Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 26


__ADS_3

Semua orang yang ada di ruang rapat nampak bertanya-tanya dalam hati siapa orang yang berani menghenti kan rapat besar ini.


Jika di pikir-pikir seperti nya wanita itu salah masuk ruangan, namun heran nya mereka melihat asisten CEO mereka juga berada di belakang Safira.


Safira menelan ludah nya dengan kasar.


"Sial, Xavierrrr, kenapa tadi kau tidak memberitahu ku?" batin Safira sambil melihat Xavier dan seakan wajah itu berbicara pada Xavier. Pria itu tidak merasa bersalah sama sekali dan hanya menatap datar nyonya nya.


"Duduk!" Tiba-tiba suara bariton pemimpin yang duduk di kursi kebesaran nya buka suara. Dia menunjuk dengan bola mata nya ke arah kursi yang biasa nya di duduki oleh Xavier


Semua orang kembali fokus dan mengabai kan Safira, melihat CEO mereka menyuruh Xavier duduk dan mengabai kan wanita itu.


Ternyata dugaan mereka salah, Safira justru melangkah maju dan duduk di kursi Xavier, dan asisten itu memilih berdiri di samping Shine.


"Lanjut kan!" perintah Shine lagi.

__ADS_1


Banyak pertanyaan dalam hati para pemegang saham maupun para peserta rapat tapi tidak ada yang berani bertanya,Karena memang itu buka lah sesuatu yang harus di ketahui mereka.


Melihat semua nya sudah siap, pemateri kembali melanjut kan presentasi nya, dengan pelan Safira memutar bola mata nya ke arah peserta rapat. Dia melihat ketegangan di wajah masing-masing peserta di sana, bahkan terlihat tertekan. Fokus Safira adalah gelas yang ada di depan setiap orang. Dia menalan ludah nya dengan kasar.


Berjalan dari lantai bawah hingga atas, meski pun sudah menaiki lift, tapi tetap saja Safira merasa haus. Antara berani dan tidak, Safira mengurung kan niat nya untuk mengambil air minum di depan nya, dan itu juga tentu bukan milik nya.


Itu adalah milik Xavier. Tidak mungkin dia meminum milik orang lain, bahkan diri nya bukan lah peserta di sini. Dia juga melihat Xavier sejak tadi menasehati dan memperbaiki pemateri.


Di beralih melihat meja depan Shine, isi gelas nya sudah berkurang sedikit. Wanita itu terus saja menatap minuman Shine.


Dika mengangkat tangan nya dan menarik kan jari. Semua orang tiba-tiba tegang termasuk Safira karena melihat wajah peserta rapat tambah tertekan.


"Apa aku melaku kan kesalahan?" batin Safira dalam hati.


"Perbaiki bidang konstruksi dari bangunan nya, dan beri kan pada ku laporan keuangan pembangunan gedung itu secara rinci!" perintah Shine memotong presentasi yang kemudian di lanjut kan.

__ADS_1


Terlihat semua orang merasa tegang terutama bidang keuangan di sana.


Safira, dia tidak peduli lagi yang terjadi di depan nya, di pikiran nya saat ini adalah menjalan kan air di kerongkongan nya yang sudah mengering. Dia merasa sudah dehidrasi.


Dengan pelan tangan Safira menjulur ke meja di depan Shine dan mengambil air minum suami nya. Dia langsung meminum air minum itu hingga tandas.


Shien tersenyum dalam hati melihat tingkah wanita nya, tapi dia tidak menunjuk kan nya di wajah nya karena rasa gengsi nya tinggj, dan itu adalah keturunan dari penguasa pertama klan Black Sky.


"Nona, apa yang anda laku kan. Siapa anda yang tidak bersikap sopan di depan atasan kami?"


Safira merasa bersalah. Apa dia melaku kan kesalahan di ruangan ini. Jangan bilang dia membuat kerugian besar, apa dia investor perusahaan suami nya. Sial, dia merasa sial, apa suami nya nanti akan marah pada nya Karena menghilang kan salah satu investor nya? beberapa pertanyaan muncul dalam hati Safira.


Sedang kan Shine dia tersenyum smirk melihat bawahan nya yang bicara yang ternyata adalah divisi keuangan.


Jangan lupa like nya 😊👍👍

__ADS_1


Horas ✋✋✋


__ADS_2