Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 36


__ADS_3

semua orang tersentak kaget mendengar suara menggelegar di ruangan itu.


tak terkecuali Safira yang familiar dengan suara itu. Dia tersentak kaget dan sadar bagaimana posisi diri nya dan Elvio yang intim.


Tapi memang nya kenapa? Safira sadar dan tidak mau terganggu dengan suara menggelegar itu.


Dor


Tiba-tiba tembakan di layang kan ke atas membuat semua orang kabur gelagapan. Safira terlonjak kaget. Sedangkan Elvio dia tersenyum smirk.


Anggota Elvio langsung mengerumuni Shine dan anak buah nya.


Wajah Shine tetap memerah merasa kan bagaimana kedekatan Elvio dan Istri nya tadi.


"Turun kan senjata kalian!" perintah Elvio dengan datar. Serempak para bawahan Shine langsung menurun kan pistol nya.


"Ada apa gerangan Tuan Shine Damian Browns mendatangi Club' sederhana ku ini," ucap Elvio dengan tenang.


Sedang kan Safira dia mulai was-was. Dia tidak mengira Shine akan semarah ini. Dia pikir pria itu tidak peduli.


SREK


Dalam satu tarikan, Safira langsung menubruk dada bidang suami nya. Shine sama sekali tidak merubah ekspresi. Dingin tak tersentuh bercampur amarah yang tinggi.


"Cih, apa putra kebanggaan Keluarga Anggara ingin menjadi seorang pebinor?" tanya Shine. Kali ini wajah nya sudah mulai tenang tidak menunjuk kan emosi yang menggebu-gebu seperti sebelum nya.


Entah mengapa, kehadiran Safira di sisi nya membuat emosi nya tenang.


Elvio yang mendengar nama keluarga besar nya di hina mengetat kan rahang nya.


"Jangan memancing singa di wilayah nya sendiri tuan Shine," ucap Elvio dengan penuh penekanan.


Shiene tersenyum tipis Karena Shine berhasil memancing Elvio.


"Cih, memang itu adalah fakta. Dan apa wilayah mu, kau pikir aku takut berburu di wilayah mu?" tanya Shine.


Safira yang mulai melihat situasi mulai memanas mulai memutar otak nya.


Apalagi Safira bisa melihat perlengkapan dari ke dua buku sangat lengkap. Pistol sudah siap sedia di tangan para pengawal dengan peluru yang sudah siap menghunus jantung siapa pun.

__ADS_1


Safira mendekat.


"Bisakah kita pulang, aku sudah lapar dan hanya makan sedikit tadi siang," ucap Safira dengan pelan dan lembut.


Safira memegang lengan Shine dengan erat berjaga-jaga jika pria itu sewaktu-waktu akan terpancing emosi nya.


Mendengar itu Shine melembut tapi tidak menutup bahwa Shine masih marah besar ke pada wanita nya.


"Jaga sikap mu Tuan Elvio Anggara jika ingin keluarga mu aman," ucap Shine berlalu dari sana. Tangan nya membuka jas nya dengan gaya cool nya dan menutup tubuh sang istri.


Jaket kebesaran milik Shine bisa menutupi paha Safira yang terbuka sampe ke atas.


Tangan nya terulur menarik pinggang Safira hingga merapat sempurna di tubuh nya seakan mengata kan, dia wanita ku, siapa pun tidak berhak menyentuh nya selain aku.


Shine membawa Safira ke luar dari club itu dan membawa Safira ke dalam mobil nya. Ingin sekali Shine bertanya dengan bertubi-tubi pada wanita nya, tapi dia tidak bisa memanas kan situasi yang sudah rumit ini sekarang.


"Sayang, kamu bisa di sini dlu sebentar oke! Aku ada urusan!" ucap Shine berlalu dari sana dengan tatapan hangat pada Safira.


Tidak mungkin seorang CEO yang kejam seperti nya membiar kan pelaku kerusuhan dalam rumah tangga nya pergi begitu saja. Meski pun saat ini musuh nya adalah salah satu ketua dari sebuah kumpulan mafia.


Shin dengan langkah tegas nya kembali memasuki Club' nan mewah itu tanpa gentar sedikit pun. Tidak ada pengawal yang mengikuti nya, semua di kerah kan untuk menjaga istri nya di sana.


Menunggu kira-kira setengah jam, Safira melihat Shine kembali dengan rahang mengeras nya seakan menahan amarah, namu setelah sampai di mobil wajah pria itu menjadi dingin.


Entah di ketahui Shine atau tidak, Safira melihat ekspresi Shine sejenak. Safira sempat terkejut, itu adalah wajah saat Safira datang ke mansion Browns, wajah dingin tak tersentuh pria itu kembali.


"Ada apa dengan dia, tadi aku melihat wajah nya menghangat dan apa sekarang?" batin Safira.


"Ke mansion!" perintah Shine dengan dingin membuat Xavier merinding. Sudah lama dia tidak mendengar suara itu. Apa ada masalah besar saat di club? itulah isi hati Vier saat ini.


Di dalam mobil, tidak ada satu pun yang buka suara. Safira dengan isi pikiran nya saat ini adalah Megan. Mengapa sahabat nya itu ada di sana? Apa yang sebenar nya terjadi dengan Megan?


Safira sama sekali tidak memikir kan tentang Shine yang mungkin akan menginterogasi nya di mansion nanti.


Sama hal nya dengan Shine yang juga tengah memikir kan apa yang di lihat nya tadi di club'. Penpa kan itu begitu membuat hati nya terguncang.


Sesampai nya di mansion, Shine keluar terlebih dahulu tanpa menunggu Xavier membuka nya seperti biasa nya.


Dia keluar begitu saja dan meninggal kan Safira begitu saja di sana.

__ADS_1


Dan wanita itu pun tidak peduli sama sekali


Dia juga tidak berharap apa pun.


Safira juga keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam pintu mansion menuju kamar utama. Sejenak langkah nya terhenti menatap dalam kamar utama itu.


Dia kemudian masuk saja dan melihat Shine di sana sedang bersiap ke kamar mandi.Pria itu pun tidak memberi kan tanggapan apa pun terhadap Safira. Tidak seperti saat Safira di culik sebelum nya, Shine akan suka berbasa basi.


Selesai Shine beberapa saat mandi, dia keluar hanya mengguna kan handuk saja dan menampak kan otot-otot yang siap menggoda Safira. Belum lagi handuk kecil itu tidak menutupi bentuk v yang hampir menunjuk kan bawahan Shine.


Shine bisa melihat tatapan istri nya namun dia tidak respon seperti biasa nya.


"Cepat lah mandi, ku tunggu di meja makan!" ucap Shine setelah itu dia masuk ke walk in closet.


Safira tersentak dan sadar dari ke bodohan nya, dia langsung berlalu ke kamar mandi tanpa melihat ekspresi Shine.


Sesampai nya di meja, makan setelah menunggu hampir setengah jam Shine tidak protes sama sekali.


"Makan lah!" hanya kata singkat itu yang keluar dari mulut Shine. Tidak seperti biasa nya yang me minta di suapi atau semacam nya.


Hal itu sedikit mengganggu konsentrasi Safira.


"Ada apa dengan nya?" batin Safira.


Sedang kan Vier di ruangan kerja Shine kaget bukan main saat melihat hasil dari penelusuran nya, bagaimana tidak?


"Ternyata hal besar ini yang membuat Tuan Shine kembali seperti semula. Dingin tak tersentuh," ucap Vier.


Belum lagi perintah Shine yang membuatnya kaget bukan main.


Yah Shine memesan wanita malam untuk memuas kan Tuan nya saat ini.


Yah persis seperti dulu, setelah wanita itu pergi dan sebelum Sang nyonya datang.


Tapi yang berbeda saat ini adalah, wanita pemuas yang di pesan Shine tidak datang ke mansion seperti biasa melain kan ke club' milik Shine.


Jangan lupa like nya 😊👍👍


Horas ✋✋✋

__ADS_1


__ADS_2