Istri Jelekku

Istri Jelekku
Bab 104


__ADS_3

Uhuk .. Uhuk .. Uhuk ..


Dania tersedak mendengar pertanyaan Randy.


Randy pun bergegas memberikan botol mineral water nya pada Dania dan Dania pun langsung meminumnya.


"Lo baik-baik aja?" tanya Randy.


Dania menggelengkan kepala dan masih batuk karena tersedak barusan.


"Aku butuh ke toilet." ucap Dania dan berlalu menuju toilet.


Randy menatap bingung ke arah Dania.


"Kenapa, sih, dia?" gumam Randy.


Di toilet.


Dania mencoba mengatur napasnya yang sejak tadi terasa sesak akibat jantungnya yang terus berdegup kencang.


Berkali-kali dia menarik napas dalam dan menghembuskan nya perlahan.


"Harus jawab apa? Jawab jujur, atau - " ucapan Dania terhenti kala terlintas suatu jawaban yang mungkin saja dapat membuatnya kembali dekat dengan Randy.


Namun, dia pun kembali terdiam saat memikirkan konsekuensi yang mungkin akan dia dapatkan nantinya.


Dia menatap dirinya di cermin, sungguh perasaannya benar-benar dilema saat ini.


Sekali lagi dia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan. Dia pun keluar dari toilet dan kembali menghampiri Randy.


Dania mengerutkan dahi saat melihat tak ada Randy di meja. Dia melihat sekeliling restauran namun tak juga menemukan Randy.


"Ya Tuhan, kamu kemana, yank?" gumam Dania. Entah mengapa dia menjadi cemas mengingat saat ini keadaan Randy belum sepenuhnya pulih.


"Sorry, lihat cowok yang tadi duduk disini bareng saya ga, ya?" tanya Dania pada salah satu pelayan yang kebetulan melintas di hadapannya.


"Oh, tadi Masnya udah keluar duluan, Kak. Kalau ga salah, tadi dia naik taksi." ucap pelayan itu.


"Makasih, ya." ucap Dania.


Dania bergegas menuju mobilnya dan langsung melajukan mobilnya menuju apartemen Randy. Entah mengapa perasaannya mengatakan bahwa Randy langsung pulang ke apartemen dan keadaannya sedang tak baik-baik saja.


Sesampainya di apartemen.


Dania langsung menekan tombol password apartemen Randy dan terbuka lah pintu apartemen itu.


Dia bergegas menuju kamar dan betapa terkejutnya dia saat melihat Randy yang tengah memakai handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya.


Randy pun tak kalah terkejut melihat Dania ada di dalam apartemennya.


"Gimana caranya lo bisa masuk ke dalam apartemen gue?" tanya Randy sambil menatap Dania dengan tatapan bingung.


Dania terdiam sejenak dengan tatapannya yang tak lepas menatap Randy.


Randy pun mendekati Dania dan memegang bahu Dania.


"Hey ..! Kenapa bengong?" tanya Randy.


Dania pun tersentak dan langsung memeluk tubuh Randy dengan cukup erat.


Randy terdiam, tubuhnya terasa kaku, dia tak dapat menolak atau pun membalas pelukan itu. Entah mengapa dia juga tak mampu mengatakan apapun saat ini.


"Aku cemas, aku khawatir sama kamu karena kamu pergi gitu aja dari restauran." ucap Dania dengan masih memeluk Randy.

__ADS_1


Randy mengerutkan dahinya mendengar ucapan Dania.


"Apa maksudnya?" tanya Randy bingung.


Dania melepaskan pelukannya dan menatap Randy. Randy pun membalas tatapan Dania.


"Apa maksud tingkah lo barusan? Apa di antara kita ada sesuatu?" tanya Randy penasaran.


"Apa kamu akan percaya, kalau di antara kita ada sesuatu?" tanya Dania.


Randy mengerutkan dahi dan memundurkan satu langkah kakinya.Dia menatap Dania dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Hahaha ..


Dia pun tertawa keras sambil menahan perutnya.


Sesaat kemudian ..


"Auuww .. Sial, sakit lagi kepala gue." gumam Randy sambil memegang kepalanya yang kembali terasa sakit.


"Kamu ga apa-apa kan?" tanya Dania cemas sambil memegang kepala Randy.


Randy menatap Dania tak suka dan langsung menepis tangan Dania.


"Gue baik-baik aja." ucap Randy.


"Kamu yakin? Kamu udah minum obat belum?" tanya Dania masih dengan ekspresi cemasnya.


Randy semakin di buat bingung melihat tingkah Dania.


"Kenapa, sih? Biasa aja kali. Lo ga usah lebay begitu. Ga usah bertingkah seolah lo itu kenal dekat sama gue." ucap Randy.


Dania terdiam mendengar ucapan Randy. Dia pun memundurkan langkahnya satu langkah.


Randy menatap tak suka pada Dania.


"Gimana caranya lo masuk ke apartemen gue, ha?" tanya Randy sambil menatap Dania dengan tatapan menyelidik.


Seketika Dania menjadi panik mendengar pertanyaan Randy. Dia terlalu cemas memikirkan keadaan Randy sehingga tak memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi, karena itu dia langsung masuk ke dalam apartemen


"Itu, aku -"


"Mama yang bukain pintu." ucap Mama Randy yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar Randy dan memotong ucapan Dania.


Dania menghela napas lega.


Beruntung lah mertuanya itu datang tepat waktu.


"Mama kapan datang?" tanya Randy bingung.


Pasalnya saat dia masuk ke dalam apartemen, dia sama sekali tak melihat sang Mama.


"Dari kamu masuk apartemen, Mama udah ada di apartemen, kamu aja yang ga lihat Mama." ucap Mama Randy.


Randy terlihat semakin kebingungan mendengar ucapan sang Mama.


"Ya udah, kamu mau mandi, kan?" tanya Mama sambil menatap Randy.


"Iya, tadi kepala aku sakit banget, aku mau segarkan kepala dulu, Ma." ucap Randy.


Flashback.


Randy mengerutkan dahi melihat Dania yang dengan tergesa-gesa pergi menuju toilet yang masih berada di area restauran.

__ADS_1


"Kenapa, sih, dia?" gumam Randy.


Sesaat kemudian kepalanya terasa sakit. Dia mencoba bersabar dan menunggu Dania sebentar lagi, namun rasa sakitnya benar-benar membuatnya tak nyaman.


Sambil menahan rasa sakit di kepalanya, dia meletakkan tiga lembar uang seratus ribu rupiah dan bergegas keluar dari restauran.


Beruntung lah begitu keluar dari restauran, ada taksi yang berhenti di depan restauran. Begitu penumpang taksi itu turun, Randy pun bergegas masuk ke dalam taksi dan meminta sang supir untuk mengantarnya menuju apartemen. Rasanya dia ingin segera membuat kepalanya terasa nyaman.


Flashback end.


"Ya udah, kamu mandi, Mama tunggu di luar." ucap Mama Randy sambil menarik Dania keluar dari kamar Randy.


Sedangkan Randy langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa kamu ceroboh sekali? Gimana kalau Mama ga datang? Kamu mau jawab apa, ha?" tanya Mama Randy.


Dia tak habis pikir karena menantunya itu begitu ceroboh, pantas saja dia merasa ingin pergi mengunjungi Randy ke apartemennya, ternyata memang anak dan menantunya itu sedang bersama.


"Maaf, Ma. Aku cemas tadi, makanya langsung masuk ke dalam apartemen." ucap Dania.


Mama Randy menarik napas dalam dan menghembuskan nya perlahan.


"Lain kali hati-hati." ucap Mama Randy sambil berlalu menuju dapur.


Dania pun mengangguk dan mengikuti Mama mertuanya itu.


"Aku kangen Randy, Ma. Dia ga seromantis dulu sama aku, Ma. Dia malah nolak aku." ucap Dania dengan wajah sendu.


Mama Randy terdiam dan berbalik menatap Dania.


"Yang sabar, ya. Untuk sementara waktu saja Dania, tolong bersabar demi anak-anak, demi mengembalikan Papa mereka." ucap Mama Randy.


Dania meneteskan air matanya. Dia sungguh sedih karena harus berjauhan dari Randy.


Dia sedih karena baby Raydan dan baby Rayna jadi kehilangan waktu bersama sang Papa, dia pun sedih melihat Randy sebagai seorang Papa, justru tak bisa melihat langsung perkembangan baby Raydan dan baby Rayna yang kini sudah berusia 5 bulan.


Meski begitu, dia tetap bersyukur karena selama ini Mamanya dan Mama Randy selalu mendukungnya. Mereka juga lah yang tahu keberadaan Dania saat Dania menghilang selama satu bulan kemarin. Mereka juga mengetahui tentang rencana Dania yang akan kembali berpenampilan cupu.


"Gimana kabar ade sama Abang? Mereka sehat-sehat, kan? Maaf Mama belum sempat jenguk mereka." ucap Mama Randy.


Dania pun mengangguk dan tersenyum tipis.


"Mereka baik, kok, Ma. Abang sama ade sehat, tapi dia pasti rindu Papanya, Ma." ucap Dania.


"Mama ngerti. Tolong bersabar lah sebentar lagi, ini semua demi anak-anak." ucap Mama Randy sambil menarik Dania ke pelukannya.


"Anak siapa maksudnya?" tanya Randy tiba-tiba.


Dania dan Mama Randy pun terkejut melihat Randy yang entah sejak kapan berada di dapur dan mendengarkan percakapan mereka.


******


Hai, readers. Mohon maaf karena author baru update. Sebetulnya author tidak akan update hari ini, tapi karena ada waktu luang, jadi author sempatkan menulis untuk hari ini.


Yah, meskipun tak bisa sebanyak seperti biasanya.


Author mau kasih tahu readers semua kalau author mungkin tidak akan update selama 2 hari ke depan di karenakan sedang ada urusan keluarga, jadi author tak memiliki cukup waktu untuk menulis episode lanjutannya. Begitu urusan author selesai, author pasti akan update lagi dengan menyelipkan kejutan-kejutan tentunya. Entah itu tentang Randy yang akan pulih dari amnesianya, atau mungkin terbongkarnya dalang dibalik kejadian yang Randy alami yang akan membuat kalian terkejut 😊 hehe.


Pokoknya kalau author telat update, silahkan kalian cek di kolom komentar karena author pasti akan memberikan pemberitahuan terlebih dahulu. Dan hari ini pun author sudah menulis pemberitahuan di kolom komentar, namun sepertinya tak banyak readers yang mengetahuinya.


Intinya terimakasih untuk yang masih dan selalu setia mengikuti cerita Istri Jelekku. Semoga kalian tetap suka dengan karya author.


Sekali lagi mohon maaf.

__ADS_1


Salam sayang dari author untuk semua readers manis author 🥰🥰😘😘


__ADS_2