
Shine akhir nya bisa di bawa pergi dari mansion tanpa di ketahui penghuni mansion. Jalan satu-satu nya yang tidak di ketahui sebelum nya oleh Safira.
Wanita itu bingung ketika di bawa ke tempat gelap yang minim penerangan, namun berhasil sampai di basemen mansion.
"Nyonya, ada apa dengan Tuan. Kenapa sangat tiba-tiba?" tanya Xavier dengan santai. Dia tidak menunjuk kan emosi apa pun seperti khwatir dan marah karena tuan nya sedang sakit.
Sejak semalam aku sudah mengata kan pada nya agar ke rumah sakit. Tapi dia selalu membantah, dia mengata kan di mansion saja, pada hal Darren sudah menyaran kan agar segera ke rumah sakit, tapi dia sangat keras kepala.
Xavier manggut-manggut mendengar penjelasan Safira. Dia sudah bisa mengambil kesimpulan dari yang di jelas kan Safira. Yah dia tau sifat bodoh Shine satu ini belakangan ini ketika terjadi kerenggangan di antara rumah tangga itu.
Shine rela demi melukai diri nya sendiri bahkan membiar kan diri nya di ambang kematian hanya agar istri nya itu bersama nya.
Xavier berpikir tuan nya itu tidak logis sama sekali. Apa dia pikir Nyonya nya akan bertahan lama di samping Shine? CK tanpa di jelas kan dan mendengar nya itu sendiri dari tuan nya itu tidak akan terjadi sama sekali, karena Xavier melihat Nyonya muda nya sudah seperti orang yang meronta-ronta dan ingin berlari cepat dan jauh dari sisi Tuan nya.
Sedang kan Mateo, pria dingin ini sama sekali tidak masuk akal dengan kelakuan tuan nya. Apa seharus itu berkorban agar bisa bersama dengan wanita nya? Mempertaruh kan nyawa? Menghilang kan nyawa demi wanita nya? Sungguh bodoh bagi Mateo.
Tapi satu hal yang harus di ketahui pria itu, di belum pernah menjalin hubungan serius dengan wanita mana pun sehingga dia tidak bisa menganggap perbuatan Shine normal dan bisa di pahami.
Darren dan Nia yang sudah mendapat kan pesan dari Mateo langsung menyiap kan segala keperluan yang harus di sedia kan untuk hal darurat kecil ini.
Tidak terlalu mencolok, Darren yang biasa nya mengekor ketika menyerang klan-klan lain sudah paham dengan situasi ini.
Perawat dan dokter di persiap kan seperlu nya saja seperti orang yang akan datang adalah pasien biasa hingga tak menimbul kan kecurigaan apa pun.
Sesampai nya Shine bersama lain nya di ruang Sakit, Darren tidak ikut menunggu di sana, dia memilih berada di ruangan yang akan di guna kan untuk memeriksa Shien dengan detail.
"Nyonya silah kan anda menunggu di luar, saya akan bersama dengan Nia dan di bantu para dokter dan perawat yang lain!" ucap Darren. Meski pun rasa khawatir Safira sangat besar, namun dia tetap tidak boleh melanggar aturan yang berlaku di rumah sakit.
"Nyonya, mohon tunggu di luar!" pinta suster dengan tenang hendak menutup pintu.
"Tapi saya istri nya sus, saya berhak masuk!" paksa Safira dengan nekat pada perawat itu.
"Saya mengerti Nyonya, tapi saya mohon ikuti prosedur ruang sakit. Saya juga sebagai petugas paham perasaan anda," jelas perawat itu.
Melihat pintu sudah di tutup dengan rapat, Safira langsung luruh di lantai, begitu juga dengan air mata nya.
"Hiks...hiks..., Ini semua salah ku! Seandai nya aku memaksa nya ke ruang Sakit dia tidak akan seperti ini," ucap Safira dengan tangis penyesalan nya.
__ADS_1
"Nyonya, saya mohon anda tenang. Jika anda seperti ini maka musuh tak akan segan menghancur kan kita," ucap Xavier dengan tenang.
"Ayo berdiri Nyonya, saya bantu. Nyonya harus ingat bahwa anda sedang mengandung," ucap Mateo dengan datar namun terkandung raut khwatir di wajah datar itu.
Safira berdiri di papah oleh Safira.
"Hiks, ini semua adalah salah ku," ucap Safira di tengah Isakan nya sambil memeluk Mateo. Dia juga mengelus perut nya seraya mengata kan maaf pada anak nya yang masih berjuang untuk membentuk manusia.
Sial, Mateo ingin lari saja dari tempat ini. Dia bersumpah menyesal membantu sang Nyonya berdiri. "S hit," Mateo mengumpat dalam hati melihat ke arah Cctv.
Xavier melihat ke arah Mateo dengan ngeri. Dia menggeleng-geleng kan kepala nya karena tau apa yang akan di dapat kan nya nanti.
"Hiks..hiks... Kalau saja aku tidak menuruti ucapan nya tadi dia...dia tidak akan seperti ini," keluh Safira di barengi isak tangis nya.
"Saya yakin tuan akan baik-baik saja Nyonya. Tuan adalah pria yang kuat," ujar Mateo dengan datar. Dia sama sekali tidak membalas pelu kan yang di beri kan oleh Safira.
"Hikss, jika suami ku melihat ku menangis dia akan membalas pelu kan ku dan menepuk punggung ku" ucap Safira tambah menangis dan membuang ingus nya di jas hitam Mateo.
"Oh God, cobaan apa lagi ini," batin Mateo berteriak. Dia melihat ke arah Xavier dan pria itu berpura-pura tak mendengar apa yang di ucap kan Nyonya nya.
Mendengar ucapan Sang Nyonya, mau tak mau kode yang di beri kan oleh Safira harus di laku kan nya.
Dengan berat hati dan mental yang kuat, Mateo mengangkat tangan nya dan menepuk-nepuk punggung Safira. Lama kelamaan Mateo merasa kan napas teratur dari wanita yang di dekapan nya.
Mateo menghembus kan napas dengan lega. Setidak nya dia tidak akan menghadapi Nyonya nya yang sedang sedih.
Secara perlahan dia membawa Safira ke kursi tunggu dan setia menunggu sang tuan di sana dengan Safira dalam dekapan nya.
Xavier, jelas saja dia tidak akan mau bergantian dengan Mateo, dia tidak mau di amuk singa yang baru bangun dari tidur nya dan langsung mengincar mangsa nya.
Berbeda dengan suasana di luar ruangan, di dalam ruangan Darren sedang berusaha di bantu dengan para perawat. Sedang kan Nia dia selalu perwakilan Black Sky mengawasi di sana.
Setelah Darren menyuntik kan beberapa cairan, terlihat keringat di tubuh tuan nya sudah berkurang dan kelopak mata itu mulai terbuka.
"Keluar!" perintah Darren dengan tegas pada perawat dan dokter yang mengikuti nya. Setelah menunduk mereka semua pergi dari sana kecuali Darren dan Nia
"SH it, kenapa aku di sini?" tanya Shine dengan tajam melihat ruangan putih yang membuat nya sakit mata di tambah si jas putih penggila bawah pusar.
__ADS_1
Shine juga mengedar kan pandangan nya ke arah Nia. Wanita itu langsung menunduk dan Shine mendecih, tatapan nya beralih ke arah Darren. Tiba-tiba tatapan itu setajam elang yang siap mencabik-cabik Darren.
"Bagaimana keadaan ku?" tanya Shine. Namun tatapan nya ke arah Nia
Wanita itu yang sudah tau situasi menunduk sekali lagi dan segera Ke Luar dari pintu.
Nia langsung di suguhi pertanyaan dari Xavier kala melihat wanita itu sudah melangkah kan kaki nya ke luar pintu. Xavier menginterogasi para perawat dan dokter yang ke luar terlebih dahulu dan dia sama sekali tidak mendapat kan jawaban apa pun alias ZONK.
"Bagaimana keadaan Tuan?" tanya Xavier berharap.
"Saya tidak tau Tuan, tuan Darren sesng berbicara dengan Tuan," jawab Nia.
Darren merasa sangat kesal. Dia semakin khwatir karena lagi-lagi tidak mendapat kan jawaban pasti.
Tiba-tiba Safira terbangun dari tidur nya dan melihat Nia sudah ke luar dari ruangan putih itu.
"Bagaimana, ada apa dengan suami ku?" tanya Safira dengan tak sabar.
Kriekkk
Tiba-tiba pintu kamar Shine terbuka dan Safira langsung berjalan cepat ke sana.
"Bagaimana dengan suami ku Darren?" cecar Safira.
"Silah kan ikut saya keruangan saya Nyonya," ucap Darren dengan serius khas seorang dokter profesional.
Melihat Darren yang biasa nya selalu jenaka, kini terlihat serius membuat jantung Safira tak aman karena was-was dengan apa yang akan di dengar nya nanti.
"Racun itu sudah menyebar Nyonya karena di tangani dengan lambat, seandai nya cepat... mungkin akan bisa kita selamat kan," jawab Darren dengan lemah.
Deg
Safira bisa melihat kesungguhan di wajah yang selalu penuh candaan itu. Dari wajah nya Darren terlihat menyesal dan tidak berguna seperti menaruh kesalahan itu semua ada di tangan nya
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍
Agar author nya semangat up nya 🙂👍👍👍👍
__ADS_1