Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 78


__ADS_3

Safira tetap saja menutup mata nya satu menit sejak dia di dorong kuat oleh anggota Kay. Dia tidak berani melihat kenyataan yang akan membuat nya takut melihat dunia.


Tapi aneh nya dia sama sekali tidak merasa kan sakit atau semacam nya. Perlahan Safira membuka mata nya dengan perlahan, ternyata diri nya tidak jatuh melainkan dia merasa kan pinggang nya seperti di tahan seseorang.


"Kau....," ucap Safira dengan jengkel karena merasa kan tangan pria itu mulai bergerak-gerak di pinggang nya


"Yes Honeyyy," ucap si pria yang ternyata adalah Elvio.


Megan yang ikut bersama Elvio merasa mual karena mendengar bualan menjijik kan milik Tuan nya. Dia sungguh malas mendengar bualan yang membawa wanita sementara ke awang-awang.


"Lepas kan tangan mu sialan. Berani nya tangan mesum mu itu!!!!" kesal Safira menatap tajam Elvio.


"Honey, aku berniat baik menyelamat kan mu. Aku juga menyelamat kan bayi kita," ucap Elvio berbisik di telinga Safira.


Elvio terkekeh melihat wajah kesal Safira yang menurut nya sangat imut. Kemudian dia melepas kan pinggang Safira dan membantu wanita itu berdiri.


Para penghuni selatan yang melihat sikap lembut Elvio pada Safira menunduk takut. Mereka belum pernah melihat Elvio selembut dan seramah itu pada seseorang.


Bahkan pada mereka, Mereka hanya pernah melihat Elvio berkeringat di atas tubuh mereka, bahkan belum semua orang di mansion selatan di sentuh oleh Elvio.


Wajah Elvio tiba-tiba menjadi dingin dan menatap tajam ke arah wanita mainan nya. Terlebih ke arah Kay yang merupa kan oknum utama dalam kejadian ini.


"Siapa yang bertanggung jawab atas masalah ini?" tanya Elvio dengan dingin.


Safira kaget melihat perubahan ekspresi Elvio yang tiba-tiba, biasa nya pria itu selalu ramah di depan nya, tiba-tiba menjadi mirip dengan sikap Shine pria yang entah masih berada dalam hati nya, dingin tak tersentuh.


"Breng sek, aku tidak ada waktu untuk mengulangi pertanyaan ku," ucap Elvio dengan suara naik satu oktaf membuat Safira terlonjak kaget namun segera menetral kan diri.


"Mengaku lah bit ch," umpat Nia dari sana . Dia sudah muak melihat wajah tak bersalah Kay yang seolah-olah playing victim.


Elvio juga bukan tidak tau siapa pelaku sebenar nya, Karena dia sudah mengenal satu per satu wanita mainan nya.

__ADS_1


Mateo melihat ke arah wanita yang di lihat oleh Nia. Dia memapah tubuh Nia yang sudah lemas karena mengeluar kan darah.


"Apa dia orang nya?" tebak Mateo dengan suara membunuh nya.


Safira menyadari Mateo akan bertindak dia langsung mengambil tindakan sebelum ada pertumpahan darah nanti nya.


"Mateo, cepat obati luka Nia!" perintah Safira.


Awal nya dia kaget melihat punggung Nia yang basah karena darah, seingat nya Nia tidak mengalami apa pun sebelum nya. Tapi itu tidak perlu sekarang untuk di tanya kan.


"Nyonya saya ingin menyelesai kan wanita...,"


"Tidak ada bantahan!!!!" tegas Safira.


Akhir nya Mateo mau tidak mau harus mengurus rekan nya satu ini karena memang luka Nia tidak main-main.


"Bawa wanita satu ini ke luar mansion ini, aku tidak ingin melihat nya!" perintah Elvio menatap tajam ke arah Kay.


Elvio menghempas kan tubuh Kay tanpa perasaan. Dia juga sudah bosan melihat Kay berada di sini, rapat bosan dengan tubuh nya yang dulu nya sudah di jamah oleh orang lain.


Sedang kan Kay, dia tidak siap jika harus ke luar dari mansion ini. Kehidupan nya di sini sudah sangat nyaman dan mewah, sangat berbeda jauh jika dia akan ke luar dari sana dan pada akhir nya kan menghadapi ayah nya yang mata duitan dan selalu menyiksa nya.


"Tunggu! Bukan kah aku yang di usik nya? Bisa kah aku yang memberi kan hukuman ke pada nya?" tanya Safira tiba-tiba buka suara sambil memiring kan kepala nya ke arah Elvio.


Elvio yang melihat itu sadar akan maksud Safira . Dia yakin pasti ada rencana Safira. Elvio sudah sejak mengenal wanita itu sangat susah untuk di tebak.


"Apa keuntungan yang akan ku dapat kan honey? Secara dia bawahan ku bukan?" tanya Elvio berusaha mengambil keuntungan dari Safira.


Setidak nya satu ciuman cukup untuk bayaran nya bukan? Yah, dia adalah Elvio, keuntungan di tengah situasi memungkin kan akan dikejar nya, dan yang lebih penting adalah di sisi nya saat ini adalah Safira, wanita yang mampu menembus hati nya yang Fuc* k boy.


"Imbalan? Apa perlu aku memotong dan mencincang milik mu yang sudah celap celup sana sini?" ucap Safira dengan senyum miring ny dan mata nya yang sangat bersungguh-sungguh.

__ADS_1


Hahahaha


Spontan Megan yang diam sejak awal permasalahan itu terbahak-bahak mendengar ucapan tegas namun terdengar sangat lucu oleh Megan.


"Fir...Jangan melucu hahahha...," ucap Megan yang merasa kan mata nya berair karena terlalu menikmati candaan sahabat nya yang frontal.


Sontak Megan terdiam Karena merasa ada tatapan tajam dan menusuk dari berbagai arah. Dia melihat Elvio, Safira menatap nya tajam, belum lagi wanita penghuni mansion selatan yang juga ikut-ikutan menatap nya tajam.


Mereka merasa aneh ketika melihat Megan yang masih sempat-sempat nya tertawa di situasi yang bad ini.


"Bagiamana tawaran ku sangat bagus bukan Elvio?" ucap Safira sekali lagi.


"Terimakasih Honeyyy, aku tidak memerlu kan nya sama sekali!" ucap Elvio sambil meringis sambil memegang milik nya. Selintas pikiran nya membayang kan ucapan wanita yang akan tinggal bersama nya, sungguh menyeram kan


Safira melihat Elvio yang menciut nyali nya.


Elvio si ketua mafia tidak berani menyentuh atau menghabisi Safira karena secara tidak langsung Safira sudah meleceh kan harga diri ketua mafia itu, wanita itu adalah obsesi nya dan hati nya. Dia memilih pergi dari sana karena tidak kuat melihat Safira yang ingin memotong milik nya


"Terimakasih Nona," ucap Kay yang sangat lega karena mendengar ucapan Safira. Bagiamana pun juga Safira tidak akan mungkin tega dengan nya.


"Sama-sama Kay, sebagai seorang wanita aku mengerti posisi mu," ucap Safira dengan polos.


Kay yang melihat wajah sok polos Safira tersenyum smirk dalam hati. Entah dia sebenar nya tulus atau tidak mengucap kan itu, tapi satu yang ada dalam hati nya, bersikap baik karena Tuan nya Masih di tempat ini.


Megan yang melihat wajah Safira yang polos malah merasa merinding. Dia juga menatap ke arah Kay, "CK, dalam mimpi mu," batin Megan sudah bisa menebak isi pikiran Kau si gadis *** ***


Jangan lupa like nya 😊


Agar author nya semangat 👍👍


Update nya 😊😊😊🫶

__ADS_1


__ADS_2