
Di mansion Alaska, pria itu nampak tersenyum smirk mendengar laporan yang di beri kan oleh bawahan nya.
"Istri dari Tuan Shine kini sedang di bawa ke rumah sakit Tuan. Jika saya menagamti kejadian di sana, harapan kandungan nya tidak akan bis bertahan!" Laporan Dexter di iringi rasa senang yang tercetak di bibir nya.
"Bagus! Pantau mereka sampai ke rumah sakit!"
"Baik Tuan."
"CK, ini akibat nya jika berurusan dengan ku Rhadika Browns. Anak mu yang akan menanggung konsekuensi nya," batin Alaska.
Darren berusaha memeriksa Safira semampu yang dia bisa, meski pun dia bukan merupa kan seorang dokter kandungan, namun sekilas dia pernah belajar dan saat ini dia berusaha membuat pendarahan Safira berhenti.
"sial, luka nya sangat dalam, tidak bisa di atasi di sini! percepat laju mobil nya Rius," ujar Darren dengan suara yang penuh kwatir.
Sesampai nya di rumah sakit, dokter kandungan terbaik rumah sakit sudah ada di sana.
Rumah sakit saat ini sudah gempar mendengar kabar istri pemilik Rumah sakit mengalami kecelakaan dan seang di lari kan ke rumah sakit ini. Perlengkapan dan alat-alat yang lengkap sudah di siap kan, fasilitas dan ruangan yang sangat bagus di persiap kan oleh mereka.
Setelah melihat mobil roll royce mendekat ke pintu rumah sakit, mereka segera menyiap kan brankar.
Darren juga masuk ke ruangan di mana Safira akan di atasi. Dia turut serta melihat proses yang terjadi, namun di tengah operasi yang di laku kan oleh ahli dokter kandungan dia menghembus kan nafas nya dengan pasrah.
keributan yang ada di luar mengganggu konsentrasi dokter yang sedang melaku kan operasi. Darren terpaksa ke luar dari ruang operasi dengan penuh amarah. Ternyata sumber suara itu berasal dari Shine yang memaksa untuk ikut masuk ke dalam ruang operasi.
Bug
"Breng sek sialan, diam lah di tempat mu. Kau mengganggu konsentrasi dokter sialan!" Kesal Darren memberi kan Bogeman mentah ke pada Shine. Baru kali ini Darren pernah melaku kan ini pada Shine, sebelum nya juga Darren tidak pernah peduli pad Shine tentang hal-hal wanita nya tapi sekarang sudah sangat berbeda, bisa di kata kan baru kali ini Darren dekat dengan wanita milik Shine.
Pernah juga beberapa kali, tapi setelah wanita-wanita itu sudah di pakai Shine maka Darren dengan senang hati juga mencoba liang mereka, itung-itung karena goyang-goyangan wanita itu juga lumayan.
"Bagaimana keadaan istri dan putri ku Darren," Shine sama sekali tidak peduli dengan Bogeman yang dioleh Darren . Istri nya lebih penting.
"Sialan kau Shine. Istri mu sedang berjuang untuk hidup di dalam sana sialan. Kelakuan mu seperti ini akan membuat nya semakin menderita karena konsentrasi dokter harus terbagi dengan keributan yang kau buat!" Darren Menaik kan oktaf suara nya.
__ADS_1
Shine semakin terpuruk mendengar istri nya sejak berjuang untuk hidup.
"Shine tenang lah, tunggu sampai dokter selesai melaju kan tugas nya baru kau bisa masuk," Darius menasehati sahabat nya itu dengan suara rendah.
Keadaan Shine sama dengan keadaan orang tua nya. sejak tadi Rosaline memberontak dari pelukan Rhadika. Wanita itu sejak tadi memohon pada suami nya untuk pergi ke sana, bah kan terhitung sejak dua jam yang lalu wanita itu menangis berharap sang suami mengizin kan nya pergi untuk menjenguk sang menantu tapi tak juga mendapat izin dari suami nya mau pun dari Shine.
"Kau di larang ke sana Baby, kau tau sendiri kan bukan aku yang melarang mu tapi putra mu itu. Apa kau ingin dia melarang mu selama nya datang ke sana, kau ingin selama nya tidak bertemu dengan Shine, kau tau sendiri kan tabiat anak itu!"
Rosaline tidak bisa melaku kan apa-apa lagi, benar apa yang di kata kan oleh suami nya, tapi apa ia, dia benar-benar tidak bisa bertemu Safira menantu nya saat ini.
"Akan ada yang memantau menantu mu di sana Baby, Aurora akan datang ke sana. Tenang lah hmmm, kita pasti bisa menghubungi nya. Jangan menambah beban anak itu," ujar Rhadika dengan lembut berharap sang istri memahami kondisi saat ini
"Benar kah? Aku akan bisa melihat menantu ku? Aku...aku sangat khwatir ke pada nya Rhadika. Kau tau kan aku pernah hampir di posisi yang sama dengan nya?"
Rhadika hanya bisa mengangguk angguk kan kepala nya. Dia harus bisa sebisa mungkin membuat istri nya tenang meski pun diri nya sendiri juga harus bisa berusaha kuat. Yah, ini lah tanggung jawab Rhadika sebagia suami.
"Aurora bis.amenjaga menantu kita Sayang, dia akan mengabari kita setiap hari tenag lah!"
Selama hampir dua jam operasi Safira benar-benar sudah di selesai kan, tapi Safira saat ini belum sadar sepenuh nya. Dokter pun sudah ke luar dari ruang operasi.
Shine yang duduk tadi nya kini dengan heboh bah kan pria itu hampir limbung berjalan menuju ke arah dokter
"Bagaimana keadaan istri ku dan kandungan nya? Apa kah istri ku terluka begitu parah?" tanya Shine bertubi-tubi.
Dokter yang melaku kan operasi tadi melihat sebentar ke arah Darren seakan bertanya apakah pertanyaan Shine harus dia jawab dengan lengkap
"Beritahu detail nya, tidak perlu menutupi apa pun!" ucap Darren serius.
"Shine kau yakin bisa menerima penjelasan ini? Aku harap kau tanang seperti biasa nya, Safira masih butuh perawatan dari tangan dokter ini."
"Jangan menambah amarah ku Darren sialan," Rahang Shiene semakin mengeras.
"Kata kan!" Darren tidak memiliki pilihan lain.
__ADS_1
"Tuan, Nyonya kehilangan Janin nya." Satu berita itu membuat amarah Shine membuncah.
bug
"Breng sek, jaga mulut mu bicara sialan. Apa kau ingin mulut mu itu ku robek? Berani nya dokter sialan seperti mu," Shine begitu marah saat ini.
Darren dan Darius spontan memegangi tangan Shine agar pria itu tidak berniat jauh pada dokter Safira.
Bug
Bug
Darius dan Darren mendapat kan Bogeman mentah dari Shine yang sudah di rasuki iblis.
"Jangan menyentuh ku sialan, aku akan membunuh dokter Sialan yang berani-berani nya mengata kan putri ku sudah tiada," Shine benar-benar sudah di liputi amarah.
Untung saja ruangan Safira adalah ruangan terbaik di rumah sakit ini hingga tak ada satu pun pasien lain yang terganggu. Ruangan ini benar-benar di persiap kan hanya untuk Safira.
Darius dan Darren tentu nya tidak akan membiar kan Shine mengacau. Darren dan Darius menatap satu sama lain. Ke dua nya sama-sama mengangguk.
Dan akhir nya terjadi lah baku hantam di sana antar Shine, Darren dan Darius. Para dokter yang ada di sana memilih menyingkir sejenak sebelum pertengkaran ini usai.
Namun amarah Shine semakin membuncah kala mendapat kan siaga dari Darius dan Darren. Ke dua pria itu terjatuh di lantai dan benar mereka juga kalah.
"Sh it, Shien sadar lah sialan. Kau memperburuk suasana. Apa Safira tidak kau butuh kan lagi, Apa kau ingin istri mu tersiksa lebih lama lagi karena tidak merasa kan kehadiran mu di sisi nya?" Darren berusaha membawa nama Safira wanita yang di cintai pria itu.
Dan benar saja, Shine langsung sadar dan langsung masuk menuju ruangan Safira.
Setengah nyawa pria itu hampir saja mati karena tak kuasa melihat istri nya sedang dalam kondisi berjuang untuk tetap bisa bernafas.
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍
Agar author nya semakin semangat up nya 🙂👍👍👍👍👍👍
__ADS_1