
Semua keluarga yang di undang ke acara kehamilan Safira tengah bersiap-siap tak terkecuali keluarga Orlando.
Salah satu dari mereka terlihat tidak berminat untuk mengikuti acara itu. Sang Daddy dan Kakak satu-satu nya sedang membujuk nya dengan penuh ke sabaran.
"Ayolah Sayang, Om Rhadika dan Tante Rosaline ada di sana, bah kan bukan cuma Safira yang mengundang mu, tapi juga Tante Rosaline. Apa kau akan mengecewa kan nya?" Seorang Daddy yang penuh kesabaran selalu mengucap kan kata-kata lembut pada putri satu-satu dan putri Yang sangat di cintai nya.
"Kau tak lupa bukan kebaikan Tante Rosaline pada mu? Cih, apa kau juga akan membuat Tante kecewa karena rasa cinta mu pada pria beristri itu?" Berbeda jauh dengan sang Daddy, sang kakak justru mengolok-olok adik nya tanpa perasaan.
"Kakak, aku sedang berusaha untuk move on, jangan mengompori ku!! Dad, kakak selalu mengolok-olok ku," adu gadis itu pada sang Daddy. Dia adalah Queenza yang beberapa hari ini selalu merenung dan akhir nya sadar akan kebodohan nya.
Bukan nya dia berterimakasih pada Shine karena sudah bersikap layak nya kakak selama ini, dia justru membuat pria itu tidak nyaman dan sengaja menyenggol istri nya juga.
"Cih, sekarang baru sadar," cibir Darius.
"Darius, berhenti menggoda adik mu!" Suara Max si pemimpin Orlando nampak menatap sengit pada putra nya.
"Dasar pria aneh, aku suka sama.Shine salah, gak suka juga salah. Dasar jomblo ngenes, Cih jomblo karatan," kini giliran Queenza yang mengolok-olok kakak nya.
"Hei gadis bodoh, banyak wanita yang mengantri di hadapan ku yah," kesal Darren.
"Banyak wanita dari mana? Dari Hongkong, CK, ayo Dad aku tidak ingin pergi bersama pria karatan yang mati rasa ini," acuh Queenza melirik entah gimana ke arah Darius sang kakak.
Pria itu yang di tinggal kan oleh orang-orang tercinta nya langsung mengejar dan memeluk lengan adik nya, TKA ada ekspresi di sana. Sama -sama datar begitu juga pria yang menggandeng lengan nya di sebelah kanan.
"Uhhhh, Kenapa aku harus di kelilingi wajah datar bak kulkas semua," desah Queenza.
Jika di ingat-ingat semua pria yang ada di sekeliling nya semua nya berwajah datar, dingin, baik itu Daddy nya, Darius, Shine, apa lagi Xavier, pria itu seakan patung bernapas. Ahhhh, Queenza lupa, ada satu orang yang sudah di anggap sebagai Kakak nya yang memiliki wajah ramah, tampan, murah senyum, dia adalah Darren, semua sangat ples untuk pria itu kecuali satu, ada satu minus nya , sikap mesum nya sejak masa SMA tidak pernah berubah sampai saat ini
...----------------...
"Nyonya, ada barang yang baru saja datang, kami harus meletak nya di mana?" Seorang pelayan wanita berusaha mengeluar kan suara nya.
__ADS_1
Namun saat mata Safira dan pelayan itu bertemu, dengan perasaan terkejut dia langsung membalik kan badan nya.
Wajah nya nampak memerah melihat posisi ke dua tuan nya. Posisi Safira saat ini masih di pangkuan Shine.
Pelayan itu tidak sengaja bergegas menuju ke ruang tamu tadi Karena orang-orang yang membawa barang sudah lama menunggu, mereka pikir sang nyonya akan segera kembali hingga mereka menunggu beberapa lama namun sang Nyonya belum juga menampak kan batang hidung nya, ternyata ini alasan nya. Tapi si pelayan berusaha membernai kan diri.
Safira berusaha menahan.malu karena ulah sang suami. Safira ingin menggali lubang Yang sangat dalam saat ini dan segera masuk ke dalam nya dan segera mengubur diri karena tak kuat menahan malu.
Tadi saat Shine kembali menghentak kan pinggul nya, Safira berusaha menahan amarah tapi belum lagi dia berusaha bangkit langkah kaki itu sudah berhenti di depan mereka.
Untung saja dress yang di guna kan oleh Safira masih bisa menutupi penyatuan mereka hingga tak terlihat.
Namun Safira sangat dan sangat lebih malu lagi ketika melihat bahwa CD nya terenggok di sofa dan terpampang jelas di penglihatan pelayan. Segera Safira menyimpan nya ke belakang tubuh Shine.
Sedang kan si pelaku diam namun dalam hati dia sangat menikmati wajah panik milik istri nya. Belum sampai di sini, Shine masih memiliki niat jahil.
Penyatuan diri nya dan sang istri sangat menyenang kan kali ini.
"Ohhh, itu masuk kan saja ke ahhh dalam nanti aku ahhh saja yang akan mengatur nya," Safira melotot tajam sang suami karena shine menusuk-nusuk milik nya dengan goyangan pelan pinggang pria itu.
"Maaf Nyonya, apa anda sedang sakit?" pelayan itu terlihat khawatir.
Safira langsung menggeleng.
"Aku baik-baik saja, hanya butuh istirahat," ucap Safira di sertai senyum manis nya pertanda dia baik-baik saja, meski pun dalam hati dia ingin membunuh orang di depan nya.
"Baik Nyonya, saya permisi dulu," ucap pelayan itu menunduk.
Safira menghirup napas lega ketika si pelayan akan pergi.
"Permisi Tuan, saya hampir melupa kan sesuatu," Pelayan yang ingin pergi tadi hampir melupa kan satu hal penting lain nya.
__ADS_1
Safira menahan napas, kenapa harus di saat seperti ini pelayan banyak laporan, kesal nya.
"Setengah atau sejam lagi, Tuan besar dan Nyonya besar akan sampai di bandara. Tuan Xavier berpesan agar tuan menjemput mereka," Pelayan itu berujar dengan sopan.
"Aku ahh sudah ahhh ahhh menge ahhh. Pergilah!" Kini giliran Safira yang menyeringai.
Pelayan tadi menunduk dan benar-benar pergi dari sana. Dia terlihat masih polos, hingga tak mengerti apa yang terjadi pada para majikan nya. Tapi dia menggeleng kan kepala nya.
"Tidak perlu untuk di ketahui, bekerja saja," batin wanita berbaju pelayan itu.
Sedang kan Shine saat Ini sedang berada di atas sang istri. Dia melaku kan pelepasan setelah sang istri memancing nya tadi, ralat, Shine yang memancing duluan.
Kini wajah kesal tapi imut itu kini senang berada di hadapan pria itu.
"Ishhh, dasar mesum! Kata nya sekali, asli nya dia kali. Kesal kan, dekorasi nya belum siap!!"
Shine diam saja tak berkomentar, dia membantu sang istri Merapi kan pakaian nya termasuk memakai kan CD istri nya.
"Kau yang memancing ku Sayang,"
"Memancing... memancing, kau pikir ini ikan hah, di pancing-pancing segala," kesal wanita itu sambil berlalu dari sana.
Dia masih banyak pekerjaan saat ini, bukan nya tidak ada yang mendekor dengan bagus dan cantik, tapi dia hanya ingin pergera kan saja, selama Shine di kata kan sudah boleh kembali ke mansion , Safira benar-benar harus stay di samping pria itu dia puluh empat jam, tapi itu hanya untuk menemani nya tidur , makan hingga dia sama sekali tidak melaku kan pergerakan. Shine juga melarang diri nya untuk berjalan-jalan dengan alibi nanti kecapekan.
Tiga puluh menit lagi, dia harus pergi bersama sang suami untuk menjemput mertua nya, meski pun Shine melarang nya karena ikut karena terlalu bahaya di luaran sana, Safira tetap memaksa sang suami agar diri nya tetap ikut.
Berbeda dengan suasana mansion Shine yang begitu heboh, di sebuah gudang tua justru seorang pria yang mempunya umur yang sama dengan Shine nampak melipat tangan nya dan memandang sebuah foto yang menampak kan empat orang remaja yang sangat tampan-tampan.
Dia menyeringai melihat foto itu. Sesaat kemudian wajah nya menajam dan tangan nya mulai bergerak kasar merobek foto itu, mata nya menghitam pertanda amarah nya sedang naik
"Tunggu kejutan dari ku," batin pria itu. Mata nya kemudian beralih ke arah pistol kesayangan nya.
__ADS_1
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍👍
Agar author nya semangat up nya 🙂👍😊👍👍👍