
"Apa kau melihat suami ku atau Sekertaris Xavier?" tanya Safira ketika tidak melihat salah satu pria yang selalu mengawasi nya di rumah sakit saat dia berada di sini.
"Aku mendengar dari Tuan Elvio, beliau ingin bertemu dengan Tuan Shine," jawab Megan dengan santai sambil memakan makanan yang di bawa oleh orang-orang yang menjenguk nya.
"Bertemu? Apa mereka seakrab itu?" tanya Safira bingung mendengar keterangan Megan.
"I don't know. Aku ingin menikmati sejenak sebagai wanita bebas seperti dulu, setelah itu ah...aku harus kembali menjadi wanita penurut," ucap Megan sambil menikmati makanan Safira.
Safira hanya mendelik kesal karena kelakuan ke kanak-kanakan Megan
"Apa kau tidak berencana untuk mencari pekerjaan lain Meg, apa kau akan selalu berada di kekangan Elvio?" tanya Safira.
"CK, pikir kan saja kandungan mu For. I'm okay dengan keadaan ku saat ini," jelas Megan
"Aku hanya ingin memberi saran sebagai sahabat mu," ucap Safira.
"Yah, sekarang giliran ku. Jaga kandungan mu, jangan stress, jangan terlalu banyak pikiran, makan vitamin banyak, hindari kegiatan yang melelah kan. Jika kamu ingin konsultasi, aku mungkin bisa memberi kan mu saran," ucap Megan dengan serius.
"Wait, sejak kapan kau paham tentang ibu hamil?" tanya Safira heran. Bah kan dia saja belum mengetahui trik ini karena diri nya baru mengetahui kehamilan nya masih belum lama.
"I'm a doctor Fira," jelas Megan singkat.
"You kidding me Meg, kau paling benci menjadi seorang dokter," kaget Safira.
"itu dulu, but now No. Itu adalah pekerjaan ku, but hanya untuk satu orang," jelas Megan
"Who is that,?"
"Tuan Elvio, dia menyekolah kan ku dan itu adalah salah satu cara ku membayar jasa Tuan Elvio," terang Megan.
"Kenapa dia perlu seorang Dokter? Bukan kah dia baik-baik saja?" tanya Safira.
Bukan kah selama Elvio baik-baik saja dan tidak nampak sakit-sakitan.
"Secret Baby. Itu bukan sesuatu yang harus kau ketahui," jelas Megan.
Safira mengernyit kan kening nya. Jika Megan sempat menyembunyi kan sesuatu dari nya itu arti nya, ada sesuatu yang penting tentang itu.
Dan itu arti nya Safira tidak perlu mengungkit nya lebih dalam lagi.
__ADS_1
Sedang kan di bagian belakang rumah sakit, dua pria saling beradu kekuatan. Belum ada yang terluka berat akibat pertarungan ini. Hanya satu dari mereka yang sudah mengalami beberapa lecet di wajah tampan itu
Namun salah satu dari mereka sudah merasa kan lelah yang luar biasa, tapi dia masih tetap bertahan.
Gerakan dari ke dua pria itu sangat lincah, para pengawal dan asisten yang ada di sana sangat salut melihat gerakan cepat dan tepat dari ke dua pria di sana.
"CK, apa ini cara mu balas dendam karena Safira lebih memilih ku?" tanya Elvio di sela-sela serangan berhenti dan memasang kuda-kuda.
"Yah bisa di kata kan seperti itu!" jawab Shine singkat dan mulai melaku kan serangan demi serangan.
Sebenar nya Shine sudah mengetahui penyakit yang di derita oleh Elvio, oleh karena itu dia tidak mengeluar kan tenaga nya semaksimal mungkin.
Dia pun melukai Elvio tidak seberat dia seharus nya menghukum laki-laki itu.
"Ternyata keturunan seorang Anggara adalah pebinor," ucap Shine membuat Elvio terjatuh ke dinding ring.
"Aku tidak peduli, yang terpenting wanita ku bersama ku. Aku tidak ingin gila seperti pria bodoh yang menyia-nyia kan wanita cantik dan baik hati," ejek Elvio.
"Jangan memancing ku Elvio, kau saat ini bisa saja ku habisi di tempat ini," ucap Shine. Entah mengapa jika di bahas tentang Safira, Shien tidak bisa menahan emosi nya.
"Memang itu fakta nya Shine Damian," jawab Elvio.
"Dan itu bukan urusan mu," jawab Shine tetap tenang.
"Tapi nyata nya dia ingin berpaling," jawab El.
Tanpa kata lagi Shine maju dan kembali menyerang Elvio secara membabi-buta.
Asisten Elvio yang tidak tahan lagi memilih keluar dari sana. Niat hati untuk masuk ke ring, anggota Black Sky terlalu banyak dan mereka terlalu ahli, dan jika pun asisten Elvio berhasil masuk, itu sama saja diri nya mengantar kan nyawa ke sana.
Entah apa yang di pikir kan asisten Elvio, dia memilih pergi dari sana dan sedang menuju suatu tempat entah di mana itu.
Xavier yang melihat asisten Elvio pangling tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tidak ada kewajiban untuk iba atau pun menolong Elvio di sana.
Keputusan Tuan nya adalah perintah mutlak untuk nya, jadi dia tidak mungkin menghenti kan aksi tuan nya kecuali kemungkinan kematian menghampiri Elvio.
Menempuh perjalanan beberapa menit akhir nya asisten Elvio Sampai pada tujuan nya.
Bam
__ADS_1
Pintu di tendang sekeras mungkin hingga menimbul kan suara dentuman yang besar di ruangan itu.
"Apa yang kau laku kan Tuan," suara yang kaget di penuhi dengan rasa kesal juga menggelegar di ruangan itu.
Orang yang sakit yang berada di ranjang sampai menutup pendengaran nya karena ulah ke dua manusia yang saat ini sedang beradu tatapan tajam.
Asisten Elvio tidak lagi melayani sikap berani Megan yang tiba-tiba. Dia tidak peduli lagi akan hal itu.
Tiba-tiba asisten Elvio langsung berlutut di ranjang yang di tempati oleh Safira. Ternyata tujuan Asisten Elvio adalah ruangan istri dari lawan tuan nya.
"Ada apa? Kenapa kau berlutut?" tanya Safira heran.
"Nyonya, saya mohon selamat kan tuan saya. Dia saat ini bersama dengan tuan Shine di atas ring. Tuan saya belum sembuh total, saya mohon selamat kan dia," ucap Elvio.
Safira mengernyit kan dahi nya sejenak.
"Urusan nya dengan ku apa? Apa hubungan nya dengan ku? Bukan kah Mereka adalah sama-sama ketua mafia?" tanya Safira heran
Asisten Elvio kaget mendengar hal itu tidak sesuai dengan ekspektasi. Asisten nya Elvio berpikir bahwa istri Shine akan segera berlari dan menghenti kan perkelahian ke dua kubu itu.
Benar yang di kata kan orang bahwa istri seorang pewaris kerajaan Browns sudah berubah, tidak lembut dan penyayang dan penakut seperti dulu, telah berubah menjadi seorang wanita tegas yang tidak mudah takluk terhadap apa pun.
Asisten Elvio benar-benar kehilangan harapan nya. Tidak ada lagi harapan nya untuk menyelamat kan sang tuan.
Asisten Elvio keluar dari ruangan Safira dengan pasrah, tidak ada yang bisa di lakukan nya saat ini, mengadu pada tuan besar nya tidak akan ada guna nya. Justru dia yang akan di habisi tuan nya nanti.
Membawa pasu kan mafia Elvio ke tempat ini bukan lah hal yang benar. Itu arti nya klan Elvio lah yang memancing peperangan besar ini.
Trek
Tiba-tiba pintu ruangan Safira terbuka dan menampak kan dua wanita dengan perawakan berbeda. Satu dengan wajah segar dan santai, satu lagi wajah pucat yang acuh dan acuh.
"Nyonya...?" ucap Asisten Elvio dengan binar bahagia. Ternyata masih ada harapan untuk nya.
Safira tersenyum tipis.
"Beri kan pistol mu!" ucap Safira menatap tajam Asisten Elvio.
Jangan lupa like nya yah gays 🙂🙏👍👍
__ADS_1
Agar author nya semakin rajin up