
Tok tok tok..
Randy melangkah menuju pintu kamar saat terdengar suara ketukan pintu. ia pun membuka pintu dan ternyata Sheila yang datang.
Dari mana juga Sheila tahu ia menginap dikamar dengan nomor tersebut, fikirnya.
"Morning" sapa sheila dengan tersenyum manis.
"morning, ada apa Shei? kenapa pagi-pagi gini kamu udah datang kesini? apa ada masalah pekerjaan?" tanya Randy.
Sheila menggeleng dan tersenyum.
"Apa aku boleh masuk?" tanya Sheila.
Randy melihat sekeliling dan mengangguk.
"Masuk aja" ucap Randy.
"thanks" ucap Sheila.
Sheila pun memasuki kamar hotel dengan Randy yang mengekorinya dari belakang.
"Kamu udah mau balik kejakarta?" Tanya sheila saat melihat koper Randy yang sudah siap.
"Iya, pesawatku 2 jam lagi" ucap Randy.
Sheila mengangguk dan membalikan tubuhnya hingga membuat Randy terkejut dan hampir saja wajahnya dan wajah Sheila bertabrakan. Randy bergegas menghindari Sheila dan Sheila hanya terkekeh melihat Randy yang jadi salah tingkah.
"Apa semalam aku melakukan hal-hal aneh?"tanya Sheila.
"Maksudnya?" tanya Randy bingung.
"Ya semalam aku terlalu banyak minum, biasanya aku suka ngomong aneh-aneh kalau mabuk, apa semalam juga aku ngomong yang aneh-aneh? semalam kamu sadar kan? karena kamu ga mabuk, kalau gio sih dia juga mabuk pasti kan sama kayak aku" ucap Sheila.
"Mungkin iya" ucap Randy sambil duduk disofa.
Sheila bergegas mendekati Randy dan duduk disamping Randy.
"Jadi aku ngomong apa aja?" tanya Sheila penasaran.
"Apa sebelumnya kita saling kenal?"tanya Randy.
"Apa? kenapa kamu nanya kayak gitu?" tanya Sheila.
"Ga ada, ga usah dibahas, kamu ga ngomong aneh-aneh kok" ucap Randy.
Randy bangun dari duduknya namun Sheila langsung menahan tangan Randy membuat Randy melihat kearah Sheila yang masih duduk disofa.
"Kenapa?" tanya Randy bingung.
Sheila menggelengkan kepalanya dan bangun dari duduknya.
"Ga apa-apa, kamu hati-hati dijalan ya, kalau urusan aku disini ga terlalu sibuk aku akan datang kejakarta untuk melihat outlet disana" ucap Sheila.
"Ya terserah kamu aja, gimana pun kamu juga salah satu owner diperusahaan" ucap Randy.
"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu" ucap Sheila dan diangguki oleh Randy.
Randy mengantar Sheila sampai kepintu kamar, Randy pun terus memperhatikan Sheila hingga Sheila benar-benar hilang dari pandangannya.
"Apa iya kita saling kenal sebelumnya?" gumam Randy.
Randy menggidgkan bahunya dan kembali masuk kedalam kamar, ia tak ingin ambil pusing dengan urusan Sheila, sementara ia saja sudah dipusingkan dengan urusannya sendiri.
*******
Siang ini Randy sudah sampai dijakarta. tepatnya baru saja sampai dikediamannya. Randy melihat kearah sekeliling rumah yang tampak sepi, Ia bergegas menuju kamarnya, rasanya sudah rindu sekali pada baby raydan dan baby rayna.
Perlahan Randy membuka pintu kamarnya namun tak ada siapapun disana. Randy mengernyit melihat sekeliling.
"Kemana dania?" gumam randy.
Randy memilih masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya.
tak lama Dania memasuki kamarnya dengan sikembar yang berada digendongannya dan digendongan bibi.
"Ah pegelnya pundak mommy, ade udah mulai berat yah sekarang" ucap Dania sambil menidurkan baby Rayna dibox bayinya.
"Iya abang Ray juga udah mulai berat non" ucap bibi.
"iya bi, ditidurin aja abang diboxnya bi, aku kekamar mandi bentar ya, titip mereka dulu" ucap Dania.
Bibi mengangguk dan Dania bergegas menuju kamar mandi.
"Ya Ampun" Dania terkejut dan berteriak saat melihat ada seorang pria yang tak memakai sehelai benang ditubuhnya. membuat pria itu menengok terkejut karena mendengar teriakan Dania, Sesaat kemudian Dania menghelas nafas lega karena ternyata suaminya yang berada didalam kamar mandi.
Bibi yang mendengar teriakan Dania langsung saja mendekat kearah Dania.
"Ada apa non?" tanya bibi yang akan masuk kedalam kamar mandi namun dengan cepat dania menutup pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Jangan masuk bi, ada Randy lagi mandi" ucap dania.
"Oh den Randy udah pulang" ucap bibi.
dania mengangguk dan memegang dadanya yang terasa seperti berlari marathon karena masih terkejut dengan apa yang ia lihat,ia fikir ada pria asing yang menyelinap kedalam rumahnya.
"Ya udah bibi kebawah dulu non" ucap bibi.
Dania mengangguk dan mendekati baby Raydan dan baby Rayna.
Tak lama Randy keluar dengan handuk yang melilit dipinggangnya. Randy mendekati dania dan mengecup puncuk kepala Dania.
"Kenapa kamu teriak tadi?" tanya Randy.
"Ya aku kaget, aku fikir ada orang asing yang nyelinap masuk kerumah" ucap Dania.
"Kan aku udah bilang mau balik hari ini" ucap Randy. Randy berjalan mendekati baby Raydan dan baby Rayna, ia mengecup pipi kedua bayi kembarnya itu.
"Papa kangen banget sama kalian, mereka sehat-sehat kan yank?" tanya Randy.
"Eumm.. pake baju dulu yank" ucap dania.
Randy mengangguk dan mengambil pakaiannya dilemari kemudian memakainya.
"Jadi, kenapa kamu pecat Lia sama Novi? salah apa mereka?" tanya Randy.
"Yang jelas kesalahannya fatal makanya aku putusin buat pecat novi" ucap Dania dengan nada kesal karena teringat kembali dengan kejadian dua hari lalu saat mantan baby sitternya itu mencoba untuk menyusui baby Raydan.
"Lalu Lia? salahnya apa?" tanya Randy.
"Dia ga salah apa-apa sebenarnya, tapi aku ga mau kejadian yang sama terulang lagi. Aku masih kesel kalau inget kejadian itu, aku udah putusin ga akan pake jasa baby sitter, entah serepot apapun ngurus sikembar aku akan tetap ngurus mereka sendiri, kamu ga masalah kan yank bantuin aku ngurusin sikembar?" tanya Dania.
Randy menghela nafas dan duduk disamping Dania.
"Aku ga masalah toh mereka kan anak-anak aku, tapi ngomong-ngomong kesalahan fatal apa yang Novi buat? bukannya dia itu baik ya, Dia ga aneh-aneh kan orangnya" ucap Randy.
Dania menggeleng dan menjelaskan kejadian dua hari lalu. Randy terkejut medengar cerita Dania, ia tak menyangka dengan apa yang wanita pendiam itu lakukan.
"Bagus kamu pecat dia, Kurang ajar banget dia, sebetulnya aku udah curiga dari awal sama dia, lagian papa dapat dari mana sih baby sitter itu?katanya udah berpengalaman, ternyata kurang ajar" ucap Randy dengan nada kesal.
"Ya papa pasti ga tahu yank, kalau tahu kan ga mungkin juga papa pake jasa novi buat bantu ngurusin sikembar" ucap Dania.
Randy mengangguk dan menggendong baby Raydan.
"kata mommy abang udah mau belajar tengkurap ya? Coba papa mau lihat" ucap Randy.
Randy menidurkan Baby Raydan ditempat tidurnya agar Baby Raydan dapat dengan mudah bergerak.
"Ayo bang, Abang pasti bisa" ucap Randy mencoba memberi semangat pada baby Raydan.
Baby Raydan terus berusaha memiringkan tubuhnya sampai beberapa saat kemudian baby Raydan menangis kencang saking kesalnya tak bisa melakukan apa yang ingin ia lakukan.
Randy dan Dania terkekeh melihat tingkah Baby Raydan yang sangat menggemasakn.
Dania menggendong Baby Raydan dan menepuk pelan tengkuknya.
"Cup cup sayang, anak laki-laki ga boleh cengeng ya sayangnya mommy" ucap Dania.
Randy tersenyum dan mengecup puncuk kepala baby Raydan. Randy mengalihkan pandangannya dan melihat Baby Rayna yang tampak tenang sambil mengemut ibu jarinya. Sungguh terlihat menggemaskan bayi perempuannya itu, Randy pun menggendong Baby Rayna.
"Hai kesayangan papa, Kamu makin menggemaskan dan makin cantik sayang, udah besar nanti kamu pasti jadi incaran cowok-cowok, tapi papa ga akan biarin kamu dideketin sama cowok sembarangan" ucap Randy.
Dania terkekeh mendengar ucapan Randy.
"Possesive papa" ucap Dania.
"Anak perempuan kan emang harus dijaga sebaik mungkin yank, kalau abang kan laki-laki jadi dia pasti bisa jaga dirinya sendiri, tapi ya tetap kita harus mengawasinya" ucap Randy.
"Iya harus, jangan sampai dia sama kayak kamu, ngerjain anak orang terus sampai harus nikahin pula" ucap Dania.
Randy tersenyum dan mendekatkan bibirnya ditelinga dania.
"tapi kan kamu juga suka" ucap Randy.
"Apaan sih, orang aku biasa aja" ucap Dania.
Randy tersenyum mengejek melihat Dania, sedangkan dania menatap malas pada Randy.
******
Sore ini Randy dan Dania tengah berada diMall yang ada didaerah Jakarta Selatan. Karena ini hari sabtu, jadi Randy dan Dania memilih bermalam minggu diluar. Berbeda dengan sebelumnya yang jika berkencan Randy dan Dania hanya berkencan berdua saja, namun kali ini tak hanya Mereka berdua tetapi juga ada Baby Raydan dan Baby Rayna yang juga ikut bersama mereka. Dan inilah kali kedua Baby Raydan dan Baby Rayna pergi keluar selain kerumah Riko saat pemakaman Rena.
"Yank lihat-lihat baju bayi yuk, Badan abang sama ade udah mulai berisi loh, pasti bentar lagi baju-bajunya ga muat lagi" ucap Dania.
Randy mengangguk dan mengantar Dania memasuki Departemen Store yang menjual khusus baju-baju bayi dan batita hingga balita.
Dania mengambil beberapa baju bayi perempuan untuk baby Rayna dan beberapa baju bayi laki-laki untuk Baby Raydan.
Setelah selesai Dania pergi kekasir dan membayarnya.
__ADS_1
"Kamu ga mau sekalian belanja buat kamu sendiri yank? Aku perhatiin kamu ga pernah shopping lagi" ucap Randy.
Dania menatap Randy dan memegang wajahnya.
"Aku kumel ya yank?" tanya Dania.
"enggak,kenapa emang?" tanya Randy bingung.
"Aku soalnya udah ga perawatan lagi, udah semenjak Abang sama Ade lahir" ucap Dania.
"Ya udah kalau gitu sekarang perawatan lagi dong" ucap Randy.
"Tuh kan bener aku kumel" ucap Dania.
"enggak yank" ucap Randy.
"terus kenapa kamu nyuruh aku perawatan?" Tanya Dania.
"Ya aku kan cuman saranin, kalau kamu ga mau ya ga masalah" ucap Randy.
Dania berfikir sejenak dan mengangguk.
"Yuk anterin aku ke Lott* M*rt dilantai bawah, aku mau belanja beberapa keperluan rumah aja" ucap Dania.
Randy mengangguk dan mengantar Dania pergi menuju Lott* M*rt.
Sementara Baby Raydan dan Baby Rayna tampak tenang didalam distrollernya.
sesampainya di Lott* M*rt Dania mengambil beberapa keperluan rumah tangga dan tanpa terasa 1 trolli itu sudah penuh dengan keperluan rumah tangga.
"Banyak banget yank" ucap Randy.
"Ini baru keperluan rumah loh yank belum keperluan aku tapi kamu udah bilang ini banyak" ucap Dania dengan mengerucutkan bibirnya.
Randy tersenyum dan mengambil ponselnya. ia membuka m-banking nya dan mentransfer sejumlah uang ke Rekening Dania.
"Udah aku transfer buat keperluan kamu, mulai bulan depan aku tambahin uang bulanan kamu" ucap Randy sambil memperlihatkan ponselnya dan terlihat disana nominal uang yang sudah berhasil ditransfer ke Rekening Dania.
Dania tersenyum dan mengangguk.
Sebetulnya uang yang Randy berikan sudah lebih dari cukup, apalagi semenjak menikah Dania menjadi tak terlalu teratarik dengan shopping, berbeda dengan saat ia masih belum menikah bawaannya ingin selalu shopping bahkan terkadang membeli barang-barang yang sebetulnya tak terlalu ia butuhkan. Sepertinya menikah memang membuat Dania menjadi lebih dewasa dalam berfikir, setidaknya sekarang ia tak lagi menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting, apalagi Dania tahu betul betapa susahnya dulu suaminya itu mencari uang.
"Makasih ya, kalau gitu ayo kita cari beberapa peralatan make up dan skincare" ucap Dania dan diangguki oleh Randy.
Jika biasanya para suami akan mengeluh saat mengantar para istrinya karena terlalu lama saat belanja, apalagi disaat istri-istri mereka terlihat labil antara ingin membeli yang ini atau yang lainnya, namun tidak dengan Randy, Randy terlihat begitu sabar menemani Dania belanja, baginya ia hanya ingin istrinya itu senang, toh Dania pun sudah capek dan kerepotan dalam mengurus dirinya dan buah hatinya, jadi apa salahnya menemani istrinya itu belanja.
Setelah selesai belanja dan membayarnya Randy dan Dania pergi menuju salah satu restauran untuk makan malam.
begitu selesai memesan makanan tiba-tiba baby Rayna menangis dan disusul oleh Baby Raydan yang juga ikut menangis.
Jadilah Randy dan Dania disibukkan dengan menenangkan kedua bayi kembarnya itu.
"Yank tolong bikinin susu aja deh" ucap Dania.
Randy mengangguk dan membuatkan susu untuk Baby Raydan dan Baby Rayna.
"Ini yank" Randy memberikan kedua botol susu itu pada Dania sementara Randy membereskan kembali susu formula bayi kembarnya itu kedalam tas susunya.
tak lama kemudian pesanan pun datang.
"sini biar aku yang pegang, kamu makan duluan deh" ucap Randy.
"Kamu aja yang makan duluan yank, biarin ini sama aku aja" ucap Dania.
"Mommy dulu yang makan, biar Asinya makin banyak" ucap Randy.
Dania mengangguk dan mengalihkan kegiatannya pada Randy, hingga kini Randy lah yang memegang kedua botol susu itu.
"Mimi susu sama papa dulu ya, mommy kalian harus mamam yang banyak biar bisa kumpulin ASI yang banyak juga untuk kalian" ucap Randy.
Dania tersenyum dan terus memperhatikan suami dan buah hatinya itu.
Ada beberapa pengunjung restauran lainnya juga yang terus memperhatikan Randy dan sikembar. Randy sungguh seorang papa muda yang siaga terhadap istri dan anak-anaknya.
Ditengah kegiatan makannya Dania teringat sesuatu, ia mengambil makanan randy dan menyendokannya kemudian meminta Randy untuk memakannya.
"Aaa..." pinta dania sambil menyodorkan sendok berisi makanan itu kemulut Randy.
Randy tersenyum dan melahap makanan tersebut.
"Thank you mommy" ucap Randy dengan memasang wajah so cute nya membuat dania terkekeh melihat tingkah suaminya itu.
"Aku jadi kayak punya bayi besar" ucap Dania.
"Mau dong jadi bayi besarnya mommy, biar bisa dapet jatah ASI juga" ucap Randy sambil tersenyum lebar.
Dania terkikik geli mendengar ucapan suaminya itu.
"Dasar, Bayi mesum itu namanya" ucap Dania.
__ADS_1
Randy pun terkekeh mendengar ucapan istrinya itu.