Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 45


__ADS_3

"Tidak apa-apa kita tidak mendapat kan wanita itu saa ini, tapi tidak untuk lain kali!" ucap pria yang duduk dalam kegelapan sambil menghisap cerutu nya. Dia menikmati nikotin itu sambil menyembul kan asap nya ke udara.


"Bagiamana si tua Bangka itu, apa dia masih tetap menghubungi kita?" tanya nya pada pengawal di depan nya.


"Masih Tuan, dia akan ikut membantu kita jika kita menerima nya!" jawab si pengawal.


"Cih, putri nya terlalu bodoh mencintai pria sialan seperti itu," jawab si tuan.


"Terima bantuan dari nya, tapi bukan saat ini kita bekerja sama. Laku kan sendiri-sendiri sampai tiba waktu nya kita bergabung," perintah si tuan.


"Baik Tuan," jawab si pengawal sambil undur diri dari ruangan gelap dengan pencahayaan yang sedikit itu.


"Kau salah Shine bodoh, seharus nya kau memegang klan Black Sky. Lawan mu bukan lah klan biasa," ucap pria itu lagi.


Kemudia dia mengambil ponsel nya lalu menelepon seseorang.


"Pantau saja terus, cepat atau lambat pria tua itu akan memulai penyerangan. Kita akan memanfaat kan situasi di dalam kesempitan ada kesempatan," ucap nya lagi.


Pria itu tertawa dengan gambar namun wajah


nya tetap datar.


"Tidak masalah jika kau membunuh ibu ku, tapi tidak dengan Kakek ku sialan," umpat pria itu sambil meninju dinding yang berada di dekat nya.


"Tunggu lah kehancuran mu Rhadika Browns, aku akan memulai nya dari anak bodoh mu itu," ucap nya.


"Ouchhh, Shine ah...ah...kau sangat perkasa. Kau sangat ah.. nikmat," ucap si wanita yang saat ini milik nya di hantam dari belakang dengan kasar dan cepat.


Pinggul Shine semakin cepat bergerak kala ingin mendapat kan pelepasan.


"uhhh Safira," ucap pria itu dan menarik milik nya dari liang milik lawan main nya dan menyebut Safira di akhir pelepasan nya.


Sedang kan di wanita merasa sangat siap karena lawan main nya menyebut nama wanita lain di akhir dia yang berjuang untuk menuntas kan hasrat sang pria Wanita itu langsung terkapar di ranjang karena tenaga nya terkuras habis karena melayani hasrat orang tercinta.


Benih Shine berceceran di lantai. Pria itu langsung mengguna kan pakaian nya dan bersandar di sofa.


Menarik napas selama beberapa menit Shine buka suara. "Bayaran mu akan di atur oleh Xavier," ucap nya beranjak dari duduk meninggal kan wanita yang masih telanjang di ranjang tempat tidur.


"Shine, apa hanya sebatas itu? Ingat Shine kita belum putus," ucap wanita itu.

__ADS_1


"Aku sudah menikah," jawab Shine singkat kemudia pergi dari sana tanpa mendengar teriakan Julie.


"Aku akan merebut mu kembali Shine. Kau akan membunuh wanita *** *** itu, kau akan kembali pada ku!" teriak wanita itu sekuat tenaga nya.


Pagi hari menyingsing, Safira merasa terlalu cepat menampak kan caha nya. Bagiamana tidak, dia baru bisa tidur satu jam yang lalu, dia tidak bisa tidur.


Dia bangun dan melihat samping tempat tidur nya kosong. Dia menghela napas. Dia beranjak dari tidur dan memulai aktivitas pagi nya. Dia akan mengantar kan Megan ke mansion Elvio sesuai dengan janji nya pada pria itu.


Dia turun dan melihat kepala pelayan sedang menyiap kan makanan.


"Di mana suami ku?" tanya Safira pada kepala pelayan.


"Tuan tidak pulang semalam Nyonya, mungkin sedang banya urusan," jawab kepala pelayan.


Dari belakang nya, terlihat Xavier memasuki mansion dengan setelan yang sudah rapi. Yah entah kenapa pria itu bisa tepat waktu dalam segal situasi.


"Selamat pagi Nyonya," seru Xavier


"Pagi Vier," jawab Safira dengan senyuman lembut nya.


"Saya hanya ingin memberi tahu Nyonya bahwa nanti malam akan di ada kan pesta di salah satu klien Tuan, dan saya harap Nyonya bersedia menjadi pasangan Tuan," seru Xavier


"Baiklah," jawab Safira tanpa pikir panjang.


"Tunggu Vier, di mana suami ku? Kata kepala pelayan, dia tidak pulang semalam," tanya Safira.


Xavier Manarik napas sebentar.


"Tuan sedang banyak urusan Nyonya," jawab Xavier kemudian melanjut kan langkah nya


"Hai Fira, good morning," ucap Megan dengan semangat pagi nya.


Safira mengalih kan pandangan nya pada sumber suara yang memanggil nya.


"Hai Megan," jawab Safira.


Kedua nya memulia sarapan pagi nya dengan tenang dan di isi perbicangan hangat satu sama lain.


Kemudian mereka berangkat menuju mansion Elvio di mana Mateo sebagai pengemudi sekaligus pengawal mereka.

__ADS_1


"Apa sebaik nya kau tidak mencari pekerjaan lain Megan? Aku tidak yakin kau sebagai seorang wanita selalu berada di sisi seorang pria," jujur Safira. Dia tidak terlalu suka melihat sahabat nya itu ada di sana.


"Look at me now Fira. aku baik-baik saja bukan? Tuan Elvio juga tidak seburuk yang kau pikir kan," jawab Megan dengan kekeh.


"Baiklah, jika dia memang benar-benar baik pada mu. Kau harus memberitahu ku jika ada sesuatu yang salah di sana," ucap Safira.


"Siap bos," ucap Megan.


"Mmmm, Fira. Jika boleh, apa aku bisa bertanya tentang hubungan mu dengan Tuan Shine," ucap Megan.


"Hubungan kami sedang tidak sehat Megan, so please don't talk about it," ucap Safira merasa tidak nyaman.


"Bukan hanya sekarang, tapi dari dulu," batin Safira.


"Baiklah, aku tidak akan membahas nya. Tapi sebagai sahabat mu, aku yakin kau bisa mengatasi ini Safira dan selalu lah memegang prinsip mu. Kau bisa bertanya ke pada suami mu, jangan hanya kesalah pahaman hubungan kalian retak" nasehat Megan.


Safira diam dan memaling kan wajah nya ke arah samping menikmati similiar angin.


"Aku juga tidak ingin seperti ini, tapi...," batin Safira.


"Nyonya, Nona tolong guna kan sabuk pengaman kalian, seperti nya ada uang sedang mengikuti kita," ucap Mateo yang ada di depan.


Megan dan Safira yang mendengar itu sontak langsung menatap ke belakang dan melihat ada mobil besar yang melaju dengan kecepatan tinggi.


"Mateo, kamu yakin, dia mengikuti kita?" tanya Safira saat melihat mobil besar itu melambat dan tidak menampak kan diri lagi.


Mateo melihat mobil besar itu yang tidak ada di belakang lagi.


"Sebaik nya kita berhati-hati Nyonya," jawab Mateo dengan tenang. Firasat nya tidak mungkin salah, ada yang janggal sejak tadi. Kenap tiba-tiba mobil itu langsung melambat saat mereka sudah menyadari nya


Mateo kembali fokus ke depan dan meneliti jalan di depan nya. Mateo mempercepat laju mobil agar melewati lampu hijau yang sedang menyala di depan nya.


Tiba-tiba dari arah samping mobil yang hampir sama, ralat sama dengan mobil sebelum nya yang mengikuti mereka tadi melaju kencang ke arah mereka.


Belum lagi mobil yang ada di depan mobil yang di kendarai oleh Safira berada di tengah-tengah dan sulit untuk melaku kan pergerakan untuk menghindari dari mobil tersebut.


BRAK


Terdengar sebuah suara besar yang menanda kan tabrakan itu begitu besar dan kuat. Beberapa mobil saling bertubrukan satu sama lain, sebagian ada yang berguling-guling. Semua orang syok melihat tabrakan beruntun itu.

__ADS_1


Jangan lupa like nya 😊👍


Biar authornya semangat dan tau kalau kalian juga suka karyanya author 😊


__ADS_2