Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 21


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, tibalah ulang tahun Sasha yang akan digelar di sebuah hotel berbintang pada pukul 19.00 wib nanti.


Bel istirahat berbunyi, satu persatu murid-murid keluar dari kelasnya menuju Kantin. Seperti biasa, Dania sedang memasukan bukunya ke dalam tas.


"Dania! " panggil Baim.


"Ya?" ucap Dania sambil melihat ke arah Baim.


"Nanti malem, gue jemput jam setengah tujuh, ya," ucap Baim.


Dania menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan.


"Baim, gue boleh nanya, ga?" ucap Dania.


Baim mengangguk dan menatap Dania.


"Tanya aja," ucap Baim.


"Kenapa lo ngajak gud pergi bareng ke ulang tahunnya Sasha?" tanya Dania.


"Kenapa?" tanya Baim.


"Bukan apa-apa sih, secara 'kan lo ganteng, pasti banyak cewek-cewek cantik yang mau sama lo, apa lo ga punya cewek?" tanya Dania.


Baim menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Gue ga percaya," ucap Dania.


"Emang ga punya, Dania. Lo benar, banyak cewek cantik yang mau sama gue, tapi entahlah, rasanya gue bosen berhubungan sama cewek cantik," ucap Baim.


"Lo aneh deh, di mana-mana pasti cowok tuh pengennya punya cewek yang cantik, nah lo malah ga mau, apa jangan-jangan lo sekarang jadi pindah selera, dari cewek cantik ke cewek jelek?" ucap Dania.


"Lo benar, makanya gue ngajak lo pergi bareng," ucap Baim.


Dania mengerutkan dahinya sambil menatap Baim.


'Apa maksudnya? Apa maksudnya karena gue jelek makanya dia ngajakin gue? Ga nyangka, ganteng-ganteng mulutnya pedes juga," batin Dania.

__ADS_1


Baim yang melihat Dania diam pun akhirnya terkekeh.


"Bercanda kali, buat gue ga ada cewek yang jelek, semua cewek sama aja, cantik," ucap Baim sambil tersenyum.


Dania pun tersenyum.


"Dan, ke kantin, yuk!" ajak Mia dan Ina.


Dania mengangguk dan bangun dari duduknya.


"Gue ke kantin dulu, nanti gue kirimin alamat rumah gue," ucap Dania.


Baim mengangguk dan bangun dari duduknya agar Dania bisa lewat.


Ketiga gadis itupun pergi menuju kantin dan Dania tak menemukan Randy di kantin.


Setelah pagi tadi pergi ke sekolah bersama, sampai jam istirahat, Dania tak melihat Randy. Entah kemana anak itu? Dania pun tak ingin ambil pusing memikirkannya, dia memilih menikmati waktu istirahatnya.


******


Bel pulang berbunyi, satu per satu murid-murid meninggalkan Sekolah. Seperti biasa Dania pulang dengan Randy tetapi kali ini Randy menunggunya di ujung jalan tempat biasa.


Dania pun bingung, sudah sejak pagi suaminya itu seperti mendiamkannya.


"Kenapa sih, dia?" batin Dania.


Dania pergi ke kamarnya dan langsung mengempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. dia pun mulai memejamkan matanya.


***


Sore hari, Dania terbangun dan bergegas menuju kamar mandi. Masih tersisa waktu 2 jam menuju ulang tahun Sasha. Selesai mandi, Dania mulai bersiap. Dia memilih memakai dress dengan panjang sedikit di atas lutut berwarna biru langit, sedangkan rambutnya dibiarkan tergerai, tentunya tak lupa memakai kacamata tebalnya dan tompel di pipinya. Saat Dania keluar kamar, Dania mencari keberadaan Randy tetapi tak menemukan Randy di mana-mana, bahkan di kamarnya pun dia tak ada.


"Apa dia udah jalan, ya?" gumam Dania.


Tak lama, satu pesan masuk ke ponsel Dania, dan ternyata Baim sudah menunggunya di bawah. Dania pun bergegas turun ke bawah untuk menemui Baim.


***

__ADS_1


Sesampainya di depan gedung apartemen.


"Hai Baim," sapa Dania.


Baim tersenyum dan memberikan helm pada Dania, Dania mengambil helm itu dan memakainya. Karena tak pernah naik motor sebelumnya, Dania tak mengerti caranya mengunci helm.


"Kenapa, Dan?" tanya Baim melihat Dania yang terlihat kebingungan.


"Ga ngerti cara nguncinya," ucap Dania.


Baim tersenyum dan membantu mengunci helm Dania. Saat akan naik ke motor, Dania kebingungan karena motor Baim motor besar, ditambah lagi dia memakai dress.


"kenapa? Kok ga naik?" tanya Baim.


"Gimana naiknya? Gue pakai dress," ucap Dania.


Baim tersenyum dan menepuk bahunya sendiri. .


"Pegang sini, terus naik!" ucap Baim.


Dania mengangguk dan memegang bahu Baim, dia pun mulai naik ke motor. Begitu Baim melajukan motornya, Dania terkejut dan hampir terjengkang, dia pun langsung memeluk Baim.


"Baim gue takut, gue ga pernah naik motor sebelumnya," ucap Dania.


"Ya udah, peluk gue aja di sepanjang perjalanan, gue ga mau lo jatuh," ucap baim.


Dania mengangguk dan memeluk erat perut Baim dari belakang. Baim hanya tersenyum melihat tingkah Dania.


Sesampainya di hotel tempat acara Sasha, acaranya di adakan di outdoor yang berada di area dekat kolam renang.


Dania menghampiri Sasha dan memberikan kado sekaligus mengucapkan selamat pada Sasha, sedangkan Baim setelah menyapa Sasha langsung berkumpul dengan teman-temannya.


Dania melihat sekeliling dan menemukan Mia dan Ina, dia pun menghampiri mereka. Mereka asyik berbincang dan acara ulang tahun Sasha pun dimulai.


Di tengah-tengah acara, Dania melihat ke sekeliling sambil berjalan, berharap bisa menemukan Randy di sana karena Sasha mengatakan bahwa dia mengundang Randy ke acara ulang tahunnya.


Dania pun terus berjalan sambil terus melihat ke sekeliling.

__ADS_1


Byuurrr...


Semua orang terkejut dan melihat ke arah suara tersebut.


__ADS_2