
Kini semua tamu berkumpul termasuk keluarga Orlando yang sampai lima menit setelah Rhadika dan Rosaline.
Di sana terlihat seorang gadis cantik di gandeng oleh seorang pria. sepasang kekasih itu menjadi pusat perhatian para peserta pesta.
Tak terkecuali Shine, dia memandang pasangan yang tampak serasi itu. Bah kan senyum tipis muncul di bibir nya. Bah kan sangat tipis, orang-orang tidak bisa melihat nya, tapi ada satu malaikat yang bisa melihat senyuman itu. ntah apa yang ada di dalam hati Shine saat ini.
"Bukan kah itu Queenza? Cantik" tanya Safira melirik sinis ke arah Shine. Wajah Safira saat ini memang di hiasi senyuman namun shine bisa mengarti kan senyuman itu.
"Iya cantik," jawab Shine santai kemudian menatap kerumunan pasnga itu.
"Benar, sangat-sangat cantik," ucap Safira dengan wajah masam nya.
Shine tak tahan lagi melihat wajah masam Safira.
"No Sayang, tentu saja kau yang tercantik saat ini," Shine mengecup singkat bibir sang istri karena gemas nya.
"Cih, lihat anak tak tau diri ini, tidak tau tempat," sungut Rhadika dengan memeluk pinggang istri nya posesif lalu ******* bibir sang istri.
Safira menganga melihat aksi Daddy mertua nya. "Gila, jadi ini sudah kebiasaan yang di turun kan oleh ayah nya," batin Safira. Dia sedikit demi sedikit paham dari mana wajah dingin namun mes itu turun.
"Sayang malu!!! Banyak orang," kesal Safira. Untung saja tidak ada media yang di undang jadi dia tidak perlu malu jika orang luar mengetahui nya
"Cih, maling teriak maling," cibir Shine.
"Hai Safira, hai kak Shine," suara lembut nan tenang itu membuat perdebatan ayah anak itu terhenti.
Safira tersenyum dan membalas sapaan Queenza.
"Halo Queenza," sapa Safira. Wanita itu tersenyum manis Sama seperti Queenza. Namun manik mata Safira tetap waspada pada anak itu.
Shine, dia hanya menatap ke arah Queenza saja lalu beralih ke Darius. Mereka bersalah ria ala laki-laki dan sahaba.
"Dia pacar mu?" tanya Safira karena belum pernah melihat laki-laki di samping Queenza.
"No, dia adalah kakak ku satu-satu nya. Tenang lah, aku sedang berusaha move on dari kak Shine," ucap Queenza terkekeh geli melihat ke waspadaan Safira.
Safira hanya salah tingkah mendapat pernyataan Queenza.
"Tapi masih berusaha bukan, bukan sudah move on," batin Safira namun semua itu di tutupi nya dengan bibir tipis nya yang melengking melebar
"Hai aku Darius. Kakak Queenza sekaligus sahabat Shine," ucap Darius memperkenal kan diri.
"Hai senang bertemu dengan mu," Safira tersenyum manis.
"Jauh-jauh dari istri ku!" Wajah Shine terlihat dingin.
"CK, selamat atas kehamilan mu," ucap Darius dengan datar kemudian beralih ke arah Rhadika dan Rosaline.
"Berhenti tersenyum pada pria lain Sayang atau kau akan ku hukum sampai pagi di ranjang tanpa ampun." Shine mendesis tak suka kala Safira selalu tersenyum pada pria-pria lain sejak tadi.
__ADS_1
Safira memerah wajah nya mendengar hukuman yang akan di beri kan oleh Shine. Menurut nya itu bukan hukuman tapi hadiah untuk nya, dia juga sangat menyukai ber cinta bersama suami nya.
"Dasar pria mesum gila!" Safira melotot tajam pada suami nya dengan wajah yang masih blushing.
"Tapi kau menyukai saat aku menusuk milik ku dengan dalam kan Sayang," Shine berbisik di samping telinga Safira. Bah kan Shine menggigit kecil telinga Safira hingga membuat Safira merinding.
Safira memilih mengambil jarak dari pria mesum nya sebelum dia benar-benar gila di buat tingkah mesum Shine.
Acara itu berlangsung dengan meriah dan penuh tawa. Semua yang berkelut dengan masalah-masalah pribadi yang membuat hati gusar sebelum nya. Mereka melupa kan segala nya dan berfokus pada kebahagiaan yang ada di depan mata.
Shine dan Rhadika si pria kulkas Max Orlando jug ada di sana, tak terkecuali juga asisten Shine yaitu Xavier begitu juga dengan Serius, Darren, Nia dan Mateo.
"Hai kak Xavier, lama tak berbicara!" sapa Queenza dengan senyum manis nya.
Xavier tidak menanggapi sapaan Queenza. Wajah datar itu lah yang menyambut sapaan gadis itu.
"Kalian terlihat cocok!" Tiba-tiba suara Darius memutus kan keheningan di antara dua insan itu. Xavier menatap tajam ke arah Darius sahabat nya.
"Jangan ngaco!" suara Xavier terdengar dingin. Wajah nya seakan ingin membunuh Darius.
"Apa sih kak, ada-ada saja. Masih banyak pria ramah dan baik di luaran sana yang mengejar ku. Aku ogah sama kulkas dengan pintu tujuh seperti kak Xavier," ucap Queenza Acun dan berjalan pergi dari sana
Xavier menatap tajam ke arah langkah Queenza. Harga diri nya di gores oleh wanita yang tidak laku itu sampai sekarang.
"Aku bisa membuat kalian dekat, cobalah dengan bersifat hangat pada nya!" goda Darius
"Dasar pria mesum penggila pusar," Xavier acuh tak acuh pada sahabat nya itu.
Shine juga kembali berkumpul bersama mereka.
"Setidak nya dia mencicipi wanita," Shine bergabung di meja tempat sahabat-sahabat nya berkumpul. Menyesap Wine yang sejak tadi di tangan nya.
"Apa seorang pria normal harus terlebih dahulu mencicipi wanita?" Darius yang paling banyak bicara sebelum Darren mulai buka suara.
"Tentu saja. Aku takut pria-pria seperti kalian adalah ....."
Plak
"Henti kan omong kosong mu itu bodoh!" Xavier menggeplak kepala Darren dengan tiba-tiba. si penggila pusar ini memang tidak pernah becus mulut nya.
"Darius, aku memiliki kenalan. Nama nya Nia, pelayan Nyonya," Xavier yang di ejek sejak tadi tersenyum sinis ke arah Darren. Dagu nya menunjuk Nia yang sedang duduk bersama Mateo, namun ke dua anggota mafia itu terus saja menatap tiap langkah Safira dengan tajam
"Apa dia cantik? Seksi?" Darius antusias, posisi Nia saat ini membelakangi mereka
"Dia wanita ku sialan!" Desis Darren kala Darius benar-benar menatap ke arah Nia.
"Slow lah breng sek, najis berebut wanita dengan pria sialan seperti mu," Darius menjawab Darren dengan tak kalah kesal nya.
Shine Manat datar teman-teman nya, mereka bersulang untuk kebwrama mereka.
__ADS_1
"Jadi, apa kan Queenza benar-benar move on?" kini Darren membuka topik baru.
"MMM, dia sedang berusaha." jawab Darius
"Bagus lah, Nyonya tidak punya rival lagi," timpal Xavier
Shine mengangguk-anggukkan ka kepal nya mendengar pembicaraan sahabat-sahabat nya.
Di lain sisi, Safira sedang bersama Queenza.
"Tapi aku tidak jamin tidak akan menggoda kak Shine yah. Dia itu cita pertama ku setelah Daddy," ucap Queenza dengan enteng nya
Safira menatap ke arah Orlando yang sedang berbincang dengan mertua nya. Shine sudah berbicara banyak dengan ayah Queenza itu, dia sangat baik dan pengeritian, penyayang dengan cara yang berbeda.
"Jika kau melaku kan nya kau juga akan menggoda Daddy mu, bagaimana kita impas," tawa sinis nan jahat ke luar dari mulut Safira.
Queenza melotot tak percaya mendengar ucapan Safira. Tidak tidak, dia tidak mau memiliki ibu tiri seperti Safira.
"Kau... kau, apa maksud mu hah, kau..."
"Kenapa?" tiba-tiba suara Shine menjeda ucapan mereka berdua, di ikuti dengan sahabat-sahabat nya.
"Kak Shine, Safira, dia ....dia ingin menggoda Daddy ku," ucap Queenza dengan terbata-bata. Dia takut Shine mengira diri nya berbohong dan Safira akan membalik kan keadaan. Dia hanya ingin berkata jujur.
Darren tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Queenza, sejenak mereka menjadi pusat perhatian, namun saat Darius menggeplak kepala Darren, pria itu langsung diam cengingisan.
"Apa salah nya, om Orlando juga tampan dan kaya seperti Daddy," jawab Safira dengan percaya diri nya.
Quee menutup mulut nya tak percaya. I i kah tabiat Safira sebenar nya? Apa shine sudah mengetahui nya sejak awal?
"Kakak ipar kau memang sangat keren," tawa Darren masih tak bisa reda.
"Tidak seperti yang kau pikir kan Queenza," ucap Xavier takut wanita itu salah paham.
Xavier sering mendengar Nyonya nya memuji Tuan besar nya dan itu hanya bualan sejenak.
Queenza akhir nya paham mengangguk-angguk. Dia hampir saja salah paham pada Safira.
"Salah siapa wajah Safira begitu serius," kesal Queenza sambil bergelayut manja di lengan sang kakak.
Darius mengelus pucuk kepala adik nya, dia Sangat menunggu momen ini. Saat Queenza kecil, anak ini sangat manja pada nya.
Semua kebahagiaan benar-benar tercipta di keluarga Orlando dan Browns. Dia pemimpin besar itu tersenyum melihat keluarga mereka akur kembali, yah mereka sempat renggang karena ulah Queenza, namun sudah kembali pulih seperti dulu.
Darius juga memilih menetap di new york bersama dengan adik nya satu-satu nya. Dia akan mengawasi gerak gerik adik nya jika-jika saja Queenza berubah haluan
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍👍
Agar author nya semangat kerja nya 😊👍👍👍
__ADS_1