
"Sayang, aku mau itu," ucap Shine di tengah pelayan menyiap kan makan mereka. Serempak Aurora dan Safira melihat ke arah Shine.
uhuk uhuk uhuk
Aurora terbatuk mendengar suara manja yang di keluar kan Shine. Tidak hanya itu, dia juga menatap jijik ke pada adik nya itu.
"Ahemm, baik," seru Safira sambil mengambil lauk yang di tunjuk oleh Shine. Kejanggalan itu jelas terlihat di meja makan, tapi Shine tidak peduli, dia tetap menanti kan lauk yang akan di beri kan istri nya?
Seperti biasa, wajah datar nya tidak menunjuk kan apa pun.
Setelah semua nya selesai makan, dengan Safira yang panas hati nya karena kemauan Shine begitu banyak dan tidak bisa menolak karena ada Kakak ipar nya, mereka mengambil kesibukan masing-masing.
Aurora pergi kedalam kamar nya, begitu juga dengan Safira yang di ikuti oleh Shine dari belakang
"Apa kamu gila? Apa kau bermaksud mempermain kan ku?" Belum sempat Shine mengambil napas, istri nya langsung menyerang nya.
Shine tidak menanggapi ucapan Safira dan malah menuju tempat tidur.
"Di surat sudah tertera dengan jelas, tidak ada penolakan," jawab Shine datar. Hal itu sukses memancing emosi Safira.
__ADS_1
"Kau pikir aku barang rongso kan mu yang bisa kau buang saat sudah benar-benar rusak? Atau, kau merasakan sensasi yang luar biasa saat menikmati tubuh ku? Safira tersenyum sinis.
Shine tidak karuan tatapan nya pada Safira. Dia sama sekali tidak bermaksud seperti itu.
"Apa berbeda dengan wanita-wanita mu sebelum nya?"
"Tutup mulut mu Safira, aku tidak bermak...," Shine sudah berdiri di depan Safira.
"Berapa bayaran mereka? Aku juga mau menikmati sebagai wanita bayaran mu Tuan Shine Damian Browns," ucap Safira tertawa getir.
Shine terlihat menahan emosi nya. Apa yang merasuki pikiran wanita itu hingga berpikir seperti itu
"Jangan berpikir bodoh Safira, tanpa kau melaku kan itu semua nya sudah tersedia di depan mu," jawab Shine menatap tajam Safira. Saat ini dia sudah berhadapan dengan Safira.
Dari tatapan itu, Shien sudah tau tidak ada lagi tatapan seperti dulu yang penuh harapan dan berusaha membuat diri nya agar mencintai wanita itu.
"Terserah, dari awal juga kau tidak menyukai pernikahan ini. Jadi ku mohon jangan kekang aku dalam dunia neraka mu!" ucap Safira.
Shine tersenyum sinis. Dia maju dan menatap tajam Safira.
__ADS_1
"Bukan kah kau menanam kan di hati mu akan satu kali menikah seumur hidup mu? Aku pikir itu hanya omong kosong dulu, dan ternyata ini fakta nya."
Safira teringat janji nya pada diri nya sendiri. Tidak terasa tubuh nya sudah mentok ke dinding kamar. Safira mendongak dan melihat Shine yang begitu dekat dengan nya.
Entah kenapa jantung nya berdebar tidak karuan melihat wajah bak malaikat maut Shine. Dia memaling kan wajah nya karena merasa wajah nya sangat panas. Dia akan malu jika hal itu di lihat oleh Shine.
"Bi..BI..salah kau mundur. Aku inginhin keluar," zucao Safira memaling kan wajah nya.
"Kenapa kau menunduk?" tanya Shine. Dimana wajah berani Safira yang tadi.
Jantung Safira semakin berdetak tidak karuan saat Shine memegang dagu nya. Tatapan mereka kembali beradu.
"Ingat, selama nya kau akan menjadi istri ku. Tanam kan itu di otak kecil mu yang hanya memikir kan makanan itu!" perintah Shine. Setelah itu dia meninggal kan Safira.
Hosh...hosh..hosh
"Jantung sialan ini, seperti nya dia ingin keluar dari kandang nya," kesal Safira pada diri nya sendiri.
Jan lupa like nya 😊👍👍
__ADS_1
Horas ✋✋✋