Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 38


__ADS_3

Julie merasa sedih karena Shine mengeluar kan nya di luar.


"Kau sangat luar biasa Shine, aku benar-benar puas," ucap Julie dengan senang.


Shine tidak menjawab ucapan Julie. Dia bangun turun dari sofa dan memungut pakaian nya dan memakai nya.


Tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut pria itu. Shine dengan santai menggunkan pakaian nya tapi membelakangi Julie.


Shine hendak pergi dari sana, namun dia menghenti kan langkah nya sejenak.


"Bayaran mu akan di urus Xavier," ucap pria itu.


"Shine, apa kau mengira aku jual diri. Ini bentuk rasa cinta ku pada mu, bahkan aku menjaga nya hingga kau yang pertama bagi ku. Apa aku semurahan itu bagi mu?" tanya Julie. Air mata wanita itu m ngalir begitu saja seakan menarik simpati Shine.


Namun suara itu tidak menggelitik hati Shine sama sekali. Dia keluar dari sana di sambut oleh Xavier yang sudah berdiri di sana.


Tatapan memati kan terlihat di wajah pria itu.


Xavier mengerti bahwa ini adalah kesalahan diri nya, kenapa dia sebodoh itu tidak melihat secara detail siapa wanita-wanita yang di pesan nya


Sial nya, Julie mengguna kan identitas petugas penari erotis club' ini sehingga dia tidak terlalu menaruh perhatian akan na itu. Petugas club' ini pun selalu di selesksi dengan ketat.


Sesampai nya di mobil, kendaraan roda empat yang berharga triliun itu pun berjalan dan Shien langsung men Ndang kursi kemudi dengan keras.


"Bren"gsek, apa hanya ini kemampuan bekerja untuk ku," maki Shine


"Maaf Tuan, Nona Julie mengguna kan identitas penari club', jadi saya tidak curiga Tuan. Ini adalah kesalahan saya," ucap Xavier dengan datar tapi tersirat raut penyesalan di sana.


"Ini peringatan pertama dan terakhir Vier. Jika kau melaku kan kesalahan ke dua yang fatal seperti ini, aku akan mengirim mu ke Utara," ucap Shine pada akhir nya.


"Baik Tuan!" jawab Vier dengan tenang. Yah dia berjanji tidak akan mengulangi nya lagi.

__ADS_1


Sesampai nya di mansion, Shine langsung beranjak ke kamar nya, dia ingin melihat istri nya.


Sesampai nya di sana, dia melihat sang istri buru-buru menutup diri dengan selimut. Shine yang tadi nya Masin belum nyaman hati nya langsung tersenyum melihat tingkah lucu sang istri.


"Aku tau kau belum tidur Sayang," ucap Shine.


Safira yang sudah ketahuan membuka selimut dengan malu. Entah kenapa sejak tadi dia tidak bisa tidur


Shine langsung bergabung masuk ke dalam selimut istri nya. Heninh beberapa menit, Shine merasa kan diri nya seperti di dorong dari ranjang.


"Why?" tanya Shine


"Menyingkir lah, kau membawa virus menjijik kan dari luar. Aroma mu menjijik kan," ucap Safira dengan jengkel.


Shine langsung bangkit dari tidur nya.


"Aku akan mandi dulu!" ucap Shine. Safira tidak menjawab apa pun dan dia semakin kesal dengan kehadiran Shine yang seperti ini. Ia merasa ada sesak di hati nya, tapi seperti tidak bisa di ungkap kan.


Setelah Shine selesai mandi, dia kembali bergabung bersama dengan sang istri.


**


Di club' tempat Shine making love, Xavier baru saja tiba di sana dan mencari Julie di sana. Dia juga memanggil penari club' yang ada di sana.


"Apa maksud and Nona Julie? Apa anda berpikir dengan memberi kan malam pertama anda untuk Tuan, anda akan bisa kembali berdiri di sisi nya?" tanya Xavier to the point.


Tidak ada rasa Janggal atau pun lain nya terlihat di wajah Xavier. Datar dan tak berekspresi, bahkan ucapan frontal itu tidak ada apa-apa nya untuk pria itu.


"Bukan urusan mu Xavier," jawab Julie dengan tegas.


"Apa pun akan ku laku kan untuk berdiri di sisi Shine,."

__ADS_1


Xavier tersenyum sinis.


"Memang jika sudah murahan dari awal akan seperti itu sampe akhir nya. Apa kau sudah mengantisipasi jika saja nama mu yang tercantum di pemuas bos ku kau akan di tolak hingga kau langsung menghina kan identitas petugas club' ini, Cih murahan," ucap Xavier panjang lebar.


Jika ini tidak bisa merubah pola pikir Julie. Shine tidak tau lagi bagaimana cara nya.


"Sudah ku kata kan bukan aku akan melaku kan apa pun untuk nya," ucap Julie.


Xavier tidak menjawab dan mengalih kan perhatian nya ke pada penari club'.


"Kau di pecat, Tuan masih berbaik hati tidak memblaclist penipu seperti mu!" ucap Xavier.


"Baik Tuan," jawab wanita itu pasrah. Syukur saja dia hanya di pecat dari tempat ini dan tidak di blacklist, jika saja nama nya di blacklist dari seluruh club' mau makan apa dia.


"Cih, ini semua karena mubit"ch," ucap wanita itu keluar dari sana dan memakai Julie.


"Apa kata mu sialan?" teriak Julie dengan menggema membuat Xavier menutup telinga nya.


"Kenapa kau marah, memang itu fakta nya," ucap Xavier. Pria itu berdiri dan meletak kan cek di meja di hadapan Julie.


"Tulis berapa pun yang kau ingin kan!" ucap Xavier berlalu dari sana.


"Kau sekarang bisa melaku kan ini sialan, tunggu saja saat aku sudah menjadi nyonya Shine Damian. Kau pertama kali yang akan ku tendang," ucap Julie menghancur kan kertas yang di tinggal kan Xavier menjadi serpihan kecil.


**


Shine tidak melaku kan kebiasaan nya tidur bersama dengan istri nya. Tidak memeluk atau pun melaku kan hal yang bisa mempererat hubungan ke dua nya.


Shine sangat susah untuk tidur saat ini. Dia sedang memikir kan kejadian sebelum nya yang bermain panas dengan Julie.


Bahkan dengan bren"gsek nya dia mengambil kesucian gadis itu. Apa maksud dan tujuan wanita itu kembali saat ini. Itulah isi pikiran Shine. Dan bagaimana jika Safira mengetahui nya.

__ADS_1


Ah, dia sangat bodoh, begitu banyak nya para wanita pemuas di club' itu, dan kenapa harus jatuh pada kekasih SMA nya.?


Ayo", like nya gays tinggal kan jejak juga dungs😊👍👍👍


__ADS_2