
Safira melihat-lihat rumah Elvio yang begitu mewah, di luar memang berdisain glamor tapi di dalam sangat lah klasik.
Safira kemudian berjalan-jalan sesuai dengan tawaran yang di beri kan Elvio untuk jalan-jalan di sekitar mansion untuk menghilang kan penat menunggu pria itu.
Elvio ada urusan di kantor nya sebentar maka dari itu Safira harus menunggu. Wanita itu pun datang tanpa pemberitahuan sehingga tidak ada persiapan untuk menyambut Safira bahkan diri nya tidak ada di mansion.
Safira berjalan-jalan di ikuti dengan Avicennia dan Mateo.
"Tunggu saja di sini, aku tau kau belum pulih," ucap Mateo melihat ke arah Nia.
"Kau pikir aku selemah itu?" ucap Nia berjalan melewati Mateo.
Masih sakit? Tentu saja, tapi bukan berarti dia lemah, dia bisa menahan nya, pengobatan sudah di laku kan dan kasa juga sudah melilit di sana.
Apakah Nia marah atau sekedar benci ke pada tuan nya karena menyiksa diri nya hanya karena kesalahan kecil, pada hal diri nya sudah menyumbang jasa dan luka nya di setiap misi, tentu saja tidak, hal ini di anggap ke dua nya hanya sebatas latihan berat yang menoreh kan luka, tidak kurang atau lebih.
"Kenapa kalian semalam tidak menemui ku?" tanya Safira sambil melihat-lihat pemandangan yang ada di sana.
"Kami sedang ada urusan Nyonya tentang klan," jawab Nia.
Safira tidak akan membatasi pergera kan anggota Black Sky itu karena mereka adalah anggota inti Black Sky.
"Baik lah, bagaimana? Apa kalian sudah mendapatkan info yang ingin ku dapat kan?" tanya Safira.
Mateo mengangguk, kini giliran pria itu yang akan menjawab pertanyaan Safira.
"Siapa?" tanya Safira.
"Belum bisa di temu kan Nyonya, taoi saya yakin itu adalah klan mafia golongan baru Karena mereka sama sekali belum memiliki tanda atau logo," jawab Mateo.
"Apa alasan Mereka mengintai seperti itu?" tanya Safira lagi
"Mereka sebenar nya mengincar Nyonya, mengincar kelemahan tuan tentu nya," jelas Mateo.
"Kenapa aku terus? Memang nya Shine hanya memiliki aku sebagai kelemahan nya?" ucap Safira kesal karena dia di sebut-sebut sebagai kelemahan.
"Ingat Nyonya, yang di incar mereka bukan hanya anda, tapi bayi yang ada di dalam kandungan anda ," jelas Mateo. Dia mengingat kan sang Nyonya
Safira kini mengerti, dia selalu saja lupa dengan kehamilan nya.
"Maaf ya nak, mommy terlalu semangat hingga melupa kan mu,' batin Safira.
"Apa kalian mengenal pemimpin nya? Motif mereka melawan Black Sky?" tanya Safira.
"Motif dan pemimpin belum di ketahui Nyonya, kan ini pun tidak di bentuk di negara ini hingga kita Sulit melacak nya," ucap Mateo.
"Jadi? Bagaimana cara kita untuk mengetahui identitas pemimpin Mereka?" tanya Safira.
"Tentang itu Nyonya, kita harus berhati-hati karena klan Black Sky juga sedang berjalan, jika kami ketauan melaku kan ini di belakang Black Sky dan mengatas nama kan nama Nyonya, hidup kami adalah taruhan nya." Kali ini Avicennia yang menjelas kan
__ADS_1
Nada nya sedikit menekan membuat Safira jengkel.
"Cih Nia, Kenapa kau sangat sensitif pada ku. Aku kan bertanya, apa bertanya salah?" tanya Safira kesal dan berjalan kembali.
Bruk
Safira menabrak seseorang, untuk saja lawan jalan nya yang jatuh tidak dengan diri nya karena itu akan sangat berbahaya.
"Sial...siapa sih?" kepala orang yang jatuh di lantai. Ternyata dia adalah seorang wanita berpakaian seksi yang sedang melintas dari tempat itu.
Ternyata rombongan Safira sudah hampir mendekati mansion selatan Elvio.
"Maaf maaf saya tidak sengaja," ucap Safira mengarah kan tangan nya hendak membantu Safira
.
Nia langsung maju ke depan dan menarik tangan Safira agar tidak membantu si wanita yang terjatuh.
"Anda tidak boleh menahan beban berat Nyonya," ucap Nia menjawab pertanyaan yang jelas-jelas tergambar di wajah sang Nyonya
"Sialan, sudah menabrak orang, tidak tau diri," maki wanita itu.
Nia langsung menatap horor ke arah wanita yang lancang pada Nyonya nya.
"Jaga bicara mu atau mulut mu akan ku robek!" perintah Nia dengan tatapan tajam nya.
"Cih, siapa kau? Apa kau calon penghuni mansion selatan?" tanya wanita itu dengan remeh.
"Mansion selatan?" tanya Safira.
"Akan ku tunjuk kan pintu nya tapi sayang laki-laki tidak bisa masuk!" ucap Wanita itu. Dia adalah orang paling Bernai atau bisa di kata kan Ratu mansion selatan Karan wanita itu lah yang sering di pakai Elvio di atas ranjang.
Safira benar-benar penasaran."Aku ikut," ucap Safira penasaran.
"Saya harus ikut masuk Nona meski pun jika anda melarang," jawab Mateo.
"Maka anda tidak akan bisa ke luar dari sana dan akan berakhir di tangan tuan Elvio," jelas wanita itu.
"CK, aku tidak takut pada Tuan mu itu" jawab Mateo.
"Tunggu kami di sini , jangan melawan!" perintah Safira sekali dan Mateo langsung menurut tidak menjawab lagi.
Sedangkan Avicennia, dia hanya bisa mengikuti dan menghela napas malas ketika si Nyonya hamil nya memiliki penasaran melilebihi Intel profesional.
Safira langsung menganga melihat wanita-seksi yang ada di dalam mansion selatan ini. Sebagian ada yang berenang, ada yang menikmati matahari pagi dan tentu saja pakaian mereka kurang bahan.
Sontak semua orang langsung melihat ke arah Safira. Meraka penasaran dengan identitas Safira, jika orang baru pasti akan seru karena si tukan bully sudah ada di sana
"Kalian berdua bersih kan kolam ini. Ini adalah tuga pokok kalian selama satu bulan," ujar si wanita yang bernama Kay.
__ADS_1
"Sudah ku kata kan sopan lah berbicara pada Nyonya ku bit ch sebelum ku keluar kan lidah mu," ucap Nia dengan penuh tekanan namun suara nya sangat rendah.
"Lihat, apakah kesombongan wanita baru ini akan bertahan lama?" ejek Kau di ikuti tawaan dari para bawahan nya.
"Kami memang bukan orang baru, kami tamu di mansion ini, jadi berlaku lah selayak nya, kini Safira buka suara.
"Yah benar tamu, tamu ranjang hahahaha
.......," ucap Kau tetap mengejek Safira
Dug
Nia tanpa aba-aba langsung menendang Kah hingga jatuh ke kolam.
Byur
Semua para bawahan Kau langsung tertawa namun hanya berani'untuk sejenak saja karna mendapat pelototan dari Kay.
"Sialan, lihat aku akan membuat mu tidak betah di sini," ucap Kay.
"Jangan sampai aku benar-benar merobek mulut mu, jaga etika mu sialan," umpat Safira tak sadar juga tak menjaga etika nya, namun dia juga saat ini harus menahan emosi nya dan juga emosi menggebu-gebu pelayan nya yang berada di samping nya karena Safira bisa melihat Nia sedang menahan emosi.
Kay ke luar dari kolam dengan marah.
"Ambil kan handuk ku!" perintah Kau tanpa melihat ke arah penghuni mansion selatan, tatapan nya tertuju pada Safira.
Seperti nya memang benar Kay adalah king dari tempar ini, bukti nya dia menyuruh sesuka nya.
" Pegangin wanita satu ini," ucap Kah menunjuk ke arah Avicennia. Untuk sementara Nia bisa menyelesai kan wanita-wanita di depan nya namun itu hanya sementara ketika lebih banyak lagi berdatangan dan mendorong Nia hingga luka di punggung nya kembali terbuka.
Sial, luka nya mulai mengeluar kan darah dan Sangat perih.
Kini kau dan lima orang berhadapan dengan Safira.
"Seperti nya kau sudah sendiri, cepat minta maaf dan cium kaki ku," perintah kay.
"Cih bit ch, tau diri lah sedikit dan cepat lepas kan teman ku jika tak ingin kau berakhir hari ini," ucap Safira mulai emosi. Mood nya menjadi amarah sekarang.
Tak terima dengan hinaan Safira, Kay langsung mengangkat tangan nya hendak menampar Safira namu tangan nya bisa di cegat oleh Safira.
"Sampah seperti mu bukan level ku," ucap Safira dengan tertawa meremeh kan.
Tiba-tiba tubuh Safira melayang karena di dorong oleh bawahan kay.
Dorongan itu sangat kuat dan itu tidak berasal dari satu orang saja
Safira kehilangan keseimbangan dan langsung memeluk perut nya, dia yakin benturan ini akan sangat hebat dan bisa saja membahaya kan bayi nya , Safira tidak akan rela
Jangan lupa like nya 😊👍👍
__ADS_1
Agar author nya semangat up nya 🙂🙏👍👍👍