Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 87


__ADS_3

Pukul 10 pagi randy sudah berada dibali bersama lisa sekretarisnya, Randy pergi kebali karena rencananya esok hari akan diadakan demo memasak yang akan dilaksankan dioutlet restauran nya yang berada dibali. Acara itu akan dihadiri juga oleh wartawan dari beberapa majalah. Randy bersama partner bisnis lainnya sengaja memilih outlet Dania's Restaurant yang berada dibali karena selain tempatnya lebih luas juga karena pemandangannya yang indah dan tepat menghadap langsung kearah pantai kuta.


"Bagaimana untuk persiapan besok?" tanya randy pada menejer restauran dan kepala chef brian.


"kalau dari kami tentu saja sudah siap semua, dan besok acaranya dimulai pukul 10 pagi" ucap chef brian.


"untuk bagian floor juga sudah siap semua pak" ucap menejer restauran yang bernama ardi itu.


Randy mengangguk dan memanggil salah satu pelayan, ia pun memesan makanan sementara ardi dan chef brian pamit pada randy untuk melakukan kembali pekerjaannya masing-masing.


"Saya mau yang biasa, kamu mau pesan apa sa?" tanya randy pada lisa.


"Saya disamakan saja dengan pak randy" ucap lisa dan diangguki oleh pelayan tersebut dilanjutkan dengan melakukan repeat order. setelah selesai pelayan itu pun langsung menginput pesanan randy.


Sementara smbil menunggu pesanan datang randy memilih melihat-lihat area restaurant, Ditengah kegiatannya randy tak sengaja melihat kearah pintu masuk restaurant dan terlihat disana seorang wanita cantik yang tengah melangkah dengan senyuman manisnya. Randy pun membalasnya dengan tersenyum pula.


"disebelah sini" ucap randy sambil menunjukan meja yang ia tempati pada wanita itu.


wanita itu pun mengikuti randy dan duduk berhadapan dengan randy.


"kamu bisa tinggalkan kami lisa" ucap randy.


lisa mengangguk dan pindah kemeja lainnya meninggalkan randy dengan wanita itu.


"bagaimana perjalanan anda?" tanya wanita itu.


"biasa saja bu sheila" ucap randy.


wanita itu adalah sheila, wanita cantik berkulit kuning langsat, dengan mata sipit dan senyum manisnya yang pernah randy temui bersama dania saat pertama kali randy datang kebali bersama dania untuk melakukan babymoon, saat itu dania bahkan sampai marah karena ternyata client Randy adalah seorang wanita muda dan cantik.


"Saya bisa tebak anda pasti berat sekali untuk datang kesini, benar begitu bukan?" tanya sheila sambil menatap randy.


"Saya rasa anda benar" ucap randy dengan tersenyum tipis.


"Yah bisa saya tebak anda tidak ingin meninggalkan baby twins menggemaskan anda" ucap sheila.


"yah anda benar, berat sekali rasanya meninggalkan mereka. tetapi ini pun demi mereka, saya bekerja untuk mereka juga,istri dan anak-anak saya" ucap randy.


sheila tersenyum dan melihat sekeliling restauran.


"Disini selalu ramai, sebetulnya saya ingin sekali pergi kejakarta menghadiri undangan anda saat aqiqah anak anda, saya juga ingin sesekali melihat beberapa outlet disana,tetapi saya masih sibuk dengan pekerjaan saya disini" ucap sheila.


"tidak masalah bu sheila, anda adalah salah 1 pemilik Dania's Restaurant jadi anda boleh datang kapan pun anda bisa datang,jangan terlalu memaksa, toh setiap bulannya laporan semua outlet selalu sampai ketangan anda" ucap randy.


"Yah benar sekali, ngomong-ngomong kenapa anda tidak datang bersama pak gio?" tanya sheila.


"ada apa memanggil nama saya?" ucap seseorang yang tiba-tiba saja muncul dan duduk dikursi.


"anda baru sampai?" tanya sheila.


"seperti yang anda lihat, bagaimana kabar anda?" ucap gio sambil menyodorkan tangannya kehadapan sheila.


"kabar baik, saya harap anda pun begitu" ucap sheila dengan tersenyum tipis pada gio dan menyambut tangan gio.


"yah seperti yang anda lihat, ngomong-ngomong kapan anda datang pak randy? (melihat kearah randy).


"belum lama sampai disini, silahkan anda pesan terlebih dulu" ucap randy.


tak lama pesanan randy dan sheila sampai dan gio langsung memesan minuman pada pelayan yang mengantar pesanan randy juga sheila. randy pun meminta pelayan itu mengantarkan pesanan lisa kemeja yang lisa tempati.


Setelah berbincang-bincang santai sambil membahas acara demo memasak besok, Randy, gio dan sheila melanjutkan dengan acara makan siang bersama.


"ngomong-ngomong anda menginap dihotel apa?" tanya gio pada randy.


"Dihotel biasa, the kuta beach h**itage bali" ucap randy.


Hotel mewah berbintang 5 itu kini memang menjadi hotel favorit randy saat berkunjung kebali. selain fasilitas dan pelayanannya yang memuaskan juga hotel itu dekat dengan lokasi outlet restaurannya.


"benarkah? saya juga" ucap gio.


Sheila terus memperhatikan randy bergantian dengan gio.


"entah mengapa, saya melihat sepertinya kalian terlihat canggung, apa saya benar?" tanya sheila.


Randy dan gio saling menatap dan tersenyum.


"Yah sebetulnya memang saya canggung memanggil teman saya ini dengan sebutan formal, rasanya aneh sekali" ucap gio.


"benarkah? lalu kenapa harus dipaksakan berbicara formal?" tanya sheila.


"yah tentu saja kami menghormati anda, bu sheila" ucap randy.


sheila menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.

__ADS_1


"tidak perlu sungkan, mari kita berteman" ucap sheila.


Randy dan gio saling menatap dengan ekspresi bingung.


"Selain jadi partner bisnis, kita pun bisa jadi teman bukan?" tanya sheila.


Gio tersenyum dan mengangguk.


"tentu saja, kalau begitu mari kita berteman" ucap gio.


randy tersenyum dan mengangguk.


"tentu saja , kenapa tidak" ucap randy.


Sheila pun tersenyum lebar.


"kalau gitu panggil aku sheila, jangan ada embel ibu karena aku bukan ibu-ibu" ucap sheila.


Gio terkekeh mendengar ucapan sheila.


"Ok shei" ucap gio.


"good" ucap sheila dengan senyum manisnya.


randy pun tersenyum melihat gio dan sheila. rasanya tak buruk jika kedua partner bisnisnya itu menjalin hubungan lain selain partner bisnis dan teman, fikir randy.


setelah selesai makan siang sheila pun pamit pada randy dan gio dikarenakan masih ada urusan lainnya, dan kini hanya tinggal gio dan randy.


"Gue suka pemandangan disini, selain bisa makan enak juga gue bisa nikmati pemandangan pantai sekaligus" ucap gio.


"Ya gue rasa gue juga suka, ngomong-ngomong gimana dibandung? gue belum sempat lihat outlet dibandung" ucap randy.


"Semuanya lancar, gue sering kesana dan gue rasa berbisnis sama lu emang menguntungkan sih rand, jadi ga salah gue mutusin ikut gabung diperusahaan f&b lu" ucap gio.


sedikit informasi tentang gio, gio adalah teman randy yang berasal dari yogyakarta namun kini sudah menetap dibandung, pria berwajah manis itu adalah seorang pengusaha muda dan cukup sukses dibidang properti dan tertarik masuk kedunia f&b karena alasan yang simpel, ya karena ia senang makan. Dan gio adalah orang yang saat itu datang kebandung membicarakan soal kerjasama kerjanya dengan randy, dan saat itu pula adalah hari dimana randy harus kehilangan buah hati pertamanya karena dania menyusulnya kebandung.


"yah kalau ga menguntungkan gue ga bakal jalanin bisnis ini" ucap randy.


"ya, ngomong-ngomong sorry ya gue ga bisa datang waktu acara aqiqah sikembar, tapi serius sih anak lu mirip banget sama maminya" ucap gio


Randy tersenyum mendengar ucapan gio, gio adalah orang kesekian dari banyaknya orang yang mengatakan buah hatinya itu mirip dengan mommynya.


"Yah, mereka lucu bikin gue pengen cepetan balik, kangen mulu bawaannya" ucap randy.


"Yah begitulah, nikmatnya menikah" ucap randy dengan tersenyum lebar. ia jadi teringat saat harus menikahi dania karena kecerobohannya, namun juga ia bersyukur karena ternyata yang ia nikahi adalah perempuan baik-baik dan bisa dibilang sempurna dalam menjadi seorang istri meski diusianya yang masih sangat muda.


"gimana sheila?" tanya randy.


"apanya?" tanya gio bingung.


"sheila cantik bukan? wajahnya asia banget kan? bukannya dia tipe lu?" tanya randy.


gio tersenyum dan menyesap minumannya.


"Kami hanya berteman" ucap gio.


"semua berawal dari teman bukan? gue rasa lu harus bertindak cepat sebelum dia diambil orang" ucap randy.


gio tersenyum tipis mendengar ucapan temannya itu.


"kita lihat aja nanti" ucap gio.


******


Sementara ditempat lain, tepatnya dikediaman dania saat ini dania tengah cemas menanti kabar dari randy. pasalnya sudah sejak pagi randy tak mengabarinya, dania bahkan tak tahu suaminya itu mendarat dengan selamat atau tidak dibali.


"Ada apa non?" tanya bibi.


"Randy kok ga ngabarin ya bi, aku jadi cemas loh dia udah sampe atau belum" ucap dania.


"harusnya kan udah sampe dari tadi kan non" ucap bibi.


"iya sih, tapi dia belum ngabarin aku. dia itu seneng banget deh bikin istrinya khawatir, perasaan aku jadi ga enak jadinya" ucap dania cemas.


bibi tersenyum melihat ekspresi cemas majikannya itu. baginya dania bukan hanya majikannya, namun ia juga sudah menganggap dania seperti putrinya sendiri karena ia pun memiliki seorang putri yang usianya tak jauh beda dengan dania.


"itu cuman perasaan non aja, den randy kan kesana untuk urusan pekerjaan , jadi ya dia pasti sibuk saat ini jadi belum sempat ngabarin non" ucap bibi.


"semoga aja deh bi, ya udah aku keatas dulu ya bi mau lihat sikembar" ucap dania dan diangguki oleh bibi.


Dania pun pergi menuju kamar bayi kembarnya itu, dilihat disana bayinya tengah bermain dan tertawa bersama lia.


"Hai kesayangan mommy" ucap dania begitu melihat buah hatinya itu yang tampak riang bermain dengan baby sitternya. namun ada yang kurang disana karena hanya ada baby rayna disana.

__ADS_1


"dimana baby raydan?" tanya dania.


"dia sedang bersama novi dibalkon bu" ucap lia.


"Mereka lucu sekali bu, saya sudah sayang sekali sama mereka" ucap lia.


dania tersenyum dan mengangguk.


"iya mereka menggemaskan ya, sayang sekali kakaknya tidak ikut hadir disini" ucap dania.


"Kakaknya? jadi mereka punya kakak?" tanya lia.


"iya, tapi dia berada jauh disana bersama Tuhan" ucap dania.


lia terkejut mendengar ucapan dania, ia pun menjadi tak enak hati pada dania.


"Maaf bu" ucap lia.


"ga apa-apa mbak lia, ya udah saya mau lihat baby raydan dulu" ucap dania sambil berlalu menuju balkon kamar bayi kembarnya itu.


Perlahan dania mendekati novi yang tengah duduk memunggunginya. Dania membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya begitu ia melihat pemandangan yang tak terduga.


"NOVI..!!!" Dania membentak novi dan membuat novi terkejut bukan main karena tiba-tiba majikannya itu berada dihadapannya.


dengan cepat dania mengambil alih menggendong baby Raydan.


"Gila kamu ya, beraninya kamu melakukan ini pada anak saya, sudah berapa kali ha?" tanya dania dengan geram.


Novi menunduk dengan tubuhnya yang mendadak berkeringat dingin.


"Ada apa bu?" tanya lia yang merasa kaget karena dania membentak novi. bahkan suara dania terdengar sampai kedalam kamar.


"Apa kamu tahu masalah ini?" tanya dania pada lia.


"Maaf bu masalah apa ya?" tanya lia bingung.


"Kamu tahu dia (menunjuk novi) mau menyusui raydan, anak saya, darah daging saya" ucap dania geram.


Lia terkejut mendengar ucapan dania.


Plak.


Satu tamparan mendarat dipipi novi membuat novi sampai meneteskan air matanya.


Lia memarahi novi atas tindakannya, dan dania benar-benar merasa tak habis fikir dengan novi, Wanita pendiam itu ternyata diam-diam menghanyutkan.


"Saya ibunya jadi hanya saya yang berhak memberikan ASI pada anak saya, bukan kamu atau siapapun" ucap dania dengan kesal.


ia benar-benar kecewa pada novi, sangat disayangkan karena sebetulnya pekerjaan novi cukup bagus dan sikembar pun memang cocok dengannya, namun tak disangka ia sudah lancang karena berani akan menyusui anak dari majikannya sendiri.


dengan langkah kesal dania pergi meninggalkan novi dan lia. ia memanggil bibi dan menyuruh bibi menggendong baby rayna dan membawanya kekamarnya.


Dania menidurkan baby raydan diatas tempat tidurnya, ia bergegas mengambil 2 lembar amplop cokelat dan memasukan masing-masing 1 gepok uang pecahan seratus ribuan yang tertulis dengan nominal Rp. 10.000.000,00 kedalam amplop cokelat tersebut.


"titip sikembar bentar bi" ucap dania dan bergegas keluar dari kamar.


masih dengan perasaan kesal, kecewa, marah yah campur aduk rasanya ia pergi menuju kamar sikembar.


"Ambil ini, saya ga mau kamu mengasuh anak saya lagi" ucap dania sambil memberikan amplop uang itu pada novi.


"Ibu pecat saya?" tanya novi.


"Kamu masih nanya? Tentu aja kamu saya pecat, Saya ga suka mempekerjakan orang yang lancang kayak kamu" ucap dania dengan geram. jiwa menonjoknya yang sering ia lakukan pada randy dulu rasanya ingin sekali ia keluarkan, rasanya ingin sekali dania menampar berkali-kali wajah novi. Dania benar-benar merasa kecewa pada novi.


"Tapi bu saya ga pernah memberikan ASI pada anak ibu, saya tadi hanya main-main saja" ucap novi.


dania semakin geram mendengar ucapan novi, dania semakin kesal karena novi memperlakukan putranya itu sebagai bahan permainan.


"Saya ga mau lihat muka kamu lagi, Jadi lebih baik kamu keluar dari rumah saya sebelum suami saya tahu dan dia sudah pasti ga akan pernah maafin kamu" ucap dania.


dania melihat kearah lia yang hanya diam saja.


"Maaf mbak lia, ini hak mbak" ucap dania.


lia terkejut melihat dania memberika amplop cokelat juga padanya.


"apa ibu juga memecat saya?" tanya lia.


"Maaf sekarang ini saya ga bisa percaya siapapun, jadi saya akan merawat anak saya sendiri" ucap dania.


Lia menatap kesal pada novi, gara-gara temannya itu ia jadi kehilangan pekerjaannya.


lia dan novi pun pamit pergi dari rumah itu, sementara dania sama sekali tak menatap kedua mantan baby sitternya itu.

__ADS_1


Hancur sekali rasanya hati dania saat ini, mengapa juga harus ada orang lain yang ingin memberikan ASI pada putranya itu sementara ia sendiri yang ibu kandungnya bisa memberikan ASI pada putranya.


__ADS_2