
Melihat adegan di depan nya, Megan hampir mual. Bagaimana sepasang pria dan wanita di depan nya tidak tau malu.
Bahkan setelah bercinta berkali-kali di depan umum. Pria itu kembali menarik milik nya dan senang hati si wanita yang sudah telanjang dengan wajah *** *** nya menerima dan memasuk kan milik pria itu ke mulut nya.
Megan ingin pergi dari sana karena dia ingin muntah, tapi suara di samping nya menghenti kan niat Megan.
"Jangan main-main dengan ucapan ku Megan," ucap pria itu dengan suara rendah nya.
Megan tidak mungkin berani melawan tuan nya saat ini yang memiliki nama belakang Anggara itu . Dia terus membuka mata nya dan menatap pada pasangan di depan nya dengan wajah malu dan ingin mati saja.
Dia berfikir kenapa pria di depan nya sama sekali tidak memiliki Malu sedikit pun, bahkan dengan terang-terangan ke dua nya memacu, mend esah di tengah kerumunan itu.
"Bagaimana, apa kau sudah mengerti dengan cara nya? Mereka sangat profesional bukan dalam hal mengajari?"
"Ma..af Tuan Elvio, Sa..Sa..ya belum mengerti," jawab Megan terbata-bata.
Bagaimana dia sanggup mengata kan mengerti. Dan itu bukan lah sebuah pelajaran dan tontonan yang patut di pelajari nya.
Yang di panggil Elvio tersenyum miring.
"Wanita ini belum mengerti. Apa begini cara kalian mengajari seseorang?" tanya Elvio dengan senyum sinis nya menatap pasangan itu.
Pasangan yang bercinta tadi langsung berkeringat dingin. Ini adalah sebuah kegagalan, dan Elvio tidak suka dengan kegagalan. Dengan ini mereka akan menerima sanksi karena tidak sanggup memenuhi permintaan tuan nya.
"Tuan, maa...maaf. Kami sudah melaku kan yang terbaik, maaf kami bersalah," ucap pasangan itu.
"Bagaimana Megan, Meraka mengata kan sudah melaku kan yang terbaik dan kau tatap tidak mengerti. Itu artinya, mereka gagal dan peluru akan siap sedia menembus kepala mereka," ujar Elvio dengan nada sedih.
Inilah Elvio, si pria dingin tapi mudah berekspresi. Ramah, sedih dan segal ekspresi mudah di Kendali kan pria itu.
Megan yang mendengar peluru siap melubangi kepala pasangan itu menegang seketika. Apa semudah itu nyawa melayang?
"A...aku sudah mengerti. Aku sudah paham. Mereka sangat pintar mengajari," jawab Megan dengan terbata-bata.
Elvio tersenyum tipis.
"Laku kan pada ku seperti yang wanita itu laku kan pada pasangan nya," ucap Elvio kemudian.
"Ta..tapi Tuan, saya sedang datang bulan," ucap Megan. Dia merasa kan jantung nya mulai berdebar tak karuan. Dia sangat takut, apa dia akan menjadi tontonan di sini nanti.
__ADS_1
Srek
Elvio langsung menarik tangan Megan. Wanita itu jatuh di pangkuan Elvio.
"Apa kau yakin?" tanya Elvio. Senyum tipis terukir di bibir pria itu.
"Be...benar Tuan," jawab Megan yang saat ini berada di pelu kan Elvio.
"Baik mari kita lihat bersama-sama," ucap Elvio tersenyum manis.
"Tu..tuan," ucap Megan ketika Elvio mulai menyingkap dres bawah Megan. Dia berusaha menahan tangan Elvio yang ingin menaik kan dress bawah nya.
"No Baby, atau kau mau aku melakukan nya dengan kasar?" ucap Elvio di tengah aksi nya.
Elvio memasuk kan tangan nya ke dalam dress bawah Megan. Dia tidak melanjut kan aksinya menyingkap dres Megan karena perimbangan beberapa hal.
Pria itu tidak langsung melesak kan tangan nya pada dalaman Megan justru dengan mulus jari nya berjalan ke arah milik Megan.
"Hmmm, Tuan, tolong jangan seperti ini," ucap Megan ketika dia merasa kan geli saat tangan Elvio menyentuh halus paha mulus milik nya.
"Ouhhh, dia sudah mulai merasakan nikmat nya sentuhan ku," ucap Elvio ke pada kerumunan itu.
"Wanita per awan memang sangat menggiur kan untuk di sentuh," ucap Elvio terkekeh.
Elvio menelusuri dalaman yang di guna kan oleh Megan. Dan benar apa yang di kata kan oleh Megan, dia sedang datang bulan, terbukti ada benda tebal yang ada di dalam wanita itu.
SREK
Elvio menarik benda itu tiba-tiba dan mengeluar kan nya.
Pria itu tidak jijik sedikit pun melihat ada noda di benda yang di pegang nya. Siapa pun pasti tau kenapa pria itu tidak jijik, pasti nya karena pria itu sudah sering bermain dengan bawah pusar wanita yang sudah sering mengalami itu.
Megan sangat malu, malu sebesar-besar nya. Meski pun di tempat ini kebanyakan wanita yang hampir telanjang, tapi dia yang di ambil pembalut nya seperti itu dari tempat sakral nya merasa sangat malu.
"Baj Ingan," teriak seseorang tiba-tiba.
Suara itu mengandung amarah yang tinggi karena sakin kuat nya suara itu hingga menggelegar di ruang itu.
Seketika kerumunan itu terdiam.
__ADS_1
Siapa manusia yang berani mengumpat pemilik tempat ini.
Seorang wanita berjalan dengan tegas di antara kerumunan.
Dress merah menyala dengan belahan paha yang tinggi membuat siapa pun tergiur untuk menyentuh dan mengelus paha itu.
Belum lagi tubuh atas wanita itu terbentuk hingga menonjol kan dada wanita itu yang di tutupi kain tipis, membuat yang di dalam nya terpampang dengan tidak jelas namun mampu menggoda iman kaum Adam.
Elvio yang melihat wanita cantik di depan nya langsung mendidih darah nya.
Bahkan tubuh nya seakan di sengat listrik karena tiba-tiba tubuh nya merespon.
"Berdiri," bisik Elvio pada Megan yang masih setia di tempat nya.
Dengan patuh wanita itu berdiri dan masih tetap menunduk sakin malu nya. Bagi nya tidak penting apa pun yang terjadi di sana dan siapa yang membuat keributan. Yang terpenting dia ingin kabur dari sana.
"Pergi dari sini, bersih kan kamar ku. Seseorang baru saja berlalu dari sana tanpa membersih kan nya terlebih dahulu," ucap Elvio datar.
Megan sempat tertegun, siapa yang berani masuk ke dalam kamar tuan nya. Bukan tempat itu sakral? Bahkan hanya satu pelayan yang bisa membersih kan tempat itu dan itu pun tidak tiap hari. Hanya waktu tertentu jika Elvio menyuruh nya, selain dia tidak ada yang boleh masuk semena-mena ke sana.
"Baik Tuan," ucap Megan lalu pergi dari sana.
Ini yang di ingin kan Megan sejak tadi, pergi dari ruangan yang sangat pengap akan wanita dan pria yang hampir telanjang itu.
Melihat Megan yang sudah pergi, Elvio menoleh ke arah wanita yang mengumpat nya.
"Kau bangun lebih awal Sayang."
"Tutup mulut mu sialan."
Semua orang terdiam melihat keberanian wanita itu. Ternyata tidak hanya berani sekali tapi wanita itu tambah hebat saja.
"Aku menyukai mu yang energik seperti ini," ucap Elvio tersenyum manis membuat para wanita yang ada di sana syok karena melihat senyuman Elvio bak dewa titipan Tuhan.
"Cih, kau pikir aku akan tergoda dengan senyum menjiji kan milik mu?"
Jangan lupa like nya 😊👍👍
Horas ✋✋✋
__ADS_1