
Di mansion Shine, pria itu terlihat mengetat kan rahang nya ketika dia belum bisa menemu kan jejak istri nya.
Bahkan Cctv jalan yang di lewati oleh istri nya sudah di permain kan oleh seseorang. Shine benar-benar frustasi saat ini.
Bagaimana keadaan wanita nya saat ini. Shine sudah menyelidiki latar belakang Safira sepenuh nya. Wanita itu adalah wanita yang hidup sederhana tanpa ada nya kekerasan dalam hidup nya.
Bagaimana keadaan nya ketika melihat peluru berserakan di udara dan melubangi tubuh orang-orang di sekitar nya waktu itu.
"Tuan," tiba-tiba Xavier datang dan menghadap Shine.
"Bagiamana?" tanya Shine. Tapi pria itu sama sekali tidak menampak kan wajah khwatir nya dan hanya menampil kan wajah datar tak tersentuh.
"Mereka adalah orang yang sama yang menyerang perusahaan tuan besar dan perusahaan tempo lalu Tuan," ucap Xavier.
"Sial, tidak berhasil ke pada perusahaan ku dia menarget kan istri ku?" tanya Shine.
Ya, Shine mulai merasa kan resiko karena sudah membeberkan identitas istri nya ke pada publik. Tak di pungkiri jika nanti musuh-musuh yang sebelum nya bersembunyi di lubang tikus akan keluar dari kandang nya. Shine tau, tikus-tikus busuk itu akan menyerang kelemahan nya.
"Jangan bergerak lambat Vier, kau tau istri ku saat ini dalam bahaya," ucap Shine dengan suara rendah nya.
Shine berjanji, jika sedikit pun istri nya itu lecet, maka dia tidak akan segan-segan menghabisi musuh nya tanpa cela sedikit pun.
Shine sudah menelusuri kelompok yang selalu menyerang perusahaan dan perusahaan Dad nya, namun tidak menemu kan nama organis itu di dunia bawah.
"Mungkin mereka adalah kelompok yang di naungi oleh organisasi besar Tuan," ucap Vier yang bisa membaca sedikit nya kebingungan sang Tuan.
Shine hanya menatap lurus ke depan dan tidak melanjut kan obrolan nya dengan Vier.
"Secepat nya kabari aku Vier!" ucap Shine seakan memberi kan kode agar Xavier pergi dari sana.
Xavier akhir nya menunduk dan keluar dari ruangan itu. Kali ini dia harus benar-benar extra karana tawanan musuh adalah salah prioritas untuk Tuan nya.
Xavier sangat menyayang kan Sang Tuan yang belum menerima Black Sky di bawah nya. Tetap saja musuh tuan besar nya adalah musuh dari Shine, meski pun Shine tidak memegang Black Sky atau mengikuti dunia gelap, tatap saja sasaran dari para musuh tuan besar nya adalah Shine dan keluarga kecil nya.
Mungkin jika Shine menerima Black Sky dan menjadi pemimpin mereka, Xavier tidak akan selelah ini.
Xavier mendesah pelan, dia harus menerima takdir bahwa dia di cipta kan untuk melayani Shine si tuan datar nya.
**
Safira yang baru saja terbangun menatap heran sekeliling nya. Dia sudah mengingat kenapa dia sampai di sini. Jika bukan karena obat sialan yang menutup mulut nya sudah di pasti kan dia mungkin akan menang melawan pria-pria yang ingin menculik nya.
__ADS_1
Tapi aneh nya, Safira bangun di tempat yang begitu megah. "Apa memang benar aku di culik, tapi di culik dan di Tawan di kamar semewah ini?" tanya Safira bingung pada diri nya sendiri.
Dia melihat interior kamar yang bernuansa darkness tapi terkesan mewah dan berkharisma. Dia sekali lagi memutar badan nya untuk melihat seisi kamar dan melihat sebuah benda berkilau yang amat cantik.
Bukan hanya itu, masih banyak lagi benda yang ada di sekitar nya, dan jelas Safira tau itu sangatlah mahal. Dia tidak buta seperti dulu saat sebelum masuk ke keluarga Alexander.
Satu yang menjadi pusat perhatian Safira saat ini, yaitu kalung berwarna merah menyala yang di gantung dia tas tempat tidur.
Dia mengambil kalung itu.
"Apa maksud nya aku di Tawan di tempat penuh harta Karun seperti ini? Bahkan kalung ini," ucap Safira terhenti ketika seorang wanita berpakaian khas pelayan masuk ke sana.
"No...no nona, saya mohon kembalikan benda itu Nona. Itu milik Tuan paling berharga. Belum pernah ada yang berani menyentuh nya," ucap pelayan itu was-was ketika Safira memegang kalung itu dengan tidak hati-hati.
Pelayan itu nampak nya ingin bersih-bersih di kamar Safira karena pelayan itu membawa troli alat-alat kebersihan.
"Kenapa? Semua benda di sini menurut ku sama semua, sama-sama mahal dan berharga," ucap Safira.
Dia malah penasaran dengan benda-benda di kamar ini dan bukan bertanya di mana dia sekarang.
"Nona, kalung itu adalah benda paling berharga bagi Tuan, jika Tuan melihat anda memegang itu Tuan mungkin akan membunuh Nona, jadi Aya saran kan anda meletak kan itu," ucap pelayan.
"Sa..saya akan memanggil pengawal saja," gumam wanita itu tapi masih di dengar Safira.
"Baik..Baik, saya akan meletak kan nya di tempat sebelum nya. Tolong bantu saya," ucap Safira dengan sedikit memohon agar wanita itu tidak memanggil pengawal.
Safira tersenyum tipis ketika pelayan itu mendekat.
Tak
Saat pelayan itu sudah sampai di samping nya, Safira langsung memukul tengkuk pelayan itu hingga pingsan.
"CK, apa tuan mu pikir aku bodoh?" ucap Safira langsung membuka pakaian pelayan itu.
Jika di pikir-pikir ada kemungkinan mengapa penculik nya membiar kan dia di ruangan mewah. Bahkan tubuh nya pun tidak lecet sama sekali.
Pertama mungkin dia akan di jual untuk menjadi pemuas nafsu para pria di club' ini atau di kirim menjadi budak nafsu ke luar negara ini
Melihat diri nya sudah rapi dengan pakain pelayan itu, Safira menyusun rencana agar bisa keluar dari tempat ini. Dia tidak tau di mana posisi nya saat ini dan bahaya apa yang ada di luar.
Dengan pelan dan menunduk, dia membuka pintu dan membawa troli alat-alat bersih yang di bawa pelayan tadi.
__ADS_1
Para pengawal yang berada di depan pintu tidak curiga sama sekali.
Safira tersenyum tipis setelah berhasil melewati para bodyguard bodoh yang mudah di tipu nya.
Setalah keluar dari sana, Safira terkejut melihat banyak orang yang berada di sana dengan termasuk wanita-wanita dengan pakaian seksi.
"Tidak salah lagi, ini club' malam," ucap Safira.
"Sialan," batin wanita itu ketika melihat sepasang pria dan wanita saling mencumbu di salah satu sudut ruangan.
Dia melihat pakaian nya saat ini. Sangat tidak aman jika dia keluar dengan pakaian seperti ini. Pasti nya akan di curigai oleh penjaga yang ada di sana.
Dia kemudian mengedar kan pandangan nya dan melihat bebrapa wanita berpakaian seksi membawa baju dari suatu ruangan. Dengan cepat Safira bergerak ke arah sana.
Dia sangat senang, seperti nya dunia berpihak pada nya saat ini. Dia bisa mudah keluar dari ruangan tadi dan bisa menemu kan tempat baju dengan sangat mudah. Itu semua memperlancar jalan nya untuk kabur dari tempat ini.
Setalah masuk ke sana, Safira di hadang oleh dua penjaga.
"Siapa anda Nona?" tanya penjaga ketika melihat seorang pelayan ingin masuk ke ruangan yang mereka jaga.
Safira bingung ingin menjawab apa, tapi otak kecil nya langsung encer di situasi urgent seperti ini.
"Aku cosplay dari seorang pelayan menjadi wanita pemuas di club' ini. Salah satu tamu tidak mendapat kan wanita dan aku di utus untuk secepat nya. Jika kalian menghalangi akan membuat kerugian untuk konsumen dan juga club' ini," ucap Safira dengan raut tegas.
Kedua pengawal itu saling pandang dan mempersilah kan Safira masuk ke dalam.
Wanita itu lagi-lagi tersenyum tipis melihat kebodohan penjaga club' ini.
Safira sejak tadi mencari baju-baju yang ada di sana, dan sial nya semua bahan itu adalah baju kurang bahan yang mungkin di guna kan para *** *** di club' ini.
Hanya satu yang di dapat kan Safira dan itu pun masih tetap saja pakaian terbuka yang akan menunjuk kan lekuk tubuh nya.
Dress itu memiliki belahan paha yang tinggi dan jika di guna kan pasti sedikit lagi akan menampak kan milik Safira. Bagian lain tidak ada yang terbuka, tapi dress itu menggu makan tali spageti. Tidak ada pilihan lain selain menggunakan nya.
Safira hanya bisa menarik napas.
Saat akan melepas kan baju pelayan yang di guna kan Safira, tidak sengaja baju nya terkait ke cincin pernikahan diri nya dan Shine.
Wanita itu tersenyum miris.
"CK, apa kau mencari ku saat ini atau justru bahagia karena tidak ada aku di sisi mu?" ucap Safira.
__ADS_1