
Sudah satu minggu sejak Randy dan Dania mengundang orang tua mereka, dan saat ini mereka sedang berada di salah satu Hotel di Bandung.
Karena hari ini akan ada acara grand opening Restauran Outlet ke-5 dengan mengundang tamu dari beberapa kalangan, mulai dari keluarga, teman-teman Randy dan Dania, dan juga rekan-rekan bisnisnya.
Berbeda dengan Restauran sebelumnya, Outlet kali ini terletak di salah satu Mall yang berada di Bandung dan memiliki kapasitas person lebih banyak di setiap area, yang tak lain area smoking dan area no smoking.
Masih ada waktu tiga jam sebelum di mulainya acara, karena tepatnya pukul 10.00 wib nanti grand opening Outlet ke-5 akan di buka.
Dania masih bersiap di kamarnya, sedangkan Randy kini tengah sibuk dengan ponselnya, dia tampak sibuk menghubungi menejer Restauran untuk memastikan semuanya sudah di siapkan dengan baik dan tak ada satu pun yang terlewat, karena Randy ingin meninggalkan kesan yang baik dan tak terlupakan untuk para tamu undangannya nanti.
Setelah selesai menelpon, Randy pun melihat kearah Dania dan menatap kagum pada istrinya itu.
"Kamu cantik banget yank" ucap Randy.
Dania pun tersenyum tipis.
"Iya, dong, istri siapa dulu?" ucap Dania sambil tersenyum bangga.
"Istri Randy Sebastian." ucap Randy sambil memeluk pinggang Dania.
Dania pun tersenyum, Randy mendekatkan wajahnya dan akan mengecup bibir Dania.
Tuk.
"Auw ..." Randy meringis saat Dania menjentik keningnya.
"Kamu ganti baju dulu, kita harus datang lebih awal karena harus memastikan lagi semuanya sudah siap seratus persen." ucap Dania.
Randy pun mengerucutkan bibirnya dan memakai pakaian yang sudah di siapkan Dania sebelumnya.
Berbeda dengan Owner lainnya yang akan berpenampilan formal dengan stelan jas dan dasinya, Randy justru lebih suka berpenampilan simpel dan yang jelas berpenampilan sesuai usianya.
Setelah selesai bersiap, Randy dan Dania pun bergegas menuju Restauran.
Di sepanjang perjalanan Randy terus menggenggam tangan Dania, berkali-kali Randy mengecup punggung tangan Dania dan membuat Dania sampai terkekeh geli.
"Wangi yank, aku suka banget wangi tubuh kamu, bikin aku gila, huh." ucap Randy dengan melihat Dania sekilas dan kembali fokus mengemudi.
"Ya udah, nanti ga aku bikin wangi lagi deh, seram juga kalau kamu lama-lama jadi gila." ucap Dania sambil terkekeh.
"Ya, ga gila itu maksudnya. Tapi ya, gimana ya, emmmm ... Bikin aku kecanduan gitu yank, pengen dekat-dekat kamu terus dan mencium harum tubuh kamu." ucap Randy sambil tersenyum.
Dania pun tersenyum mendengar ucapan Randy.
"Udah deh, mendingan fokus nyetir, nabrak aja tau rasa." ucap Dania.
Randy pun tersenyum dan kembali fokus mengemudi.
Sesampainya di tempat tujuan, Randy dan Dania langsung mengecek seluruh persiapan untuk memastikan lagi semuanya sudah benar-benar siap.
Meski sebetulnya mereka tak perlu melakukan semua itu, karena semua pekerjaan sudah di kerjakan oleh seluruh karyawannya dengan tugasnya masing-masing.
Waktu pun berlalu dan kini sudah menunjukan pukul 09.30 wib.
__ADS_1
Pintu Restauran pun di buka, namun karena ini acara grand opening dan hanya mengundang tamu khusus saja, jadi belum di buka untuk umum.
Satu per satu tamu undangan pun mulai berdatangan, termasuk orang tua Randy dan Dania, mereka pun duduk di meja yang sudah di atur sebelumnya dengan diantar oleh sang greeter.
Randy dan Dania satu per satu tamu undangan yang sudah duduk di kursi yang sudah di siapkan sebelumnya.
Tak lama datang lah teman-teman Dania yang tak lain adalah Mia dan Ina, meski mereka sudah lulus Sekolah, namun sampai sekarang mereka tetap berhubungan baik dan masih saling berkomunikasi. Dania pun menyapa teman-temannya dan kemudian kembali menyapa tamu lainnya.
Tak lama setelah kedatangan Mia dan Ina, Dio pun datang dengan seorang perempuan cantik. Dania tersenyum pada Dio, namun berbeda dengan Dio yang saat ini jantungnya terasa berdegup kencang karena dia membawa seorang wanita bersamanya, bukan berdegup kencang karena dia menyukai wanita itu, tetapi perasaan Dio menjadi tak enak saat melihat Dania.
Dio pun tersenyum canggung melihat Dania.
"Hai, Dania, selamat ya untuk grand opening Outlet barunya." ucap Dio sambil tersenyum dan menjabat tangan Dania.
"Thank you, Dio, siapa nih? (Menunjuk ke arah wanita di samping Dio.) Kok ga di kenalin?" tanya Dania sambil tersenyum manis.
"Oh, dia-" ucapan Dio terhenti saat Randy memanggil Dania.
"Sayang ..!" Randy memanggil pelan Dania sambil melambaikan tangannya meminta Dania agar menghampirinya dari jarak kurang lebih tiga meter, Dania pun melihat ke arah Randy yang sedang berada di belakang Dio.
Dio dan wanita itu pun melihat ke arah suara Randy yang tepatnya berada di belakang mereka.
Randy tersenyum melihat Dio, dan sesaat kemudian pandangannya bertemu dengan wanita yang ada di samping Dio. Wanita itu pun tersenyum dan menganggukan kepalanya melihat Randy.
Randy terkejut melihat wanita itu, jantungnya berdegup kencang, rasanya seperti sedang berlari marathon saat melihat sosok yang saat ini ada di hadapannya.
"Aku kesana sebentar, kalian enjoy lah, pesan apapun yang kalian suka, oke." ucap Dania sambil tersenyum.
Dania mengangguk dan menghampiri Randy, sedangkan Dio dan wanita itu pun mulai duduk dan memesan minuman.
Randy masih diam mematung, dia tak percaya dengan apa yang dia lihat. Randy tersentak saat Dania menepuk pelan lengannya.
"Are you okay? kok, bengong?" tanya Dania.
Randy pun tersenyum tipis menatap Dania.
"Tolong sapa tamu yang baru aja dateng ya, aku ke toilet sebentar." ucap Randy.
Tanpa menunggu jawaban dari Dania, Randy pun bergegas ke toilet.
Dania menatap bingung pada suaminya itu, namun dia tak ingin ambil pusing dan memilih menyapa beberapa tamu yang baru saja datang.
Di toilet, Randy membasuh wajahnya berkali-kali dan setelah di rasa puas? Randy pun menatap dirinya di cermin.
"Kenapa dia bisa ada disini? Kapan dia balik ke Indonesia?" gumam Randy.
Randy pun mengusap wajahnya kasar.
"Aaargghh ... Kenapa jantung aku berdegup kencang begitu lihat dia? Apa aku-?" Randy menghentikan ucapannya dan dengan cepat dia menggelengkan kepalanya, dia mencoba menepis apa yang baru saja terlintas di pikirannya.
"Ga mungkin, ini bahkan udah lama banget. Argh ... Brengsek, inget Rand, udah punya istri dan udah berubah. Apapun itu, dia cuma masalalu." ucap Randy sambil mengusap wajahnya kasar dan menatap dirinya sendiri di cermin, seolah dia sedang berbicara dengan dirinya sendiri.
Randy pun kembali ke Restauran dan menghampiri Dania.
__ADS_1
"Maaf lama, kamu jadi nyapa tamu sendiri." ucap Randy merasa bersalah menatap istrinya itu.
Dania pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Oh ya, ayo sapa Dio dulu, biar pun kalian udah akrab tapi dia jauh-jauh dateng dari Jakarta sempatin waktu untuk datang kesini." ucap Dania.
Randy pun mengangguk dan memeluk pinggang Dania sambil berjalan menghampiri Dio.
"Yank lepas, malu ih, masa kita mesra-mesraan kaya gini di depan para tamu undangan." bisik Dania.
Bukannya melepaskan pelukannya Randy justru mengeratkan pelukannya.
"Biarin, biar mereka semua tahu kalau kamu cuma milik aku." ucap Randy.
Dania pun tak habis pikir dengan suaminya itu, semua tamu undangan bahkan sudah tahu bahwa Dania adalah istri dari Randy Sebastian, Owner Restauran tersebut.
"Hey, Bro, sorry baru nyapa." ucap Randy begitu sampai di meja Dio.
Randy dan Dio pun saling berjabat tangan dan memeluk.
"It's oke, Bro, selamat ya, gue iri sama lo, masih muda, ganteng, mapan pula." ucap Dio sambil tersenyum bangga melihat sahabatnya itu.
Randy pun tersenyum mendengar ucapan Dio.
Sesaat kemudian pandangan Randy bertemu dengan wanita yang datang bersama Dio, wanita itu pun berdiri dan menyodorkan tangannya pada Randy.
"Hai Rand, apa kabar? " tanya wanita itu sambil tersenyum manis.
"Baik." ucap Randy singkat sambil menyambut tangan wanita itu dan tak lama Randy pun langsung melepaskan tangannya.
Wanita itu pun tersenyum canggung mendengar jawaban singkat dari Randy, bahkan Randy pun tak menanyakan kabarnya kembali.
Dania memperhatikan ekspresi Randy bergantian dengan wanita itu.
"Oh ya, kita belum sempat kenalan, aku Dania, istrinya Randy." ucap Dania sambil tersenyum manis dan memperkenalkan dirinya.
Wanita itu pun tersenyum dan menjabat tangan Dania.
"Aku Kiara " ucap wanita itu.
"Kiara, kaya pernah denger nama itu, tapi kapan ? Hhmm ..." ucap Dania dalam hati.
Dania pun tersentak setelah teringat saat beberapa waktu lalu Randy mengigau menyebut nama Kiara.
Mendadak ekspresi wajah Dania menjadi berubah masam.
Dania pun meninggalkan meja Dio dan memilih menyapa beberapa tamu lainnya. Randy bingung melihat perubahan ekspresi istrinya itu, dia pun mengekori istrinya itu.
Sedangkan kiara masih terus menatap ke arah punggung Randy.
"Ga ada yang berubah, kamu masih aja dingin." ucap Kiara dalam hati.
Kiara pun tersenyum miris.
__ADS_1