Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 81


__ADS_3

Flashback.


"coba hubungi randy, kok lama banget datangnya" ucap mama randy.


dania mengangguk dan mengambil ponselnya. belum sempat dania menghubungi randy, nomor randy bahkan sudah lebih dulu menghubunginya.


dania pun menjawab panggilan telfon dari randy.


"Hallo yank" ucap dania.


"Hallo selamat siang, apa anda istri dari pemilik ponsel ini?" tanya seseorang disebrang sana.


"iya betul, dimana suami saya?" tanya dania.


"Maaf pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan dan sekarang sudah berada dirumah sakit X" ucap orang tersebut.


Dania membulatkan matanya terkejut mendengar ucapan orang tersebut, jantungnya bahkan terasa berhenti berdegup. Mama randy yang melihat perubahan ekspresi dania pun merasa bingung.


"kamu kenapa dania? udah sampe mana randy?" tanya mama randy.


bukannya menjawab pertanyaan mama randy , tangis dania justru pecah, ia terisak dan tubuhnya mendadak terasa lemas.


mama randy menjadi panik melihat menantunya itu menangis.


Flashback end.


mama randy bangun dari duduknya dan langsung mendekati dania.


"kamu kenapa sih ha? kenapa nangis? bilang mama apa yang terjadi, jangan bikin mama jadi khawatir" ucap mama randy.


bibir dania seakan kaku tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun, ia justru semakin terisak dan membuat mama randy semakin dibuat bingung.


mama randy meminta pelayan membawakan sebotol mineral water dan menyuruh dania meminumnya agar lebih tenang.


setelah beberapa menit dania pun mulai tenang dan tak terisak lagi namun air matanya tak hentinya mengalir dengan pandangannya terlihat kosong menatap kearah sembarang.


"dania liat mama sini" ucap mama randy sambil menangkup wajah dania dan memaksa dania agar menatapnya.


"ada apa ha? siapa yang barusan telfon?" tanya mama randy dengan raut wajah cemasnya. ia sungguh cemas melihat menantunya itu tiba-tiba saja menangis.


"Randy ma" lirih dania.


mama randy mengerutkan dahinya dan duduk disamping dania.


"kenapa sama randy? dia udah sampe mana? dia jadi nyusul kita kan?" tanya mama randy.


dania terisak kembali, ia sungguh tak sanggup mengucapkan kata "Randy kecelakaan ma". Dania berharap kabar itu hanya kabar bohong, namun yang membuat dania bingung bagaimana bisa ponsel randy berada ditangan orang lain, sementara sekitar kurang lebih 30 menit yang lalu randy mengatakan bahwa ia tengah terjebak macet.


"Randy kenapa ha? jangan bikin mama khawatir dong dania" ucap mama randy dengan nada kesal. mama randy khawatir melihat dania namun juga kesal karena dania tak juga menjawab pertanyaannya.


"Randy kecelakaan ma" lirih dania.


mama randy terkejut bukan main mendengar putranya itu mengalami kecelakaan.


"Ya udah ayo kita kerumah sakit" ucap mama randy yang mulai bangun dari duduknya.


"Aku lemes ma, ga bisa bangun" ucap dania.


tubuhnya memang benar-benar terasa lemas, bahkan rasanya kakinya pun tak sanggup menopang berat tubuhnya.


"Ayo mama bantu bangun" ucap mama randy sambil membantu memegangi dania agar bangun.


"Aduh berat juga ya ibu hamil satu ini" bathin mama randy.


dania dan mama randy pun bergegas menuju rumah sakit yang orang ditelfon tadi katakan.


***


sesampainya dirumah sakit mama randy langsung menanyakan keberadaan randy dan langsung pergi menuju ruangan dimana kini randy berada.


mendekati ruangan tersebut langkah dania semakin lambat, jantungnya benar-benar berdegup kencang.


"Tenanglah,mama yakin randy baik-baik aja" ucap mama randy.


dania memeluk mama randy dan terisak dipelukannya.


"Aku takut ma" ucap dania disela isakannya.


"Mama juga, tapi kita harus hadapi ini semua. ayo" ucap mama randy.


dania melepaskan pelukannya dan mengikuti mama randy menuju ruangan tersebut.


ada seorang pria yang berdiri disana, tepatnya dipintu ruangan tersebut.


"Maaf anda yang membawa putra saya kerumah sakit?" tanya mama randy.


pria itu merasa antara percaya dan tidak saat melihat penampilan mama randy juga dania yang terlihat bukan seperti orang biasa.


"benar, saya yang pertama kali membawanya kerumah sakit, saya juga yang pertama kali melihatnya terlibat kecelakaan tunggal karena melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi" ucap pria tersebut.


"jadi bagaimana keadaan suami saya?" tanya dania.


"saya belum mendapatkan kabar dari dokter, tapi dilihat dari keadaannya sepertinya lukanya cukup parah, motornya pun rusak parah" ucap pria itu.


dania dan mama randy saling menatap merasa bingung dengan apa yang pria itu katakan. bukankah randy naik mobil? tapi mengapa bisa randy menjadi naik motor? "mungkinkah randy sengaja memesan ojeg karena ingin mempersingkat waktu?" fikir dania.


dania dan mama randy tersentak saat pria itu membuka suara kembali.

__ADS_1


"Maaf ini dompet dan ponsel suami anda" ucap pria itu.


dengan tangan bergetar dania mengambil dompet dan ponsel itu.


tapi tunggu dulu..


"Kok ada yang aneh ya" bathin dania.


pasalnya dompet itu seperti bukan milik suaminya, dania ingat betul dompet suaminya tidak lusuh seperti dompet tersebut.


dengan penuh rasa penasaran dania pun membuka dompet itu dan betapa terkejutnya ia saat melihat foto sekaligus nama yang tertera dikartu tanda pengenal yang terselip didompet tersebut.


dikartu tanda pengenal tertera foto pria paruh baya dan tertulis nama Sukijan.


"Maaf tapi ini bukan dompet suami saya" ucap dania.


mama randy dan pria itu merasa bingung dengan apa yang dania katakan.


"maksud kamu apa dania?" tanya mama randy.


"ini bukan dompet randy ma, foto nya juga bukan foto randy. ini mama lihat?" ucap dania sambil memperlihatkan kartu tanda pengenal itu.


"ASTAGA" mama randy pun terkejut.


"Pak ini bukan putra saya, putra saya masih muda dan tampan, anda juga apa tidak bisa melihat istrinya muda dan cantik begini masa suaminya sudah tua begini" ucap mama randy.


antara bahagia dan kesal yang mama randy rasakan saat ini. ia bahagia karena ternyata yang mengalami kecelakaan bukanlah putranya, tapi ia juga kesal karena merasa sudah dipermainkan oleh pria tersebut.


"Maaf tapi diponsel tersebut hanya nomor anda yang bertuliskan lovely wife dan saya fikir memang anda istri dari pemilik ponsel tersebut" ucap pria itu.


pantas saja pria itu pun sudah merasa curiga dari awal, ia memang merasa ada yang salah saat melihat penampilan dania juga mama randy yang terlihat seperti orang berada, sedangkan yang mengalami kecelakaan itu sepertinya hanya orang sederhana dengan penampilan lusuh juga motornya sudah terlihat jelek.


dania memeriksa ponsel tersebut dan memang benar itu ponsel suaminya. sauminya itu memang tak pernah mengunci ponselnya karena memang randy maupun dania tak ada yang mengunci ponselnya satu sama lain berharap mereka bisa saling terbuka dan tak ada yang ditutupi antara satu sama lain.


"iya memang betul ini ponsel suami saya" ucap dania.


tak lama dokter pun keluar.


"kalian keluarga dari pasien?" tanya dokter melihat mama randy, dania juga pria itu secara bergantian.


dania mengangguk, mama randy melotot menatap dania.


mengapa juga menantunya itu mau saja mengakui orang lain sebagai keluarganya, fikirnya.


"Mama tenang ya, aku cuma mau mastiin siapa sebenernya yang ada didalam" ucap dania.


mama randy pun mengangguk.


"Mohon maaf kami sudah berusaha, tapi pasien tak bisa diselamatkan,mohon maaf pasien sudah meninggal dunia" ucap dokter.


mama randy dan dania terkejut bukan main. fikirannya campur aduk saat ini. ia takut yang didalam memang benar randy.


begitu mendekati brankar tersebut dania menghembuskan nafas leganya, tak terasa air matanya menetes.


ia pun langsung keluar dari ruangan tersebut dan memeluk erat mama mertuanya itu, dania menangis sejadi-jadinya dipelukan sang mertua.


"Apa didalam benar-benar randy?kenapa kamu nangis?" tanya mama randy.


dania menggeleng dengan masih memeluk sang mertua.


"bukan ma, didalam bukan randy. Ya Tuhan ma, aku bersyukur ma yang didalam bukan randy" ucap dania dengan terisak. bukan isakan sedih melainkan isakan haru dan bahagia karena akhirnya suaminya baik-baik saja.


dania melepaskan pelukannya saat teringat bagaimana bisa ponsel randy ada ditangan orang lain.


"ma kita harus pulang, mungkin randy ada dirumah" ucap dania.


mama randy mengangguk dan mereka pun pergi dari rumah sakit setelah sebelumnya menyerahkan dompet sipasien agar dokter menghubungi keluarga pasien yang asli.


****


sesampainya dirumah dania melihat mobil randy yang sudah terparkir digarasi rumah.


seolah lupa dengan perut besarnya dania melangkahkan kaki dengan cepat mencari keberadaan randy.


dania bahkan tak mempedulikan ucapan sang mertua yang memintanya agar jalan pelan-pelan karena tengah hamil besar.


sesampainya dilantai dua dania melihat pintu kamarnya yang terbuka dan terlihatlah sosok yang baru saja keluar dari kamar mandi, sosok yang sudah membuatnya merasa khawatir.


dengan cepat dania mendekat dan memeluk sosok tersebut yang tak lain adalah suaminya sendiri.


"Ouuww.. ada apa yank? kenapa meluknya kencang banget?" tanya randy yang merasa kebingungan karena dania tiba-tiba memeluknya dengan erat.


tak lama mama randy masuk kedalam kamar dan air matanya langsung membasahi pipinya begitu melihat randy yang ternyata dalam keadaan Baik-baik saja.


randy semakin dibuat bingung melihat kedua wanita yang ia sayangi ini tengah menangis dihadapannya.


"ma ada apa sih? terus kenapa kalian pulang duluan dari restauran? aku udah kesana malah katanya kalian udah pulang" ucap randy.


Mama randy pun menceritakan apa yang baru saja ia dan dania alami.


betapa terkejutnya randy mendengar ucapan sang mama, randy bisa bayangkan dania pasti sempat stress tadi.


randy mengerat kan pelukannya dan terus mengecup puncuk kepala dania.


"Maaf yank aku udah bikin kamu cemas, tadi ponsel aku dijambret pas abis nerima telfon dari klien aku" ucap randy.


randy memang sempat berbicara dengan kliennya saat sedang terjebak macet tadi, salahnya memang sempat membuka kaca mobilnya sehingga ponselnya sempat dijambret saat jalanan sudah cukup lancar, ia pun tak bisa langsung memberitahukan pada istrinya itu bahwa ia baru saja dijambret karena memang ia tak memegang ponsel.

__ADS_1


"Aku bersyukur yank kamu baik-baik aja, aku ga bisa bayangin kalau kamu sampai...." dania tak berani melanjutkan ucapannya, sungguh ia tak akan sanggup jika apa yang dialami oleh penjambret itu dialami juga oleh sauminya itu.


randy mengusap lembut air mata dania dan mengecup kening dania.


"Aku baik-baik aja sayang, aku janji aku bakalan hati-hati dijalan, kamu jangan nangis lagi yank" ucap randy.


"Mama juga bersyukur kamu baik-baik aja rand, mama benar-benar khawatir tadi" ucap mama randy.


randy tersenyum dan memeluk sang mama tanpa melapaskan pelukannya pada dania.


"Aku beruntung banget punya kalian wanita-wanita hebat dihidupku, kalian begitu menyayangi aku, aku juga sayang kalian berdua" ucap randy dengan mengecup puncuk kepala mama randy bergantian dengan mengecup puncuk kepala dania.


******


1 bulan kemudian..


pagi ini meringis merasakan kram diperutnya. perutnya semakin membesar dan bayinya benar-benar sangat aktiv bergerak didalam perut.


Kini usia kehamilannya sudah memasuki minggu ke-32. ia semakin kesulitan beraktivitas dan saat duduk pun harus setengah berbaring baru bisa merasa nyaman. perutnya benar-benar besar dan berat badannya pun kini semakin menjadi-jadi, tubuhnya pun semakin besar dibuatnya.


"Perut aku sakit, kencang banget rasanya perutku kayak dicengkram" ucap dania.


saat ini dania tengah duduk setengah berbaring diatas tempat tidur disamping randy.


Randy mengangkat tubuhnya dan memposisikannya menghadap perut buncit dania.


randy mengusap lembut perut dania dan perut dania pun terguncang hebat akibat pergerakan dari sang bayi didalam perut. bayi itu seakan dapat merasakan sentuhan lembut sang papa.


"Wow mereka lagi berantem kayaknya" ucap randy saat melihat perut dania yang terus bergerak bahkan terlihat menonjol disana sini.


"Bukan berantem papa, mereka lagi senang karena disentuh papanya" ucap dania.


"benarkah sayang?" ucap randy dengan pandangan tak lepas dari perut buncit dania.


"Hey, kalian tahu sebentar lagi kalian akan dapat melihat indahnya dunia ini nak" ucap randy.


"Papa sama mommy, oma sama opa, pokoknya kami semua sangat menanti kehadiran kalian, kalian harus sehat-sehat didalam perut mommy ya" ucap randy.


dania tersenyum melihat perutnya yang masih saja bergerak kesana sini, tergelitik sekaligus lucu yang dania rasakan.


"Apa kamu keberatan yank bawa perut segede ini?" tanya randy dengan menatap dania.


"enggak yank, biasa aja. cuman semakin kesini aku agak cepet lelah aja sih" ucap dania.


randy mengangguk dan mengecup perut dania.


"jangan terlalu lelah sayang, kamu cukup duduk manis aja jangan ngerjain apapun" ucap randy.


"Oh justru sebaliknya" ucap mama randy yang kini berada didepan pintu kamar. entah sejak kapan mama randy berada disana.


"Mama kapan datang?" tanya randy yang mulai mendekati mamanya dan menyalimi mamanya.


"belum lama, kamu duduk aja sayang" ucap mama randy saat melihat dania yang terlihat kesulitan bangun.


dania pun kembali keposisinya dan mama randy mendekati dania.


"Justru kalau hamil besar begini dania harus banyak gerak rand" ucap mama randy.


"Tapi dania gampang kecapekan ma, mama ga liat apa perutnya gede banget gitu" ucap randy.


"Iya tapi banyak bergerak itu lebih bagus untuk ibu hamil, waktu mama hamil kamu juga gitu rand, mama malah sering banget sengaja naik turun tangga" ucap mmama randy.


"biar apa sih emang ma?" tanya randy penasaran.


"biar proses persalinannya lancar rand, makanya tuh waktu mama ngelahirin kamu prosesnya lancar banget tau" ucap mama randy.


"lancar kayak apa ma?" tanya randy.


"ya lancar, maksudnya alhamdulillah ga ada masalah. malah belum pembukaan lengkap kamunya udah ga sabaran pengen keluar dari perut mama" ucap mama randy.


Randy mendengarkan ucapan mamanya itu masih dengan agak bingung.


"Apa melahirkan sakit ma?" tanya randy.


mama randy tersenyum dan mengusap lembut kepala randy.


"mama ga mau jawab pertanyaan kamu, tapi perlu kamu tahu mama mempertaruhkan nyawa mama saat melahirkan kamu, karena itu derajat seorang ibu lebih tinggi dibandingkan seorang ayah" ucap mama randy.


"apa seorang wanita yang melahirkan melewati proses yang sama? sama-sama bertaruh nyawa juga kah?" tanya randy.


"tentu aja, kamu ini udah kayak wartawan aja kebanyakan nanya" ucap mama randy dengan senyum meledek.


"penasaran soalnya ma, tapi makasih ya ma udah bertaruh nyawa demi melahirkan aku, aku akan berusaha jadi anak yang baik agar aku ga melukai hati mama" ucap randy sambil memeluk sang mama.


"sama-sama sayang" ucap mama randy.


tanpa keduanya sadari sejak tadi dania terus memperhatikan mereka.


dania bahagia melihat harmonisnya hubungan ibu dan anak itu. namun disisi lain juga dania agak takut saat mendengar ucapan mama mertuanya itu.


Sesaat kemudian randy teringat kembali pada dania dan dengan cepat ia beralih memeluk dania.


"Aku juga akan berusaha menjadi suami yang baik agar aku tak melukai hati ibu dari anak-anakku, anak-anak kita sayang, kamu ga perlu takut sayang karena aku akan selalu mendampingi kamu apapun yang terjadi, aku ga akan pernah membiarkan kamu melewati segalanya sendiri" ucap randy.


dania tersenyum dan mengangguk.


tak hentinya ia merasa bersyukur karena Tuhan menjadikan randy sebagai jodohnya. sungguh dania merasa beruntung memiliki suami yang amat menyayanginya.

__ADS_1


mama randy pun tersenyum melihat anak dan menantunya itu. ia bahagia karena putranya juga bahagia bersama wanita yang dicintainya.


__ADS_2