
Tak terasa 28 minggu sudah usia kehamilan dania dan dania benar-benar sudah mulai merasakan susahnya tidur. semua posisi membuatnya serba salah karena kehamilannya sudah membesar, tubuhnya pun menjadi cepat lelah.
namun ia menjadi lebih aktiv dari sebelumnya.
seperti pagi ini karena ini hari libur dan dania pun tak memiliki kegiatan, ia memlilih mengeluarkan baju-baju bayi yang ia beli dulu bersama randy.
Randy yang melihat istrinya itu sibuk pun langsung berjalan mendekat.
"kamu ngapain yank?" tanya randy.
"aku mau beresin baju-baju ini" ucap dania.
"jangan kecapean, udah tahu kamu cepet capek sekarang-sekarang ini" ucap randy.
"iya yank" ucap dania dengan senyum manisnya.
"Aku bantu sini" ucap randy sambil mulai mengambil alih mengeluarkan baju-baju bayinya.
"thank you yank, kamu emang suami pengertian" ucap dania dengan tersenyum manis.
randy pun tersenyum mendengar ucapan istrinya itu.
"baju-baju ini mau diapain emamg?" tanya randy.
"mau dicuci" ucap dania.
"kenapa harus dicuci?" tanya randy.
"ya karena ini kotor, dari awal kita beli ini semua belum pernah dicuci, nanti kalau anak kita kegatelan gimana?" tanya dania.
randy mengangguk dan melanjutkan menyimpan baju-baju tersebut kedalam keranjang cuci.
"Ehh kamu mau apa?" tanya randy terkejut saat dania mengangkat keranjang cuciannya.
"mau aku bawa kebawah lah, kan mau dicuci" ucap dania.
"Ya ampun yank ini disini ada suami kamu, bilang dong kan bisa aku bantuin, sini aku yang bawa kebawah" ucap randy sambil mengambil alih keranjangnya.
dania tersenyum dan mengangguk.
"oke, tolong ya sayang kasih bibi" ucap dania dan diangguki oleh randy.
randy pun turun menuju ruang cuci dilantai bawah dan ternyata ada bibi disana.
setelah selesai randy pun kembali kekamar bayinya dan dilihatnya dania masih saja sibuk membersihkan box bayinya.
"yank udah nanti biar bibi aja yang lanjut bersihin" ucap randy.
"ga usah, kerjaan bibi banyak, jadi ini aku aja yang kerjain" ucap dania.
"tapi nanti kamu jadi kecapekan yank" ucap randy.
"Kan ada kamu yang bisa mijitin aku" ucap dania sambil tersenyum nakal pada randy.
"oke siap Nyonya sebastian, aku bakalan pijitin kamu, pijit plus-plus pokoknya" ucap randy dengan menyeringai.
dania terkekeh mendengar ucap randy.
"Dasar mesum" ucap dania.
"mesum-mesum gini juga kamu cinta aku" ucap randy dengan tersenyum mengejek.
"ihh geer siapa juga yang cinta sama kamu" elak dania.
"kan kamu mau nikah sama aku, berarti ya kamu cinta sama aku lah" ucap randy.
"ihh orang aku terpaksa sih nikah sama kamu, kalau bukan karena kamu yang ngejebak aku juga aku ga akan mau nikah sama kamu" ucap dania dengan memasang wajah kesalnya.
"oh jadi gitu, sial juga ya aku udah jadi cowok yang kegeeran" ucap randy dengan nada kesal kemudian berlalu meninggalkan dania.
dania terkekeh melihat ekspresi kesal randy, ia senang sekali mengerjai suaminya itu.
setelah beberapa menit akhirnya dania selesai membereskan kamar bayinya. ia memegang pinggang nya yang terasa pegal karena terlalu banyak bergerak sejak tadi. ia pun kembali kekamarnya dan dilihatnya randy yang tengah duduk disofa sambil memainkan ponselnya.
dania mendudukan dirinya disofa sebelah randy.
"Uhh pinggang aku sakit banget" ucap dania sambil meringis kesakitan.
Tak ada respon dari randy, randy justru masih fokus memainkan ponselnya.
"Yank" panggil dania.
lagi-lagi tak ada respon dari randy.
"Yank pegel" rengek dania.
"Salah sendiri, sakit kok dicari-cari" ucap randy dingin.
"Kan kamu udah janji tadi mau mijitin aku kalau udah selesai beres-beres" ucap dania.
"Ga jadi, aku males" ucap randy dengan masih bernada dingin.
dania menghela nafas sejenak, ia mengerti suaminya itu pasti sedang ngambek karena ucapannya tadi saat berada dikamar sang bayi.
Dania mencoba menggoda Randy, biasanya Randy akan luluh saat dia menggodanya..
Dania menarik dress tidurnya hingga terlihat paha putih mulisnya, dia pun duduk disamping Randy.
Randy masih tetap diam namun pandangannya sesekali mencuri lihat ke arah paha istrinya itu.
Dia masih diam dan mencoba tetap tenang dan tak tergoda oleh rayuan istrinya itu. Namun siapa sangka? Di bawah sana bahkan sudah menegang.
Dania yang tak mendapatkan respon dari Randy pun menjadi kesal sendiri.
__ADS_1
"udah ah, mendingan bobo." ucap dania dan akan melangkah namun dengan cepat randy menahan tangan dania dan membuat dania menengok kearah randy.
"Enak aja main pergi" ucap randy.
"Kenapa emang?" tanya Dania bingung.
"Kamu harus tanggung jawab." ucap Randy sambil menunjukan sesuatu dibawah perutnya.
Dania membulatkan matanya dan dia pun terkikik geli melihatnya.
Dia pikir suaminya itu tak tergoda dengan apa yang dia lakukan.
"Tapi aku capek, aku ngantuk." ucap Dania.
Randy tak mempedulikan ucapan Dania dan langsung mengangkat tubuh Dania dan membaringkannya di tempat tidur.
Randy bergitu tergesa-gesa, nafas nya bahkan terdengar berat.
dania tahu apa yang akan dilakukan suaminya itu, tetapi ia benar-benar merasa lelah karena sejak tadi sudah sibuk membereskan kamar buah hatinya.
"pinggang aku sakit banget, yank" ucap dania.
Randy menghentikan kegiatannya dan menatap dania.
randy pun menghembuskan nafas perlahan dan menyingkap dress rumahan dania.
"Yank please, jangan sekarang" ucap dania memelas.
"udah diem" ucap randy.
randy meminta dania memunggunginya.
"yank kamu?" dania terkejut saat tahu ternyata randy tak ingin memasukinya melainkan randy justru memijat pinggangnya.
"Apa ini sakit?" tanya randy sambil memegang pinggang kanan dania.
dania mengangguk dan randy melanjutkan memijat pinggang dania.
"Besok-besok harus denger kalau suami ngomong, dibilang jangan ya jangan, kalau udah kayak gini siapa juga yang repot coba?" ucap randy.
"Kamu yang repotkan karena jadi harus mijit aku?" ucap dania.
randy menggeleng dengan tangannya yang masih terus memijat pinggang dania.
"Bukan aku, tapi kamu. karena kamu jadi kesakitan kan" ucap randy.
dania membalikkan tubuhnya dan menatap randy.
"Maaf ya" ucap dania.
"buat apa minta maaf?" ucap randy.
"Maaf karena tadi aku udah ngerjain kamu, aku cinta kok sama kamu, cinta banget malahan" ucap dania.
sejujurnya randy pun tahu kalau dania memang mencintainya, yang randy tahu wanita jika sudah merelakan segalanya untuk prianya sudah dapat dipastikan bahwa wanita itu memang benar-benar mencintai prianya.
hanya saja randy pun ingin kembali mengerjai dania dengan pura-pura marah pada dania, namun tak disangka dania justru menggodanya dan membuat tubuhnya terasa memanas.
"Aku tahu" ucap randy.
dania tersenyum dan mengangguk.
ia pun kembali memunggungi randy.
"Pijitin terus yank" pinta dania.
"enak ya dipijitin kayak gini?" tanya randy.
"iya, apalagi yang mijitnya kamu makin plus-plus enaknya. bener yang kamu bilang tadi pijitan kamu emang plus-plus" ucap dania.
randy terkekeh mendengar ucapan dania.
"dasar genit" ucap randy.
dania hanya terkekeh dan membiarkan suaminya itu kembali memijit pinggangnya yang terasa pegal.
setelah beberapa saat dania pun terlelap karena rileksnya pijatan lembut randy, randy pun menghentikan pijatnya dan membiarkan istrinya itu istirahat.
******
Keesokan harinya..
Pagi ini dania tengah sibuk mencatat sesuatu dimeja rias kamarnya.
Randy yang baru saja keluar dari kamar mandi mencoba mendekati dania dan mencuri lihat apa yang sedang istrinya itu catat.
"Ihh bintitan nanti loh pake ngintip segala" ucap dania tanpa melihat kerah randy.
randy semakin mendekat dan menundukan kepalanya agar dapat melihat lebih jelas catatan istrinya itu.
"Kamu masih mau belanja baju bayi?" tanya randy saat melihat ternyata dania tengah mencatat beberapa keperluan bayi yang masih belum lengkap.
dania mengangguk dan tetap mencatat beberapa keperluan bayinya.
"kamu mau anterin aku kan yank?" tanya dania.
"aku ga bisa, hari ini aku mau kekampus" ucap randy.
dania menghentikan kegiatannya dan melihat kearah randy yang kini tengah memakai bajunya.
"masa aku sendiri" ucap dania sendu.
"ya udah tunggu bentar" ucap randy.
__ADS_1
randy mengambil ponselnya dan menghubungi sang mama, randy meminta sang mama agar menemani dania belanja keperluan bayi.
"bentar lagi mama kesini" ucap randy.
"kok kamu minta mama yang anterin aku sih yank? aku kan jadi gaenak sama mama" ucap dania dengan mengerucutkan bibirnya.
Cup.
Randy pun mengecup puncuk kepala dania.
"maaf sayang aku beneran ga bisa nganterin kamu, aku harus ketemu dosen" ucap randy.
dania memasang wajah sedihnya karena suaminya itu tak bisa mengantarnya.
"nanti selesai ketemu dosen aku nyusul kamu deh" ucap randy.
seketika ekspresi wajah dania langsung ceria mendengar ucapan suaminya itu.
"janji ya" ucap dania dengan tersenyum lebar.
"iya iya aku janji" ucap randy.
dania mengangguk dan bergegas bersiap sambil menunggu mertuanya itu datang.
45 menit kemudian mama randy datang dan dania juga mama randy langsung pergi menuju mall yang berada didaerah jakarta pusat.
kurang lebih 30 menit dania sampai dimall dan langsung menuju salah 1 departemen store yang khusus menjual perlengkapan bayi.
"kamu bukannya udah belanja ya waktu itu? kenapa ga pake aja yang sebelumnya toh masih pada baru" ucap mama randy.
"iya ini aku cuman nambahin yang belum ada aja kok ma" ucap dania.
mama randy mengangguk dan menyuruh dania untuk membeli beberapa keperluan yang penting-penting saja.
mama randy terus menyerocos menyuruh dania untuk membeli ini membeli itu dan membuat dania benar-benar merasa bosan.
"ada lagi ga ma yang harus dibeli?" tanya dania dengan malas.
"coba mama periksa lagi ada yang kurang atau enggak" ucap mama randy.
dania membiarkan saja mertuanya itu memeriksa kembali belanjaannya.
"udah lengkap nih" ucap mama randy.
"ya udah kita bayar sekarang deh ma, aku pegel banget pengen cepet duduk" ucap dania.
"kalau lagi hamil gede itu malah kamu harus banyak jalan dan banyak gerak, ga boleh males-malesan" ucap mama randy.
"emang kenapa ma?" tanya dania.
"kalau dibilangin orang tua jangan balik nanya, ga sopan tau. lagi pula untuk kebaikan kamu juga" ucap mama randy.
dania menghela nafas sejenak.
"maaf ma soalnya aku beneran capek banget terus pinggang aku juga sakit banget" ucap dania.
"ya begitulah nikmatnya mengandung, jangan kebanyakan mengeluh. kamu tahu kerjanya ibu hamil mendapatkan pahala berlipat-lipat ganda, apalagi kalau kamu terus melayani suami kamu dengan baik" ucap mama randy.
dania tersenyum dan mengangguk.
meski dalam hatinya kesal, ia juga merasa beruntung mendapatkan mama mertua yang memperhatikannya.
setelah membayar dania dan mama randy pergi menuju salah satu restauran karena waktu juga sudah menunjukan jam makan siang.
setelah selesai memesan makanan dan beberapa menit kemudian makanan pun datang, dania juga mama randy mulai melahap makanannya.
ditengah kegiatan makan siangnya ponsel dania berbunyi dan ada 1 pesan dari randy.
Hubby♥: macet nih jalanan, pesenin aku makanan dulu yank.
Dania: ya udah, kamu hati-hati dijalan.
Hubby♥: oke.
"jangan mainin ponsel kalau lagi makan, pamali dania" ucap mama randy.
dania menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia pun tersenyum dan menyimpan ponselnya diatas meja, setelah itu memesankan makanan untuk randy.
setelah menunggu beberapa menit pesanan pun sampai tetapi randy masih belum juga sampai direstauran.
dania dan mama randy bahkan sudah selesai makan siang.
"Coba hubungi randy, kok lama banget dia" ucap mama randy.
dania mengangguk dan mengambil ponselnya.
belum sempat ia menghubungi nomor randy, nomor randy bahkan sudah menghubunginya terlebih dulu.
dania pun tersenyum dan menjawab panggilan telpon tersebut.
"Hallo yank.." ucap dania.
".............."
"Iya betul, ini siapa ya? kemana suami saya?" tanya dania.
"..................."
Dania membulatkan matanya mendengar ucapan seseorang disebrang sana. Jantungnya terasa berhenti berdegup, tubuhnya lemas seketika. mama randy yang melihat perubahan ekspresi dania pun merasa bingung.
"kamu kenapa dania? udah sampe mana randy?" tanya mama randy.
bukannya menjawab dania justru menangis sejadi-jadinya dan membuat mama randy panik. bahkan beberapa pengunjung direstauran tersebut sampai memperhatikan dania.
__ADS_1