Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 28


__ADS_3

Setelah mencari-cari pekerjaan part time, akhirnya Randy mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di restauran milik orangtua Dio. Sudah dua minggu ini dia bekerja. Pekerjaannya dimulai dari pukul 14.00-22.00 Wib. Sebetulnya, bisa saja Randy meminta pekerjaan dari papanya, tentu saja papanya termasuk salah satu pemilik perusahaan besar yang berkembang pesat di Jakarta. Namun, karena papanya sudah terlanjur menyuruhnya mencari pekerjaan, Randy pun merasa gengsi jika harus meminta-minta pada papanya.


Pekerjaan Randy sebagai pelayan tak diketahui oleh Dania, Dania hanya tahu Randy bekerja di tempat temannya. Randy takut Dania tak bisa menerima keadaannya di karenakan Dania berasal dari keluarga kaya raya, Randy merasa takut Dania akan malu dengan pekerjaannya.


Setiap pulang Sekolah, Randy mengantarkan Dania pulang terlebih dahulu ke apartemen dan selanjutnya dia mulai pergi ke tempat kerjanya. Sebetulnya, Randy merasa tak enak hati karena harus meninggalkan Dania sendiri, terlebih saat Randy pulang bekerja Dania selalu menunggunya di ruang tamu, bahkan sampai Dania ketiduran.


Seperti malam ini, saat Randy sampai di apartemennya, dia melihat Dania yang sedang tertidur di sofa, dia mendekati Dania dan memperhatikan wajah pulas Dania. Dania begitu manis dan cantik bahkan saat sedang tertidur sekali pun. Randy akui, dia memang sudah mulai jatuh hati pada Dania, bagaimana tidak? Di mata Randy, selain cantik, Dania begitu baik dan apa adanya. Dania begitu berbeda dengan wanita lainnya yang pernah dia kenal, dia memang suka ganti-ganti perempuan tetapi itu semata karena di masa lalu, dia pernah sangat terluka oleh cinta pertamanya. Karena itulah dia manjadi senang mempermainkan wanita, begitu juga dengan Sasha, bahkan sampai sekarang dia tak memberikan status untuk Sasha, Randy hanya senang memanfaatkan Sasha.


Namun berbeda dengan Dania, Randy merasa semenjak kehadiran Dania, hidupnya kembali berwarna, dia mulai merasakan kembali apa itu rasa rindu. Dia terbiasa selalu bersama Dania dan saat dia meninggalkan Dania, dia selalu merasakan rindu yang teramat dan selalu ingin cepat pulang hanya karena ingin segera bertemu Dania. Semenjak kehadiran Dania pula dia merasakan kembali rasa takut kehilangan, dia takut Dania bertemu dengan pria lain yang dapat membuat Dania jatuh cinta.


Randy berpikir, pernikahan mereka bukan diawali dengan rasa cinta, karena itu Randy merasa takut suatu saat nanti Dania akan meninggalkannya. Semenjak dekat dengan Dania, Randy pun menjadi jaga jarak dengan Sasha, Randy selalu menghindar jika Sasha mendekatinya. Itu semua Randy lakukan untuk membuktikan pada Dania, bahwa dia memang sudah benar-benar berubah.


Randy terus menatap wajah cantik Dania, dia mengelus pipi Dania dengan lembut. Perlahan, dia mengangkat tubuh Dania dan memindahkannya ke kamar. Sampai sekarang mereka memang belum tidur satu kamar, bahkan mereka belum berani mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain.


Randy membaringkan tubuh Dania di atas tempat tidur, dia mengecup kening Dania cukup lama.


"Good night," ucap Randy kemudian keluar dari kamar Dania, dia pergi menuju kamarnya.


Randy mulai merebahkan tubuhnya, dia melihat jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Namun, dia belum juga bisa memejamkan matanya. Dia gelisah menunggu hari esok.


Besok tepat satu bulan pernikahannya dengan Dania dan dia sudah merencanakan sesuatu untuk Dania. Kebetulan besok Randy tidak masuk kerja dan sekolah pun libur. Hatinya begitu gelisah dan takut rencananya tidak akan sesuai dengan yang dia harapkan.


Setelah cukup lama gelisah, akhirnya Randy pun mulai mengantuk dan mulai memejamkan matanya.


******


Ke esokan paginya.


"Hoam..."


Dania melihat ke sekeliling dan melihat ruangan yang tak asing baginya.


"Kok, gue ada di kamar? Apa Randy yang mindahin?" gumam Dania.


Dania bangun dan duduk sebentar, dia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai dan sudah berpakaian, Dania keluar kamar, dia pergi menuju dapur. Dania ingin menyiapkan sarapan kesukaan Randy, dia memakai apronnya kemudian mulai menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan dan mulai memasak.


Selang beberapa menit, jadilah sarapan yang Dania buat. Dania menatanya semenarik mungkin agar Randy menyukainya. Tak lama Randy keluar dari kamar seraya menyunggingkan senyum manisnya.


"Pagi," sapa Randy.


"Pagi, Rand. Ayo sarapan," ucap Dania.


Randy menghampiri Dania, dia memeluk Dania dari samping, sebuah kecupan mendarat di pelipis Dania.


"Lo bikin sarapan apa?" tanya Randy.


Belum sempat Dania menjawab, Randy sudah di buat terkejut saat melihat nasi goreng kecap dengan penampilannya yang menarik.


"Ini kamu yang buat?" tanya Randy.


Dania tersenyum dan mengangguk.


Randy memang kagum dengan penampilan nasi gorengnya tetapi dia ingat saat terakhir kali nasi goreng yang Dania buat terlalu asin.


Randy duduk di kursi sambil terus melihat nasi goreng tersebut, Dia ragu untuk memakannya.

__ADS_1


"Ayo dong dimakan, nanti keburu dingin," ucap Dania.


Randy menatap Dania dan tersenyum, dia pun menyantap nasi gorengnya. Randy terkejut dengan rasa nasi gorengnya, Randy pun tersenyum dan mulai melahap lagi nasi gorengnya. Setelah beberapa saat, nasi goreng itu pun habis tak tersisa.


Dania tersenyum melihat Randy memakan sarapan yang dia buat dengan lahap.


"Makasih, ya, nasi gorengnya enak banget," ucap Randy sambil tersenyum dan dibalas anggukan oleh Dania.


"Oh ya, nanti siang ayo kita jalan keluar!" ajak Randy.


"Lo mau ajak gue kencan?" tanya Dania.


"Ya, anggap aja gitu," jawab Randy.


Dania pun menatap Randy malas.


"Gue mau ajak lo ke suatu tempat, gue rasa lo akan suka tempatnya," ucap Randy sambil tersenyum.


"Hem... Ya udah, gue mau," ucap Dania.


*******


Waktu berlalu, Siang ini Randy dan Dania tengah bersiap untuk kencan pertamanya. Dania memakai dress kuning selutut bertali kecil dibagian bagunya, dress itu memperlihatkan leher jenjang Dania yang putih, dipadukan dengan flatshoesnya dan tas selempang kecil, sedangkan rambut panjangnya di biarkan tergerai.


Sementara itu, Randy sudah siap dengan memakai kaos putih dan jaket hitam, dia juga memakai celana jeans panjang dengan sepatu ketsnya.


Dania begitu cantik dan Randy begitu tampan, Randy bahkan tak hentinya memandang Dania. Saat di dalam mobil pun Randy sesekali mencuri pandang pada Dania.


Sesampainya mereka di tempat tujuan. Randy menuntun Dania ke suatu tempat.


"Lo suka?" tanya Randy.


Dania pun mengangguk senang.


"Iya, suka banget, banget, banget!" ucap Dania antusias.


Randy pun tersenyum dan menuntun Dania untuk duduk di tikar pikniknya. Karena waktu sudah memasuki jam makan siang, mereka pun langsung melakukan makan siang. Setelah selesai makan siang, mereka saling bercerita tentang kehidupan mereka satu sama lain. Di tengah obrolannya, tiba-tiba Randy bangun.


"Tunggu sebentar!" ucap Randy dan diangguki oleh Dania.


Tak lama, Randy kembali dengan sebuah gitar di tangannya.


Dania menatapnya dengan bingung.


"Gitar siapa?" tanya Dania.


Randy hanya tersenyum dan mendekati Dania, kini mereka duduk berdampingan. Mendadak suasana menjadi serius, Dania menjadi gugup dan Randy tak kalah gugupnya. Tapi bagaimanapun Randy akan tetap menjalankan rencananya, Dia tak ingin menundanya lagi.


"Selamat satu bulan pernikahan kita, istriku," ucap Randy sambil menggenggam tangan Dania.


Randy mengecup punggung tangan Dania, hal itu sontak saja membuat jantung Dania berdegup kencang.


"Iya, Rand," Dania gugup bukan main. Ada apa dengan suaminya itu?


Randy menarik napas dalam dan mengembuskanya perlahan, dia kembali menatap Dania.


"Gue ga tahu harus mulai dari mana, gue rasa lagu ini benar-benar mewakili perasaan gue ke lo," ucap Randy.

__ADS_1


Randy mulai memetik gitarnya dan dia pun mulai bernyanyi.


Awalnya ku tak mengerti apa yang sedang ku rasakan.


Segalanya berubah dan rasa rindu itu pun ada.


Sejak kau hadir di setiap malam di tidurku.


Aku tahu sesuatu sedang terjadi padaku.


Sudah sekian lama ku alami sedih putus cinta.


Dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara.


Dan hadirmu membawa cinta sembuhkan lukaku.


Kau berbeda dari yang ku kira.


Aku jatuh cinta kepada dirinya.


Sungguh-sungguh cinta ku apa adanya.


Tak pernah ku ragu namun tetap selalu menunggu.


Sungguh aku jatuh cinta kepadanya.


Coba, coba dengarkan apa yang ingin aku katakan.


Yang selama ini sungguh telah lama terpendam.


Aku tak percaya membuatku tak berdaya tuk ungkapkan apa yang ku rasa.


Aku jatuh cinta kepada dirinya.


Sungguh sungguh cinta ku apa adanya.


Tak pernah ku ragu namun tetap slalu menunggu.


Sungguh aku jatuh cinta kepadanya.


Kadang aku cemburu.


Kadang aku gelisah.


Seringnya ku tak tentu lalui hari ku.


Tak dapat ku pungkiri hatiku yang terdalam betapa aku jatuh cinta kepadanya.


Dania begitu fokus mendengarkan suara Randy yang ternyata cukup enak didengar ketika sedang bernyanyi.


"Dania, apa kamu mau hidup bersama aku selamanya? Menjadi ibu dari anak-anak kita kelak. Apa kamu mau menua bersamaku? Aku cinta sama kamu, Dania. Entah sejak kapan perasaan itu muncul, tapi aku benar-benar takut kehilangan kamu," ucap Randy sambil menatap Dania dan menggenggam tangan Dania.


Dania pun tak kuasa menahan air matanya, dia sungguh terharu melihat Randy yang menurutnya begitu romantis. Dania menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan.


'Sebentar, Randy memanggil kamu?' batin Dania.


"Em... Aku--"

__ADS_1


__ADS_2