Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 79


__ADS_3

Pagi ini Randy dan Dania sudah berada disalah 1 pemakaman yang berada didaerah jakarta selatan.


Randy menuntun dania melangkah menuju salah 1 makam kecil yang bertuliskan Alm. Randy Sebastian Junior.


meski tak pernah lahir kedunia dan tak tahu apa jenis kelaminnya Randy tetap memberikan nama pada buah hatinya itu dan nama ia lah yang diberikan kepada buah hatinya itu.


Dania menatap tulisan yang tertera dipapan nisan makam bayi kecilnya itu.


ini adalah pertama kalinya untuk dania mendatangi makam buah hatinya. sebelumnya randy mau pun dania memang tak pernah membahas soal masalah ini, karena bagi mereka kejadian saat itu yang sampai merenggut nyawa buah hatinya adalah luka yang teramat menyakitkan.


dania pun tak ikut ke pemakaman karena saat itu ia masih belum bisa meninggalkan rumah sakit.


"Ini makam anak kita?" tanya dania.


"iya, waktu itu aku kasih nama Randy Sebastian Junior" ucap randy.


dania berlutut memegangi papan nisan sang bayi.


"Aku suka namanya, meski kita ga tahu dia itu laki-laki atau perempuan" ucap dania.


"Iya" ucap randy, ia mengikuti dania berlutut disamping dania.


"Hai sayang, papa datang nak dan kali ini papa bawa mommy kamu. Maafkan kami ya sayang karena baru datang menjenguk kamu nak" ucap randy.


mata dania memerah mendengar ucapan randy, memang selama ini ia tak pernah mengunjungi makam buah hatinya itu karena randy pun tak pernah mengizinkan dania untuk mendatanginya, randy hanya tak ingin isterinya itu terus berlarut dalam kesedihan.


"Maaf, maafin mommy sayang" lirih dania dengan air mata yang tak dapat ia tahan lagi.


seketika itu juga air matanya mengalir membasahi pipinya.


Randy menatap dania dengan penuh prihatin. inilah yang randy takutkan saat dania mendatangi makam buah hatinya, randy takut melihat dania bersedih dan mengingat kembali kejadian buruk yang menimpanya.


randy merangkul dania dan mencoba menenangkan dania.


"Jangan sedih sayang, dia bahagia kok disana meski ga tinggal sama kita" ucap randy.


"Kita doakan yang terbaik ya buat anak kita, kita akan menjaga titipan yang Tuhan kasih sekarang yang ada dirahim kamu sayang agar kejadian menyakitkan itu ga terulang lagi" ucap randy.


"gimana kalau aku ga bisa menjaganya dengan baik?" tanya dania disela isakan nya.


"kamu tahu yank kenapa Tuhan menitipkan kembali sosok janin dirahim kamu?" tanya randy.


dania menggelengkan kepalanya.


"karena Tuhan percaya kalau kali ini kamu pasti bisa menjaganya dengan baik, dan aku akan membantu kamu menjaga buah hati kita sampai ia lahir kedunia nanti yank, aku akan menjaga kalian sayang" ucap randy dengan memeluk dania dan mengusap lembut perut buncit dania.


dania semakin terisak dipelukan randy, sekali lagi Ia benar-benar merasa beruntung memiliki sosok randy dihidupnya.


Setelah beberapa saat dania pun sudah merasa lebih tenang dan tak terisak lagi.


"Kita pulang sekarang?" tanya randy.


dania mengangguk dan mulai berdiri.


"Kamu langsung keoffice aja , biar aku pulang naik taksi" ucap dania.


"enggak, hari ini aku mau tinggal dirumah aja nemenin kamu" ucap randy.


"aku Baik-baik aja kok yank, kamu ga usah khawatir"ucap dania.


"ga apa-apa, aku lagi mau berduaan sama kamu, kangen yank" ucap randy dengan memeluk dania.


dania mengangguk dan membalas pelukan randy.


setelah beberapa saat randy melepaskan pelukannya dan menuntun dania kembali kemobil.


randy pun melajukan mobilnya kembali kerumah.


********


Sesampainya dirumah dania langsung pergi menuju kamarnya dilantai dua.


Ia langsung merebahkan tubuhnya yang terasa lelah meski tak melakukan perjalanan yang jauh.


"Yank" panggil randy yang baru saja memasuki kamarnya.


randy mengerutkan dahinya melihat dania yang tengah berbaring dengan matanya terpejam. Randy melihat jam yang melingkar dipergelangan tangan kanannya dan ternyata masih pukul 09.00 wib.


"Jam segini kok tidur yank?" tanya randy.


"aku ngantuk banget" ucap dania.


randy pun mendekati dania dan memegang kening dania.


"kamu baik-baik aja kan yank?" tanya randy.


"aku cuman capek yank, aku mau istirahat bentar" ucap dania.


"ya udah kamu istirahat deh" ucap randy kemudian mengecup kening dania.


Randy pun keluar dari kamar dan membiarkan istrinya itu istirahat.


********


24 minggu sudah usia kehamilan dania dan kini dania sudah mulai kesulitan beraktivitas karena perutnya semakin membesar. randy pun semakin menjadi suami siaga meskipun kini randy sudah mulai masuk kuliah dan aktiv pula didunia bisnisnya.


Dan sore ini pukul 17.00 wib adalah jadwal dania untuk mengecek kandungannya. Dania pun kini sudah berada disalah satu rumah sakit langganannya untuk periksa kandungan dan sudah berjanjian dengan randy.


Ting ting..


dania mengambil ponsel yang berada didalam tasnya dan ada 1 pesan dari Randy.


Hubby♥: aku on the way kerumah sakit.


Dania: oke, hati-hati yank.


Dania menyimpan kembali ponselnya dan memilih duduk dikursi tunggu sambil menunggu randy datang.

__ADS_1


selang beberapa menit namanya belum juga dipanggil dan randy pun belum sampai dirumah sakit dan membuat dania merasa bosan. ia melihat sekeliling dan pandangannya tak sengaja melihat kearah sosok yang tak asing baginya yang baru saja selesai menebus obat difarmasi.


"Riko..!" panggil dania.


yaa sosok tak asing itu adalah riko, ia datang bersama istrinya.


Riko menengok kearah dania dan tersenyum melihat dania.


"Dania" Riko pun menggandeng sang istri untuk mendekat kearah dania.


"Kalian disini juga? apa ada yang sakit?" tanya dania.


Riko tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"kami kesini untuk periksa kandungan" ucap riko.


"Kandungan siapa?" tanya dania bingung.


"kandungan dia" ucap riko dengan mengarahkan pandangannya pada sang istri.


dania tersenyum bahagia mendengar ucapan riko.


"oh ya Tuhan selamat ya kalian akan jadi orang tua, aku ikut bahagia dengernya" ucap dania dengan memegang tangan riko.


mendadak ekspresi wajah istrinya riko menjadi berubah masam, faktor kehamilan mungkin yang membuatnya menjadi lebih sensitif. dania yang menyadari perubahan ekspresi dari istrinya riko pun menjadi tak enak hati dan langsung melepaskan tangan riko.


"eh sorry sorry, aku saking bahagianya jadi ga sengaja pegang tangan kamu ko" ucap dania.


riko terkekeh melihat ekspresi canggung dania.


"ga apa-apa, santai aja" ucap riko dengan senyum manisnya.


"ehheumm.." seseorang berdehem membuat dania, riko juga sang istri melihat kearah datang nya suara.


"eh yank kamu kapan sampe?" tanya dania sambil berjalan mendekati randy.


"lumayan lama, kamu udah periksa?" tanya randy.


"belum, antriannya cukup banyak" ucap dania.


randy mengangguk dan mendekati riko.


"Selamat ya lo bakalan jadi bapak" ucap randy sambil menyodorkan tangannya dan disambut oleh riko.


"thanks ya, buat lu juga" ucap riko.


randy mengangguk dan memeluk pinggang dania.


"Duhh yank malu dilihat orang" ucap dania.


bukannya melepaskan randy justru beralih memeluk dania dari belakang.


"malu kenapa? orang udah sah ini, iya ga bro? (sambil menatap riko)" ucap randy.


Riko hanya tersenyum tipis melihat pemandangan yang entah mengapa masih saja membuatnya merasa sesak meski kini ia sudah memiliki seorang istri dan bahkan sebentar lagi ia pun akan menjadi seorang ayah.


"Yank udah ih kita dipanggil tuh" ucap dania sambil menepuk lengan randy.


randy melepaskan pelukannya dan menuntun dania masuk kedalam ruang pemeriksaan.


"Duluan ya ko" ucap dania dan diangguki oleh riko.


riko pun pergi dari rumah sakit sesaat setelah randy dan dania masuk kedalam ruang periksa.


didalam ruang periksa seperti biasa dilakukan timbang berat badan terlebih dulu dan betapa kagetnya dania saat melihat berat badannya ternyata sudah naik sekitar 16kg.


"Dok apa ini normal?" tanya randy.


dokter tersenyum dan mengangguk.


"untuk kehamilan yang terjadi pada istri anda ini masih normal kok" ucap dokter ika.


randy mengangguk dan selanjutnya dilanjutkan untuk USG setelah sebelumnya melakukan pemeriksaan tekanan darah juga.


Dug dug dug..


"detak jantungnya bagus ya, bayinya juga aktif" ucap dokter ika saat memasangkan alat USG keperut dania.


dokter menggeser alat tersebut dan kembali terdengar suara detak jantung sang janin.


"yang ini juga bagus detak jantungnya, bayinya terlihat sangat sehat dan aktiv ya moms" ucap dokter ika.


Randy dan dania tersenyum dan mengangguk. mereka bersyukur karena buah hati mereka dalam keadaan sehat.


"kalian mau tahu jenis kelaminnya?" tanya dokter ika.


"iya dok, kami penasaran apa sih jenis kelamin anak kami?" ucap randy.


dokter mengangguk dan mulai mengatur alat usg untuk melihat jenis kelamin bayi tersebut dan dokter ika pun menjelaskan tentang jenis kelamin bayi mereka.


setelah selesai USG selesai randy dan dania menebus vitamin yang sudah dokter ika resepkan.


"Kita balik kerumah?" tanya randy saat baru saja mengambil vitamin ibu hamil.


"kita dinner dulu yuk diluar" ucap dania.


"ya udah, mau dinner dimana?" tanya randy.


"mumpung kita lagi didaerah sini kita mampirin aja kerestauran kita, aku juga udah lama ga kesana" ucap dania.


randy mengangguk dan melajukan mobilnya menuju restaurannya yang berada dijakarta selatan.


setelah beberapa menit akhirnya sampailah di Dania's Restaurant..


Randy menggandeng dania memasuki restauran dan disambut oleh sang greeter.


Randy dan dania pun duduk disalah 1 meja pojok dekat jendela yang berada diarea no smoking.

__ADS_1


dania melihat sekeliling restauran yang cukup banyak didatangi pengunjung.


bahkan dismoking area full table.


tak lama menejer restauran pun datang menghampiri meja randy dan dania.


"Selamat malam bapak dan ibu sebastian" sapa menejer yang bername tag Ardi itu.


"ya" ucap randy.


sedangkan dania hanya menjawab dengan senyuman manisnya.


"Rame terus ya pak?" tanya dania.


"Seperti yang ibu lihat, rata-rata mereka yang pertama kali mengunjungi restauran ini pasti akan kembali datang untuk menikmati menu lainnya yang kita jual disini" ucap ardi.


dania mengangguk dan mulai memesan makanan.


"Aku mau makan ini yank" ucap dania sambil menunjuk kesalah 1 menu pedas.


Randy menggelengkan kepalanya, ia tahu betul menu itu amat pedas dan tak baik jika dania memakannya karena dania memiliki sakit lambung.


"yang lain aja yank" ucap randy.


"tapi aku maunya ini" rengek dania.


"Yank please, nanti kalau perut kamu kenapa-napa terus dedenya ikutan sakitan perut juga gimana?" tanya randy.


"biar aku yang pilihin, kamu lupa yaa kamu itu harus makan makanan yang ga terlalu banyak lemak juga yank, jadi aku akan pilihin menu sehat untuk ibu hamil" ucap randy.


dania mendengus kesal namun tak lagi merengek. ia membiarkan saja suaminya itu memesankan makanan untuknya. sebetulnya ini juga bayinya yang menginginkannya,namun mendengar ucapan randy barusan dania pun menjadi takut anak yang ada didalam perutnya akan ikut kesakitan nantinya kalau sampai dania benar-benar sakit perut.


setelah selesai memesan makanan Ardi pun pergi dari meja randy dan dania.


Sambil menunggu makanan datang wajah dania tak hentinya ditekuk, ia masih kesal karena tak bisa memakan makanan yang ia inginkan.


randy pun terfikir ingin menggoda istrinya itu agar tak merasa kesal lagi.


"ihh yank liat deh disana ada apaan tuh yank? lucu banget deh yank" ucap randy sambil menunjuk kearah luar jendela.


dania tak mempedulikan ucapan randy, wajahnya masih saja ditekuk.


"Astaga, sumpah itu ada cewek cantik banget yank" ucap randy dengan melihat kearah wanita yang berada dibelakang dania. dania yang mendengar suaminya itu memuji wanita lain pun langsung menengok kearah wanita itu.


"Cantikan aku kemana-mana kali, ga sangka selera kamu kayak gitu" ucap dania dengan nada kesal.


Randy menggaruk kepalanya dan tersenyum kikuk.


wajah dania bahkan semakin ditekuk.


Randy menatap lekat wajah dania, ia pun tersenyum.


"kamu bener yank, masih tetep cantikan kamu kemana-mana dibanding cewek yang disana, bahkan kamu lebih cantik dari semua cewek yang ada didunia ini" ucap randy mencoba merayu dania.


biasanya dania akan luluh saat mendengar ucapan manis yang keluar dari mulut suaminya itu.


namun berbeda dengan kali ini, rayuan randy ternyata tak mempan. Randy pun mendengus kesal.


Ia pun bangkit dan pergi menuju office kecil yang berada direstaurannya.


dania tetap tak mempedulikan kepergian randy.


sampai tak berapa lama pesanan pun datang dan dania justru tak berselera untuk memakannya.


tak lama randy kembali kemeja dengan sesuatu ditangannya dan mulai duduk kembali.


"kok ga dimakan?" tanya randy.


dania masih tetap diam tak menanggapi ucapan randy.


"Uhhh sedihnya jadi aku, dicuekin istri cuman gara-gara makanan" ucap randy sambil memasang wajah sedih.


dania menatap malas pada randy.


Randy pun menyeringai dan menyalakan benda ditangannya.


tak lama kemudian..


Cekrek..


Randy tersenyum saat melihat hasil gambar yang ia ambil, meski sedang cemberut istrinya masih tetap cantik dan menggemaskan.


dania yang merasa gambarnya diambil pun langsung menatap tajam kearah randy.


"Lucu kan ada ibu hamil yang lagi ngambek gara-gara makanan" ucap randy dengan menunjukan hasil fotonya pada dania dan tersenyum mengejek.


dania membulatkan matanya melihat fotonya yang menurutnya tak ada bagus-bagusnya.


"Hapus ga" ucap dania dengan nada kesal.


"ga mau" ucap randy.


"Ihhh ngeselin banget sih" ucap dania.


"Oke aku hapus, tapi ada syaratnya" ucap randy.


"Apa?" tanya dania.


"kamu makan dulu baru aku hapus foto yang barusan" ucap randy.


dania mendengus kesal dan mulai melahap makanannya dengan terpaksa.


"janji ya abis ini hapus foto aku" ucap dania.


Randy tersenyum dan mengangguk.


"iya istriku, sayangku, cintaku, uuhhh gemesin kalau lagi gambek" ucap randy sambil mencubit gemas pipi dania.

__ADS_1


dania pun tersenyum tipis mendengar ucapan randy.


__ADS_2