Istri Kontrak, Jangan Lepas

Istri Kontrak, Jangan Lepas
Part 120


__ADS_3

"Darren, kenapa harus dari jalan macet? Dasar tidak bisa di andal kan," kesal Safira.


"Kakak ipar, bukan aku yang tidak bisa di andal kan, tapi memang jalan nya yang macet!" ucap Darren. Pria itu sudah kesal setengah mati menghadapi dan mendengar makian Safira sejak tadi. Jika saja bukan istri pemilik tempat nya bekerja, sudah dia suntik mati wanita itu.


"Jalan bodoh!" ucap Safira ketika melihat Darren melamun.


"Fu ck, aku bisa mati duduk di mobil ini," batin Darren namun tangan nya setia memegang setir mobil.


Safira memang orang tak sabaran, bukan mau nya seperti ini tapi ada yang harus dia kejar saat ini. Taruhan nya adalah kebahagiaan seseorang.


****


Bug


Alaska menendang sasaran yang di incar nya sejak tadi, yaitu tepat pada posisi hati Shine. Shine juga malaku kan pukulan ke arah dada Alaska, tapi pria itu tidak separah Shine.


Shine langsung batik darah membuat Alaska tersenyum mengejek. Dia melihat Shine terjatuh terduduk di lantai, darah ang ada di sudut bibir nya dia lap dengan sedikit lasar.


"Seperti nya kah belum menemu kan penawar itu!" ujar Alaska bangkit berdiri.


"Dasar pengecut," umpat Shine


Sial, dada Shine begitu sakit karena tekanan kaki Alaska di hati nya. Seperti nya tujuan pria itu adalah untuk manghancur kan penampung racun di dalam tubuh Shine hingga racun yang di buat nya akan mudah menyebar.

__ADS_1


"Bagaimana rasa nya? Ku harap terlalu sakit karena aku sudah susah payah membuat nya," ucap Alaska bersiap kembali melayang kan ancang-ancang nya.


Shine berusaha berdiri meski pun darah sudah berembes ke kameja yang di guna kan nya.


Rhadika yang ingin maju untuk menolong putra nya kembali urung karena Xavier menolong nya.


"Jangan memancing persoalan baru Tuan, ini terlalu berbahaya. Tuan Shine juga mengata kan tidak ingin ada pertumpahan darah," " ucap Xavier


"Bagaimana jika dia kehabisan darah sialn!" maki Rhadika.


"Tuan Shine akan memberi kan kode jika dia sudah tidak mampu atau racun yang di tubuh nya kembali menyerang organ dalam Tuan Shine Tuan," ujar Xavier dengan sabar menjelas kan.


Rhadika hanya bisa menghela napas. Memang yang akan terjadi adalah pertumpahan darah, sejengkal pun Rhadika tidak akan membiar kan pembunuh calon cucu nya hidup, bah kan pria sialan yang melawan putra nya pernah hampir saja membunuh sang istri. Tapi Rhadika berusaha menahan tangan nya yang sudah gatal demi menghargai keputusan putra nya.


Tiba-tiba saja ponsel Rhadika berbunyi membuat pria itu undur dari sana sejenak. Rhadika tidak boleh deket-deket dengan pertarungan ini atau orang di seberang sana akan mendengar nya.


"Hmmm, bagaimana putra kita? Dia baik-baik saja kan, dia tidak ikut perang kan?"


"Hmmm, dia hanya memantau saja Baby," Jawab Rhadika, pria itu meringis karena membohongi sang istri.


"Baik lah, hati-hati juga di sana," ucap Rosaline dari seberang sana.


Tanpa sepengetahuan Rhadika, putri satu-satu nya sudah masuk dan menyelinap melewati anggota Black Sky.

__ADS_1


Darah Aurora m Manas melihat Shine yang menghadap ke arah nya memuntah kan darah. Sedang kan lawan nya sudah berdiri dengan tegak siap kembali menyerang Shine.


Bug


Aurora berlari sekuat mungkin dan menyerang lawan Shine.


"Brengsek, lawan lah orang yang seimbang bajingan," maki Aurora.


"Kakak pergi. Xavier, bawa Kakak!"


"Tidak ada yang bisa melarang ku!"


Deg


Alaska seperti mengenal suara itu. Tidak, dia seperti nya tidak salah, dia benar-benar sangat mengenali suara wanita itu.


Alaska tersungkur ke depan hingga tak bisa melihat ke arah wanita yang memberi kan pukulan kaki di belakang nya.


"Aurora?" ucap Alaska sedikit keras.


Deg


"Al?" batin Aurora dalam hati.

__ADS_1


Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍👍👍


Agar author nya semangat up nya 🙂👍👍👍👍👍


__ADS_2