
Pagi menyingsing memperlihat kan dua orang yang sedang tidur berpelu kan dengan erat pertanda Sangat menyukai kenyamanan saat ini yang saling berbagi kehangatan.
Berbeda dengan sebelum nya yang, kedua nya nampak saling menghindar seperti tidak enggan hanya untuk berhadap-hadapan saat tidur.
Shine yang merasa silau saat matahari pagi memasuki ruangan yang sudah terbuka sempurna gorden nya secara perlahan membuka mata. Dia di hadiah kan wajah cantik nan indah.
Shine tersenyum kecil. Dulu wajah ini adalah wajah yang selalu menunduk, penakut, tidak mau protes.
Sekarang sudah berubah menjadi wajah dewasa yang memiliki keberanian tinggi. Kenapa diri nya dulu sangat bodoh mengabai kan wanita yang selalu peduli pada nya?
Shine merasa kan pergerakan Safira yang berada dalam tubuh nya. Bah kan tangan Safira entah kenapa masuk ke dalam perut Shine. Kepala wanita itu bertumpu di tangan Shine dengan kepala yang masuk ke dada nya seperti mencari kenyamanan sejati.
Nampak kelopak mata lentik itu mulai bergerak menyambut hangat nya pagi ini.
Wajah itu nampak kaget saat melihat wajah tampan suami nya sudah berada di depan nya.
Safira ingin langsung bergerak menjauh kan wajah nya, namun di tahan oleh Shine.
CUP
"Morning kiss," ucap Shine dengan tawa kecil nya.
Safira membeku, bebrapa saat dia sadar.
"Dasar pria mesum!" umpat Safira dan Shine hanya terkeke. Bersamaan dengan itu, entah kenapa tangan Safira merasa ada yang keras di tangan nya.
"Apa ini? Apa kasur nya sudah mulai rusak?" batin Safira karena merasa kan tangan nya sedang menjelajahi polisi tidur.
"Stop Safira, jangan memnacing ku Sayang," ucap Shine dengan suara serak nya seperti menahan sesuatu.
"Kenapa?" tanya Safira merasa aneh dengan sikap Shine.
Shine langsung menyibak kan selimut yang menutupi tubuh mereka.
"Tangan mu sangat nakal Sayang," ucap Shine .
__ADS_1
Sontak Safira melihat tangan nakal nya yang sudah memasuki tubuh Shine.
"Apa ini kode untuk ku?" tanya Shine lagi.
Otomatis Safira yang sudah melonggar kan pelukan nya, langsung meronta dan duduk di tempat tidur nya.
"CK, sejak kapan pria seperti mu hanya di penuhi otak mesum. Ah iya, sejak dulu kau pun pria cabul yang meniduri banyak wanita di depan istri mu," ucap Safira menohok
Shine terdiam dengan ucapan Safira yang menyinggung tentang biasaan buruk nya.
Hening selama beberapa menit, Shine buka suara.
"Apa kau tidak bisa memberi kan aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki hubungan kita Fira," ucap Shine dengan suara yang tulus. Hal itu hampir sukses membuat Safira terhenyak, namun dia tidak selemah itu.
"Kesempatan? Bukan kah kau sendiri yang ingin membuang ku. Jangan membuat drama menyedih kan lagi tuan Shine. Aku tidak akan membuat mu malu lagi di party besar perusahaan mu, cukup lepas kan aku, cukup itu saja," ucap Safira panjang lebar.
"Dalam mimpi mu aku akan melepas kan mu Safira," ucap Shine.
"Dan Bagiamana jika kau di posisi ku saat itu? Apakah semudah itu bagi mu, berikan aku kesempatan?" ucap Safira dengan nada tinggi.
Dia keluar dari sana dan membanting pintu sekuat tenaga.
Bagiamana seseorang bisa lupa begitu saja ketika di abai kan selama tiga tahun. Apa dia orang bodoh? Tentu saja tidak. Ya, mungkin itu dulu, tapi sekarang tentu saja tidak.
Sedanga kan Shine di kamar nya merasa frustasi karena dia di tolak secara mentah-mentah. Apa yang harus dia laku kan untuk memperbaiki hubungan yang renggang ini. Dia.merasa frustasi saat ini, belum lagi istri nya yang sedang di incar oleh musuh.
Shine turun dari ranjang dan langsung menuju kamar mandi. Tentang solusi ini, dia akan mencari tahu nya nanti.
Setelah beberapa saat, Shine turun dengan balutan jas yang di sedia kan oleh Safira.
Meski pun wanita itu masih merasa marah, dia tidak akan melupa kan tanggung jawab nya sebagia istri untuk menyiap kan kebutuhan Shine.
Di meja makan ke dua insan itu terdiam.
Setelah beberapa saat, Safira buka suara.
__ADS_1
"Aku ingin bekerja,' ucap Safira singkat.
"Hm"
"Tentu saja tidak di perusahaan mu,"
"Hm,"
"Apa kau tidak melarang ku?"
"Tidak! Tapi ingat status mu yang sudah tersebar di luaran sana, bahwa kau adalah istri dari seorang CEO, yang banyak orang ingin menjatuh kan ku dan mencari kelemahan ku," ucap Shine panjang lebar.
"Aku akan pergi bekerja, jaga diri baik-baik!"
Cup
Shine mencium kening Safira dengan lembut dan segera beranjak dari sana.
Safira syok dengan sifat shine pagi ini.
"Apa setelah aku memarahi nya dia jadi sadar?" Safira kemudian melanjut kan sarapannya.
"Hei, apa dia bilang tadi kelemahan. Maksud nya aku menjadi kelemahan nya? Cih dasar pria sinting. Aku bisa dan mampu menjaga diri sendiri," ucap wanita itu dengan kesal.
Safira terkekeh kemudian.
"Walau kemarin gagal," ucap wanita itu lagi.
Tapi Safira sangat merasa senang saat ini. Yang terpenting adalah dia bisa bekerja.
"Yah, aku harus bisa mencari uang sendiri, setidak nya untuk jaga-jaga," ucap wanita itu bersemangat.
Hai readers
Terimakasih sudah setia mengikuti.
__ADS_1
Jangan lupa like nya yah guys.
Aku bersyikur saat ini kalian yang baca sudah 300 an, semoga like nya juga sampe segitu yah😊👍👍👍