
"Kamu ..." ucap Dania.
"Hai babe, kamu kangen, aku?"
"Ngapain, sih? Keluar sana." ucap Dania ketus.
Sebetulnya Dania agak merinding melihat Pria yang saat ini ada di hadapannya, yang tak lain adalah Riko, mantan kekasih Dania. Tetapi sebisa mungkin Dania berusaha bersikap tenang.
"Jangan galak-galak dong, sama calon tunangan sendiri." ucap Riko sambil tersenyum.
Dania menatap Riko dengan malas.
Riko mendekat ke arah Dania, dia memeluk tubuh Dania.
dania panik dan mencoba mendorong Riko, tetapi Riko semakin kuat memeluknya.
"Ngapain, sih? Minggir sana." bentak Dania.
"Ssssttt ... Jangan berisik babe, kamu mau semua orang tahu kita berduaan di sini?" ucap Riko.
Dania menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan, dia tak bisa mnghadapi Riko dengan kemarahan, Dania kenal betul Riko seperti apa? Sebetulnya Riko ini adalah teman kecil Dania, mereka berteman sejak kecil, bahkan sejak bayi, karena orang tua mereka merupakan sahabat lama. Dari taman kanak-kanak, Sekolah Dasar, bahkan sampai Sekolah Menengah Pertama, mereka selalu bersama Hanya saja saat SMA, Dania di kirim oleh orang tuanya keluar negri untuk tinggal bersama oma nya. Meski LDR, mereka tetap saling berkomunikasi, hingga suatu hari Riko menjadi berubah dan tak pernah lagi menghubungi Dania. Dania pun menjadi penasaran dan memilih pulang ke Indonesia untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada riko? Sungguh sialnya Dania yang dengan jauh-jauh datang menemui Riko, tetapi Riko justru memutuskannya dengan alasan sudah memiki kekasih lain.
"Oke, ayo, kita ngomong baik-baik." ucap Dania dengan lembut.
Riko pun melepas pelukannya.
"Aku mohon, tolong maafin aku, kamu mau kan, balikan lagi sama aku?" ucap Riko.
Dania terkejut mendengar ucapan Riko.
"Kamu sehat?" tanya Dania sambil memegang kening Riko.
Riko pun tersenyum dan memeluk Dania.
__ADS_1
"Aku nyesel udah mutusin kamu, aku baru sadar kalau aku benar-benar cinta kamu setelah aku kehilangan kamu. Ternyata perasaan aku buat kamu udah tersimpan dalam di tempat yang khusus di hati aku, dan kamu tentu tau kan, aku udah cinta kamu sejak kita masih kecil dulu, kamu cinta pertama aku." ucap Riko.
Jantung dania terasa seperti sedang berlari marathon mendengar ucapan Riko.
Bagaimana pun, Riko juga cinta pertamanya, Dulu dia begitu menyayangi Riko, mungkin karena terbiasa bersama sejak kecil, hingga persahabatan mereka pun berubah menjadi cinta. Memang benar pepatah mengatakan, tak akan ada persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan, karena salah satu nya pasti akan ada yang memilki perasaan lebih.
Dania menarik nafas dalam dan mengembuskannya perlahan, dania mengelus bahu Riko.
"Ayo, kita omongin nanti, udah mau bel masuk, nih" ucap Dania.
Riko pun melepaskan pelukannya dan tersenyum menatap Dania.
Tring tring tring.
Benar saja suara bell pun berbunyi, Dania pun keluar terlebih dulu dan beberapa saat kemudian di susul oleh Riko yang juga keluar dari toilet, beruntungnya tak ada orang lain ditolet.
******
Bel istirahat berbunyi, semua murid berhambur keluar menuju Kantin.
Ting ting.
Satu pesan masuk ke ponsel Dania, dan pesan itu ternyata dari Riko.
Riko; Babe, tunggu aku di rumah nanti malam, kamu dandan yang cantik ya.
Dania pun mengerutkan dahinya membaca pesan dari Riko.
"Apa, sih?" gumam Dania.
Dania mengabaikan pesan Riko dan memilih menikmati pesanan yang sudah ada di mejanya.
******
__ADS_1
Jam pelajaran berakhir.
Randy dan Dania kini sudah berada di parkiran.
"Aku naik bis aja deh, aku mau ke rumah mama dulu." ucap Dania.
"Kamu yakin, yank?" tanya Randy memastikan.
Dania pun mengangguk dan tersenyum.
"Ya udah, kamu hati-hati ya, maaf aku ga bisa nganter karena harus kerja." ucap Randy.
"Iya, Yank, Semangat kerjanya." ucap Dania sambil tersenyum.
Dania dan Randy pun berpisah dan Dania berjalan menuju Halte bis.
Tak lama bis datang, Dania pun langsung naik ke dalam bis.
Dua puluh menit kemudia, Dania sampai di Halte bis yang jaraknya lumayan dekat dari komplek perumahan orang tuanya.
Sesampainya di Rumah, Dania melihat Mamanya sedang berada di dapur.
"Mam." panggil Dania.
Mama Dania menengok dan terkejut karena Dania datang tiba-tiba.
"Loh, sayang, kamu dateng." ucap Mama.
Dania pun mengangguk mengambil minuman dingin di kulkas.
"Iya, Mam, nanti malem Riko mau dateng katanya." ucap Dania.
"Ya ampun, Mama hampir lupa, tadi Tante Dara telpon, katanya nanti malem mau kesini." ucap Mama.
__ADS_1
Dania mengangguk, Dania sama sekali tak berpikir curiga tentang akan kedatangan Riko dan orang tuanya. Begitu juga Mamanya, dia tak menaruh curiga karena mamanyar Riko hanya mengatakan akan datang ke rumahnya, tentu saja Mama Dania pun tak bisa menolaknya, terlebih lagi mereka sudah bersahabat sejak lama.