
Pukul 06.30 wib Dania sedang menyiapkan sarapan di dapur, dia membuat sarapan roti bakar dengan selai cokelat untuk nya dan nasi goreng kesukaan Randy.
Setelah selesai membuat sarapan, Dania pergi ke kamar untuk membangunkan Randy.
Dania masuk ke dalam kamar dan di lihatnya Randy sedang tertidur menyamping dengan memeluk guling.
Dania mendekati Randy dan menatap intens wajah Rand, wajahnya begitu manis bahkan saat sedang tidur sekali pun.
"Jangan pergi, kiara." gumam Randy dengan mata masih terpejam.
Tubuh Randy mendadak berkeringat dan raut wajahnya terlihat gelisah.
Dania mengerutkan dahinya mendengar Randy mengigau menyebut nama orang lain, dan bisa di pastikan itu adalah nama perempuan.
Dania menepuk pelan lengan Randy, Randy pun membuka matanya perlahan.
"Kiara." gumam Randy sambil menatap Dania.
Dania mengerutkan dahinya dan melambaikan tangannya di depan wajah Randy.
"Hello ..." ucap Dania.
Randy pun tersentak dan bergegas duduk.
"Ahh, yank, selamat pagi." ucap Randy dengan suara serak bangun tidurnya.
Dania menatap malas pada Randy dan berjalan membuka gorden kamarnya.
Randy mendekati Dania dan memeluk Dania dari belakang dan menciumi tengkuk Dania.
"Wangi, yank, aku suka." ucap Randy sambil masih terus menciumi tengkuk Dania.
"Aku udah bikinin sarapan, sekarang kamu mandi dulu, terus sarapan." ucap Dania.
Randy pun mengangguk dan melepaskan pelukannya. Dia bergegas menuju kamar mandi dan Dania langsung bersiap mengganti pakaiannya dengan seragam Sekolahnya. Setelah selesai, Dania keluar kamar menuju meja makan.
Tak berapa lama Randy keluar dari kamar,
Randy dan Dania pun sarapan dengan tenang.
******
Sesampainya di Sekolah.
Dania turun dari motor dan membiarkan Randy membukakan helm nya.
"Pulangnya aku jemput ya,.yank." ucap Randy.
Dania mengangguk dan bergegas masuk ke Sekolah.
Randy menatap Dania dengan tatapan bingung.
"Kenapa sih, dia?" gumam Randy.
Randy tak mengerti, mengapa dania mendadak menjadi pendiam?
Randy pun tak mau ambil pusing dan bergegas menuju Kampus.
Sementara di kelas , Dania mendadak murung memikirkan Randy mengigaukan nama perempuan lain saat tidur.
Tak lama Guru pun masuk dan memulai kegiatan belajar.
******
Dua jam kemudian bel istirahat berbunyi, semua murid berhambur menuju Kantin, termasuk Dania, Mia, dan Ina.
Sesampainya di kantin, mereka bertiga langsung memesan makanan dan saat sedang menunggu pesanan datang, Dania di kejutkan dengan sosok yang tiba-tiba duduk di sampingnya, Dania pun menatap malas pada orang itu.
Dania kesal bertemu orang itu, yang tak lain adalah Riko.
"Babe, aku mau ngomong." ucap Riko sambil menatap Dania.
Dania pun tak menjawab ucapan Riko.
"Babe, jangan pura-pura ga dengar." ucap Riko sambil memegang tangan Dania.
Dania menghempaskan tangan Riko dan menatap rajam ke arah Riko.
"Ngomong aja." ucap Dania.
"Kita pindah ke meja, sana." ucap riko sambil menunjuk meja yang berada di ujung dekat dinding.
Dania pun melihat ke arah Mia dan Ina.
"Kita aja yang pindah, yuk, Na" ajak Mia pada Ina.
"Ehh, jangan dong kalian di si-" belum sempat Dania meneruskan ucapannya, tetapi Riko sudah lebih dulu menyela ucapannya.
"Ya udah, thanks ya."ucap Riko sambil tersenyum manis menatap Mia dan Ina.
Mia dan Ina pun mengangguk dan pindah ke meja lain.
"Pulang sekolah jalan yuk, babe." ucap Riko.
"Aku ga mau." ucap Dania.
"Kenapa?" tanya Riko.
"Ga mau aja, mending kamu ajak perempuan lain deh." ucap Dania dengan malas.
__ADS_1
"Tapi aku maunya sama kamu, babe." ucap Riko.
Dania pun mendengus kesal dan membuang wajah ke arah lain. Pandangannya tak sengaja melihat Niken juga sedang melihatnya. Tatapannya tentu saja tajam, sepertinya dia cemburu melihat Riko berdekatan dengannya.
"Tuh, mendingan lo ajak jalan pacar kamu." ucap Dania sambil mengarahkan pandangannya pada Niken.
Riko pun melihat ke arah Niken dan kembali menatap Dania.
"Kami udah putus." ucap Riko.
"Oh, ya, kapan?" tanya Dania.
"Udah lama, aku putusin dia karena aku mau balik lagi sama kamu, aku serius mau tunangan sama kamu, babe." ucap Riko sambil menatap Dania dan menggenggam tangan Dania.
Dania pun membulatkan matanya dan menatap Riko dengan tatapan tajam.
Sesaat kemudian dia tersenyum sinis dan mnghempaskan tangan Riko.
"Tapi aku ga mau balikan sama kamu, apa lagi sampe tunangan." ucap Dania.
"Kenapa, sih? Apa kurangnya aku? Kita juga udah kenal dari keci, jadi apa yang bikin kamu sampai nolak aku terus?" tanya Riko dengan nada agak kesal.
Dania pun tersenyum tipis mendengar ucapan Riko.
"Kamu dengar baik-baik omongan aku, Aku ga mau kembali sama pengkhianat kaya kamu." ucap Dania dengan penuh penekanan.
"Ya ampun babe, aku udah minta maaf sama kamu, masa kamu ga bisa maafin aku juga." ucap Riko frustasi.
Dania pun menggelengkan kepalanya.
"Kamu juga pasti tau, kalau aku udah punya pacar, jadi kenapa kamu masih aja maksa buat balik sama aku?" ucap Dania
"Maksud kamu, Randy?" tanya Riko.
"Hhmm ..."
"Kenapa kamu ga tinggalin dia aja sih, terus balik sama aku?" Tanya Riko dengan nada kesal.
"Huh, jangan mimpi deh, sampai kapan pun aku ga akan pernah ninggalin Randy." ucap Dania dengan penuh penekanan.
Riko pun tersenyum mengejek menatap Dania.
"Gimana kalau sampai Papa kamu tahu kebenaran nya?" tanya Riko santai.
Dania pun menatap bingung pada Riko.
"Maksud nya?" tanya Dania.
Riko mengeluarkan ponselnya dan menunjukan sebuah video pada Dania.
Dania pun terkejut melihat video itu, dengan cepat Dania merebut ponsel Riko dan menghapus video tersebut.
"Hapus aja, itu cuma copyan nya, yang aslinya di flashdisk ku" ucap Riko.
"Kapan kamu ambil video itu?" tanya Dania dengan penuh penekanan.
Riko pun menyeringai.
"Udah lama, semenjak kamu mulai deket sama tuh cowok." ucap Riko santai.
Dania pun mengelus dadanya dan bernafas lega.
"Apa mau kamu, sebenernya?" tanya Dania sambil menatap riko.
Riko pun menyeringai menatap Dania.
"Kita tunangan." ucap Riko santai.
Dania menggelengkan kepalanya.
Mana mungkin dia akan tunangan dengan pria lain, sementara dia sendiri sudah memiliki suami.
"Aku ga bisa, Riko." ucap Dania.
"Ga masalah kalau kamu ga mau, padahal kalau kamu mau terima lamaran aku, aku bakalan kasih flashdisk itu sama kamu, tapi karena kamu ga mau,mendingan aku kasih aja video itu sama Papa kamu. Kamu bisa bayangin kan, gimana reaksi Papa kamu nanti?" ucap Riko sambil tersenyum menyeringai.
Dania mengepalkan tangannya.
Brak.
Dania menggebrak meja dan bangun dari duduknya.
"Kalau kamu berani lakuin itu, aku ga akan pernah maafin kamu seumur hidup aku." ucap Dania dengan geram.
Riko pun bangun dari duduknya.
"Terserah, aku kasih waktu tiga hari, kamu bisa pikirin baik-baik tawaran aku."ucap Riko.
"Tiga hari, secepat itu?" tanya Dania terkejut.
Riko pun menganggukkan kepalanya.
"Selama ini aku udah kasih kamu banyak waktu main-main sama cowok lain, jadi waktu tiga hari itu udah cukup" ucap Riko.
"Kenapa kamu kaya gini sih, Ko? Kamu bukan Riko yang aku kenal." ucap Dania sambil menatap Riko sendu.
Riko hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Dania, Riko pun melepaskan tangan Dania dan pergi meninggalkan Dania.
Sementara tubuh Dania mendadak menjadi lemas dan terduduk kembali. Dania menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakuin? aku ga mungkin ninggalin Randy, tapi kalau video itu sampai ke Papa, Papa pasti marah banget " gumam Dania.
******
Setelah kegiatan belajar mengajar selesai, bel pulang pun berbunyi.
Saat ini Dania sedang menunggu Randy di depan gerbang Sekolah, tak lama Randy pun datang dan tersenyum menatap Dania.
"Sini, yank, pake helm nya" ucap Randy sambil memakaikan helm pada Dania.
Setelah selesai, Dania pun naik ke atas motor dan langsung memeluk Randy dengan erat.
"Erat banget yank, peluknya?" ucap Randy tersenyum dan mengelus tangan Dania.
"Emang kenapa? Orang aku peluk suami aku." ucap Dania.
"Ya ga apa-apa."ucap Randy.
Randy pun langsung melajukan motornya menuju Apartemen.
******
Di perjalanan menuju Apartemen.
"Kamu mau ke Restauran?" tanya Dania.
"Iya, habis nganterin kamu ke Apartemen aku langsung ke Restauran." ucap Randy.
"Bisa ga, ga usah ke Rastauran." ucap dania. Dania.
"Kenapa emang?" tanya Randy.
"Aku mau di temenin kamu aja, lagian kan di Restauran banyak orang." ucap Dania.
Randy pun mengelus tangan Dania dan mengangguk.
"Oke, aku temenin." ucap Randy.
******
Sesampainya di Apartemen, Dania langsung memeluk erat tubuh Randy. Randy pun merasa heran melihat tingkah istrinya itu yang menurutnya tak seperti biasanya.
"Are you okay?" tanya Randy dengan mengelus punggung Dania.
Dania menggelengkan kepalanya dan meneteskan air matanya.
Randy terkejut merasakan pakaiannya basah.
Randy pun melepaskan pelukannya dan menatap Dania.
"Kamu nangis, kenapa? Siapa yang bikin kamu nangis, ha?" tanya Randy.
Dania tak menjawab pertanyaan Randy, dia menundukkan kepalanya dan semakin terisak.
"Yank, jawab aku ..!" ucap Randy tegas.
"Aku ga apa-apa, kok" ucap Dania di tengah isakannya.
Randy mengerutkan dahinya dan mengusap pipi basah Dania. Randy menggendong depan tubuh Dania dan Dania memeluk erat tubuh Randy, dengan kaki yang melingkar di pinggang Randy.
Randy berjalan menuju kamar dan mendudukan dirinya di pinggir tempat tidur.
Randy pun melepaskan pelukannya dan menatap Dania.
"Kamu kenapa, yank? Seharian ini sikap kamu aneh, ga kaya biasanya, kalau ada masalah di omongin, biar aku tahu." ucap Randy.
Dania pun menggelengkan kepalanya.
"Aku mau tidur." ucap Dania.
"Oke." ucap Randy.
Randy pun membaringkan tubuh Dania di tempat tidur.
"Temenin aku." ucap Dania.
Randy tersenyum dan mengangguk, dia naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya.
dengan cepat dania memeluk Randy dan Randy pun membalas memeluk dania dan mengelus lengan Dania.
"Yank ..." panggil Dania.
"Ya." ucap Randy.
"Kalau misalnya terjadi sesuatu sama pernikahan kita, gimana?" tanya Dania.
Randy pun melepaskan pelukannya dan menatap Dania.
"Kenapa ngomong kaya gitu?" tanya Randy.
"Jawab aja"ucap Dania.
Randy pun memeluk Dania kembali.
"Aku ga akan biarin pernikahan kita kenapa-kenapa, aku akan berusaha menjaga pernikahan kita." ucap Randy.
Dania pun mengangguk dan mengeratkan pelukannya, dia pun mulai memejamkan matanya.
Sementara Randy justru tak bisa tidur, dia memikirkan tingkah Dania yang aneh seharian ini.
__ADS_1