
Shine terlihat mengerjap kan mata nya, dia terlihat sedikit mengernyit ketika tidak merasa kan sakit di dalam tubuh nya. Rencana nya Shine ingin bangun cepat dan konsultasi dengan Darren, tapi sakit itu sudah menghilang saat dia bangun.
Tapi itu berita bagus, Shine menyukai nya. Alam seperti nya menyetujui diri nya akur bersama sang istri.
Shine mengahangat mengingat percintaan mereka tai malam, sungguh dahsyat
"Sh it, tau waktu lah," ucap Shine meringis ketika merasa milik nya di dalam sang istri sudah mulai beraksi.
Tidak, shine harus bisa menahan diri. Istri nya sedang hamil. Dia tidak boleh egois.
Shine mencabut milik nya dengan pelan.
Ah sungguh memabuk kan. Shine menyelimuti sang istri dengan penuh sayang. Sebelum nya dia.mengecuo singkat bibir sang istri lalu turun ke perut buncit Safira dengan penuh sayang.
"Jangan menyusah kan mommy yah Princess!" Shine mengikuti ucapan Safira yang menebak bahwa di dalam perut nya adalah seorang princess.
Pria itu tersenyum tipis ketika melihat kening sang istri mengernyit ketika dia mencabut milik nya, namun segera normal dalam beberapa saat.
Shine segera menyingkir dari sana sebelum barang nya kembali ereksi full dan akan meronta memaksa memasuki sarang nya kembali.
Meski pun dia akan bersolo ria di dalam kamar mandi dan menyiksa diri nya sendiri, it's okay dia bisa melaku kan nya. Tubuh nya juga terasa sangat lengket, tidak seperti biasa nya dia selengket ini saat berc inta. Bah kan saat pertama kali Shine ber cinta dengan Safira, itu pun dia keluar sampai beberapa kali tidak selengket ini. Entah kenapa kali ini terasa tubuh nya seperti memiliki kotoran yang sangat tebal.
Saat berkarier solo pun Shine tetap saja memanggil nama sang istri, seperti nya dunia shine penuh dengan nama Safira saat ini.
Tak jauh berbeda dengan Safira dan Shine, dia orang berbeda profesi juga sedang ke luar bersama dari kamar seorang pria yang sudah sejak lama menginap di mansion besar milik Shine.
Ini adalah perintah sang Nyonya, sebelum Shine benar-benar pulih Darren di titah kan harus menginap di mansion ini.
Tentu saja rejeki ini di manfaat kan sepenuh nya oleh Darren. Dia tidak bodoh, meski pun setiap saat dia harus bertemu dengan ajah datar menjijik kan Shine tapi dia bisa di suguhi pemandangan tubuh seksi Avicennia
Misal nya saat ini, Darren baru saja mendapat kan amunisi kuat dari permainan Avicennia. Memang wanita itu lah lawan imbang nya yang maniak di atas ranjang. Sungguh dua orang pemain bawah pusar yang handal
Tanpa basa basi, Avicennia langsung meninggal kan Darren di ranjang kamar Darren tanpa sepatah kata pun, hebat bukan? Biasa nya pria lah yang selalu meninggal kan pria setelah selesai berc inta sehingga seorang perempuan sangat mudah hilang harga diri nya. Berbanding terbalik dengan Darren sang playboy yang sudah di coreng harga diri nya oleh Nia.
Avicennia yang baru saja ke luar dari kamar Darren segera menuju ruang keluarga. Kenapa tujuan nya ke sana? Tentu saja jika sewaktu-waktu Safira ke luar atau turun dari kamar nya, ruang keluarga adalah ruangan yang pertama di lewati oleh Nyonya mereka.
Nia dengan santai duduk.di depan Mateo yang sedang sibuk dengan ponsel nya. Dia merasa bersyukur Karana Safira belum turun saat dia sedang di atas ranjang bergumul dengan Darren.
"Cih, dasar. Sama-sama maniak bawah pusar." Cibiran itu tidak di filter sama sekali dan meluncur frontal tanpa suara ekspresi.
Nia tidak terlalu terusik dengan ucapan frontal Mateo.
"Yang penting aku bermain dengan pedang Mateo. Tidak dengan pedang-pedangan," ujar Avicennia melirik sinis ke arah bawah Mateo.
"Dasar wanita gila."
"Dasar pria penyuka pedang."
"Siapa?" tiba-tiba suara familiar satu bulan ini menyapa dua orang berbeda gender itu.
""Bukan urusan mu""
Dia suara secara serentak menyentak Darren. Dia meringis mendapat kan jawaban dari dua mafia brutal itu.
Darren langsung duduk di sebelah Nia dan mengecup tengkuk si wanita.
__ADS_1
"Jangan galak-galak honey, berbanding terbalik dengan suara mu saat milik mu bergoyang di atas ku!" bisik Darren menggoda Avicennia.
"Sh it, jangan pernah membahas nya saat aku bekerja tuan Darren atau kau tidak akan pernah mendapat kan kepuasan dari Kim Aku tau, hanya aku yang bisa di andal kan saat mengemudi di atas batang berurat mu," bisik Avicennia sensual menggigit pelan kuping Shine membuat pria itu merinding seketika.
Nia langsung pindah dan mengambil posisi jarak jauh dari Darren. Keprofesionalan Nia memang sangat bisa di acung kan jempol.
Nia sudah bisa memperkira kan kapan dia mendapat kan jeda dalam pekerjaan nya, sebelum nya dia juga sudah memperkira kan apa yang terjadi dengan sang Nyonya hingga tidak turun. Nia tersenyum membayang kan sang Nyonya yang sudah baikan dengan tuan mereka.
................
Nghhhhh
Suara erangan wanita terdengar di sebuah kamar yang begitu luas nan mewah. Wanita itu nampak menggeliat kan tubuh nya karena merasa pegal di seluruh tubuh.
"Sudah bangun hemm?" suara bariton yang serak menyapa bangun nya wanita itu. .
"Mmmmm, pegal, lemas juga" ucap wanita itu mengerat kan selimut yang menutupi tubuh nya.
Dia saat ini merasa sangat lemah. Tenaga nya seperti di sedot habis, apa ini karena baru kali dia berhubungan? Ah entah lah
"Perlu ku pijiiti tiap inci tubuh mu Sayang?" Tatapan mesum itu terpampang jelas dari ekspresi genit pria di depan nya.
"Yah pijit saja, setelah itu akan ku tendang milik mu sampai bengkak sebelum ereksi. Puas!!!! Bagitu mau mu? Ayo! Cepat pijit!" ucap Safira menggebu-gebu.
"Aku hanya bercanda sayang," ucap Shine tertawa hambar. Dia meringis mendengar perkataan sang istri.
Safira mencebik kesal ke pada suami nya. Dia memayun kan bibir nya membuat Shine terkekeh lucu.
Cup
"Afternoon kiss," ucap Shine gemas.
Shine terkekeh lagi di buat tingkah istri nya.
"Mau mandi hemmm, aku sudah menyiap kan air mandi."
Safira mengangguk, dia merentang kan tangan nya yang masih di baluti selimut meminta di gendong oleh sang suami.
"Manja!" ucap Shine namun dia tetap mengangkat istri nya masuk ke dalam kamar mandi.
"Mau mandir bersama?" tanya Shine dengan mengerling kan mata nya.
"Mesum. Keluar!!!!.
Shien berlari kecil meninggal kan bathroom Karena takut terkena amukan istri nya yang akan berendam cantik di bath up yang sudah di isi nya dengan air hangat.
Shine turun dengan bersantai ria ke ruang keluarga yang tepat berada di bawah kamar utama.
"Di mana Xavier?" tanya Shine ketika melihat dua orang bawahan nya dan satu dokter Sialan itu berkumpul bersama.
"Tuna Xavier sudah menunggu satu jam sejak kedatangan nya ke mansion Tuan. Tuna Xavier memilih pergi ke perusahaan setelah anda tidak turun," Mateo menjelas kan dengan rinci.
Shine mengangguk angguk tanda mengerti.
"Siap kan makan malam, istri ku belum makan sejak pagi," Shine memilih duduk di sofa. Pandangan pria itu lurus ke depan.
__ADS_1
Nia mengerti ke pada siapa tuan nya bicara. Dia segera berdiri dan meninggal kan perkumpulan pria-pria di sana
"Cih, sudah puas?" Darren terlihat memicing kan mata nya ke pada Shine. Dia bisa melihat ada yang berbeda dari pria itu di banding kan dengan sebulan belakangan ini, tapi apa Darren masih menebak-nebak nya.
Pria yang di tatap acuh tak acuh mendengar suara tak penting Darren.
"Tadi aku merasa kan sakit seperti biasa," ucap Shine tak menanggapi pertanyaan tak berbobot Darren.
Darren mendecih tak suka, setidak nya jika pria itu minta tolong, guna kan bahasa kata tolong atau setidak nya buang dulu jauh-jauh sikap angkuh, acuh tak acuh nya. Membuat Darren malas, tapi sial nya Darren tidak ada kuasa untuk mengata kan itu.
Shine yang tidak mendapat kan jawaban menghunus kan tatapan tajam nya pada Darren.
"Aku tidak suka bertanya dua kali!" Nada suara itu lagi-lagi membuat Darren ingin melempar kan vas bunga yang ada di depan nya ke wajah Shine agar kepala pria itu terbuka dan Darren akan segera memberi kan otak pria itu pada anjing jalanan.
"Aku tidak mengata kan apa-apa saat ini. racun itu seperti berdmodifikasi setiap saat. Penawar nya juga belum di temu kan," Daren berusaha profesional.
"Cih, jawaban mu menunjuk kan kau dokter abal-abal. Hampir sebulan lebih tidak mendapat kan penawar nya." Shine benar-benar mencoreng nama Darren dari tokoh terkenal di rumah sakit.
Lagi-lagi Darren menghirup udara segar dengan dalam. Orang normal harus bisa membujuk orang gila agar tidak menggigit orang gila juga, nanti gila nya kumat dan menjadi kuadrat.
"Sudah ku kata kan racun itu seperti berdmodifikasi Shine
Orang-orang lab juga sedang berjuang mati-matian," Darren menjelas kan pengorbanan orang-orang lab.
"Bah kan mereka tidak tidur sama sekali," lanjut Darren.
Shiene mendengus mendengar pembelaan si jas putih. Memang orang-orang lab sedang berjuang mati-matian sampai tidak tidur, tapi tentu saja itu tidak terjadi pada dokter sialan yang sedang duduk manis di depan nya.
"Apa ada perubahan lain?" tanya Darren. Dia sudah memulai penelitian Inis ejak Shien terkena racun, tapi belum menemu lam titik terang akan penangkal racun ini.
Shine terdiam sebentar, terlihat sedang menimbang-nimbang sesuatu.
"Ada perubahan. Setelah berc inta dengan istri ku rasa sakit nya berkurang dan menghilang. Rasa nya juga tubuh ku sangat ringan" Jelas Shine.
Darren menemu kan hal yang beda dari Shine. Pria itu sekarang sudah mulai terlihat bugar, wajah nya nampak memerah tidak pucat seperti sebelum nya.
"Apa kau serius setelah berhubungan dengan kakak ipar tubuh mu sekan berubah lebih sehat?" Darren mulai serius. Saat ini mereka sedang berada di ruang kerja Shine.
"Ya benar, sangat jauh berbeda dengan sebelum ber cinta dengan istri ku, rasa sakit nya masih sama dengan sebelum-sebelum nya, tapi tidak seperti di rumah sakit.
Darren nampak memutar-mutar otak nya, apa penyebab nya. Darren terus saja memutar otak jenius nya, dia berusaha mengingat-ingat bagaimana tiap tingkat jenis dan kualitas racun bersemayam dalam tubuh.
"Ada satu dugaan yang ada dalam benak ku," Darren terlihat khwatir dan terlihat dan enggan mengata kan nya pada Shine.
"Jangan mempermain kan ku, kata kan saja,"Shien mulai tak sabar.
"Ingat Shine, ini hanya hipotesa seorang dokter. Jangan langsung berasumsi itu benar," Darren lebih dulu menyiap kan mental Shine.
"Kata kan saja sialan!"
"Sifat racun berbeda-beda. Mungkin saja racun yang ada dalam tubuh mu bisa menyebar melalui sentuhan SE x"
Deg
"Maksud mu, Safira terkena racun itu?" Shine terlihat membelalak. Dia kembali mengingat ketika dia merasa sangat lemas
__ADS_1
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍
Agar author nya semangat up nya 🙂👍😊👍👍👍👍👍👍