu bayi laki-lakinya itu.


"Ya, udah, kasih dia mimi susu dulu, yank, aku mau istirahat sebentar." ucap Randy.


"Ya udah, bye, sayang." ucap Dania dan mematikan telponnya.


Randy pun langsung memejamkan matanya, acara hari ini cukup membuatnya lelah.


******


Pukul 18.00 di apartemen Sheila.


Randy dan Gio sudah berada di apartemen Sheila. Mereka tengah duduk di meja makan sambil memperhatikan Sheila yang tengah memasak dengan begitu cekatan.


Sheila tersenyum melihat ke arah Randy dan gio, kedua pria itu sudah seperti anaknya saja yang tengah menunggu makan malam dari Ibunya.


"Tadaa ... Selesai semua masakan ku." ucap Sheila sambil meletakkan menu masakan terakhir yang baru saja matang di meja.


"Kayanya, enak semua." ucap Gio.


"Semoga kalian suka." ucap Sheila.


Randy dan Gio mengangguk.


Sheila pun membantu mengambilkan makanan untuk Randy dan Gio.


"Selamat makan."ucap Sheila.


"Ya, selamat makan." ucap Randy dan Gio bersamaan.


Sheila hanya terkekeh dan mulai menyantap makan malamnya.


Setelah beberapa saat, acara makan malam pun selesai. Kini Randy, dan Gio tengah berada di ruang tamu menonton film bergendre action. Sementara, Sheila tengah mengambil sesuatu. Dia mengambil satu otol red wine dan satu botol white wine, juga tiga gelas wine dan membawanya ke ruang tamu.


"Kamu, minum?" tanya Randy.


"Ga sering, tapi untuk malam ini, ayo kita minum." ucap Sheila.


Randy dan Gio saling tatap.


"Aku ga minum." ucap Randy.


"It's okay, kamu, Gio?" tanya Sheila sambil menatap Gio.


"Yah, boleh, satu gelas red wine aja." ucap Gio.


Sheila mengangguk dan menuangkan red wine ke dalam gelas milik Gio dan menuangkan white wine ke dalam gelas miliknya.


"Untuk merayakan hari ini." ucap Sheila sambil mengangkat gelasnya dan di sambut oleh Gio.


Sheila dan Gio menenggak wine itu sampai habis. Tanpa terasa keduanya sudah sampai tak sadarkan diri, alias mabuk karena terlalu banyak minum.


Randy hanya menggelengkan kepala melihat Gio dan Sheila.


Randy tersentak saat tiba-tiba Sheila naik kepangkuannya


"Apa-apaan, sih, Shei?" tanya Randy mulai panik.


"Sebentar aja, aku mau peluk kamu." ucap Sheila dan memeluk Randy dengan erat, membuat Randy merasa engap dan mendorong paksa Sheila hingga Sheila terjengkang dan hampir jatuh ke lantai. Namun dengan cepat Randy menahannya.


"Kenapa, sih? kamu ga pernah lihat aku. Aku selalu, suka sama kamu dari kita masih SMP, dulu." gumam Sheila.


Randy mengernyit mendengar ucapan Sheila, dia tak mengerti apa maksud Sheila? Randy bahkan baru mengenal Sheila saat Sheila meminta bergabung dengan perusahaannya. Jadi mana mungkin mereka sudah saling kenal sejak masih SMP.


"Kamu mabuk, Sheila." ucap Randy.


Sheila menggeleng dan terduduk lemas di lantai.


"Aku cinta kamu." gumam Sheila dan tak lama Sheila pun tak sadarkan diri.


Randy menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.

__ADS_1


Dia mengangkat tubuh Sheila dan membaringkannya di sofa ruang tamu.


Setelah itu dia memapah Gio keluar dari apartemen Sheila dan kembali ke hotel.


__ADS_2