
"Tuan, tidak ada guna nya meratapi nasib seperti ini, jangan sampai hanya karena satu hal Tuan kehilangan segala nya, Black Sky harus bersiap Tuan, jangan sampai mengecewa kan Tuan Rhadika dan membuat Nyonya Safira khwatir karena saya terus selalu berbohong tentang hubungan anda dengan Nyonya baik-baik saja," ucap Xavier berusaha menyasar kan Shine dari kebodohan nya.
Shine melanjut kan minum nya Tanpa mempeduli kan ucapan Xavier.
"Tuan bisa menyelesai kan ini satu per satu, anda bisa terlebih dahulu membasmi musuh kemudian menjaga Nyonya, Karena ini semua berkaitan satu sama lain Tuan," jelas Xavier
Ucapan itu juga tidak mampu menyadar kan Shine.
",Jika anda lemah seperti ini terpaksa aku harus jujur pada Nyonya besar karena dia selalu meminta panggilan Vidio," ucap Xavier.
Mendengar kata Nyonya besar, Shine sadar sejenak. Dia langsung bangkit berdiri dan mencari sesuatu.
Xavier sangat senang melihat Shine sudah sadar dari kebodohan nya.
"Apa yang anda cari Tuan?" tanya Xavier melihat Shine seperti mencari sesuatu.
Wajah Shine berubah drastis dari sebelum nya.
"Aku memiliki harapan Vier, aku akan membujuk mommy agar membujuk Safira kembali ke pada ku, aku punya harapan. Temu kan ponsel ku, cepat!" perintah Shine.
__ADS_1
Xavier menghela napas, Ternyata masih terjebak di bagian itu.
"Ini Tuan," ucap Xavier sambil memberi kan ponsel yang baru saja di temukan nya pada pemilik nya.
Shine langsung bergegas menekan nomor mommy nya. Sejarah nya Shine tidak pernah terlebih dahulu menelepon mommy nya terlebih dahulu, tapi di saat yang mendesak ini, dia harus menghubungi mommy nya terlebih dahulu.
Di deringan ke empat telepon itu baru di angkat.
"Sayang kau menelepon mommy? Oh mu God Mommy Sangat bersyukur," ucap Rosaline bahagia di sana. Ini pertama kali nya Shin menghubungi nya lebih dahulu, putra nya satu-satu nya
"Mommy, ada sesuatu yang ingin Shine sampai kan," ucap Shine dengan suara rendah mengandung rasa sedih.
"Mom, please help me please. Sekali ini saja," ucap Shine dengan suara menahan tangis.
"Berbicara lah pecundang sialan, jangan m membuat istri ku sedih," maki Rhadika yang ternyata berada di samping Safira
"Mom, Safira pergi dari sisi ku mom, tolong bujuk dia untuk kembali pada ku. Aku benar-benar membutuh kan nya di samping ku," pinta Shine.
"Dia pergi begitu saja saat hati ku mulai cinta pada nya, bahkan dia membawa anak kami," ucap Shine.
__ADS_1
"Apa dia mencintai peak lain?"tanya Rosaline mulai mengerti tujuan dari pembicaraan ini.
"Aku tidak tua mom, dia selalu meminta pergi dari sisi ku. Aku mohon mom dia akan menurut pada mommy," mohon Shine.
"Xavier aku tau kau ada di sana saat ini, habisi pria sialan itu jika hidup nya tak berguna lagi, biar kan dia hancur sehancur nya, aku sudah memperingati nya dari awal," ucap Rhadika
Dia sama sekali tidak memberi kan bantuan, bah kan solusi untuk hal ini. Dia justru menjatuh kan putra nya itu hingga dasar jurang yang lebih dalam
"Dad, please aku ingin bicara dengan mommy. Beri kan ponsel nya pada mommy," mohon Shine
"Berjuang lah sendirian sialan, kau yang membuat nya pergi maka berusaha lah membuat dia kembali, jangan seperti pecundang yang pulang dari perang karena takut mati," ucap Rhadika.
Shine menggeleng.
"Mom please,' ucap Shine. Mommy nya adalah harapan terakhir nya.
"Maaf Son, mommy tidak bisa," jawab Rosaline membuat Shin kehilangan harapan satu - satu nya.
Jangan lupa like nya 😊👍👍👍👍
__ADS_1
Agar author nya semangat up nya 🙂🙏👍