Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 76


__ADS_3

Tak terasa kini usia kehamilan dania sudah memasuki minggu ke-21. perut dania pun semakin terlihat besar dari normalnya usia kehamilan 21 minggu.


dan pagi ini randy terbangun dari tidurnya dan melihat kearah jam yang berada dimeja samping tempat tidurnya yang menunjukan pukul 07.15 Wib. kemudian ia mengalihkan pandangannya dan melihat dania yang masih tertidur pulas.


Cup.


Randy mengecup kening dania dan mengusap lembut perut dania.


Cup.


Randy juga mengecup gemas perut dania yang sudah mulai membesar itu membuat dania sampai terbangun dari tidurnya.


"Morning" ucap randy dengan menorehkan senyum manisnya.


"emmm morning" ucap dania.


"auww" dania memekik saat merasakan adanya pergerakan dari dalam perut nya dan membuatnya terasa digelitik.


randy yang melihat dania memekik pun menjadi panik.


"Apa yang sakit yank?" tanya randy cemas.


dania menggeleng dan menyenderkan dirinya dikepala tempat tidur.


"perutku geli" ucap dania sambil tersenyum.


randy merasa bingung dengan ucapan istrinya itu, padahal ia tak menggelitiknya.


"Geli apanya?" tanya randy.


dania meraih tangan randy dan menempelkan diperutnya yang mulai membuncit.


"Apaan tuh yank?" tanya randy terkejut dan repleks menarik tangannya saat merasakan sebuah pergerakan dari perut dania.


"baby nya gerak" ucap dania sambil tersenyum.


"Apa? masa sih?" randy menempelkan kembali tangannya keperut dania.


dania mengangguk dan tersenyum.


"Ya Tuhan... dia beneran gerak yank" ucap randy saat ia merasakan lagi sebuah pergerakan itu.


randy menyingkap dress tidur dania keatas hingga perut dania sampai terlihat polos. randy masih terus memegang perut dania dengan tatapan tak lepas dari perut dania.


"Ya Tuhan yank lihat itu perut kamu keguncang gitu yank" ucap randy dengan menatap kagum pada perut dania yang terguncang kekiri kekanan. membuat randy tak hentinya mengungkapkan kekagumannya pada apa yang ia lihat saat ini.


dania tersenyum melihat randy begitu antusias.


"yank baby nya lagi apa yaa kok gerak-gerak gitu?" tanya randy masih dengan tatapan yang tak lepas dari perut dania.


"dedenya lagi ribut minta breakfast" ucap dania.


randy mendongak menatap dania.


"kamu laper yank?" tanya randy.


"Ia aku laper banget" ucap dania.


Randy bergegas bangun dan turun dari tempat tidur. ia menuntun dania turun dari tempat tidur.


"Ehh yank kamu mau apa?" tanya dania bingung saat randy mengangkat tubuhnya.


"sstttt.. pagi ini spesial aku yang akan bikin sarapan buat kamu" ucap randy.


"Uh sayang kamu makin berat yaa" ucap randy sambil menggendong dania turun menuju dapur.


"lagian sih siapa suruh gendong aku? udah yank turunin" ucap dania.


randy menggeleng dan tetap menggendong dania dan sesampainya didapur randy mendudukannya dikursi makan.


"pagi den, non,mau sarapan apa?" tanya bibi.


"aku aja bi yang buat sarapan, bibi kerjain yang lain aja" ucap randy.


bibi pun mengangguk dan pergi meninggalkan dapur.


"Kamu mau sarapan apa yank?" tanya randy sambil mulai memakai apronnya.


"toast dengan selai kacang pake saus madu" ucap dania.


randy mengangguk dan mulai membuatkan sarapan yang dania inginkan.


dania tersenyum melihat randy yang begitu fokus membuatkannya sarapan.


dania sungguh merasa beruntung karena memiliki suami yang begitu menyayanginya, mencintainya dan peduli padanya.


selang beberapa menit randy selesai membuat sarapan dan meletakannya dimeja, tak lupa randy pun membuatkan susu ibu hamil dania.


"Ayo dimakan sarapannya" ucap randy sambil mendudukan dirinya dikursi bersampingan dengan dania.


dania mengangguk dan mulai melahap sarapannya.


"enak banget yank" ucap dania.


"kamu suka?" tanya randy.


"suka banget, makasih ya" ucap dania.


"sama-sama yank, dihabisin ya toastnya terus minum susunya" ucap randy.


dania mengangguk dan melanjutkan sarapannya.


"oh ya yank, apa kita ga akan melakukan babymoon?" tanya dania.


"kamu mau babymoon? kapan? kemana?" tanya randy.


"terserah kamu ada waktunya kapan, aku bosen yank, anggap aja babymoon sekalian honeymoon kedua kita" ucap dania.


"emmm.. kapan ya? minggu ini aku mau ke bali yank, kita akan kejar target karena bulan depan rencana outletnya akan mulai grand opening" ucap randy.


dania menundukan kepalanya, seketika wajahnya menjadi muram setelah mendengar ucapan suaminya itu.


randy menghela nafas dan memegang tangan dania.


"atau kamu mau ikut aku ke bali? kerjaan aku sih cuman sehari dan selebihnya kita sekalian aja babymoon, gimana?" tanya randy.


wajah dania berubah ceria dan ia pun mengangguk.


"mau banget" ucap dania.


"tapi ga apa-apa yank kita babymoonnya ga keluar dari indonesia?" tanya randy.


"ga apa-apa kok, yang penting bukan tempat nya tapi yang penting ada kamu disamping aku" ucap dania dengan tersenyum manis.


randy pun tersenyum dan mengangguk.


************

__ADS_1


1 minggu kemudian..


Siang ini Randy dan Dania sudah sampai dibali. dikarenakan lokasi outlet baru restaurannya tak jauh dengan pantai kuta jadi randy memilih chek in dihotel yang dekat dengan pantai kuta.


Pilihan Randy dan dania jatuh pada salah 1 hotel bintang 5 "the kuta beach heri*ge** bali***" yang posisi hotelnya langsung terhubung dengan pantai kuta. bahkan hanya berdiam diluar balkon kamar hotel saja sudah bisa melihat indahnya pemandangan sunset.



sesampainya dikamar hotel dania langsung merebahkan tubuhnya, meski bukan perjalanan yang terlalu jauh namun ia merasa lelah, mungkin karena kini kehamilannya sudah mulai membesar.


"pegel yank?" tanya randy.


dania mengangguk dan randy langsung memijit lembut kaki dania. dania pun terlelap karena pijatan randy membuatnya merasa rileks.


Randy menghentikan pijatannya begitu dania sudah terlelap kealam mimpinya.


randy mengambil laptopnya dan mulai melakukan pekerjaannya, ia ingin menyelesaikan pekerjaannya terlebih dulu dikarena kan malam nanti ia akan menghadiri undangan makan malam dari kliennya.


waktu pun berlalu dan jam sudah menunjukan pukul 3 sore. randy meregangkan ototnya yang cukup terasa pegal karena sejak tadi berkutat dengan laptopnya. tanpa randy sadari sejak tadi dania sudah bangun dari tidurnya dan terus memperhatikannya.


Randy menengok kearah dania dan ia terkejut saat melihat dania tengah duduk dan tersenyum padanya.


"kamu udah bangun yank" ucap randy.


dania mengangguk dan turun dari tempat tidur.


"kamu laper?" tanya randy.


dania menggeleng dan duduk dipangkuan randy.


"kamu kok ga istirahat sih yank? malah langsung kerja" ucap dania.


"ga apa-apa, aku mau selesaikan semuanya sebelum ketemu klien nanti malam, kamu siap-siap yaa nanti temenin aku makan malam sama klien" ucap randy.


dania pun mengangguk dan turun dari pangkuan randy, ia berjalan menuju jendela kamar dan melihat keluar jendela. terlihatlah pemandangan indah pantai kuta disore hari. cukup banyak pengunjung yang terlihat berada dipantai kuta.


"Yank mau lihat sunset" ucap dania.


"yaa, dari restauran pun nanti kita bisa lihat sunset, kebetulan acara makan malamnya masih direstauran ini juga dan tempatnya dioutdoor kok jadi bisa langsung lihat sunset" ucap randy.


"oke" ucap dania.


"aku rebahan bentar yaa yank, bangunin aku jam 4 nanti" ucap randy.


dania mengangguk dan randy mulai merebahkan tubuhnya dan terlelap. sementara dania memilih mengeluarkan barang-barangnya dari dalam koper dan menatanya didalam lemari.


Tak terasa waktu pun berlalu dan jam sudah menunjukan pukul 4 sore.


sesuai yang randy minta dania pun membangunkan randy.


"Udah jam 4 yank?" tanya randy.


"iya, kamu mau mandi?" tanya dania.


"mau, tapi bareng sama kamu yank" ucap randy dengan tersenyum lebar.


dania tersenyum dan mengangguk.


dengan cepat randy turun dari tempat tidur dan meggendong dania menuju kamar mandi.


"sini aku bantu buka baju kamu yank" ucap randy.


dania pun membiarkan randy membukakan pakaiannya.


"yank" lirih Randy saat sesuatu di bawah sana tiba-tiba tak bisa diam karena melihat tubuh polos dania. randy menjadi semakin sensitif saat melihat tubuh polos dania dan ditambah dengan perut buncit dania. Dimata randy istrinya itu menjadi semakin seksi dengan perut buncit begitu.


"Inget ya ga ngapa-ngapain" ucap dania sambil tersenyum dan mulai merendam tubuhnya kedalam bathup yang sebelumnya sudah diisi air hangat.


"sini, aku bantuin" ucap dania.


wajah randy berubah menjadi ceria ia pun tersenyum lebar mendengar ucapan dania.


dengan cepat ia masuk kedalam bathup.


"Tapi ga ngapa-ngapain, aku bantu pake tangan." ucap dania sambil tersenyum.


seketika wajah randy berubah menjadi muram. ia pun keluar dari dalam bathup.


"Loh ga jadi nih yank?" tanya dania.


"ga usah, ngapain pake tangan ga enak " ucap randy dingin.


"tapi aku lagi ga mood yank" ucap dania.


randy mengangguk dan memilih mengguyur tubuhnya dengan air dingin. setelah beberapa menit randy selesai dan akan keluar dari kamar mandi.


"jangan berendam terlalu lama yank, katanya mau lihat sunset" ucap randy.


dania mengangguk dan bergegas keluar dari bathup untuk membilas tubuhnya.


setelah selesai dania pun keluar dari kamar mandi.


dilihatnya randy yang sudah siap dengan memakai kemeja hitam juga celana jeansnya.


"emang jam berapa sih yank ketemu klien kamu?" tanya dania.


"jam 7 , kita turun lebih dulu aja, kamu mau lihat sunset kan?" tanya randy.


dania mengangguk dan bergegas memakai gaun hitam panjang tanpa lengan dengan bagian kerutan dibawah dadanya membuat perut buncitnya tampak terlihat jelas dan rambutnya dibiarkan terurai indah.


randy tersenyum dan memeluk dania dari belakang.


"Cantik banget yank" ucap randy.


dania tersenyum dan membalikan tubuhnya berhadapan dengan randy.


"Kamu juga ganteng sayang" ucap dania sambil mengusap lembut pipi randy.


randy memegang pinggang dania dan dania sedikit berjinjit kemudian mengecup lembut bibir randy. kecupan itu perlahan menjadi sebuah lumatan.


Hingga cukup lama mereka saling bertukar air liur dan dania melepaskan dirinya saat ia merasa kekurangan oksigen.


"engap yank" ucap dania dengan mengatur nafasnya.


Cup.


Randy mengecup kening dania.


"Kamu genit" ucap randy sambil tersenyum manis.


"Biarin, genitnya sama kamu doang kok" ucap dania.


"iyalah harus itu, ayo kita turun sekarang" ucap randy sambil menggandeng dania keluar dari kamar hotel.


sesampainya direstauran randy dan dania memesan minum terlebih dulu, sambil menunggu kliennya datang randy dan dania memilih menikmati indahnya suasana hotel juga indahnya pantai kuta menjelang sunset tiba.


"sebentar yank" ucap randy.

__ADS_1


dania mengangguk dan randy pergi meninggalkan dania sendirian direstauran.


cukup lama dania menunggu randy, entah suaminya itu pergi kemana.


dania mencoba menghubungi randy namun randy tak menjawabnya dan membuat dania kesal.


dania pun bangun dari duduknya dan saat ia akan melangkah randy pun datang menghampirinya.


"Maaf yank nunggu lama" ucap randy sambil mengecup puncuk kepala dania.


"dari mana sih yank? tega amat ninggalin istri yang udah cantik kayak gini sendirian disini" ucap dania sambil mengerucutkan bibirnya dan mulai duduk kembali.


randy tersenyum dan menggenggam tangan dania.


"ada urusan bentar tadi, sunsetnya bentar lagi yank"ucap randy.


"iya" ucap dania singkat.


ia masih kesal karena randy meninggalkannya sendirian.


tak lama sunset pun mulai terlihat.


dengan cepat dania mengambil ponselnya dan memotret pemandangan sunset tersebut.



"kamu seneng?" tanya randy.


"ya" jawab dania singkat.


"kamu masih marah gara-gara aku ninggalin kamu tadi?" tanya randy.


"menurut kamu?" tanya dania tanpa menatap randy.


"kan aku udah minta maaf" ucap randy.


"hhmmm" dania hanya berdehem dengan masih fokus menatap layar ponselnya.


randy hanya tersenyum dan mengusap lembut kepala danai.


"indahnya" ucap dania dengan menatap kearah sunset yang perlahan mulai menghilang.


"ya indah, tapi lebih indah semua yang ada didiri kamu yank" ucap randy dengan terus menatap dania.


dania yang tadinya kesal seketika langsung tersenyum mendengar ucapan randy. suaminya itu selalu bisa meluluhkan hatinya, dania pasti tak akan bisa marah berlama-lama pada randy jika randy sudah mengeluarkan kata-kata manisnya yang selalu membuat dania merasa semakin dicintai oleh randy.


"Gitu dong senyum, jangan cemberut aja, manisnya hilang kalau cemberut" ucap randy.


Cup.


Randy pun mengecup puncuk kepala dania.


tak terasa waktu berlalu dan datanglah klien yang randy maksud.


dania mengerutkan dahinya melihat seorang wanita muda cantik dengan gaun tak terlalu terbuka namun menampilkan lekuk tubuhnya. benar-benar terlihat sempurna,kulitnya yang kuning langsat matanya yang sipit, rambutnya yang pirang dan lurus sepunggung, dengan bentuk tubuh yang body goals.


"hai pak randy, maaf anda harus menunggu lama" ucap wanita itu sambil menyodorkan tangannya.


"Oh hai bu sheila tidak juga" ucap randy dengan menyambut tangan wanita bernama sheila itu.


sheila pun mendudukan dirinya dan melihat kearah dania.


"sekretaris anda?" tanya sheila sambil menunjuk dania.


dania membulatkan matanya mendengar ucapan sheila.


"mana ada sekretaris yang hamil" ucap dania dengan nada dingin.


randy tersenyum dan merangkul bahu dania.


"perkenalkan ini istri saya" ucap randy.


sheila terkejut mendengar ucapan randy. ia menatap lekat wajah dania dan tersenyum.


"Maaf saya fikir sekretaris anda" ucap sheila denggan menorehkan senyum manisnya.


mereka pun memilih makan malam terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan membahas acara grand opening outlet baru.


setelah kurang lebih 30 menit meeting itu selesai, dan sheila pun pergi dari restauran.


"kamu mau pergi kemana dulu ga?" tanya randy.


"Aku capek mau balik kekamar" ucap dania dingin.


belum sempat randy bicara dania sudah meninggalkannya lebih dulu.


randy menghela nafas dan mengekori dania.


"kamu kenapa sih yank? kok cemberut mulu dari tadi.? " tanya randy saat mulai memasuki lift.


"kenapa sih kliennya harus cewek? mana cantik lagi, ditambah bodynya seksi kayak gitu" ucap dania kesal.


randy tersenyum dan memegang tangan dania.


"jangan pegang-pegang, aku masih kesel ya" ucap dania.


"sabar rand" bathin randy.


randy pun mengelus dadanya.


dania melangkahkan kakinya saat pintu lift terbuka. randy terus mengekori dania dan sampailah dipintu kamar hotel.


dania membuka pintu kamar dan melangkah masuk.


ia terkejut begitu melihat pemandangan tempat tidur berhiaskan sepasang angsa yang dibentuk dari selimut dan ada setangkai bunga mawar merah disana.



dania masih diam mematung dengan tatapan yang tak lepas dari apa yang ia lihat.


dania tersentak saat randy memeluknya dari belakang.


"maaf ya tadi aku nyiapin ini semua makanya lama ninggalin kamu" bisik randy tepat dibelakang daun telinga dania dan membuat dania merinding sekaligus merasakan suhu tubuhnya memanas.


randy memang meminta room service untuk menyiapkan kejutan manis itu untuk dania.


randy mengusap lembut lengan dania dan membalikan tubuh dania hingga kini saling berhadapan.


"tolong jangan marah lagi yank" ucap randy dengan terus mengusap lembut lengan dania.


dania memejamkan matanya, suhu tubuhnya terasa semakin panas dan randy pun dapat merasakan itu.


perlahan randy mengecup bibir dania.


Di kecupnya berkali-kali bibir merah muda dan manis itu.


"aku cinta kamu, cinta banget sama kamu suamiku" batiin dania.

__ADS_1


dania merasa begitu beruntung memilki suami yang selalu tahu caranya mendinginkan suasana hatinya yang memanas.


dania pun mengalungkan tangannya dan membalas kecupan randy dengan sebuah lumatan lembut hingga keduanya pun semakin memanas dan kegiatan mereka berakhir dengan penyatuan keduanya dengan disaksikan sepasang hiasan angsa yang terbuat dari selimut (^_^) ♥♥♥


__ADS_2