
Dania membulatkan matanya, dia sungguh terkejut membaca tulisan terakhir dari laporan tersebut.
"Apa-apaan ini? Apa anda ga salah?" tanya Dania dengan bingung.
Dia kembali membaca berkas itu namun tetap sama, semua tulisan itu masih sama seperti pada saat pertama kali dia baca.
"Betul, itulah hasilnya. Dan kami akan menutup kasus ini, karena tidak ditemukan bukti yang kuat bahwa suami anda kecelakaan diakibatkan oleh seseorang. Suami anda murni kecelakaan tanpa ada campur tangan seseorang." ucap Polisi.
Dania menggelengkan kepalanya, dia sungguh tak percaya dengan apa yang Polisi itu katakan. Bukan kah sejak awal Polisi menemukan rem mobil Randy yang tak berfungsi? Lalu mengapa dengan mudahnya Polisi sekarang justru mengatakan bahwa tak ada bukti yang menguatkan bahwa Randy kecelakaan karena di akibatkan atas tindakan seseorang.
"Saya tidak bermaksud untuk meragukan kinerja kalian, tapi tolong jangan membuat saya bingung. Sejak awal anda sendiri yang mengatakan ada rem mobil yang tak berfungsi, lalu kenapa anda mengatakan bahwa tak ada bukti kuat untuk membuktikan bahwa apa yang suami saya alami itu adalah karena ulah seseorang?" ucap Dania.
Dia benar-benar tak habis pikir dan entah mengapa dia tak ingin menerima bahwa suaminya itu memang lah murni kecelakaan, bukan lah karena di sebebakan oleh ulah seseorang.
Polisi pun menjelaskan semuanya pada Dania, bahwa memang benar ada rem mobil yang tak berfungsi dan sejak awal memang ada dugaan bahwa kecelakaan yang Randy alami adalah akibat ulah seseorang. Namun setelah di selidiki lebih mendalam memang tak ada bukti yang cukup kuat yang mengarah menuju dugaan tersebut.
Dania pun membawa berkas itu dan pergi dari kantor Polisi.
Di mobil.
Dania larut dalam pikirannya, dia masih tak habis pikir dengan laporan tadi.
Bukan kah sejak awal, selain rem yang tak berfungsi namun juga ada cctv mall yang tak berfungsi? Sehingga Polisi mengatakan ada dugaan ini adalah ulah dari seseorang? Lalu mengapa hasilnya membuat dia justru merasa kecewa.
Hatinya tak mengatakan semuanya sudah selesai begitu saja, dia justru gelisah saat ini. Bahkan perasaannya begitu kuat dan sungguh dia tak mempercayai hasil laporan itu.
Biasanya insting seorang wanita itu kuat, bukan? Dan perasaan Dania begitu kuat dan yakin bahwa Randy tak benar-benar murni kecelakaan, melainkan ada ulah tangan seseorang dalam kecelakaan itu. Namun entah lah, Dania justru di buat bingung sekarang.
"Aku harus minta bantuan Papa." gumam Dania.
Entah mengapa dia menjadi lebih cemas, karena perasaannya yakin sekali bahwa Randy kecelakaan karena ulah seseorang, dia tak mempercayai sama sekali laporan yang polisi berikan itu. Dia justru takut jika ketakutannya itu menjadi kenyataan, dan pelakunya justru tenang-tenang saja.
Dia pun meminta Pak Adi untuk langsung pulang ke Jakarta dan pergi ke rumah orangtuanya terlebih dulu.
Sementara di tempat lain, Randy tengah asyik bermain dengan baby Raydan dan baby Rayna.
Kedua bayi itu tengah duduk bersama sang Papa di sofa ruang tamu sambil menonton film kartoon. Kedua bayi itu begitu antusias menonton film kartoon tersebut, sungguh membuat Randy menjadi gemas sendiri.
Dia menciumi pipi chubby kedua bayinya itu secara bergantian dan membuat kedua bayi itu justru tertawa geli di perlakukan seperti itu . Tak terasa tinggal beberapa hari lagi kedua bayi itu akan menginjak usia 6 bulan dan akan mulai MPASI.
Tring .. Tring ..
Randy mengambil ponselnya yang berdering dan menjawab telpon masuk dari seseorang.
"Iya, halo." ucap Randy.
" ........... "
"Baik lah, terimakasih untuk kerja sama anda. Panggil saya jika anda membutuhkan bantuan saya." ucap Randy.
Randy pun menutup telpon itu dan kembali bermain dengan baby Raydan dan baby Rayna.
*******
Dania sampai di kediaman Hamish.
Dia berjalan menuju ruang makan, dimana bibi mengatakan bahwa orangtuanya tengah makan malam.
"Ma." panggil Dania.
"Loh, sayang. Kamu datang? ucap Mama.
Dania mengangguk dan menyalami Mama dan Papanya.
" Dimana Randy dan anak-anak?" tanya Papa.
"Mereka di apartemen, aku habis dari Bandung." ucap Dania.
"Oh, ya? Gimana kabar terbaru dari Polisi?" tanya Papa.
Dania menggelengkan kepalanya dan mengambil air minum.
"Hasilnya mengatakan bahwa Randy murni kecelakaan, bukan karena ulah seseorang." ucap Dania.
"Apa? Apa butuh waktu selama itu hanya untuk memberikan hasil seperti ini? Mama pikir karena terlalu lama mereka pun menemukan hasil yang memuaskan." ucap Mama.
"Entah lah, aku ga percaya sepenuhnya sama laporan itu. Aku kesini juga mau minta bantuan Papa lagi." ucap Dania.
Sebetulnya dia tak enak hati meminta bantuan pada sang Papa. Bukan apa-apa, kini dia sudah bukan tanggung jawab sang Papa lagi, karena itu dia pun merasa tak ingin merepotkan sang Papa. Meski pun sebetulnya dia tahu, akan mudah saja bagi sang Papa melakukan apapun yang dia inginkan.
"Apa yang bisa Papa bantu?" tanya Papa.
"Tolong suruh orang-orang kepercayaan Papa untuk cari tahu masalah ini." ucap Dania.
"Baik lah, kamu ga perlu khawatir, Papa akan suruh mereka mencari tahu kasus ini." ucap Papa.
"Makasih, ya, Pa." ucap Dania.
Dia mengambil sesuatu di tasnya dan memakainya.
"Ya Tuhan, sayang. Kamu masih aja keliatan lucu dandan kayak gitu." ucap Mama.
"Iya, nih, Ma. Konyol banget kan, aku?" ucap Dania sambil terkekeh geli saat dia melihat dirinya sendiri dengan penampilan yang sudah dia rubah dengan memakai kacamata dan juga tompel palsunya.
__ADS_1
"Ga apa-apa sayang, kamu tetap cantik." ucap Papa.
Dania tersenyum dan mengangguk.
"Demi cinta dan demi anak-anak." ucap Dania sambil tersenyum.
"Ya, terkadang kita memang butuh berkorban demi mencapai sesuatu. Semoga masalah rumah tangga kamu dan Randy segera selesai." ucap Mama.
"Makasih, Ma." ucap Dania.
Dania pun pamit dan pulang ke apartemen.
Sesampainya di apartemen.
Dania memasuki apartemen dengan raut wajah yang lelah.
Dia lelah memikirkan masalah yang seharusnya dia tak pikirkan lagi karena polisi sudah menutup kasusnya, namun nyatanya dia justru semakin tak tenang. Dia lelah fisik juga pikiran, memikirkan rasa penasarannya dan rasa ketidak percayaannya pada laporan itu.
Dia membuka heelsnya dan berjalan menuju dapur. Dia pun mengambil minuman dingin didalam lemari es.
Tak lama terdengar pintu kamar terbuka dan keluar lah Randy yang tengah menjawab telpon dari seseorang.
"Iya, halo." ucap Randy.
" ............ "
"Lakuin aja sesuai yang sudah kita bicarakan, sorry karena kita belum bisa bicarakan masalah ini secara langsung. Gue akan hubungin lo kalau gue udah nemuin waktu yang pas." ucap Randy.
Randy pun mengakhiri telpon tersebut.
Dania mengerutkan dahinya saat tak sengaja mendengar ucapan Randy.
Entah dengan siapa Randy sedang bicara di telpon.
Randy berbalik dan terkejut melihat Dania sudah berada di hadapannya.
"Ya Tuhan, bikin jantungan aja." ucap Randy sambil mengelus dadanya.
"Maaf." ucap Dania.
"Kamu udah makan malam?" tanya Dania.
"Belum, gue nungguin lo." ucap Randy.
Dia pun pergi menuju dapur.
"Mau di buatin makan malam apa?" tanya Dania.
"Ga usah, gue udah masak." ucap Randy. sambil mengambil makanan di lemari makan dan menatanya di meja.
Randy pun mengangguk.
"Iya, gue iseng aja. Habisnya anak-anak tidur dari sore, jadi ga ada kerjaan." ucap Randy.
Dania dan Randy pun duduk dan memulai acara makan malam.
Randy terus memperhatikan Dania, wajahnya terlihat lelah sekali, membuat dadanya terasa sakit karena melihat Dania seperti itu.
"Kok capek banget kelihatannya? Habis ada urusan apa, sih, emang?" tanya Randy.
Dania menghentikan makannya dan menatap Randy.
"Polisi minta aku datang ke Bandung." ucap Dania.
Randy mengerutkan dahinya.
"Maksudnya? Polisi yang nangani kasus kecelakaan gue?" tanya Randy.
"Iya, laporan akhirnya mereka tulis kalau kamu memang real kecelakaan yang tak disengaja. Artinya, dugaan ada campur tangan orang lain itu ternyata ga terbukti. Karena itu Polisi akan menutup kasus itu." ucap Dania.
Randy mengangguk dan melanjutkan makannya kembali.
"Tapi aku ga akan berhenti sampai sini, aku akan cari tahu sendiri apa yang terjadi sebenarnya malam itu, malam dimana kamu kecelekaan." ucap Dania.
Randy mengambil air minum dan langsung menenggaknya.
"Jangan terlalu fokus dengan masalah lain, pikirin juga anak-anak." ucap Randy.
"Maksud kamu masalah lain?" tanya Dania dengan bingung.
"Ya, Polisi udah menutup kasus itu, bukan? Jadi buat apa lo masih mikirin masalah itu. Mendingan lo fokus ngurusin anak-anak dan lanjutin kuliah lo." ucap Randy.
"Terus maksud kamu masalah lain, itu apa?" tanya Dania.
"Ya, ga usah ngurusin kasus kecelakaan gue lagi, toh udah di tutup juga kasusnya." ucap Randy dengan santai.
"Lebih baik lo urusin anak-anak, kasihan mereka kangen sama Mommy nya." ucap Randy.
"Kamu kok gitu ngomongnya? Apa kamu ga mau nyari keadilan buat diri kamu sendiri? Aku yakin ada sesuatu di balik ini semua. Lagi pula kamu itu suami aku, bukan orang lain. Apa salah kalau aku mau suami aku sendiri mendapatkan keadilan?" ucap Dania dengan nada mulai kesal.
"Udah deh, makan dulu. Ngomongnya kita lanjutin aja nanti." ucap Randy.
Dania pun mendengus kesal.
__ADS_1
Dia tak habis pikir bagaimana bisa Randy bersikap begitu santai sementara dia sendiri tak bisa tenang memikirkan masalah ini. Karena dia yakin bahwa kecelakaan yang Randy alami di akibatkan oleh tindakan seseorang yang sengaja membuat remnya menjadi tak berfungsi.
Setelah selesai makan malam, Dania pun bergegas membersihkan tubuhnya. Seharian berada di luar membuatnya lelah dan ingin menyegarkan dirinya.
Sedangkan Randy memilih nonton tv di ruang tamu.
Waktu pun berlalu.
Randy memencet tombol remot berkali-kali, dia sungguh merasa bosan dan tv itu bahkan tak dia tonton. Matanya justru fokus melihat ke arah pintu kamar.
"Ngapain, sih, dia? Mandi, kok, lama banget." gumam Randy.
Dia pun bangun dari duduknya dan masuk ke dalam kamar.
Dilihatnya ternyata Dania tengah merapikan tempat tidur dengan tubuhnya setengah membungkuk sehingga paha belakang nya terlihat jelas.
Sungguh godaan terbesar bagi Randy adalah ketika melihat tubuh Istrinya terbuka walau hanya sedikit saja, karena bagian sensitifnya akan dengan cepat bereaksi.
"Lo ngapain?" tanya Randy.
"Beresin tempat tidur, kenapa?" tanya Dania.
"Ohh .. Ga apa-apa." ucap Randy.
Randy mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur dan tanpa sengaja melihat belahan dada Dania.
Dia pun menelan air liurnya melihat pemandangan seperti itu.
"Kenapa?" tanya Dania bingung saat Randy terus memperhatikannya.
"Ga apa-apa." ucap Randy sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Dia tersiksa menahan gairahnya yang akhir-akhir ini tak bisa dia tuntaskan. Istrinya itu selalu saja membuat miliknya bereaksi walau sedang tak berpenampilan polos.
Tring .. Tring ..
Randy mengerutkan dahinya saat mendengar suara ponselnya berdering.
Dia pun bergegas keluar dari kamar dan menjawab telpon itu.
"Halo, Sha." ucap Randy.
" ........... "
"Iya, besok kita ketemu." ucap Randy.
" ............ "
"Oke, Sampai ketemu besok." ucap Randy.
Randy pun menutup telpon itu.
******
Hai, hai.
Author mau cerita sedikit.
Di antara kalian pasti ada yang pernah mikir, kok nama Author sama nama pemeran utamanya sama, sih? Sama-sama Dania.
Jadi begini, ya, readers manisnya author. Nama Author itu Mahdania, sesuai yang tertulis di nama Pena Author.
Nah, setelah Author menikah, Author sering pakai nama Dania Zulkarnaen karena ikut nama belakang suami.
Jadi untuk kedepannya, tolong panggil Author Kak Dania, begitupun sebaliknya, agar sama-sama enak kita. hehe
Jadi untuk all readers setia Istri Jelekku, panggil Author Kak, Dania, yak. Haha oke readers sayangnya Authorπ€π€
Oh, ya waktu itu Author baca ada beberapa pertanyaan dari readers.
Begini pertanyaannya.
" Author nya sudah menikah atau belum, ya?
"Author nya masih sekolah SMA, ya?
"Kira-kira Authornya usia berapa, ya? Kok bisa bikin cerita kayak gini?
"Ini kisah hidup Author bukan, sih, yang ada di cerita novel Istri Jelekku?
πππ
Akan Author jawab.
Jadi, nama Author kalian sudah tahu ya π€
Usia Author 25th, dan sudah menikah.
Jadi, Author bukan anak SMA, ya. hehe
Dan yang Author tulis ini, bukan kisah real kehidupan Author, ini murni imajinasi Author sendiri.
Dan author mau berterimakasih pada readers semua untuk yang sudah rela hati memberikan vote kalian untuk novel Istri Jelekku ini. Tolong bantu support terus ya dengan cara berikan vote kalian.
__ADS_1
Dan untuk yang belum follow Instagramnya Author, yuk di follow @dania_zulkarnaen.
Love you all ππ€π€π€